Mutiara Hikmah Perekat Iman

Mutiara Hikmah Perekat Iman

 

  1. PERUBAHAN, KEFANAAN, KEHANCURAN, KEMATIAN ADALAH CIRI UTAMA DAN INTI DUNIA, SEDANGKAN AKHIRAT ADALAH YANG SESUNGGUHNYA KEHIDUPAN INI.

 

  1. KITA HARUS MEMERDEKAKAN DIRI DARI PENGARUH NEGATIF YANG ADA PADA DIRI SENDIRI DAN LINGKUNGAN SEKITARNYA.

 

  1. KECINTAAN KEPADA DUNIA SECARA BERLEBIHAN SANGAT BERBAHAYA SAMA DENGAN BAHAYANYA PENYAKIT NARKOBA.

 

  1. IKHLAS YANG DIAMALKAN AKAN MENJADI OBAT DAN PENAWAR BAGI SEGALA BENTUK PENYAKIT AKAL FIKIR, PERASAAN, RUHANI. DALAM JANGKA PANJANG, IKHLAS MENJADI OBAT PENCEGAH BERBAGAI MACAM PENYAKIT.

 

  1. SHOLAT MERUPAKAN SARANA MAKHLUK MANUSIA YANG MENYATAKAN KETIDAK BERDAYAANNYA DIHADAPAN TUHANNYA DENGAN CARA MERENDAHKAN DIRI SERENDAH-RENDAHNYA DAN MEMBERIKAN PENGHORMATAN SETINGGI TINGGINYA KEPADA SANG KHALIK YANG DIWUJUDKAN DALAM SUJUD DENGAN MELETAKKAN KEPALA DITEMPAT YANG SERENDAH-RENDAHNYA.

 

  1. KEIKHLASAN UNTUK SENANTIASA BERADA DIJALUR AKHLAK YANG BAIK HARUS DILAKUKAN DENGAN ISTIQOMAH.

 

  1. KONDISI DAN SITUASI APAPUN DALAM HIDUP INI MERUPAKAN HIKMAH DAN PELAJARAN YANG BERHARGA BAGI ORANG YANG BERIMAN SEPANJANG IMANNYA BERFUNGSI DENGAN BAIK, PELAJARANNYA ADALAH YANG ADA DIDALAM DIRI DAN DILUAR DIRI.

 

  1. USAHAKAN MENAHAN DIRI DARI MELIHAT KEPADA ORANG LAIN ATAU MENASEHATI ORANG LAIN JIKA TIDAK DIPERLUKAN, KARENA JIKA BERLEBIHAN BISA JADI AKAN MENGURANGI PERBAIKAN TERHADAP DIRI SENDIRI.

 

  1. UNTUK MEMBERIKAN NASEHAT KEPADA DIRI SENDIRI SECARA OBJEKTIF DAN BIJAKSANA COBALAH MELIHAT DIRI SENDIRI SEBAGAI ORANG LAIN.

 

  1. JADIKANLAH FIKIRAN DAN HATI SEBAGAI PABRIK PEMBUAT BUAH FIKIRAN DAN NIAT-NIAT YANG MEMBAWA DIRI KITA SELAMAT DUNIA AKHIRAT. BAHAN BAKU POKOKNYA ADALAH SESUATU YANG DILANDASI NILAI-NILAI KETUHANAN.

 

  1. AGAR ADA KETERKAITAN ANTARA KEIMANAN DAN KEHIDUPAN HENDAKNYA KITA MEMANDANGI KEHIDUPAN SEBAGAI MAHLUK-MAHLUK TUHAN.

 

  1. BERDZIKIR DALAM KEHIDUPAN DIANTARANYA DENGAN CARA MELIHAT DAN MENGINGAT BENDA-BENDA FISIK DAN SEGALA SESUATU YANG DIJALANI DALAM HIDUP, DALAM RANGKA MENGINGAT ALLAH.

 

13.   JADILAH MANUSIA YANG SELALU MENJALANKAN KEBAJIKAN RUHANI.

 

  1. SALAH SATU UPAYA UNTUK MENEKAN SIFAT BURUK DALAM DIRI ADALAH MENGENALI SIFAT BURUK SECARA RINCI DAN MENDETAIL MENCARI SEBAB DAN JALAN KELUARNYA SESUAI KONDISI PRIBADI MASING-MASING.

 

  1. ISLAM ADALAH SEBUAH RESEP DALAM MENJALANI KEHIDUPAN, NAMUN JANGAN SAMPAI KITA HANYA BISA MEMBUAT RESEP/ FORMULA TETAPI TIDAK BISA MENIKMATI DAN MEMETIK HASILNYA .

 

  1. APAPUN, BAGAIMANAPUN, DIMANAPUN KITA BERFIKIRAN, BERPERASAAN AKAN SELALU TERSESAT KECUALI DIMULAI DENGAN PRINSIP DARI ALLAH, KEMBALI KEPADA ALLAH, HANYA DENGAN KEKUATAN ALLAH.

 

  1. JIWA DIBENTUK OLEH BERBAGAI MACAM PENGARUH EXTERN DAN INTERN JIWA, KEMUDIAN MELALUI SUATU PROSES DAN WAKTU TERBENTUK SEBUAH ADONAN JIWA.

 

  1. CINTA DUNIA YANG BERLEBIHAN MENJADI SUMBER TIMBULNYA BERBAGAI PENYAKIT-RUHANI, AKIBATNYA KESEJAHTERAAN BATHIN TAK AKAN BISA DINIKMATI SEPANJANG HIDUP.

 

  1. KEMBALILAH KEPADA TUHANMU, JANGAN KAU TINGGALKAN TUHANMU, HENDAKNYA DIRIMU SEMAKIN HARI SEMAKIN DEKAT DENGAN TUHANMU.

 

  1. KEMBALILAH KEPADA TUHAN, KEMBALI KEPADA FITRAH, KEMBALI KEPADA HATI NURANI, MASING-MASING PRIBADI MEMILIKI TANGGUNG JAWAB DALAM PERJALANAN HIDUPNYA YANG TIDAK BISA DITAWAR-TAWAR LAGI. MAKA SETIDAKNYA BUKALAH PINTU UNTUK KEMBALI KEPADANYA SEKARANG JUGA, JANGAN DITUTUP LAGI SAMPAI KITA LUPA KEMBALI.

 

  1. INGATLAH ! ALLAH LEBIH BAIK DARI APA SAJA MAKA DAPATKAN ALLAH DALAM HIDUPMU.

 

  1. KITA HARUS MEMPELAJARI HARI AKHIRAT ATAU MEMPELAJARI KEPASTIAN PERTANGGUNG JAWABAN PRIBADI DALAM HIDUP SEBAGAI PENGUAT KEYAKINAN.

 

  1. YANG SEDANG BERJALAN SEKARANG INI ADALAH SKENARIO BESAR DI ALAM SEMESTA.

 

  1. KESADARAN AKAN SKENARIO TUHAN PADA DIRI KITA DAN SELURUH MAKHLUK AKAN-MELAHIRKAN SIKAP IKHLAS DAN RIDHO DALAM MENJALANI KEHIDUPAN.

 

  1. AMALAN-AMALAN BATHIN SANGAT BERAT DILAKUKAN TETAPI MEMILIKI NILAI YANG TINGGI DAN DAPAT DINIKMATI LANGSUNG OLEH DIRI DAN LINGKUNGAN.

 

  1. SKENARIO BESAR ITU TERJADI PADA DIRIMU DAN KELUARGAMU. SESUNGGUHNYA KEMERDEKAAN DIHADAPAN TUHAN TIDAK ADA, YANG ADA ADALAH KETERBATASAN SESUAI SKENARIO YANG MAHA BESAR.

 

  1. SULIT KITA MENYADARI BAHWA SELAMA INI KITA BERTINDAK SEBAGAI PELAYAN NAFSU, SYAITON, IBLIS.

 

  1. HAKIKAT PERBAIKAN DIRI ADALAH MERUBAH SECARA MENDASAR KOMPOSISI AKTIVITAS KEJIWAAN DARI JAHILIAH MENJADI ISLAMI.

 

  1. JADILAH PELAYAN TUHAN, MAKA IKUTILAH PERINTAHNYA, HANYA SATU PERINTAH “ BERBUATLAH APA SAJA, DIMANA SAJA, KAPAN SAJA, SESUATU YANG DAPAT MENYELAMATKAN DAN MEMBERIKAN KESEJAHTERAAN BAGI DIRIMU SENDIRI DAN KELUARGAMU SELAMA DIDUNIA SAMPAI DENGAN DIAKHIRAT”, HANYA SATU LARANGAN “ JANGANLAH KAMU BERBUAT SESUATU APAPUN, DIMANAPUN, DAN KAPANPUN YANG AKAN MENYENGSARAKAN DIRIMU DAN KELUARGAMU SENDIRI SEJAK DIDUNIA SAMPAI DENGAN DIAKHIRAT “.

 

  1. FILOSOFI IKRO BISMIROBBIKALLAZI KHOLAK MERUPAKAN DASAR MEMANDANGI

 

  1. SEBAIKNYA MELUANGKAN WAKTU KHUSUS DUA JAM SEHARI UNTUK MEMUSATKAN DIRI KEPADA TUHAN SECARA TOTAL.

 

  1. KEINGKARAN DAN KERAGU-RAGUAN KEPADA TUHAN ADALAH SEBUAH KESALAHAN, NAMUN KITA SULIT MENGAKUI BAHKAN KITA BERPIHAK KEPADA KEINGKARAN DAN KERAGUAN ITU DENGAN BERBAGAI ALASAN, HAL INI ADALAH PENYAKIT YANG CUKUP BERBAHAYA BAGI KEHIDUPAN JIWA, JIKA SEBAGIAN BESAR MANUSIA DEMIKIAN HALNYA MAKA BERARTI TELAH TERJADI BENCANA HUMANISME, NAMUN SANGAT SEDIKIT SEKALI ORANG YANG MENGETAHUI.

 

  1. MENEKUNI PENGENALAN TERHADAP TUHAN DAN PERBAIKAN AKHLAK SENDIRI SERTA KELUARGA ADALAH BAGIAN DARI HIDUP.

 

  1. UNTUK MEMAHAMI DAN MENGHAYATI KESEMPURNAAN TUHAN, RENUNGKAN ASMA’UL HUSNA, KESEMPURNAAN TUHAN TERSIRAT DIDALAM KALIMAT TASBIH. (SUBHANALLAH, WAL HAMDULILLAH, ALLAHU-AKBAR ).

 

  1. MENGAKUI KESALAHAN DAN KEKELIRUAN PERGERAKAN FIKIRAN, PERASAAN KEMUDIAN MENGARAHKAN KEJALAN YANG BENAR- SESUAI FITRAH MANUSIA (KESUCIAN HATI) ADALAH SIKAP SEORANG MUKMIN.

 

  1. ILMU KETUHANAN, ILMU KEHIDUPAN DAN ILMU AKHLAK MERUPAKAN ILMU YANG MEMILIKI BOBOT YANG TERTINGGI JIKA DIBANDING ILMU LAINNYA.

 

  1. BERSYUKUR ADALAH OBAT PENAWAR, PEMELIHARA, PENYUBUR JIWA RAGA DALAM JANGKA PANJANG.

 

  1. MERASA TERHINA DIHADAPAN MANUSIA MERUPAKAN CERMIN BAHWA KITA BERADA DALAM KEMISKINAN DAN KEHINAAN SEJATI.

 

  1. TIGA HAL YANG TIDAK BOLEH DILUPAKAN UNTUK DILATIH DALAM JANGKA PANJANG YAITU :
    • MENSYUKURI NIKMAT
    • MEMOHON AMPUNAN
    • MEMOHON PERLINDUNGAN

KETIGA HAL INI HARUS BERSATU DAN MELEKAT DALAM DIRI KITA.

 

  1. ENERGI BATHIN SELALU DIPERBUTKAN UNTUK TUJUAN KEIMANAN ATAU UNTUK KEPENTINGAN SYAITON.

 

  1. MENGAKTIFKAN DAN MENGHIDUPKAN RASA SYUKUR DIDALAM DIRI SEBAGAI UPAYA MENSEJAHTERAKAN LAHIR BATHIN.

 

  1. ASUMSI KELIRU AKAN MENJADI SEBUAH KEYAKINAN YANG KELIRU PULA.

 

  1. KITA BANYAK TERTIPU OLEH TIPUAN WAS-WAS KEHIDUPAN, BAYANG-BAYANG DIRI, MANUSIA LAIN, DAN BENDA-BENDA DENGAN ALASAN DAKWAH.

 

  1. JALAN MENGATASI TIPUAN BAYANG-BAYANG DAN WAS-WAS HANYA BERLINDUNG KEPADA ALLAH SETIAP SAAT.

 

  1. BAYANG-BAYANG, MANUSIA, BENDA SERTA WAS-WAS MENDEKATI RIYA’.

 

  1. SEMBUNYIKANLAH ILHAM, KEBAIKAN YANG KAU MILIKI DIMATA SELURUH MAKHLUK SERAPAT-RAPATNYA, UTAMANYA DARI BAYANG-BAYANG DIRI, MANUSIA DAN BENDA-BENDA. APABILA KAMU INGIN BERDAKWAH BERIKANLAH SESUAI KEBUTUHAN MEREKA SEEFISIEN MUNGKIN.

 

  1. TEMPAT BEKERJA IBLIS, SYAITON, NAFSU, JIN, SETIAP SAAT ADALAH DIDALAM SEL-SEL SYARAF SELURUH TUBUH YANG BERPUSAT KE OTAK BELAKANG, OTAK DEPAN, MELALUI SUMSUM TULANG BELAKANG.

