Manfaat Shalat Khusyuk Dengan Metode 3T

nfaat Shalat Khusyuk Dengan Metode 3T

SEHAT, BAHAGIA, SUKSES DAN MULIA

MELALUI PELATIHAN

SHALAT KHUSYUK DENGAN METODE 3T (TUMA’NINAH, TAFAKKUR, TADABBUR) DAN

TERAPI QUR’ANI

Assalaamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh.

 

Pada kesempatan ini perkenankanlah saya menjelaskan manfaat yang bisa dirasakan langsung oleh peserta yang telah melakukan pelatihan, manfaat ini disimpulkan berdasarkan pengakuan dari perserta dan jamaah pengajian rutin yang telah melaksanakan dan menikmati hasilnya sbb. :

Bila SHALAT KHUSYUK 3T DAN TERAPI QUR’ANI dilakukan dengan benar dan sempurna maka manfaat yang diperoleh dari latihan ini adalah :

  1. Merasakan kesegaran dan kebugaran.  Jiwa dan raga lebih sehatdari sebelumnya.
  2. Penyakit – penyakityang ada didalam tubuh berangsur-angsur akan
  3. Memulihkan keseimbangandan keselarasan, sistem kerja sel-sel tubuh.
  4. Menurunkanaktifitas emosi negatif dalam diri.
  5. Membantu menyelesaikan masalah – masalah hidupyang dialami seperti : gelisah, resah, galau, cemas, khawatir, kecewa, stress, penyakit lahiriah, gangguan jin, teluh, santet,  masalah keluarga, usaha, bisnis, karir dan sebagainya.
  6. Membantu meningkatkan kepercayaan diri, inner beauty, akhlak mulia, gairah hidup, memperlambat proses penuaan (awet muda),
  7. Membantu meraih sukses dalam segala hal, lahir bathin dunia akhirat.
  8. Khusus untukperusahaan dan perkantoran, pembelajaran ini dapat meningkatkan kedamaian, ketentraman, ketenangan kerja dan meningkatkan kemampuan pegawai dalam menghadapi stress yang akhirnya akan menumbuhkan kreativitas, inovasi, inspirasi dan produktivitas serta gairah kerja. 

Sebelum mendengarkan ceramah dan melakukan pelatihan Shalat Khusyuk dan Terapi Qur’ani, terlebih dahulu saya jelaskan gambaran secara umum mengenai shalat khusyuk dengan metode 3 T (Tuma’ninah, Tafakkur, Tadabbur) sbb. :

Pelatihan Shalat Khusyuk dengan metode 3 T ini digali dari Al Qur’an dan Hadis yaitu :

Tuma’ninah diambil dari hadis riwayat Bukhari yang intinya “saat Rasulullah berada dalam mesjid datang seseorang melaksanakan shalat, setelah selesai shalat, orang tersebut ditegur oleh Rasulullah karena dianggap belum shalat dan diminta agar mengulangi shalatnya, kemudian diapun mengulangi shalatnya hingga tiga kali, masih tetap ditegur dan akhirnya dia menyerah dan minta diajarkan oleh Rasulullah shalat yang benar. Maka Rasulullah membimbingnya dengan mengatakan bahwa, shalat diawali dengan wudhu terlebihdahulu dengan tertib, kemudian berdiri dengan tuma’ninah, ruku’ dengan tuma’ninah, sujud dengan tuma’ninah”.

Dari hadis tersebut dapat ditarik hikmah, bila shalat tidak tuma’ninah dianggap belum shalat. Tuma’ninah artinya tenang dan damai secara jiwa dan secara fisik. Secara jiwa tenang fikirannya, perasaannya dan jiwanya, secara fisik tertib gerakan dan bacaan shalatnya. Didalam website ini khusus menjelaskan tata cara mencapai tuma’ninah secara pikiran, perasaan dan jiwa. Salah satu caranya adalah mengendurkan otot tubuh kemudian menarik dan menghembuskan nafas untuk mempercepat proses ketenangan pikiran.  Tetapi bila dirasa kurang nyaman dan sudah cukup bisa menenangkan pikiran maka cara ini tidak perlu dilakukan.  Tuma’ninah pikiran, perasaan dan jiwa dimaksudkan agar pikiran mudah diarahkan, dikendalikan untuk melakukan tafakkur dan tadabbur dalam memahami dan menghayati bacaan shalat.

