Perbedaan Meditasi dan Shalat Khusyuk

Shalat khusyuk bukan meditasi atau relaksasi, perbedaan secara jelas dapat didengarkan dalam audio Ceramah Shalat Khusyuk 3 T No 17. Pentingnya menjelaskan perbedaan ini diawali komentar dari salah seorang jamaah pengajian bahwa saudaranya pernah mempelajari shalat khusyuk kepada seorang pembimbing kemudian diajari mencapai khusyuk dengan cara bermeditasi dan relaksasi. Katanya belajar khusyuk seperti ini sangat mudah, tidak perlu belajar ilmu-ilmu agama islam yang lainnya. Cukup hanya meditasi dan relaksasi serta menyebut kata “Allah” dalam hati sudah cukup, nanti Allah akan membimbing langsung.  Menyebut nama Allah dalam hati sesuai Al Qur’an surat Al A’raaf ( 7 ) : 205. Menurut pembimbingnya khusyuk adalah meditasi tingkat tingi, karena itu pelajaran shalat khusyuk seperti ini sangat mudah dan akan mencapai mi’rajul mukminin.  Akibat dari pemahaman ini orang tersebut tidak pernah mau belajar ilmu-ilmu agama islam yang lainnya karena pelajaran ini dianggap sebagai puncak untuk mencapai derajat  ketuhanan yang paling tinggi. Cukup hanya dengan meditasi dan relaksasi serta menyebut kata “Allah” dapat mencapai mikrajul mukminin.

Mendengar penjelasan dari jamaah pengajian ini,  saya merasa prihatin karena dikhawatirkan dia telah terjebak dalam pandangan yang keliru tentang shalat khusyuk dan ajaran agama islam pada umumnya. Mungkin dia ingin belajar shalat khusyuk dengan cara yang instan dan tergesa-gesa sehingga hasilnyapun instan pula.

Untuk itulah saya ingin memberikan penjalasan bahwa shalat khusyuk bukan meditasi dan relaksasi, keduanya sangat berbeda. Sekurang-kurangnya terdapat 11 perbedaan antara shalat khusyuk dan meditasi adalah sbb. :

 

 

 

No. Meditasi Shalat Khusyuk
1 Ajaran agama lain Ajaran Islam
2 Posisi badan biasanya hanya duduk untuk melakukan semedi. Yang dibaca sesuai keyakinan agamanya atau instruksi lain. Posisi badan bergerak, berdiri, ruku, duduk, sujud. Yang dibaca do’a iftitah, surat Alfaatihah, ayat Al Qur’an lainnya dan do’a-doa
3 Niat menenangkan diri atau menyembah Tuhan sesuai keyakinan agama lain. Niat ibadah untuk memuja, memuji, berdo’a sesuai keyakinan agama islam.
4 Mengosongkan pikiran atau fokus pada sesuatu atau sesuai ajaran agama lain. Melakukan perenungan dan penyadaran diri dengan ketenangan dan khidmat (Tuma’ninah) dimana pikiran dan jiwa memahami (Tafakkur), menghayati (Tadabbur) yang terbimbing oleh bacaan shalat.
5 Ilmunya sesuai ajaran agama lain atau khusus tentang meditasi. Ilmunya sesuai ajaran agama islam secara menyeluruh yang dipahami dengan baik dan mendalam khususnya tentang ke-Esaan Allah dan ketidakberdayaan diri sebagai mahluk dan hamba dihadapan Allah.
6 Memori dalam pikirannya sesuai agama lain atau mengosongkan pikiran. Mengakses memori yang telah dipelajari sesuai keilmuan keislaman tersebut diatas.
7 Kata-kata singkat sesuai dengan yang diajarkan agama lain atau ajaran meditasi. Kata-kata dalam bahasa arab yang dipahami, dijiwai dan dihayati.
8 Hanya menenangkan diri atau kepada Tuhan sesuai ajaran agama lain. Jelas yang dituju adalah untuk ibadah dan menghambakan diri kepada Allah Yang Maha Esa.
9 Posisi hanya diri sendiri atau sesuuai ajaran agama lain. Memposisikan diri sebagai hamba di hadapan Allah Yang Maha Esa.
10 Bila terus dilatih, jiwa bisa keluar dari raga. Jiwa dan raga dalam satu tubuh untuk menghamba, memuja dan berdo’a.
11 Mengobati orang lain dengan potensi diri sendiri yang berperan. Mengandalkan kekuatan diri sendiri atau disesuaikan dengan ajaran agama lain. Memohon pertolongan dengan menyerahkan segala persoalan kepada Allah. Mengandalkan kekuatan Allah, bukan kekuatan diri. Disesuaikan dengan ajaran islam.