 

  1. LIHATLAH SISI BAGUSNYA, INDAHNYA, POSITIFNYA, KEBAIKANNYA ATAS SEGALA SESUATU KARENA PADA SUATU KEJADIAN, KEADAAN SEBURUK APAPUN DISANA MASIH TERDAPAT SISI BAIKNYA.

 

  1. PANDANGLAH HAL HAL YANG POSITIF PADA DIRI DAN TINGKAH LAKU SESEORANG, SEBURUK APAPUN MANUSIA MASIH BANYAK KEBAIKAN YANG BISA DIAMBIL DARI DIRINYA.

 

  1. KEIMANAN KEPADA ALLAH DAN ROSULNYA AKAN DIKETAHUI MANAKALA ADA PANDANGAN, PENDAPAT, PERASAAN ATAU SEJENISNYA YANG BERSUMBER DARI DALAM DIRI KITA ATAU DARI ORANG LAIN TETAPI TIDAK SESUAI DENGAN SYAHADAT DAN AL QUR’AN, MAKA YANG KELIRU ADALAH PANDANGAN KITA.

 

 

 

 

 

 

 

  1. ADANYA KETERBATASAN, KEBODOHAN SETIAP MANUSIA DALAM MEMAHAMI KEBENARAN MAKA KITA HARUS BELAJAR KEPADA SYAHADAT & AL QUR’AN SECARA BERTAHAP DAN ALAMI. NAMUN DALAM PRAKTEKNYA SYAHADAT DAN AL QUR’AN YANG DISAMPAIKAN OLEH PARA ULAMA PENAFISRANNYA BELUM TENTU BENAR, MUNGKIN SAJA KELIRU ATAU MENGANDUNG KEBENARAN SEBAGIAN KECIL SAJA. OLEH KARENANYA KITA HARUS BERFIKIR ULANG SEJERNIH MUNGKIN DENGAN KESUCIAN HATI MENGOLAH KEMBALI APA YANG DISAMPAIKAN ULAMA TERSEBUT.

 

  1. SEMUA KARAKTER BAIK PADA MANUSIA YANG DIAJARKAN AL QUR’AN SEHARUSNYA MELEKAT DAN HIDUP DIALAM DIRI KITA, SELURUH TUBUH BERGERAK SEPERTI ORANG SEDANG BERENANG, SALAH SATU CONTOH CARA MELEKATKANNYA PADA DIRI KITA YAITU KAKI KANANKU JIHAD, KAKI KIRIKU ISTOMAH, PERUTKU IKHLAS, DADAKU SHABAR, PUNGGUNGKU SYUKUR, KEPALAKU TAWAKKAL, TANGANKU DO’A DAN TASBIH DST.

 

  1. ROSULULLAH MENERAPKAN  KEBAJIKAN AL-QUR’AN DENGAN SABDANYA SBB : “MA’RIFAH ADALAH MODAL HIDUPKU, ILMU ADALAH SENJATAKU, KESABARAN ADALAH PAKAIANKU, KEYAKINAN ADALAH MAKANANKU, IKHLAS ADALAH TUJUANKU, KETAATAN ADALAH UKURANKU, JIHAD ADALAH PERANGAIKU, FAKR ADALAH KEBANGGAANKU, DZIKRULLAH ADALAH  SAHABATKU,  SHOLAT ADALAH HIBURANKU”.

 

  1. SERINGKALI KHUSU’ DALAM SHOLAT DIDAPAT PADA SAAT KEADAAN TERJEPIT DAN AKAL FIKIR BUNTU DALAM MENGHADAPI MASALAH KEHIDUPAN YANG MENDESAK, NAMUN SEBALIKNYA KHUSU’ SULIT DIDAPAT PADA SAAT MANUSIA MERASA CUKUP DENGAN PERTOLONGAN MANUSIA, HARTA, TAHTA, SENJATA, DLL., KARENA PADA SAAT ITU MANUSIA TIDAK MEMBUTUHKAN TUHAN LAGI DALAM HIDUPNYA.

 

  1. KETAHUILAH BAHWA SESUNGGUHNYA TUHAN TELAH MENOLONG MANUSIA DENGAN SARANA HARTA, TAHTA, MANUSIA, SENJATA DLL., JIKA TUHAN MENGHENDAKI MAKA HARTA, TAHTA, MANUSIA SENJATA BERBALIK- AKAN MENJADI MUSUH MANUSIA ITU. MAKA TIDAK ADA ALASAN BAGI MANUSIA UNTUK MENGHINDAR DARI SHOLAT KHUSU’ SEKALIPUN DALAM KEADAAN

 

  1. YANG SEBENARNYA ADALAH BAHWA SEGALA SESUATU TERGANTUNG  KEPADA  ALLAH  ( ALLAHUSHOMAD ).

 

  1. ALLAHUSHOMAD ADALAH SEGALA SESUATU APAPUN, DIMANAPUN, TANPA TERKECUALI TERGANTUNG ABSOLUT KEPADA ALLAH DAN KEWENANGAN ALLAH TERHADAP SEGALA SESUATU, SANGAT ABSOLUT. HAL INI SANGAT SULIT DIPAHAMI KARENA MANUSIA SANGAT TERBATAS DALAM SEGALA HAL.

 

 

 

 

 

  1. KONDISI PIKIRAN, PERASAAN DAN HATI SEORANG MUKMIN HARUS SENANTIASA SELALU BERADA PADA POSISI SEKITAR 16 PRINSIP YAITU :
  1. PRINSIP IMAN
  2. PRINSIP ISLAM
  3. PRINSIP IBADAT
  4. PRINSIP IKHLAS
  5. PRINSIP SABAR
  6. PRINSIP SYUKUR
  7. PRINSIP TAUBAT
  8. PRINSIP TAWAKKAL
  9. PRINSIP DZIKRULLAH
  10. PRINSIP DO’A
  11. PRINSIP TASBIH
  12. PRINSIP JIHAD
  13. PRINSIP HIJRAH
  14. PRINSIP ISTIQOMAH
  15. PRINSIP TAQWA
  16. PRINSIP KETAATAN

 

  1. SEBAGAI MAKHLUK YANG PALING MULIA DIANTARA MAKHLUK LAINNYA, DIDALAM DIRI MANUSIA DILENGKAPI DENGAN IBLIS, NAFSU BAIK, NAFSU BURUK, FITRAH KESUCIAN, AKAL DAN IMAN SEBAGAI TITIPAN / AMANAT DARI TUHAN.
  2. LAAILAHA ILALLAH MUHAMMADARROSULULLAH MERUPAKAN LANDASAN KESATUAN YANG FUNDAMENTAL. ALLAH SEBAGAI TUHAN, MUHAMMAD SEBAGAI TAULADAN HIDUP, NAMUN FAKTA DILAPANGAN BANYAK YANG MENYEBUT SYAHADAT TETAPI PANDANGAN HIDUPNYA TIDAK MENELADANI MUHAMMAD ATAU SEBAGIAN MUHAMMAD SEBAGIAN MANUSIA YANG LAIN ATAU MERASA LEBIH BENAR DAN LEBIH HEBAT DARI MUHAMMAD.
  3. FITRAH KETUHANAN YANG ADA DIDALAM DIRI PERLU DIKEMBANGKAN SECARA TERUS MENERUS, YANG PALING TEPAT BERPEDOMAN PADA PENGHAYATAN WAHYU MENURUT URUTAN TURUNNYA.
  4. PROGRAM KERJA HARIAN MULAI DARI MEMPERBAIKI HATI, PARASAAN, AKAL FIKIR, DAN ANGGOTA TUBUH.
  5. UKURAN KESOMBONGAN DAN MELAMPAUI BATAS PADA DIRI KITA SANGAT SULIT DIKETAHUI DAN DISADARI DALAM TEMPO SINGKAT, KITA AKAN MERASAKAN AKIBATNYA SETELAH BERPULUH TAHUN BAHKAN RATUSAN TAHUN KEMUDIAN.
  6. KESOMBONGAN TELAH MENUTUP MATA DAN TELINGA KITA DENGAN MENGATAKAN HAL YANG GHAIB TIADA, BAHWA SESUNGGUHNYA AKAL FIKIR, PERASAAN, ANGGOTA BADAN, PERALATAN, TEKHNOLOGI DAN APAPUN JUGA YANG DIBERIKAN TUHAN ADALAH SANGAT TERBATAS. KEHIDUPAN GHAIB YANG BERPERAN DAN YANG AKAN DATANG ADALAH HAL YANG NYATA DILUAR KEMAMPUAN MANUSIA.
  7. BERSYUKUR YANG MELEKAT PADA DIRI MERUPAKAN SEBUAH JALAN KENIKMATAN YANG HARUS DILALUI DALAM HIDUP.
  8. BERSYUKUR SELAMA HIDUP BUKANLAH HAL YANG MUDAH TETAPI MEMERLUKAN PERJUANGAN YANG TAK BERKESUDAHAN.
  9. SALAH SATU YANG HARUS MENJADI PRIORITAS UTAMA ADALAH BERSABAR TERHADAP DIRI SENDIRI.
  10. YANG TERBAIK ADALAH MENYADARI, MENGUKUR KONDISI DAN KEMAMPAUAN DIRI SENDIRI.
  11. PENGHAYATAN DAN KONTEMPLASI PERLU DILAKUKAN DALAM RANGKA MELATIH KEMANTAPAN KEIMANAN DAN MENINGKATKAN KESADARAN DIRI.
  12. SALAH SATU CARA MENYADARKAN DIRI ADALAH MENGINGAT JASA-JASA TUHAN YANG TAK TERHINGGA KEPADA DIRI KITA.
  13. KARENA KETERBATASAN DAN HAWA NAFSU MAKA, KITA SANGAT SULIT MEMAHAMI BAHWA TUHAN MAHA MELIHAT.
  14. MANUSIA TERHALANG OLEH DIRINYA SENDIRI SEHINGGA TIDAK DAPAT MELIHAT DOSANYA YANG BESAR DAN BERBAHAYA. SEBALIKNYA MANUSIA SELALU DIBAYANG-BAYANGI OLEH PERBUATAN BAIK SEOLAH-OLAH SANGAT BESAR DAN BERHARGA PADAHAL AMALANNYA SAMA SEKALI TIDAK BERARTI.
  15. KEBENARAN YANG HAKIKI BERADA DALAM KALIMAT LAAILAHA ILALLAH YANG DIJABARKAN DALAM INNA LILLAHI WAINNAILAIHI ROJIUN, LAA HAULA WALA QUWWATA ILLA BILLAH, IYYAKA NA’BUDU WAIYYA KA NASYTA’IN, INNAMA AMRUHU IDHA ARODA SAI’AN AN YAKUULA LAHU KUN FAYAKUN.
  16. MEMAHAMI ISLAM SECARA BENAR, TEPAT, MENYELURUH, TERARAH, TERATUR SESUAI DENGAN APA YANG DIMAKSUD OLEH MUHAMMAD ROSULULLAH SANGAT SULIT, TERLEBIH LAGI MEMPRAKTEKKANNYA DALAM DIRI DAN MASYARAKAT JAUH LEBIH SULIT.
  17. HANYA MEMAKAI KACAMATA IMAN ISLAM YANG DAPAT MENYELAMATKAN KITA DARI BAHAYA KEHIDUPAN YANG PANJANG.
  18. HENDAKNYA KITA MENGHITUNG KESALAHAN DAN KEKELIRUAN SECARA HARIAN SEJAK DARI DALAM HATI SAMPAI KEPADA TINGKAH LAKU DIRI SENDIRI.
  19. BEGITU KELAM DAN PEKATNYA HATI KITA SEHINGGA KITA KEHILANGAN BANYAK HAL DALAM RUHANI, DIANTARANYA KITA KEHILANGAN RASA BERSALAH TERHADAP TUHAN.
  20. SETIAP MANUSIA MENDAPAT AMANAT BERUPA RIZKI DAN COBAAN DARI ALLAH DENGAN JENIS DAN KADAR YANG BERBEDA.
  21. SUNGGUH MEMERLUKAN PERJUANGAN HEBAT UNTUK DAPAT MERASAKAN KENIKMATAN DALAM MENJALANKAN IBADAT SHOLAT.

 

 

  1. BETAPA NIKMAT DAN INDAHNYA ORANG BERIMAN, SELALU AKAN DITOLONG TUHAN CUKUP HANYA DENGAN MEMINTA DIDALAM HATI. NAMUN SAYANGNYA DALAM KEADAAN TENANG DAN BERGEMBIRA MANUSIA SERING MENINGGALKAN IMANNYA.
  2. ORANG BERIMAN MERASA HANYA BEKERJA UNTUK ALLAH DAN BERHARAP JAMINAN HIDUP DARI ALLAH.
  3. SEHARUSNYA KITA SANGAT BERTERIMA KASIH DAN BERBAHAGIA KARENA MENERIMA WARISAN YANG SANGAT BERHARGA DARI PARA NABI DAN ROSUL BERUPA TATA CARA MENJALANI KEHIDUPAN DIANTARANYA RUKUN ISLAM.
  4. BERFIKIR, BERPERASAAN DAN BERHATI NURANI YANG SEHAT SEJAHTERA WARISAN PARA NABI DAN ROSUL SEHARUSNYA KITA TERIMA DENGAN KEGEMBIRAAN PENUH.
  5. JANGANLAH KAMU MENGHARAPKAN RIZKI ORANG LAIN KARENA KEMUNGKINAN BESAR KAMU AKAN KECEWA. KATAKANLAH JIKA ALLAH MENGHENDAKI RIZKI UNTUK KITA SUNGGUH KEMAMPUAN ALLAH SANGAT DAHSYAT DENGAN SUMBER TAK TERBATAS, DAN TAK TERDUGA.
  6. KEBAIKAN SESEORANG TIDAK AKAN BERLANGSUNG SELAMANYA APABILA TIDAK DIKENDALIKAN SECARA KETAT OLEH DIRINYA SENDIRI, SEBAGAIMANA MEMBANGKANGNYA GAJAH SIRKUS YANG PENURUT SETELAH DIKEMBALIKAN KEHABITAT ASLINYA.
  7. SALAH SATU WARISAN AGUNG PARA NABI DAN ROSUL YANG HARUS KITA TERAPKAN ADALAH JANGAN TINGGALKAN SHOLAT TENGAH MALAM.
  8. SALAH SATU SEBAB MENGAPA MANUSIA MERASA SOMBONG, MERASA MAMPU, MERASA BISA, MERASA BESAR, MERASA CUKUP ADALAH FAKTOR PEMBANDING DIRINYA PADA RUANG LINGKUP LINGKUNGAN YANG SANGAT KECIL. KESADARAN KETIDAK MAMPUAN, RENDAH HATI AKAN TIMBUL MANA KALA FAKTOR PEMBANDING OBJEKTIF DIRINYA DIARAHKAN PADA RUANG LINGKUP YANG SANGAT LUAS. NAMUN MANAKALA BERHADAPAN DENGAN HAL GHAIB MANUSIA PASTI TIDAK MAMPU MENJANGKAUNYA, SEBENARNYA HAL GHAIB ITU OBJEKTF DILUAR JANGKAUAN MANUSIA.
  9. KESABARAN YANG DINAMIS YANG MELEKAT DAN MENINGKAT PADA DIRI SEPANJANG MASA MERUPAKAN BENTENG KESELAMATAN DAN KESEJAHTERAAN.