Tafakkur  diambil dari banyak ayat Al Qur’an yang memerintahkan kepada kita untuk bertafakkur yaitu menggunakan akal pikir untuk memahami dengan baik bacaan dalam shalat.

Tadabbur  diambil dari ayat Al Qur’an surat Muhammad ( 47 ) : 24,  agar melakukan Tadabbur untuk menghayati dan merenungi ayat-ayat Allah.

Kita menyadari betapa sulitnya mengendalikan pikiran saat melaksanakan shalat. Kesulitan ini karena pikiran belum memiliki memori aktif tentang penghayatan makna masing-masing bacaan shalat. Yang dimaksud dengan Memori Aktif adalah pemahaman makna bacaan shalat yang telah dibangun didalam pikiran melalui proses pembelajaran yang kemudian diulang-ulang dan dilatih sehingga lancar.  Pelatihan 3 T (Tuma’ninah, Tafakkur, Tadabbur) ini adalah untuk membuat memori aktif tersebut yang dilakukan diluar shalat. Bila memori aktif telah terbangun (lancar) maka pada saat shalat memori aktif tersebut mudah diingat (diakses) bersamaan dengan ucapan lidah.

Shalat khusyuk bukan sekedar pengetahuan yang bisa diperoleh hanya mendengarkan ceramah saja, tetapi  merupakan sebuah ketrampilan, keahlian atau skill yang harus dipelajari secara sungguh-sungguh dan dilatih hingga tingkat mahir.  Bila shalat yang dilakukan hanya sekedar gerakan badan dan bacaan lidah, dapat dipelajari paling lama satu bulan sudah mahir.  Tetapi khusyuk merupakan ketrampilan pikiran dan jiwa yang memerlukan pembelajaran yang mendalam dan berlatih terus menerus. Melatih pikiran dan jiwa untuk meresapi makna-makna bacaan shalat adalah sebuah ketrampilan khusyuk dalam shalat. Karena itu shalat khusyuk perlu dipelajari dan dilatih secara serius dalam jangka panjang. Pentingnya memperjuangkan khusyuk dalam shalat karena khusyuk adalah wajib sebagaimana firmanNya dalam Al Qur’an Surat Al Baqarah (2) : 238, dan yang mendapatkan pahala adalah yang khusyuk shalatnya [QS. Al Mukminun (23) : 1 – 2 ].

Shalat Khusyuk dengan metode 3 T (Tuma’ninah, Tafakkur, Tadabbur) merupakan hasil pencairan dan pembelajaran selama puluhan tahun melalui buku-buku, guru-guru spiritual, ulama-ulama, ustaz-ustaz. Bermacam macam cara telah saya tempuh sejak usia 16 tahun hingga saat ini usia saya 58 tahun. Dari pengalaman dan pembelajaran selama puluhan tahun itu akhirnya saya memahami bahwa kondisi khusyuk yang dirasakan setiap orang berbeda-beda.  Yang saya ketahui ada dua jenis khusyuk yang dirasakan orang  yaitu Khusyuk instan dan Khusyuk Sebenarnya. Penjelasan keduanya secara ringkas sbb :

Khusyuk instan :

Yaitu seseorang yang merasa khusyuk dalam shalatnya tetapi kekhusyukannya hanya berlangsung pada saat-saat tertentu saja. Misalnya saat sedih, atau pada saat susah, tetapi bila sedih dan susahnya hilang maka khusyuknyapun hilang.  Ada juga yang merasa khusyuk diruang tertentu yang dikondisikan misalnya dengan suasana yang hening, khidmat, ditambah musik, suara orang menangis dsb. Tetapi bila kondisi ini hilang maka khusyuknya hilang. Khusyuk instan ini biasanya datangnya cepat dan hilangnyapun cepat. Ada juga khusyuk instan yang dilakukan mengikuti ajaran meditasi dan relaksasi,  ajaran ini  bersumber dari ajaran agama lain bukan ajaran islam karenanya kita perlu berhati-hati. Khusyuk dalam ajaran islam bukan meditasi dan relaksasi, perbedaannya dapat dibaca dalam buku  : “Cara Cepat Mencapai Shalat Khusyuk dengan Metode 3 T (Tuma’ninah, Tafakkur, Tadabbur)“.  Didalam buku tersebut  dijelaskan bahwa khusyuk instan terbagi dalam 4 kategori yaitu Khusyuk Terpaksa, Khusyuk Rekayasa, Khusyuk Menduga-duga dan Khusyuk Memaksa diri.