 

 

 

 

 

 

 

  1. SEMBOYAN HIDUP DI JALAN TUHAN SANGAT DIPERLUKAN UNTUK MEMPERMUDAH INGATAN KITA DALAM MENJALANI KEHIDUPAN YANG PENUH BERKAH :
  2. KESADARAN KETUHANAN ADALAH LANDASAN HIDUPKU.
  3. SABAR ADALAH WADAH HIDUPKU
  4. IKHLAS ADALAH JALAN HIDUPKU
  5. TAWAKKAL ADALAH KEPERCAYAANKU
  6. JIHAD ADALAH GERAK HIDUPKU
  7. SYUKUR ADALAH HIBURAN HIDUPKU
  8. ILMU ADALAH ALAT HIDUPKU
  9. TAWADHU’ ADALAH KEHORMATANKU
  10. RIDHO ADALAH KETETAPANKU
  11. ISTIQOMAH ADALAH CARA HIDUPKU
  12. TAQWA ADALAH PILIHAN HIDUPKU
  13. KEYAKINAN ADALAH ENERGI HIDUPKU
  14. PERENUNGAN ADALAH KEGEMARANKU
  15. DZIKRULLAH ADALAH SARANA HIDUPKU
  16. DO’A ADALAH SALURAN HIDUPKU
  17. IBADAT ADALAH SEMANGAT HIDUPKU
  18. ALLAH ADALAH HARAPAN HIDUPKU
  19. TAUBAT ADALAH KEBIASAANKU

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

MUTIARA HIKMAH PEREKAT IMAN

 

 

Rabu, 04.07.2001.

  1. PERUBAHAN, KEFANAAN, KEHANCURAN, KEMATIAN ADALAH CIRI UTAMA DAN INTI DUNIA, SEDANGKAN AKHIRAT ADALAH YANG SESUNGGUHNYA KEHIDUPAN INI.

Jika kita perhatikan secara teliti ternyata fikiran kita selalu berubah-ubah tanpa kita ketahui penyebabnya, sehingga kita perlu mengawasinya apakah fikiran berada pada arah dan jalur yang benar menurut pola ketuhanan dan arah hidup yang benar. Kita harus selalu memonitor pikiran ini secara konsisten.

Mengingat akan kefanaan, kehancuran dan perubahan kehidupan ini merupakan bagian dari upaya kita secara terus menerus agar kita senantiasa sadar sepenuhnya bahwa kita harus rela, ridho setiap saat menyongsong kematian, kehancuran dan perubahan kehidupan ini. Kita perlu mengantisipasi dengan persiapan yang matang.

Mengingat hari akhirat juga merupakan salah satu keharusan agar kita senantiasa sadar sepenuhnya sekaligus kita harus berbuat sesuatu bagi diri sendiri, keluarga, lingkungan dimana kita berada.

 

Kamis, 05.07.2001

  1. KITA HARUS MEMERDEKAKAN DIRI DARI PENGARUH NEGATIF YANG ADA PADA DIRI SENDIRI DAN LINGKUNGAN SEKITARNYA.

Kita tidak bisa tenang selama masih berada dalam pengaruh diri sendiri, karena kodrat diri kita selalu berubah-ubah, serba terbatas dalam segala hal, berada pada posisi selalu dipengaruhi lingkungan yang kadang-kadang lebih kuat bahkan sangat kuat, sehingga sulit bagi kita untuk tidak terpengaruh lingkungan tersebut.

Keaneka ragaman perasaan serta perubahan perasaan jiwa yang bergerak setiap saat secara dinamis, kadang-kadang kearah positif atau negatif bahkan sering melampauai batas dan berlebihan membuat akal fikir tidak jernih lagi dan tidak dapat berfungsi secara optimal, proporsional dan tenang. Hasil berfikir jernih, objektif dan terarah sangat diperlukan dalam hidup ini.

Kita harus menerima hal-hal yang pasti, objektif, realistis, seperti kelemahan, kehancuran, perubahan, penderitaan, kekurangan, tantangan, ketidaksempurnaan dll. Hal tersebut penting untuk disadari agar kita bisa menjalani kehidupan ini dengan lapang dada, terlebih lagi kita akan berada dilingkungan manusia yang selalu berbeda pendapat sesuai kodratnya.

 

Jum’at,06.07.2001.

  1. KECINTAAN KEPADA DUNIA SECARA BERLEBIHAN SANGAT BERBAHAYA SAMA DENGAN BAHAYANYA PENYAKIT NARKOBA.

Narkoba sebuah penyakit masyarakat yang sangat ditakutkan karena bahayanya sangat dahsyat yang dapat membuat manusia menjadi terlena dalam kesenangan perasaan yang menghancurkan dirinya sendiri.

Kenikmatan perasaan ini yang membuat manusia sulit menghindarinya sekalipun sipenderita menyadari benar bahayanya. Namun jika narkoba diberikan dalam dosis tertentu pada orang tertentu, dalam pengawasan yang sangat  ketat dan terkendali penuh, maka hal tersebut sangat bermanfaat sepanjang tidak berlebihan.

Demikian halnya dengan dunia ini, kita merasakan begitu nikmatnya keberadaan hidup didunia, kenikmatan itu membuat kita takut pada kematian, takut kemiskinan, takut perubahan, takut penderitaan.

Dalam kenyataan sehari-hari kita rasakan demikian cintanya kita pada dunia ini, sehingga melekat sangat kuat didalam hati dan fikiran. Sangat sulit rasanya melepaskan diri dari dunia ini, hal ini terjadi karena kita terbelenggu oleh cinta berlebihan kepada keduniaan.

Bahkan yang lebih ironi lagi, kita tidak bisa tenang, tidak dapat menenangkan diri atau melepaskan dunia dari fikiran, perasaan, walaupun hanya sedetik saja misalnya sholat khusu’. Mungkin kita tidak menyadari bahwa sebenarnya sebagaian besar dari kita telah terbelenggu oleh penyakit narkoba yang sangat akut terhadap dunia ini.

 

Senin, 09.07.2001.

  1. IKHLAS YANG DIAMALKAN, AKAN MENJADI OBAT DAN PENAWAR BAGI SEGALA BENTUK PENYAKIT AKAL FIKIR, PERASAAN, RUHANI. DALAM JANGKA PANJANG IKHLAS MENJADI OBAT PENCEGAH BERBAGAI MACAM PENYAKIT.

Ikhlas manjalani kehidupan sebagaimana apa adanya, merupakan keharusan yang tak bisa ditawar-tawar lagi, karena menjalani kehidupan itu memang memerlukan keikhlasan. Kehidupan itu selalu berhadapan dengan resiko dan keberuntungan yang sering kali tidak terduga dan tidak bisa diketahui sebelumnya.

Kehidupan yang kita jalani ini penuh dengan dinamika, warna warni, fluktuatif, bergelombang. Keaneka ragaman kehidupan yang kita rasakan serta perubahan, perbedaan keadaan, dinamika masalah, interaksi lingkungan, interaksi hubungan antar manusia, kelengkapan perasaan dan intuisi dalam diri, rasa senang, susah, sedih gembira, keluh kesah, khawatir, benci dan iri dan berbagai macam perasaan perlu disikapi secara arif bijaksanaan.  Kita  tidak perlu menghindar dari keadaan dan kenyataan kehidupan itu, tetapi harus kita hadapi dengan penuh ketelitian, kearifan dan kebijaksanaan yang cerdas.

Jika tidak demikian kita akan tenggelam dan terseret kedalam lembah perbudakan perubahan perasaan dan dinamika kehidupan. Ikhlas merupakan sarana guna menetralisir perubahan itu serta merupakan pegangan / patokan yang objektif yang terarah kepada Allah menjadi kunci jalannya peribadatan bathin pada kehidupan ruhani.

Ibadat bathin akan mendapatkan imbalan nyata tersendiri dari upaya mengikhlaskan diri, sekaligus jalan keluar dari tekanan perasaan dalam kehidupan itu sendiri. Ikhlas manjalani kehidupan seobjektif mungkin sesuai situasi dan kondisi serta arah yang telah ditetapkan berdasarkan contoh Rosulullah.

 

Rabu, 11.07.2001.

  1. SHOLAT MERUPAKAN SARANA MAKHLUK MANUSIA YANG MENYATAKAN KETIDAK BERDAYAANNYA DIHADAPAN TUHANNYA DENGAN CARA MERENDAHKAN DIRI SERENDAH -RENDAHNYA DAN MEMBERIKAN PENGHORMATAN SETINGGI-TINGGINYA KEPADA SANG KHALIK YANG DIWUJUDKAN DALAM SUJUD DENGAN MELETAKKAN KEPALA DITEMPAT YANG SERENDAH-RENDAHNYA.

Itulah kondisi pra sholat yang harus diciptakan, dikondisikan sedemikian rupa sebelum dimulai sholat, sehingga bathin kita akan sujud terlebih dahulu sebelum fisik yang sebenarnya melaksanakan sujud.

 

 

Pada saat yang sama kita juga menyatakan memperbaharui ketaatan kepada Sang Khalik dengan mengikuti jejak para nabi dan rosul. Pembaharuan pernyataan dalam sholat dimaksudkan agar kita senantiasa berusaha untuk taat kepada Sang Khalik yang diwujudkan dalam sholat wajib dan sunah.

Sholat adalah hal yang mutlak perlu dilakukan sebagai salah satu sarana memperbaiki diri. Kebalikannya, iblis, syaiton dan pengikutnya senantiasa berusaha agar kita ingkar kepada Sang Khalik demikian juga kepada nabi dan rosul.

Usaha iblis, syaiton itu menimbulkan kekotoran bathin secara berkesinambungan yang akhirnya kotoran semakin tebal, manusia tidak bisa lagi melihat kekotoran bathin. Manusia yang kotor barthinnya terhadap ketuhanan tidak terbatas pada kalangan bodoh dan miskin tetapi bisa jadi dari kalangan cerdik pandai, orang bermartabat atau alim ulama sekalipun.

 

Kamis, 12.07.2001.

  1. KEIKHLASAN UNTUK SENANTIASA BERADA DIJALUR AKHLAK YANG BAIK HARUS DILAKUKAN DENGAN ISTIQOMAH.

Dinamika kehidupan yang dirasakan oleh kita yang datang dari dalam diri maupun dari luar diri serta situasi dan kondisi yang menyebabkan perasaan tidak nyaman dsb., hendaknya kita sikapi sebagai sesuatu yang harus diterima dengan ikhlas.

Kita harus istiqomah atau konsisten dengan sikap yang seharusnya yaitu menjadikan diri berada dijalur akhlak, sifat yang baik dalam berbagai situasi dan kondisi bagaimanapun. Kita tetap tenang sepanjang masa sekalipun amarah, kebencian selalu menerjang kita.

Kita tetap baik dalam jangka panjang karena kebaikan yang kita bentuk didalam bathin adalah kebaikan yang kekal- abadi, bukan kebaikan yang timbul karena dari luar diri. Hal ini perlu dipelajari secara terus menerus.

Kebaikan yang kekal abadi tetap dipelihara didalam diri sekalipun lingkungan membencinya, memakinya, menghancurkannya. Kita harus dapat menikmati dan mempertahankan keadaan ini secara terus menerus.

Untuk semua itu kita harus menyadari sepenuhnya dan bersiap-siap seobjektif mungkin melihat kenyataan, bahwa sesungguhnya kita senantiasa setiap saat berhadapan dengan kebencian, kemarahan, fitnah dll., yang diarahkan kepada diri kita, keluarga kita, hal ini harus diterima sepenuhnya. Juga keburukan akan didesakkan kepada diri kita dari dalam diri sendiri dan keluarga kita dan seterusnya.

Kita berjiwa baik bukan karena membalas kebaikan orang lain, kita bertindak tegas bukan karena amarah, tetapi kita berjiwa baik secara istiqomah berkekalan.

Seringkali kita dihadapkan pada dua pilihan yang sama-sama tidak menyenangkan dan kita harus menjalani salah satunya, kita harus menerima resiko itu sekalipun dalam jangka panjang.

 

Jum’at, 13.07.2001.

  1. KONDISI DAN SITUASI APAPUN DALAM HIDUP INI MERUPAKAN HIKMAH DAN PELAJARAN YANG BERHARGA BAGI ORANG YANG BERIMAN SEPANJANGAN IMANNYA BERFUNGSI DENGAN BAIK, PELAJARANNYA ADALAH YANG ADA DIDALAM DIRI DAN DILUAR DIRI.