Khusyuk sebenarnya :

Yaitu khusyuk yang diperoleh melalui proses pembelajaran yang terencana, teratur, terlatih, terprogram dengan baik dan memerlukan waktu yang cukup sehingga menghasilkan kualitas shalat khusyuk yang sangat baik. Khusyuk yang diperoleh dengan cara ini dapat dirasakan dalam keadaan apapun, dimanapun, yang bersifat permanen dan jangka panjang. Mencapai Khusyuk yang sebenarnya dilakukan melalui proses pembelajaran dan berlatih secara alami sehingga melahirkan ketrampilan dalam mencapai khusyuk. Salah satu fungsi khusyuk adalah untuk melatih, membimbing dan mendidik pikiran melalui pemahaman, penghayatan makna bacaan shalat atau disebut tafakkur dan tadabbur yang dilakukan berulang-ulang dalam shalat sepanjang hidup. Dengan pengulangan makna bacaan shalat tersebut secara bertahap akan meresap kedalam jiwa yang akhirnya membentuk karakter yang baik.

Khusyuk yang sebenarnya melibatkan kesadaran, keinsyafan dan keyakinan didalam jiwa serta rangkaian pemahaman, penghayatan  bacaan shalat. Kesemuanya itu memerlukan proses pembelajaran dan latihan yang terus menerus. Khusyuk merupakan kenikmatan yang bisa dirasakan karena adanya keserasian antara bacaan shalat yang diucapkan dengan kesadaran, keinsyafan, keyakinanan, serta  rangkaian makna bacaan shalat yang telah terbangun dan terlatih dalam memori pikiran.

Kebanyakan orang tergesa-gesa, buru-buru ingin belajar khusyuk secepat mungkin. Bila kita ingin belajar seperti ini maka akan terjebak dalam khusyuk instan.  Banyak orang yang telah lanjut usia  tidak memahami khusyuk yang sebenarnya. Karena itulah sekalipun shalatnya telah puluhan tahun, tetapi tetap merasa kesulitan mencapai khusyuk.

Kita menyadari kesulitan ini karena pelajaran shalat yang diajarkan hanya bersifat shalat fisik, sedangkan shalat pikiran dan jiwa tidak pernah dipelajari. Khusyuk adalah kegiatan shalat pikiran dan jiwa. Bila shalat khusyuk diibaratkan seperti makanan bergizi beserta bungkusnya (kemasannya), maka shalat badan (shalat secara fisik) adalah bungkusnya atau kemasannya. Sedangkan khusyuk adalah adalah makanan yang bergizi. Bila shalat tidak khusyuk maka kita hanya mendapat bungkusnya saja sedangkan isinya kosong, karena itu shalatnya tidak mempengaruhi perbaikan jiwanya.

Shalat secara fisik berupa gerakan lidah (bacaan) dan badan sebagai sarana untuk memelihara kesehatan badan dengan gerakannya yang sangat bagus, teratur dan menyehatkan. Sedangkan khusyuk merupakan shalat secara pikiran dan jiwa  yang berfungsi sebagai sarana untuk membangun akhlak mulia dengan cara mendidik, melatih dan membimbing pikiran melalui pemahaman, penghayatan rangkaian makna bacaan shalat sekaligus membangun kesadaran, keinsyafan dan keyakinan secara berulang-ulang sepanjang hidup. Karena itu ada perintah melakukan shalat wajib ditambah dengan shalat sunat yang harus dilakukan dengan khsuyuk.

Khusyuk artinya ketundukan, untuk memahami dan mempraktekkan kata khusyuk tidak sesederhana artinya.  Khusyuk harus dimaknai secara utuh dan menyeluruh, karena khsuyuk terdiri dari  banyak hal yang dirasakan dalam diri, yaitu adanya kesadaran, keinsyafan, keyakinan, mengenal betul siapa Tuhannya, siapa dirinya serta mamahami, menghayati, meresapi bacaan-bacaan shalat, ditambah lagi kondisi jiwa yang tenang, damai dan khidmat. Khusyuk memerlukan bahan-bahan tersebut untuk diproses didalam jiwa, dilatih dan dimatangkan sebagai sebuah ketrampilan pikiran dan jiwa.

Bila khusyuk diibaratkan sebuah kue bolu maka pembuatannya memerlukan bahan-bahan dan harus melalui proses tertentu. Bahan-bahan untuk membuat kue bolu yaitu terigu, gula, mentega, telur, keju, coklat dll. Kemudian dicampur dan diaduk dengan mixer sampai matang, setelah itu dipanggang dalam waktu yang ditentukan, baru jadi kue bolu. Demikian juga khusyuk ada bahannya berupa ilmu-ilmu, kesadaran, keyakinan, penghayatan bacaan, kemudian diproses dengan latihan dan pengulangan untuk membuat memori khusyuk yang aktif dalam pikiran. Latihan dilakukan dengan cara 3 T (Tuma’ninah, Tafakkur, Tadabbur) diluar shalat secara berulang-ulang hingga matang, lancar, dan mahir.  Apabila sudah mahir maka memori aktif makna-makna bacaan shalat yang telah diresapi kedalam jiwa akan mudah diakses. Bacaan shalat yang diucapkan oleh lidah akan mudah terhubung dengan makna-makna yang telah menjadi memori aktif dalam pikiran, sehingga antara pikiran dan lidah berjalan seiring.

Sebagai contoh yang dirasakan pada saat melakukan latihan sbb. :

  1. Istirahat pikiran, jiwa dan raga dari aktifitas  duniawi.
  2. Otot-otot tubuh dalam keadaan kendur, terutama otot bahu dan otot perut bagian bawah.
  3. Pikiran, perasaan, hati (jiwa) dan raga dalam keadaan tenang (Tumaninah).
  4. Membangun kesadaran, keinsyafan dan keyakinan bahwa :
    • Allah memahamipikiran, perasaan, hati dan keadaan kita, tidak ada yang  tersembunyi bagi Allah.
    • Allah yang mengurusdan memelihara hidup kita siang dan malam.
    • Allah Maha Besar Kasih Sayang-Nya, Kekuasan-Nya, Kekuatan-Nya dll. (Allahu Akbar).
    • Kita adalah makhluk yang tergantung penuh kepada Allah karena kita tak memiliki  kekuatan apapun kecuali yang diberikan Allah (Laa haula walaa quwwata illa billah).
    • Allah Maha Esa yaitu Keberadaan-Nya tidak bisa dilihat, didengar, dirasakan, dibayangkan, dibandingkan, tak serupa apapun, tak terbatas, tak terhingga.
    • Lain-lain bisa ditambahkan sesuai kebutuhan kita.
  5. Membimbing, melatih dan mendidik pikiranagar meresapi makna-makna (Tafakkur dan Tadabbur) bacaan shalat dan Terapi Qur’ani secara berulang-ulang untuk membuat rekaman memori aktif dalam pikiran kita dan meningkatkan  kesadaran, keinsyafan dan keyakinan dalam jiwa.

Shalat Khusyuk dan Terapi Qur’ani sangat besar manfaatnya untuk hidup kita, keduanya bersumber dari Allah untuk kebaikan manusia. Cara ini adalah yang tercanggih sepanjang masa karena dirumuskan oleh Yang Maha Pandai dan Maha Canggih. Hanya saja manusia perlu mempelajari dan melatihnya dengan benar dan sempurna.

Tata cara mempelajari Shalat Khusyuk dengan metode 3 T (Tuma’ninah, Tafakkur, Tadabbur).

  1. Dengarkan dengan penuh perhatian seluruh penjelasan secara berurutan hingga memahami betul isinya, bila belum paham ulangi beberapa kali. Tidak dibenarkan hanya mendengarkan bagian tertentu saja atau tidak berurutan karena dikhawatirkan akan menimbulkan pemahaman yang keliru.
  2. Ceramah Pelatihan Shalat Khusyuk dengan metode 3 T ini terdiri dari : Penjelasan Inti Shalat Khusyuk 3 T sebanyak 18 bagian, Latihan membuat memori aktif sebanyak 32 bagian, Ceramah tambahan sebanyak 11 bagian. Total ceramah dan latihan sebanyak 61 bagian.
  3. Dianjurkan untuk mendengarkan seluruh isi ceramah dan latihan, tetapi bila belum ada waktu minimal mendengarkan penjelasan inti shalat khusyuk dan latihannya.