Sebagaimana yang sudah kita rasakan bersama dalam perjalanan hidup ini kita lalui dengan kondisi, situasi hidup yang berbeda-beda pada setiap orang.

Terlalu banyak keaneka ragaman kondisi hidup manusia untuk ditulis, mulai dari orang sakit yang tidak sembuh-sembuh, penderitaan berkepanjangan, kemiskinan, biasa saja, senang terus, menjadi ini, itu, dan seterusnya.

Kondisi hidup yang kita jalani ada yang sesuai dengan kehendak kita, ada yang tidak, ada yang dapat diusahakan, ada yang tidak, ada keberuntungan, ada kerugian, kehidupan yang kita jalani kedepan sangat sulit diprediksi, diketahui dengan pasti, seperti apa, bagaimana dst.

Terlepas dari itu semua ada sebuah kepastian, kita  suka atau tidak, mau atau tidak, kita harus menjalani apa adanya. Apabila kita menolaknya dalam bathin sekalipun kita akan merasakan kegelisahan namun ini jarang kita sadari, demikian juga jika kita terburu-buru menginginkan kesenangan juga akan mengalami kegelisahan.

Bagi orang beriman apapun juga dalam kehidupan yang dijalani merupakan hikmah dan ilmu dari Tuhan yang tidak pernah habis-habisnya, tidak ada sesuatu apapun dalam kehidupan ini yang sia-sia.

Saya adalah mahluk Tuhan yang sedang mendapat pelajaran ilmu dari Tuhan melalui kehidupan ini. Dia memberikan sebagian kecil dari ilmu-Nya yang tak akan pernah habis.

 

Senin, 16.07.2001.

  1. USAHAKAN MENAHAN DIRI DARI MELIHAT KEPADA ORANG LAIN ATAU MENASEHATI ORANG LAIN JIKA TIDAK DIPERLUKAN, KARENA JIKA BERLEBIHAN BISA JADI AKAN MENGURANGI PERBAIKAN TERHADAP DIRI SENDIRI.

Tugas utama kita adalah membentuk diri sendiri menjadi orang yang selalu lebih baik dari hari kehari dalam hal apapun yang bersifat kebajikan. Namun kita sering terjebak lebih banyak memperbaiki orang lain dari pada diri sendiri dan keluarga sendiri, akhirnya perhatian kita kepada diri dan keluarga berkurang, hasilnya orang lain yang kita nasehati berhasil sedangkan diri dan keluarga kita justru terpuruk.

Kondisi ini banyak terjadi dalam keluarga dan masyarakat kita. Islam mengajarkan memperbaiki diri, keluarga menjadi pusat perhatian utama dengan itu hasilnya akan menjadi bahan dakwah tauladan bagi lingkungan sekitarnya.

Setiap aksi kita kepada orang lain akan ditanggapi berbagai reaksi antara lain :

  • Kemurkaan
  • Kebencian
  • Fitnah
  • Sinis
  • Acuh tak acuh
  • Disepelekan/diremehkan.
  • Dikritik
  • Dingin
  • Objektif
  • Serius
  • Pujian
  • Harapan
  • Ingin tambahan
  • Kemudian terus menjadi beban kita. dsb.

Untuk memperbaiki diri sendiri dari segala kekeliruan yang terkecil sekalipun mulai dari dalam hati, fikiran, perasaan, kita harus teliti dan rajin mencatatnya. Jika tidak demikian kita selalu lupa dan akan melakukan kekeliruan bathin secara berulang-ulang. Kita harus menghindari kekeliruan berulang-ulang dengan cara mencatat secara teliti dan mengulangnya secara terus menerus.

Senin, 16.07.2001.

  1. UNTUK MEMBERIKAN NASEHAT KEPADA DIRI SENDIRI SECARA OBJEKTIF DAN BIJAKSANA COBALAH MELIHAT DIRI SENDIRI SEBAGAI ORANG LAIN.

Bisa kita mulai memberikan masukan kepada diri sendiri dalam menghadapi hal yang dialami atau masalah diri dengan cara kita menganggap diri kita sendiri adalah orang lain yang meminta nasehat kepada diri kita, mungkin kita akan lebih jernih memandang diri sendiri.

 

Selasa, 17.07.2001.

  1. JADIKANLAH FIKIRAN DAN HATI SEBAGAI PABRIK PEMBUAT BUAH FIKIRAN DAN NIAT-NIAT YANG MEMBAWA DIRI KITA SELAMAT DUNIA AKHIRAT. BAHAN BAKU POKOKNYA ADALAH SESUATU YANG DILANDASI NILAI-NILAI KETUHANAN.

Fikiran sebagai produsen yang menghasilkan buah fikiran bisa dinikmati oleh diri sendiri. Hasil buah fikiran menjadi makanan yang membahagiakan didunia dan akhirat. Produsen makanan jiwa akan bermanfaat sebagai bahan yang berkekalan sampai hari akhirat. Produksi makanan jiwa yang berkekelan itu bahan bakunya harus terkait dengan ketuhanan.

Hati sebagai produsen niat-niat ikhlas, lillahi ta’ala atau apapun namanya harus dioperasikan sedemikian rupa secara terus menerus agar membuahkan dan menghasilkan niat-niat yang berlandaskan ketuhanan.

Baik fikiran maupun hati jika dibiarkan atau tidak dimanfaatkan oleh kita untuk memproduksi makanan ruhani yang berlandaskan ketuhanan, maka fikiran dan hati akan dimanfaatkan oleh makhluk iblis dan syaiton untuk memproduksi makanan bathin yang menyesatkan yang berlandaskan hawa nafsu duniawi yang tak pernah berkesudahan.

Kita melihat makhluk manusia dengan sifat baik dan buruknya serta dengan segala kekurangan dan kelebihannya sebagai makhluk Tuhan. Semua penglihatan kepada manusia sebagai makhluk akan mengarahkan pemikiran kita kepada Tuhan Yang Maha Besar.

 

Rabu,  18.07.2001.

  1. AGAR ADA KETERKAITAN ANTARA KEIMANAN DAN KEHIDUPAN, HENDAKNYA KITA MEMANDANGI KEHIDUPAN SEBAGAI MAKHLUK – MAKHLUK TUHAN.

Kita menyadari bahwa diri kita, hewan, tumbuh-tumbuhan dan alam semesta adalah makhluk-makhluk yang diciptakan, dikelola dalam kewenangan penuh Tuhan Semesta Alam. Namun dalam keadaan sehari-hari kita tidak menjadikan konsep itu sebagai pandangan hidup secara menyeluruh, kita selalu mengesampingkan pandangan itu dan menggunakan konsep lain dalam kehidupan sehari-hari.

Selama ini kita menganut konsep pandangan hidup yang memisahkan diri dari konsep global ketuhanan, akibatnya kita merasakan diri kita sebagai diri sendiri yang terlepas dari Tuhan, bertindak semaunya sendiri, demikian juga dengan orang lain semuanya terlepas dari Tuhan.

Dalam hal ini yang menjadi pola pandang adalah diri sebagai individu yang hidup bersaing dengan sesama manusia dan makhluk hidup yang  lain tanpa ada yang berwenang diatasnya.  Buah fikiran ketuhanan dapat melihat interaksi antar manusia merupakan bagian dari kehidupan kita seakan-akan melihat makhluk Tuhan sedang berinteraksi seperti kita sedang melihat semut-semut dengan segala permasalahannya.

 

Jum’at, 20.07.2001.

  1. BERDZIKIR DALAM KEHIDUPAN DIANTARANYA DENGAN CARA MELIHAT DAN MENGINGAT BENDA-BENDA FISIK DAN SEGALA SESUATU YANG DIJALANI DALAM HIDUP DALAM RANGKA MENGINGAT ALLAH.

Dalam praktek sehari-hari kita beranggapan bahwa apabila kita mengingat Tuhan berarti kita lupa kepada benda-benda atau sebaliknya apabila kita mengingat benda-benda maka kita akan lupa kepada Tuhan.

Kenyataan ini cukup realistis diungkapkan karena selama ini kita berfikir bahwa otak dan ingatan hanya satu dan sifatnya terbatas sekali, apabila fikiran terfokus pada satu sasaran maka fikiran kita tidak dapat bercabang kian kemari.

Dalam kehidupan ini kita dituntut oleh agama agar setiap saat kita mengingat Allah, sedangkan kita juga harus mengingat benda-benda yang tak dapat kita hindari. Sepintas lalu hal ini menyulitkan kita dalam prakteknya.

Perintah agama tidak mungkin kita abaikan, sedangkan kehidupan dunia harus kita jalani, untuk itu kita perlu mengupayakan agar keduanya berjalan seiring sejalan tidak bertabrakan dan tidak saling melupakan.

Jalan keluarnya adalah menjadikan konsep ketuhanan secara konseptual structural harus terkait dengan praktek-praktek kehidupan, pekerjaan-pekerjaan, serta hal-hal fisik.  Filosofi ketuhanan dipergunakan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya memandangi manusia, hewan, lingkungan, pekerjaan, sebagai makhluk yang diciptakan Tuhan. Konsep, filosofi dan nilai ketuhanan melekat dalam kehidupan ini.

Inilah konsep yang dijelaskan dalam Al Qur’an sebagai Ulil Albab, keterkaitan pandangan nilai ketuhanan dengan hal-hal nyata dalam kehidupan.

 

Senin, 23.07.2001.

13. JADILAH MANUSIA YANG SELALU MENJALANKAN KEBAJIKAN RUHANI.

Selama ini kita berfikir bahwa menjalankan kebaikan itu selalu kita lakukan secara fisik dan dalam kaitannya dengan masalah-masalah fisik. Jika fisik dan kebendaan menjadi ukuran maka kita tidak akan pernah mengenal kwalitas kebajikan yang dilakukan secara benar yang  memiliki nilai ruhaniah dan ketuhanan. Hal yang pasti adalah kebajikan yang dilakukan ruhani dengan sebenarnya memiliki nilai yang haqiqi tanpa adanya lintasan-lintasan manusia dan benda-benda didalam diri.

Pada saat kita sholat, berdo’a maka yang harus dilihat adalah apakah kita melakukan kebajikan ruhani. Salah satu kebajikan ruhani yang kita rasakan dan ketahui adalah kebajikan yang tidak dilandasi atas benda-benda, manusia dan tidak pernah menginginkannya, tidak ada ketergantungan kepada manusia dan benda-benda. Ruhani yang hidup dan sehat adalah ruhani yang tidak memerlukan benda-benda fisik.

 

Selasa, 24.07.2001.

  1. SALAH SATU UPAYA UNTUK MENEKAN SIFAT BURUK DALAM DIRI ADALAH MENGENALI SIFAT BURUK SECARA RINCI DAN MENDETAIL, MENCARI SEBAB DAN JALAN KELUARNYA SESUAI KONDISI PRIBADI MASING-MASING.

 

 

Menurut Al Ghazali sifat amarah dapat dikendalikan dengan ilmu dan amal, ilmu yaitu memahami dengan sebaik-baiknya sifat amarah secara rinci sejak timbulnya, sebabnya, hal-hal yang memicu, bahaya-bahayanya dan langkah kebajikan untuk menghindarinya. Sedangkan amal adalah do’a serta tindakan pencegahan untuk menghindari amarah tersebut. Maka sebaiknya kita dapat memerinci dengan baik sifat-sifat buruk tersebut.

 

Rabu, 25.07.2001.

  1. ISLAM ADALAH SEBUAH RESEP DALAM MENJALANI KEHIDUPAN, NAMUN JANGAN SAMPAI KITA HANYA BISA MEMBUAT RESEP/ FORMULA TETAPI TIDAK BISA MENIKMATI DAN MEMETIK HASILNYA .

Demikian pula formula akhlak yang kita buat jangan hanya sekedar tulisan, rumusan, yang kita buat dengan susah payah tetapi kita tidak dapat menikmatinya.

 

Kamis, 26.07.2001.

  1. APAPUN, BAGAIMANAPUN, DIMANAPUN, KITA BERFIKIRAN, BERPERASAAN AKAN SELALU TERSESAT KECUALI DIMULAI DENGAN PRINSIP DARI ALLAH, KEMBALI KEPADA ALLAH, HANYA DENGAN KEKUATAN ALLAH.

Apapun, bagaimanapun logika dimainkan atau dipermainkan, perasaan silih berganti dalam menghadapi kehidupan tanpa melibatkan Tuhan, maka hal ini bukanlah jalan fikiran, perasaan yang haq, yang benar dan kekal, tetapi hanya merupakan jalan fikiran dan perasaan yang sementara kemudian akan tersesat kembali.

INNALILAHI WAINNA ILAIHI ROOJI’UN merupakan rumusan dari Allah kembali kepada Allah, jelas merupakan akhir kebenaran yang haq, tidak akan pernah ada kebenaran sesudah itu dalam hal apapun dan bagaimanapun, demikian halnya dengan LAA HAULA WALA KUWWATA  ILLA  BILLAH tidak ada satupun yang mutlak absolut kecuali kemutlakkan Allah baik dalam kewenangan maupun seluruh proses didalam kehidupan ini tanpa terkecuali.

Hanya saja kita perlu waktu, proses dan kematangan untuk dapat memahami, menikmati, merasakan, menjadikan prinsip ini sebagai jiwa kita, hal ini memerlukan sebuah proses secara alami.  Kita selalu berubah ubah, berganti prinsip hidup sebagai suatu proses pembelajaran, pengolahan adonan konsep hidup sampai dengan matang akhirnya akan sampai pada konsep yang haq tak tergoyahkan.

 

Jum’at,  27.07.2001.

  1. JIWA DIBENTUK OLEH BERBAGAI MACAM PENGARUH EXTERN DAN INTERN JIWA, KEMUDIAN MELALUI SUATU PROSES DAN WAKTU TERBENTUK SEBUAH ADONAN JIWA.

Ibarat bahan dasar kue yang akan diolah menjadi kue yang akan dinikmati, jiwa kita memiliki bahan dasar yang relatif sama pada setiap manusia yang dibawa sejak lahir. Sebagaimana kita lihat anak kecil hampir semua bertingkah laku lucu, beradaptasi sesuai kondisi kehidupannya.

Sifat-sifat dan insting ada pada dirinya berinteraksi antara kasih sayang, amarah, serakah, suka memberi, sifat lainnya saling berinteraksi apa adanya. Sebagai orang dewasa yang menyaksikan tingkah laku anak kecil sesekali terlihat menyenangkan, lucu, kadang-kadang juga menjengkelkan. Sifat dan insting yang terbawa sejak lahir ini merupakan adonan bahan baku jiwa yang akan dibentuk dikemudian hari.

Cinta kebendaan, materialisme, sifat baik, buruk sejak lahir menjadi bahan baku dasar manusia yang kemudian akan bertambah dengan bahan-bahan lainnya yang beraneka ragam dari lingkungannya dalam kehidupan sehari-hari.

Bahan lainnya masuk melalui mata, telinga, perasaan, bacaan, pergaulan, realitas kehidupan dan interaksi manusia, contoh-contoh yang dilihat sendiri secara langsung, melalui guru, ilmu pengetahuan, kondisi hidup pribadi, pengalaman pribadi yang subjektif dll.

Seiring dengan itu usia yang semakin dewasa menjadikan hati nurani manusia semakin tumbuh dan muncul kepermukaan sebagai bagian dari bahan-bahan yang akan bercampur baur dengan bahan baku lainnya.

Inilah yang membentuk watak, karakter diri kita menjadi sebuah figure personal yang akan lahir dalam sebuah pemikiran, pandangan dan tingkah laku. Pembentukan karakter jiwa akan bercampur secara alami melalui sebuah proses bertahap yang memerlukan waktu yang panjang. Hal ini dapat kita ketahui sewaktu kita melihat realita karakter pribadi sendiri begitu sulit menyesuaikan diri dengan karakter yang menjadi idola kita.

Hal yang menonjol dan nampak antagonis adalah percampuran antara nilai-nilai materialistis dengan nilai-nilai non materialis seperti ketuhanan, agama dan hati nurani. Disatu sisi kita dituntut menyelamatkan diri dari perjalanan panjang kehidupan jiwa dunia akhirat, disisi lain kita dipersatukan dengan hawa nafsu, syahwat dan syaiton, dilain fihak kita memiliki hati nurani dan ruh ketuhanan.

Penyatuan karakter dalam diri menuju idola yang terbaik dibentuk melalui suatu proses yang panjang dan berkesinambungan yang melibatkan :

  • Ilmu
  • Ritual keagamaan.
  • Renungan-renungan
  • Praktek realitas kehidupan dalam segala kondisi
  • Cobaan dan tantangan
  • Kematangan jiwa
  • Usia
  • Kesucian
  • Petunjuk Tuhan.

 

Senin, 30.07.2001.

  1. CINTA DUNIA YANG BERLEBIHAN MENJADI SUMBER TIMBULNYA BERBAGAI PENYAKIT RUHANI, AKIBATNYA KESEJAHTERAAN BATHIN TAK AKAN BISA DINIKMATI SEPANJANG HIDUP.

Kita harus lebih teliti mendalami makna cinta dunia yang berlebihan. Kita harus memiliki standard dan kriteria yang jelas dan tepat mengenai cinta dunia yang tidak berlebihan dan tepat benar dengan Rosulullah.

Hal ini tidaklah mudah untuk dijawab karena tidak satupun manusia dapat dijadikan pedoman untuk diikuti. Ada yang asal ngomong, ada yang berlebihan dan keterlaluan, hanya menipu, mengelabui dll. Sedangkan mereka yang memakai dalil-dalil Al Qur’an dan Hadist ada juga yang bodoh asal bunyi.

Jika kita perhatikan lebih jauh kedalam diri sendiri kita akan melihat dengan sebenarnya bahwa ada makhluk yang bersatu dengan diri kita yang sifat dan tabiatnya melulu hanya untuk dunia ini dengan segala keserakahannya. Yang ironis adalah kita hidup hanya mengikuti makhluk yang melekat pada hati, jiwa dan otak kita yang hanya cinta dunia, hal ini  bisa dirasakan sendiri diantaranya :

 

  • Dunia sebagai tempat bergantung.
  • Dunia sebagai tempat berharap.
  • Dunia sebagai tujuan akhir.
  • Dunia menjadi segalanya.

Sebenarnya apabila makhluk didalam diri bisa berubah watak, sifat, atau karakternya menjadi tidak suka dunia, maka kitapun akan merasakan tidak suka dunia. Jadi yang pasti adalah bukan benda dunia yang menjadi fokus perhatian tetapi makhluk didalam diri yang cinta dunia.

Cinta dunia pada umumnya yang kita rasakan adalah kecenderungan kuat dari diri kita untuk memiliki, menguasai dan menikmati 3 hal pokok yaitu “Harta, Tahta, Wanita“. Hal lain yang bergejolak pada diri disebabkan kecintaan kepada 3 hal pokok tadi.

Karena tiga hal pokok ini maka diri kita dikuasai penuh secara keseluruhan dan tak tampak yang lain kecuali tiga hal pokok tersebut. Kita harus mengenal betul makhluk yang melekat dalam diri yang cinta dunia agar kita tidak menjadi budaknya seumur hidup.

Tanda lain dari cinta dunia yang berlebihan adalah sholat tidak khusu’, kegelisahan karena terganggunya atau  hilangnya sesuatu yang bersifat duniawi, hal ini sangat perlu diamati.

Untuk mengurangi watak cinta dunia, kita perlu menganalisa makna Harta, Tahta, Wanita secara haqiqi, mendalam, mendetail, tentang keburukan-keburukannya, bahayanya, sehingga kita dapat merubah rasa cinta menjadi sikap hati-hati terhadap Harta, Tahta, dan Wanita dsb. Hal tersebut harus kita lakukan secara terus menerus sampai pada taraf menjiwai dan dapat merubah sifat dan watak.

Tingkatan terhadap cinta dunia a.l. sbb :

  • Butuh makan karena badan lemas tak mampu berbuat.
  • Butuh sekedarnya agar bisa berbuat.
  • Butuh variasi kenikmatan sederhana agar makan lebih lancar.
  • Ingin menikmati makanan agar senang.
  • Ingin menikmati segala makanan.
  • Ingin makan untuk memperoleh penghargaan dari orang lain.
  • Ingin kemewahan untuk memuaskan diri.
  • Ingin mentraktir dan memperoleh penghargaan dengan bermewah-mewah.
  • Menjadi kebiasaan yang tak bisa ditahan lagi.

Yang perlu kita perhatikan :

  • Kehancuran syahwat.
  • Budak syahwat.
  • Harta, Tahta, Wanita berakibat

Tanggungjawab hukum

Siksaan dunia

akhirat

Contoh lain yang dapat menjadi bahan pelajaran yaitu  gula itu manis, ayam itu lezat, buah apel rasanya nikmat dst. Kesemuanya itu terasa nikmat bukan karena bendanya tetapi karena alat perasanya yang berfungsi normal.

Tidak nikmat rasanya jika kita dalam keadaan sakit, semua makanan terasa pahit tidak enak.

 

Selasa, 31.07.2001.

  1. KEMBALILAH KEPADA TUHANMU, JANGAN KAU TINGGALKAN TUHANMU, HENDAKNYA DIRIMU SEMAKIN HARI SEMAKIN DEKAT DENGAN TUHANMU.

 

Rabu, 01.08.2001.

  1. KEMBALILAH KEPADA TUHAN, KEMBALI KEPADA FITRAH, KEMBALI KEPADA HATI NURANI, MASING-MASING PRIBADI MEMILIKI TANGGUNG JAWAB DALAM PERJALANAN HIDUPNYA YANG TIDAK BISA DITAWAR-TAWAR LAGI. MAKA SETIDAKNYA BUKALAH PINTU UNTUK KEMBALI KEPADANYA SEKARANG JUGA, JANGAN DITUTUP LAGI SAMPAI KITA LUPA KEMBALI.

Manakala kita akan mengarah untuk kembali kepadaNya pasti akan dihalangi dan ditutupi oleh syaitan dan hawa nafsu. Sampai pintu kembali tertutup rapat, kita tidak tahu lagi dan sangat sulit membuka pintu kembali kepadaNya.

Ibarat kompas di dalam kendaraan harus menunjukkan arah keatas lurus sebagai jalan ketuhanan, kemudian kompas tadi harus bergerak kian kemari karena kondisi jalan berlubang-lubang, tidak mulus bergoyang, maka jalan lurus tidak bisa dijalani karena daya tarik magnit hawa nafsu dan syaitan yang selalu menggoyang kompas tersebut dari dalam diri. Kita berada pada posisi dan kondisi seperti ini.

Bahkan yang sangat menyedihkan adalah arah kompas tidak betul, engsel putaran kompas macet yang terarah kepada yang berlawanan dari jalur yang seharusnya. Upaya kita adalah meluruskan kompas secara terus menerus, bergerak dan kembali lurus secara terus menerus. Upaya meluruskan kompas tersebut melalui sarana syariat yang kita jalankan.

Kamis, 02.08.2001.

  1. INGATLAH ! ALLAH LEBIH BAIK DARI APA SAJA MAKA DAPATKAN ALLAH DALAM HIDUPMU.

Jika kamu menginginkan, mengharapkan, menggantungkan, atau apapun terhadaap benda-benda, manusia, atau apapun maka coba renungkan baik-baik adakah yang lebih baik dari Allah?.   Jelas Allah lebih baik dari harta, tahta, wanita, senjata dan apapun, maka kita harus memperoleh sebagaimana iklan mempromosikan untuk mendapatkan Allah.

 

Jum’at,  03.08.2001.

  1. KITA HARUS MEMPELAJARI HARI AKHIRAT ATAU MEMPELAJARI KEPASTIAN PERTANGGUNG- JAWABAN PRIBADI DALAM HIDUP SEBAGAI PENGUAT KEYAKINAN.

Hakikat akhirat adalah pertanggung jawaban pribadi tiap individu atas tingkah lakunya selama hidup didunia. “Coba perhatikan bagaimana asal mula dan akhir orang-orang yang mendapat hukuman, penderitaan hidup didunia”. Orang yang gemar berbohong dimana-mana akan dicemoohkan orang, dijauhi orang, tidak dipercaya orang, akhirnya sulit emperoleh pekerjaan halal, dijauhi dalam perdagangan, terpencil dari masyarakat, akhirnya timbul kecenderungan- menipu, mencuri, dst. Akhir dari sikapnya itu akan berhadapan dengan siksaan bathin dan siksaan fisik. Ini terjadi pada sebagian besar manusia yang bertingkah laku demikian. Namun tidak sedikit yang lolos dari siksaan, penderitaan dunia, jika lolos dari penderitaan dunia akan berhadapan dengan ancaman penderitaan setelah kematian.

Adalah suatu kepastian yang melekat antara HIDUP DAN PERTANGGUNG JAWABAN, demikian halnya tingkah laku yang membawa keuntungan bagi diri, keluarga, masyarakat, baik berbentuk bendawi maupun non bendawi.

 

Senin, 06.08.2001.

  1. YANG SEDANG BERJALAN SEKARANG INI ADALAH SKENARIO BESAR DI ALAM SEMESTA.

Skenario besar dalam hidup dan kehidupan terjadi secara menyeluruh, skenario berjalan sedemikian lama dunia dan akhirat, tak berkesudahan selama Pembuat Skenario Tunggal masih berkehendak.

Skenario itu sangat Maha Dahsyat demikian unik, luar biasa tak ada lagi kata untuk mengungkapkannya. Kita berada didalamnya, kita sulit mengetahui dan menyadari hal ini, APAPUN SEMUA BERADA DALAM SKENARIO ITU.

Sulit dimengerti, sulit diterka, sulit dirasakan, membingungkan, banyak pertentangan adanya, keterbatasan diri untuk memahami secara utuh, tipu daya didalam diri yang luar biasa dapat menghilangkan kesadaran itu dalam jangka lama.

Skenario gejolak diri yang kita ketahui adanya iblis dan malaikat, kebodohan dan keterbatasan, penderitaan dan kesejahteraan, hidup dan mati, tumbuh dan hancur, penindasan dan kekuasaan, kesombongan, kebanggaan dan kehinaan, tinggi-rendah, hina-agung, kemiskinan-kekayaan, penindasan, sanjungan, aneka ragam perasaan, harta, tahta, wanita, kesucian-kejahatan, kebajikan-kemunkaran, anak dan keluarga, pemerintahan, alam kubur, hari akhirat, alam semesta, keburukan, kesesatan, kekafiran, kefasikan, kebaikan, keimanan, didalam diri, kemusyrikan, keberuntungan, kerugian, keanekaragaman sifat, watak, kondisi situasi, pendapat, argumen, KESEMUANYA BERADA DALAM SATU KEWENANGAN SUTRADARA DAN PENGELOLA TUNGGAL.

Selasa,  07.08.2001.

  1. KESADARAN AKAN SKENARIO TUHAN PADA DIRI KITA DAN SELURUH MAKHLUK AKAN MELAHIRKAN SIKAP IKHLAS DAN RIDHO DALAM MENJALANI KEHIDUPAN.

Selama ini kita memandangi kehidupan semata-mata dari sudut kepentingan kita, keinginan kita, cita-cita kita, pola fikir kita, dst., semuanya serba subyektif. Kita tidak bisa melihat kecuali atas kepentingan kita, sehingga kita mengalami kesulitan menyesuaikan diri dengan keadaan yang sebenarnya kita alami.

Kita tidak jernih dalam melihat, mendengar, mengamati hidup dan kehidupan ini sehingga kita sering keliru dalam menafsirkan perubahan kehidupan, yang akibatnya kita rasakan menjadi beban kita sendiri. Kita tidak dapat menerima hal-hal yang tidak kita sukai, dan kita kurang realistis melihat keadaan yang kita alami.

Berdasarkan pengalaman hidup yang kita rasakan ternyata jelas benar adanya skenario Yang Maha Besar dalam mengendalikan seluruh kehidupan makhluk di alam semesta termasuk perekonomian, perdagangan, kepangkatan, orang per orang, dll., secara menyeluruh dan sempurna.

Kesadaran penuh akan adanya skenario Tuhan terhadap makhlukNya harus senantiasa melekat pada diri kita. Sikap ini akan diikuti rasa ridho dan ikhlas menjalani skenario yang dirancang dan diprogram oleh Allah SWT.

 

Rabu, 08.08.2001.

Skenario itu dikerjakan sejak awal adanya alam semesta, kehidupan seluruh makhluk-makhlukNya hewan, tumbuhan, manusia sampai akhir kehidupan, kiamat, alam akhirat dst. Pada diri kita sendiri skenario itu berlangsung seperti yang kita alami. Pengalaman sejak di alam ruh, alam kandungan, bayi, anak-anak, dewasa, tua dan mati.

Skenario Tuhan atas diri kita sesuai kehendakNya bukan atas kehendak diri kita sendiri. Demikian juga tentang kesehatan, rizki, pengaruh kepangkatan, lingkungan, kondisi dan situasi hidup yang kita jalani berlalu dan berlangsung mengalir apa adanya, kadang sesuai, kadang bertolak belakang, kadang menyimpang dari kehendak dan harapan kita.

Kesimpulan ini kita buat setelah kita harus menjalani kehidupan selama 45 tahun. Padahal pada usia sebelumnya kita masih bingung apa dan bagaimana kehidupan ini. Terlebih lagi pada usia dua puluhan, seolah kehidupan ini dapat kita kendalikan sendiri, merasa hebat, merasa kuat, tidak peduli, hanya kita yang bisa, sifat egois begitu melekat, namun perjalanan waktu mengajari kita bahwa dalam menjalani kehidupan banyak sandungan, halangan, rintangan yang membelokkan kondisi hidup kita sehingga mau tidak mau kita harus menjalani kehidupan yang tidak sesuai atau sesuai  dengan kehendak diri kita. Inilah skenario Tuhan atas diri pribadi, lingkungan, alam, pemerintah, masyarakat, dunia dst., yang mempunyai dampak satu sama lain yang saling tak terpisahkan.

Kamis, 09.08.2001.

  1. AMALAN-AMALAN BATHIN SANGAT BERAT DILAKUKAN TETAPI MEMILIKI NILAI YANG TINGGI DAN DAPAT DINIKMATI LANGSUNG OLEH DIRI DAN LINGKUNGAN.

Selama ini kita terfokus kepada amalan-amalan lahiriah dalam mengisi hidup dan kehidupan ini serta berpedoman pada nilai-nilai syariah, kita kurang memperhatikan amalan yang bersifat bathiniah. Syariah harus diwujudkan secara bersama dalam interaksi sosial, seringkali syariah memiliki kepentingan yang saling berbenturan antara satu dengan yang lain, fikih berbeda menimbulkan pertentangan yang akibatnya mempengaruhi kwalitas ibadah. Akibat benturan kepentingan ini kita cenderung berpikir dan bertindak sendiri-sendiri sesuai kepentingan kita, akhirnya syariah dan amalan-amalan menjadi sulit dilaksanakan secara baik.

Sudah saatnya kita secara terus menerus melaksanakan perbaikan kedalam diri dengan konsisten, ini merupakan kerja berat dan perlu kesungguhan yang kuat. Perbaikan kedalam diri merupakan amalan yang hakiki bagi seorang manusia nama lainnya disebut AMALAN BATHIN. Pekerjaan ini sulit, berat tetapi bisa disebut sangat ringan karena tidak memerlukan ruang, waktu dan biaya. Hasilnya dapat dinikmati secara langsung oleh diri sendiri, keluarga dan lingkungan yang terwujud dalam tingkah laku kehidupan sehari-hari.

 

Senin, 13.08.2001.

  1. SKENARIO BESAR ITU TERJADI PADA DIRIMU DAN KELUARGAMU. SESUNGGUHNYA KEMERDEKAAN DIHADAPAN TUHAN TIDAK ADA YANG ADA ADALAH KETERBATASAN SESUAI SKENARIO YANG MAHA BESAR.

Kita harus meninggalkan pola berfikir lama yang terlepas dari skenario besar. Pola yang melapaskan diri dari skenario besar itu adalah cara berfikir yang keliru, walaupun jumlah manusia yang berfikir demikian sudah hampir menyeluruh.

Kita seolah-olah sangat merdeka dalam menentukan apa saja dalam kehidupan, namun setelah kita teliti lebih lanjut ternyata perasaan merdeka itu keliru sama sekali, kemerdekaan hidup adalah angan-angan yang tidak realistis.

Kita sering keliru dalam memberikan ukuran kemerdekaan, kenyataannya dalam realitas kemerdekaan itu sama sekali tidak ada. Kita sepenuhnya berada dalam skenario Yang Maha Besar,  kita hidup dalam keterbatasan, secara fisik dibatasi, secara mental dibatasi sesuai kehendakNya, kesemuanya bukan kita yang menentukan tetapi Yang Membuat Skenario itu.

 

Jelas sekali yang terjadi pada diri kita, diskenariokan harus melalui fase-fase kehidupan sejak alam arwah, kandungan, anak-anak, dewasa, mati. Kehidupan berada dalam suatu siklus kehidupan yang tak bisa dielakkan. Kemudian diskenariokan pada setiap orang berada dalam situasi dan kondisi kehidupan yang berbeda-beda dalam hal kondisi lingkungannya, orang tua, wilayah, daerah, kesehatan, kelengkapan oragan tubuh, kepangkatan, kondisi ekonomi, politik negaranya dll. Kita harus segera menoleh kebelakang-menikmati skenario yang telah diperankan oleh diri kita guna menarik hikmah dan pelajaran secara realita.

Mengapa kita sulit menyadari hal yang demikian, karena secara tidak sadar kita telah terbawa oleh angan-angan, keinginan, harapan, kebutuhan dan kita selalu mengikutnya, kebiasaan ini akhirnya menjadi budaya seumur hidup yang wajib diikuti dan dibenarkan. Dengan budaya yang demikian kita sulit sekali mengerti dan memahami makna, hakikat hidup yang benar dan realistis.

Skenario besar Tuhan Semesta Alam juga berjalan didalam diri kita yang berisi fitrah, malaikat, iblis, syaiton, hawa nafsu, dll., kadarnya pada diri setiap orang berbeda-beda sesuai Pembuat Skenario itu.

 

Selasa, 14.08.2001.

  1. SULIT KITA MENYADARI BAHWA SELAMA INI KITA BERTINDAK SEBAGAI PELAYAN NAFSU, SYAITON, IBLIS.

Selama ini kita berfikir dan menduga bahwa pelayan nafsu, syaiton, iblis, adalah orang yang berbuat jahat, keji, rakus, yang melampaui batas dan sangat merugikan masyarakat seperti pemerkosa, perampok, koruptor, penindas, berfoya-foya, penipu, perampas, pemabuk, penjudi dll., diluar dari pada itu kita menganggap diri sebagai orang baik-baik dan bersih. Anggapan ini yang membuat kita terlena solah-olah kita memang menjadi orang yang suci tanpa cela, merasa tidak berdosa dan tidak bersalah.

Kenyataannya pandangan masyarakat kita dewasa ini memang demikian, sehingga sulit bagi kita sendiri untuk dapat melihat diri sendiri sebagai orang yang banyak dosa, penuh kekurangan, banyak kekeliruan dan kita sebagai manusia yang melayani nafsu. Ukuran yang dipakai khalayak ramai adalah ukuran yang dibuatnya sendiri atas dasar batas-batas toleransi yang diberikan.

Sebenarnya jika kita teliti lebih lanjut, kita dapat merasakan bahwa apa yang terjadi pada diri kita selama ini sebenarnya hidup kita hanya melayani hawa nafsu, syaiton, iblis, secara kecil-kecilan tetapi terus menerus. Hal ini dapat kita ketahui dalam tingkah laku sehari-hari, secara bathiniah sulit sekali kita melaksanakan ikhlas, tawakkal, tawadhu’, ridho, sabar, dalam arti yang sebenarnya. Bahkan dalam sholat sekalipun kita sulit mencapai tingkat khusu’ sebagaimana yang diperintahkan Tuhan.

Demikian juga perintah Tuhan yang lainnya, kita sulit melakukannya, hal ini terjadi karena dalam hidup ini kita telah menjadi pelayan nafsu, syaiton, iblis dan bukan pelayan Tuhan. Demikian sulit menyadari kondisi ini mungkin karena kita belum tahu atau demikian berat membebaskan diri dari pelayanan terhadap hawa nafsu.

Rabu, 15.08.2001.

  1. HAKIKAT PERBAIKAN DIRI ADALAH MERUBAH SECARA MENDASAR KOMPOSISI AKTIVITAS KEJIWAAN DARI JAHILIAH MENJADI ISLAMI.

Yang perlu dirubah secara mendasar sbb :

  1. Filisofi dasar kehidupan.
  2. Pandangan kehidupan.
  3. Perasaan-perasaan jiwa.
  4. Tingkah laku.
  5. Kebiasaan.
  6. Karakter

Beberapa tahapan dalam merubah karakter pada diri sendiri sbb. :

  1. Pengenalan.
  2. Pengertian
  3. Diskusi
  4. Pemahaman
  5. Experimen ( trial & eror )
  6. Evaluasi
  7. Perbaikan
  8. Kebiasaan
  9. Kecintaan
  10. Keahlian
  11. Karakter

Filosofi dasar kehidupan :

Makna Kehidupan :

  • Tujuan menjalani kehidupan
  • Keinginan dan harapan dalam hidup
  • Kesadaran akan asal dan akhir kehidupan

 

Pandangan Kehidupan :

Sudut pandang kita melihat kehidupan

  • Keterkaitan asumsi berfikir pada saat menghadapi segala aspek yang dalam kehidupan.

Perasaan Jiwa :

Sifat-sifat yang dirasakan dalam jiwa selama ini yang biasanya selalu negatif, sempit dan meterialis berubah menjadi positif, luas, natural dan humanis. Tingkah laku Gerak gerik, tata krama dalam kehidupan sehari-hari akan dirasakan kenikmatannya, kesejukannnya, manfaatnya, oleh lingkungan sekitarnya.

Kebiasaan-kebiasaan :

Secara alami segala yang diupayakan untuk perbaikan diri yang dilakukan secara terus menerus dan konsisten menjadikan lahirnya kebiasaan positif yang tidak lagi merasa berat dilaksanakan.

Karakter :

Suatu kebiasaan yang berlangsung lama menjadikan watak pribadi yang sulit dirubah, tangguh, tak tergoyahkan, dalam menjalani tingkah laku islami yang  positif dalam kehidupan

 

Kamis, 16.08.2001.

  1. JADILAH PELAYAN TUHAN, MAKA IKUTILAH PERINTAHNYA, HANYA SATU PERINTAH : “ BERBUATLAH APA SAJA, DIMANA SAJA, KAPAN SAJA, SESUATU YANG DAPAT MENYELAMATKAN DAN MEMBERIKAN KESEJAHTERAAN BAGI DIRIMU SENDIRI DAN KELUARGAMU SELAMA DIDUNIA SAMPAI DENGAN DIAKHIRAT”, HANYA SATU LARANGAN : “JANGANLAH KAMU BERBUAT SESUATU APAPUN, DIMANAPUN, DAN KAPANPUN YANG AKAN MENYENGSARAKAN DIRIMU DAN KELUARGAMU SENDIRI SEJAK DIDUNIA SAMPAI DENGAN DIAKHIRAT “.

 

 

Sebagai alat kontrol, pembanding, tempat belajar, figure/idola, yang ditiru hanyalah ada pada diri Muhammad Rosulullah dengan petunjuk Al Qur’an dan Sunnahnya. Namun demikian mengingat banyaknya manusia yang mengaku ahli dalam mencontoh Muhammad Rosulullah berbeda pendapat, berbeda pendirian bahkan ada yang bertentangan, adanya kaum munafik yang ahli Al Qur’an, ulama   yang   hanya  pandai  berbicara, tipu daya dalam- agama dlsb., maka kita harus dapat  memilah, menyaring, mengamati dengan hati dan fikiran yang sangat jernih sehingga kita harus melihat, menimbang agar tidak sesat karena ikut-ikutan tanpa berfikir berulang-ulang.

 

Selasa, 21.08.2001.

  1. FILOSOFI IKRO’ BISMIROBBIKALLAZI KHOLAK MERUPAKAN DASAR MEMANDANGI KEHIDUPAN.

Filosofi mengandung makna yang sangat penting bagi kehidupan, latar belakang yang paling dalam pada saat kita melihat, memandangi, berfikir, memperhatikan atau menanggapi sesuatu. Lebih jauh lagi bahkan tingkah laku manusia, tindakan-tindakan sehari-hari sangat dipengaruhi oleh filosofi-filosofi hidup yang dianut oleh orang tersebut.

Demikian besar peran yang dimainkan oleh filosofi dalam menentukan sikap dan tindakan seseorang dalam hidupnya. Islam mengajarkan dan memberikan petunjuk mengenai fisolofi dasar yang harus dianut, dipakai dalam hidupnya sekaligus merupakan cara pandang terhadap kehidupan itu sendiri.

FILOSOFI IKRO’ BISMIROBBIKALLAZI KHOLAK

Ikro’ dalam bahasa arab artinya membaca, yang perlu dikaji adalah apa filosofi dasar dari membaca, sehingga kata membaca dapat membuat hidup dan kehidupan ini menjadi mempunyai nilai dan makna yang mendalam bagi yang membacanya.

Jika membaca diartikan sebagai melihat tulisan kemudian diucapkan maka hasilnya tidak lebih seperti anak sekolah di taman kanak-kanak yang sedang membaca huruf-huruf abjad, tidak mempunyai dampak sama sekali pada kepribadian dan tingkah lakunya. Demikian pula suatu tulisan yang dimengerti artinya tetapi tidak dipahami arti dan maknanya maka hasilnya hanya untuk diketahui saja dan seterusnya.

Agar kata ikro’ menjadi bermakna maka perlu dicari filosofi dasarnya agar kita dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Sebelum memasuki makna dan filosofi ikro’, kita terlebih dahulu harus memahami dengan baik bahwa pada diri kita sudah ada bekal awal apa yang disebut fitrah atau kesucian, hati nurani atau apapun namanya yang dapat merasakan bahwa kita hidup ada yang menghidupkan, hati nurani kita mengenal betul bahwa ada kehidupan dan ada Tuhan yang berperan pada hidup itu. Bekal awal inilah yang menjadi penopang timbulnya filosofi ikro’ yang akan ditetapkan dalam kehidupan kita.

Dengan demikian filosofi ikro’ dapat kita maknakan dengan pemahaman yang lebih komprehensif dari sekedar membaca. Bekal kesadaran ketuhanan akan menyinari hati, mata dan telinga bathin untuk dapat melihat sesuatu benda, atau apapun yang terlihat, terasa, terdengar dalam kehidupan ini  selalu ada hubungaannya dengan Tuhan itu sendiri.

Pada saat filosofi ikro’ diterapkan pada diri, maka kita akan melihat, mendengar, merasakaan sesuatu yang takkan terpisahkan dari Tuhan, secara alami kemudian akan terjadi kesadaran bathin terhadap Tuhan, bahwa ada hubungan langsung antara aktivitas fisik inderawi dalam penglihataan, persaan, pendengaran dengan Tuhan. Maka yang terlihat, terdengar dan dirasakan adalah Ke Maha Besaran Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.

 

 

 

“ Lihatlah disekelilingmu, tatap dan renungkan bahwa apapun yang kau dengar dan rasakan sebagai sesuatu yang harus engkau pelajari makna dan hekikatnya, disana, disini- dan dimanapun adalah hikmah ilmu dari Tuhan yang harus difahami sebagai pembelajaran hidup, sebagian ilmu Tuhan yang seharusnya kita nikmati. Semua bermakna, berguna, sekalipun perasaan kamu tidak dapat menerima dan tidak kau senangi atau kau senangi, kau kehendaki atau kau harapkan,  semuanya mengandung hikmah dan ilmu yang sangat berguna yang diajarkan Tuhan kepadamu “.

 

Jum’at,  24.08.2001.

  1. SEBAIKNYA MELUANGKAN WAKTU KHUSUS DUA JAM SEHARI UNTUK MEMUSATKAN DIRI KEPADA TUHAN SECARA TOTAL.

Banyaknya debu-debu kehidupan yang selalu menyelimuti otak, akal, fikiran, perasaan dan hati setiap saat sehingga diperlukan waktu khusus untuk membersihkannya agar debu tersebut tidak semakin mengental, mengkristal pada jiwa dan fikiran kita.

Prosesnya dijalankan secara beraturan, alami sebagaimana mesin atau apapun dilakukan secara bertahap. Biasanya dimulai dengan banyak gangguan, ada perjuangan, kemudian gangguan berkurang secara bertahap dan seterusnya sampai terasa khusu’ total demikian juga pemulihanya.

 

Sabtu, 25.08.2001.

“ Ya Allah, aku berlindung kepada Mu dari sikap lemah, dan rasa malas, rasa takut dan kikir, belitan hutang dan cengkraman kekuasaan seseorang “

( doa Rosulullah,  H.R. Muslim )

 

Senin, 27.08.2001.

  1. KEINGKARAN DAN KERAGU-RAGUAN KEPADA TUHAN ADALAH SEBUAH KESALAHAN, NAMUN KITA SULIT MENGAKUI BAHKAN KITA BERPIHAK KEPADA KEINGKARAN DAN KERAGUAN ITU DENGAN BERBAGAI ALASAN, HAL INI ADALAH PENYAKIT YANG CUKUP BERHAYA BAGI KEHIDUPAN JIWA, JIKA SEBAGIAN BESAR MANUSIA DEMIKIAN HALNYA MAKA BERARTI TELAH TERJADI BENCANA HUMANISME, NAMUN SANGAT SEDIKIT SEKALI ORANG YANG MENGETAHUI.

Dalam kehidupan sehari-hari kita ragu-ragu terhadap peranan Tuhan pada diri, keluarga, lingkungan dan alam semesta. Karena keraguan ini kita berpandangan bahwa kehidupan ini hanya dikendalikan oleh manusia, sekelompok manusia atau mahluk-mahluk.

Sebagaimana kita ketahui bahwa jika kehidupan ini dikendalikan oleh manusia atau sekelompok manusia maka sudah bisa diduga, manusia dengan sifat rakus dan tamaknya akan melakukan upaya mementingkan dirinya sendiri.

Kita harus yakin sekalipun secara fisik manusia seolah-olah berkuasa namun yakinlah bahwa Tuhan memiliki peran yang mutlak terhadap apapun, Tuhan tidak tidur.

Keraguan terhadap Tuhan adalah penyakit yang harus disembuhkan dengan memohon perlindungan kepadaNya. Kemana mencari obat penyakit ini, bahkan kebanyakan manusia mengatakan bahwa keraguan kepada Tuhan bukan penyakit tetapi merupakan hal yang wajar, pendapat ini tetap mempertahankan dan mengikuti keraguan itu hingga akhir hayatnya.

 

 

BENCANA HUMANISME

Kita tidak bisa melihat dan merasakan bahwa keraguan, keingkaran kepada Tuhan adalah sebuah kesalahan besar dan merupakan penyakit berbahaya bagi perjalanan hidup jiwa setelah kematian. Pada umumnya orang beranggapan bahwa keraguan dan keingkaran dianggap hal yang normal dan wajar dan sama sekali tidak akan mempunyai aspek negatif dan berbahaya bagi perjalanan hidup seorang manusia. Jika sebagian terbesar manusia tidak menyadari bahkan mengabaikan hal ini maka secara keseluruhan merupakan bencana kemanusiaan. Yang lebih ironis lagi manusia telah berpihak pada keraguan dan keingkaran kepada Tuhan yang timbul dari dirinya sendiri.

Pandangan yang seharusnya sejalan dengan fitrah hati nurani manusia adalah “ Meyakini Tuhan sebagai  Tuhan yang berperan sebagaimana mestinya dan meyakini perjalanan jiwa yang panjang dan akan meninggalkan dunia ini”. Untuk mengatasi masalah ini kita harus belajar memahami kefanaan dan kehancuran dunia dan kekekalan, kebenaran akhirat.

Kekeliruan-kekeliruan halus yang tak terdeteksi oleh kita telah mengakar sedemikian rupa membelenggu otak, perasaan dan hati sehingga pandangan jiwa, perasaan dan hati menjadi terbalik sedemikian parahnya.

 

Selasa, 28.08.2001.

  1. MENEKUNI PENGENALAN TERHADAP TUHAN DAN PERBAIKAN AKHLAK SENDIRI SERTA KELUARGA ADALAH BAGIAN DARI HIDUP.

Ketekunan adalah sesuatu yang mutlak harus dilakukan dalam kehidupan ini, apapun, dimanapun sukses seseorang dalam meraih sesuatu memerlukan ketekunan. Kalimat yang sering kita dengar dari sebuah nasehat yang baik adalah tekuni satu bidang maka kamu akan lebih ahli dan itulah profesionalisme.

Tidak ada suatu keberhasilan tanpa ketekunan yang luar biasa, terlebih lagi besarnya rintangan dan tantangan yang harus dijalani. Bagaimana seorang ahli ekonomi menekuni bidangnya sampai 50 tahun, ahli teknik dst., demikian juga tukang gali pasir, tukang kayu, tukang bangunan, bahkan para ahli perang sekalipun. Apalagi pegenalan terhadap Tuhan dan perbaikan akhlak yang penuh dengan rintangan, tantangan dari dalam dan luar diri sangat dahsyat utamanya iblis, syaiton dan pasukannya serta hawa nafsu badani yang melekat setiap saat.

 

Selasa, 28.08.2001.

  1. UNTUK MEMAHAMI DAN MENGHAYATI KESEMPURNAAN TUHAN, RENUNGKAN ASMA’UL HUSNA, KESEMPURNAAN TUHAN TERSIRAT DIDALAM KALIMAT TASBIH (SUBHANALLAH, WAL HAMDULILLAH, ALLAHU AKBAR ).

Sering timbul dalam perasaan kita prasangka negatif menganggap Tuhan akan menyiksa, menganiaya kita kalau kita mendekat kepadaNya, kita menjadi takut bahkan menjauhi Tuhan, ketahuilah Tuhan Maha Sempurna.

 

Selasa, 28.08.2001.

  1. MENGAKUI KESALAHAN DAN KEKELIRUAN PERGERAKAN FIKIRAN, PERASAAN KEMUDIAN MENGARAHKAN KEJALAN YANG BENAR SESUAI FITRAH MANUSIA ( KESUCIAN HATI ), ADALAH SIKAP SEORANG MUKMIN.

 

Mungkin selama ini kita kurang menyadari bahwa banyak hal dalam pergerakkan fikiran dan perasaan kita yang selalu keliru, namun kita selalu membenarkan, mempertahankan, membela dan memperjuangkan kekeliruan itu.

Akibatnya kita selalu keliru dalam memandang, menilai, bahkan dalam bertingkah laku. Apabila hal ini terjadi secara terus menerus maka struktur sel otak, perasaan menjadi terbentuk sedemikian rupa, mengkristal dan sulit dirubah, seandainya ada perubahan yang dikehendaki memakan waktu yang sangat lama dan perjuangan keras tanpa henti.

Disinilah seharusnya pendidikan dan pengaruh lingkungan yang benar sejak dini dilaksanakan secara sistematis oleh lingkungan keluarga, sekolah, sosial dimana anak didik berada.

 

Kamis, 30.08.2001.

  1. ILMU KETUHANAN, ILMU KEHIDUPAN DAN ILMU AKHLAK MERUPAKAN ILMU YANG MEMILIKI BOBOT YANG TERTINGGI JIKA DIBANDING ILMU LAINNYA.

Kita semua berusaha untuk mendapatkan sebuah ilmu entah apa namanya, ilmu kita pergunakan sebagai alat untuk memperoleh penghasilan, penghargaan, kebanggaan diri dan keluarga. Misalnya titel sarjana S.1, S.2, S.3. dll. Pertanyaannya kemudian adalah apakah ilmu itu selalu terpakai dalam hidup.

Prof. Dr. BJ. Hebibie adalah seorang ahli dalam pesawat terbang tetapi pekerjaan sehari hari memimpin lembaga sosial. Seorang dokter penyakit dalam, ahli gizi (kawan saya) sekarang memimpin departemen pendidikan, kedua orang tersebut ilmunya sama sekali tidak dipakai, banyak lagi contoh yang lain.

Kita mengetahui bahwa ilmu tersebut diperoleh dengan susah payah, biaya yang sangat mahal, jangka waktu yang lama, namun pada saat tertentu ilmu tersebut tidak dipergunakan sama sekali.

Adakah sebuah ilmu yang memiliki bobot sbb :

  • Dipakai setiap saat, dimanapun, kapanpun.
  • Berguna disegala situasi dan kondisi.
  • Memiliki nilai tak terhingga.
  • Berjangka waktu tak terbatas.
  • Proses belajar seumur hidup.
  • Ruang belajar dimanapun bisa.

Jawabnya adalah “ILMU KETUHANAN, ILMU- KEHIDUPAN  DAN  ILMU  AKHLAK “.

 

Senin 03.09.2001.

  1. BERSYUKUR ADALAH OBAT PENAWAR, PEMELIHARA, PENYUBUR JIWA RAGA DALAM JANGKA PANJANG.

Walaupun kita sangat memahami bersyukur itu baik namun belum tentu melaksanakannya. Sesekali kita melaksanakan bersyukur dalam jiwa namun sering kali kita  berubah-ubah dan kemudian meninggalkan praktek syukur dalam jiwa.

Kita harus menyadari benar pentingnya makna bersyukur yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan dapat dinikmati setiap saat. Bersyukur benar-benar suatu keharusan yang tak dapat ditinggalkan karena memiliki manfaat yang luar biasa dalam jiwa maupun secara fisik. Bersyukur harus digalakkan dilatih, secara terus menerus dan harus kita nikmati sepanjang hidup.

 

Senin 03.09.2001.

  1. MERASA TERHINA DIHADAPAN MANUSIA MERUPAKAN CERMIN BAHWA KITA BERADA DALAM KEMISKINAN DAN KEHINAAN SEJATI.

Kapan kita tahu bahwa kita miskin penghargaan dan menjadi hamba penghargaan, yaitu pada saat kita merasa tidak dihargai orang lain, kita merasa sakit hati manakala diacuhkan atau diremehkan.

Sakit hati karena tidak dihargai merupakan bukti bahwa kita miskin penghargaan, hal ini terjadi karena kita hidup menghamba hawa nafsu dunia yang selalu butuh penghargaan orang lain. Sebenarnya orang beriman tidak demikian jiwanya, yang beriman harapannya hanya kepada Allah bukan manusia dan merasa cukup di dadanya Allah segalanya.

Kekayaanya, harga dirinya hanya Allah semata dan segala sesuatu selain Allah sama sekali tidak ada artinya. Oleh karenanya mengharapkan segala sesuatu dari manusia atau makhluk mencerminkan kita berada dalam kemiskinan dan kehinaan sejati.

 

Rabu, 05.09.2001.

  1. TIGA HAL YANG TIDAK BOLEH DILUPAKAN UNTUK DILATIH DALAM JANGKA PANJANG YAITU :
  • MENSYUKURI NIKMAT
  • MEMOHON AMPUNAN
  • MEMOHON PERLINDUNGAN

KETIGA HAL INI HARUS BERSATU DAN MELEKAT DALAM DIRI KITA.

 

Jum’at, 07.09.2001.

MENSYUKURI NIKMAT

Kecenderungan kuat dalam diri manusia yang selalu menuntut, menuruti keinginan, menguasai benda-benda dan kesenangan. Hampir seluruhnya roda kehidupan ini dijalankan atas kekuatan-kekuatan kecenderungan tersebut. Kekuatan ini bisa berakibat positif dan bisa menjerumuskan manusia jika pengelolaannya tak terkendali.

Tidak mengherankan manusia selalu berkeinginan untuk hidup lebih baik dari hari ke hari khususnya dalam penguasaan benda-benda dan kesenangan. Jika kecenderungan kepada benda dan kesenangan ini diikuti terus menerus, dalam jangka panjang dan tanpa disadari akan menghancurkan dirinya sendiri, baik selama di dunia maupun di akhirat kelak.

Untuk meredam budaya keinginan, kesenangan dan benda-benda kita diharuskan mengkaji, merenungi nikmat-nikmat yang telah diberikan Tuhan dan melatih diri setiap saat untuk senantiasa secara konsisten BERSYUKUR KEPADA TUHAN.

MEMOHON AMPUN

Banyak debu-debu bathin yang senantiasa menutupi hati, jiwa, yang selalu membuat diri menjadi kotor terjadi setiap saat.  Kita sangat sulit menyadari bahwa dosa dan noda itu akan selalu menyertai kita dalam kehidupan sehari-hari. Dosa dan noda itu sebagai imbas dari kekeliruan kecil maupun besar yang terjadi dari dalam diri sendiri berupa perasaan, fikiran, dan tingkah laku dari dalam maupun dari luar diri kita. Kekeliruan dan kesalahan ini mengalir seperti sebuah sungai dan kita berada di dalamnya. Untuk itulah kita harus menyadarkan diri kita dan melatih diri setiap saat untuk senantiasa meminta ampun.

 

MEMOHON PERLINDUNGAN

Tidak bisa disangkal lagi bahwa banyak hal yang terjadi pada kehidupan ini yang berbahaya, menyulitkan, menyakitkan, mengkhawatirkan, mengerikan, menakutkan, kemiskinan, penyakit, penderitaan dst.

Kesemuanya itu seringkali tidak bisa dielakkan baik datangnya dari dalam diri berupa iblis, syaiton, hawa nafsu, dll maupun dari luar diri berupa manusia, hewan, bakteri, baksil, alam lingkungan jin dll.

Bahaya-bahaya tersebut sangat mungkin terjadi pada diri kita dan belum tentu kita bisa menghindarinya. Oleh karena itu sudah menjadi keharusan mutlak bagi kita untuk selalu memohon perlindungan Allah setiap saat dan terus menerus sepanjang hidup.

 

Sabtu, 08.09.2001.

  1. ENERGI BATHIN SELALU DIPERBUTKAN UNTUK TUJUAN KEIMANAN ATAU UNTUK KEPENTINGAN SYAITON.

Didalam tubuh kita terdapat energi bathin yang berfungsi menggerakkan motivasi, perasaan, akal fikir, bahkan untuk menggerakkan anggota tubuh. Energi bathin diperoleh dari makanan, minuman, dan segala sesuatu yang diproses oleh tubuh sehingga membentuk energi.

Segala bentuk energi bersumber dari proses yang dibuat oleh tubuh menjadi energi bathin dan energi fisik. Bagi orang yang beriman segala rupa energi bathin dan energi fisik dipergunakan dalam rangka memperhatikan, menjalankan keimanannya sedangkan yang tidak beriman segala rupa energi dipergunakan untuk melayani kegiatan hawa nafsu dan syaiton.

Nafsu dan syaiton menarik energi untuk kepentingan antara lain maksiat bathin berupa perasaan dan khayalan negatif. Sedangkan poros keimanan membentuk perasaan positif dan tingkah laku positif serta perilaku mulia. Disinilah terjadi perebutan sumber pasokan energi bathin untuk mencapai masing-masing tujuan.

 

Rabu, 12.09.2001.

  1. MENGAKTIFKAN DAN MENGHIDUPKAN RASA SYUKUR DIDALAM DIRI SEBAGAI UPAYA MENSEJAHTERAKAN LAHIR BATHIN.

Potensi bersyukur  sebenarnya sudah ada didalam diri, namun tidak pernah diaktifkan, dilatih, diperkuat setiap saat, sehingga rasa sukur sulit berkembang didalam diri. Sebaliknya yang dihidupkan dan dilatih, diaktifkan adalah kebalikannya, seperti sifat buruk lainnya, maka yang hidup dan berkembang subur adalah sifat buruknya.

Cara menghidupkan dan mengaktifkan rasa sukur al:

  • Banyak mengingat nikmat Tuhan pada diri dan kehidupan.
  • Melihat kebawah, yang miskin, yang sakit, yang kurang dibanding kita.
  • Banyak berterima kasih kepada Tuhan dan manusia.
  • Banyak membalas budi orang yang memberi dan berjasa.

 

Jum’at, 14.09.2001.

  1. ASUMSI KELIRU AKAN MENJADI SEBUAH KEYAKINAN YANG KELIRU PULA.

 

 

Pada suatu saat saya membutuhkan seseorang untuk mencarikan pekerjaan, terbayang oleh saya seorang direktur pada perusahaan yang cukup besar yang menurut asumsi saya dia mampu dan mau menolong, tanpa saya kaji ulang fikiran saya terbentuk dengan asumsi tersebut sehingga timbul keyakinan bahwa orang tersebut hampir bisa dipastikan mau dan mampu menolong.

Dengan keyakinan ini maka keyakinan kepada Tuhan sebagai pemberi rizki, pembuka rizki menjadi hilang. Keyakinan kepada manusia sebagai pemberi pertolongan adalah keyakinan yang sama sekali keliru.

Yang sebenarnya adalah jika Tuhan menghendaki akan membukakan jalan kehidupan yang baik kepada kita, kemudian akan terbuka jalan-jalan yang tidak kita ketahui ujung pangkalnya. Bisa jadi jalan itu melalui orang yang kita asumsikan mau dan mampu menolong, atau bisa juga orang yang diyakini ini justru akan membuat kita kecewa seumur hidup, atau bisa jadi pertolongan itu dari jalan lain dst.

Yang terpenting kita ketahui adalah janganlah kita beranggapan bahwa seseorang yang kita duga mampu dan mau menolong kita telah melupakan kita dari pertolongan Tuhan yang tak terhingga kepada makhlukNya.

 

Senin, 17.09.2001.

  1. KITA BANYAK TERTIPU OLEH TIPUAN WAS-WAS KEHIDUPAN, BAYANG-BAYANG DIRI, MANUSIA LAIN DAN BENDA-BENDA DENGAN ALASAN DAKWAH.

Saya tidak menyadari, tidak mengetahui, selama lebih dari 30 tahun telah tertipu dengan bayang-bayang diri, manusia lain dan benda-benda dengan alasan dakwah. Pada suatu hari saya tersadar setelah sering bermimpi kehilangan kendaraan mobil yang dicuri oleh orang lain.

Setelah diamati secara seksama ternyata saya merasakan hilangnya pegangan dalam diri, berupa prinsip penguat keimanan. Proses hilangnya penguat keimanan ini berupa sebuah cerita, pemberitahuan ilham yang mendukung keimanan dalam diri kepada orang lain seakan-akan kita berdakwah kepada mereka. Hendaknya sebelum kita menceritakan, memberikan kepada orang lain, kita laksanakan dulu sampai menjadi darah daging.

Tanpa kita sadari kita telah tertipu setiap saat oleh bayang-bayang dan was-was kehidupan apapun dan bagaimanapun. Kita menemukan tipuan ini didalam perasaan, otak, berupa bayang-bayang logika yang tak karuan nampak seolah-olah indah dan benar, hal ini sangat sulit kita hindari tipuan ini melekat pada perasaan, otak dan hati kita setiap saat.

Tipuan was-was dan bayang-bayang ini akan menjadi penghalang yang sangat berbahaya bagi hubungan dengan Tuhan.

 

Senin, 17.09.2001.

  1. JALAN MENGATASI TIPUAN BAYANG-BAYANG DAN WAS-WAS HANYA BERLINDUNG KEPADA ALLAH SETIAP SAAT.

“Ya Allah hamba berlindung dengan-Mu dari Iblis, Syaiton dan Jin, serta baying-bayang, was-was yang menyesatkan“

 

 

 

 

Senin, 17.09.2001.

  1. BAYANG-BAYANG, MANUSIA, BENDA SERTA WAS-WAS MENDEKATI RIYA’

Iblis, syaiton, jin, bayang-bayang, was-was, didalam diri tidak saja akan merusak dan menghalangi hubungan dengan Tuhan, tetapi juga akan menghalangi dan merusak segala rupa kebajikan, keberkahan, untuk diri dan keluarga serta lingkungan sekitarnya secara bertahap dan terus menerus. Hal ini sulit diketahui oleh manusia pada umumnya.

 

Senin, 17.09.2001.

  1. SEMBUNYIKANLAH ILHAM, KEBAIKAN, YANG KAU MILIKI DIMATA SELURUH MAHLUK SERAPAT-RAPATNYA, UTAMANYA DARI BAYANG- BAYANG DIRI, MANUSIA DAN BENDA-BENDA. APABILA KAMU INGIN BERDAKWAH BERIKANLAH SESUAI KEBUTUHAN MEREKA SEEFISIEN MUNGKIN.

 

Kamis, 20.09.2001.

  1. TEMPAT BEKERJA IBLIS, SYAITON, NAFSU, JIN, SETIAP SAAT ADALAH DIDALAM SEL-SEL SYARAF SELURUH TUBUH YANG BERPUSAT KE OTAK BELAKANG, OTAK DEPAN MELALUI SUMSUM TULANG BELAKANG.

Setelah sekian lama kita terjebak dalam pola pikir benda-benda serba dunia, kita berprasangka dan berkeyakinan bahwa dunia ini satu-satunya kehidupan nyata, maka fokus perhatian utama adalah benda-benda fisik material dan selera kesenangan hidup.

Perubahan fisik, material, kondisi, situasi lingkungan, sangat menentukan gejolak jiwa, perasaan dan fikiran kita. Ketentraman bathin, kesenangan perasaan sangat tergantung kepada benda-benda materi yang kita kuasai dan nikmati, demikian juga kegelisahan, kesengsaraan, penderitaan bathin sangat dipengaruhi oleh hilangnya atau ketiadaan benda-benda fisik atau kenikmatan, harta, tahta, wanita, harga diri dan lain-lain.

Kita sangat sulit untuk menyadari bahwa sesungguhnya didalam diri kita terdiri dari milyaran sel-sel hidup yang bekerja setiap saat sesuai fungsinya. Didalam sel hidup ini terdapat sel syaraf disekujur tubuh yang berpusat ke sum-sum tulang belakang terus ke otak belakang dan otak depan.

Didalam sel otak inilah seluruh kegiatan sel tubuh manusia terpusat, termonitor, terdeteksi. Dalam pandangan manusia awam, kegiatan sel syaraf ini bekerja secara otomatis sesuai kodratnya disebut manusia normal sepanjang sesuai dengan lingkungan atau budaya setempat.

Namun jika diukur dari sisi keimanan yang sesungguhnya, maka pola kerja sel-sel syaraf yang berpusat ke otak manusia yang berorientasi hanya dunia, benda, harta, tahta, wanita dsb., dinilai sangat buruk, sangat kotor, dinilai sangat rendah, jauh dari kemuliaan. Pola hidup yang demikian sangat berbahaya bagi manusia itu sendiri atau dalam pandangan agama disebut sesat.

Jika digambarkan lebih jauh ibarat penyakit kanker ganas yang menguasai sel-sel syaraf tubuh dan otak demikian mengental, bahkan tidak tampak lagi bagian-bagian yang sehat, sehingga seluruh penyakit itu dianggap sehat dan normal serta wajar. Jadilah kondisi ini sebagai budaya diseluruh umat manusia.

Ukuran, nilai, norma yang dianut manusia menjadi terbalik, apa yang sebenarnya penyakit akut yang ganas  dianggap sebagai hal yang normal dan wajar, sebaliknya apa yang sesungguhnya baik dianggap gila dan tidak wajar.

Inilah sebenarnya yang harus kita perhatikan bahwa sel syaraf dalam tubuh sampai ke otak kita adalah tempat bekerja iblis, syaiton dan jin atau sebagai wadah dimana makhluk tersebut beraktifitas mengendalikan dan merubah jiwa manusia agar menjadi pengikutnya semaksimal mungkin. Demikian juga hawa nafsu, sifat buruk bekerja setiap saat pada sel syaraf dan sel otak kita.

Salah satu ciri keburukan dan kesesatan yang harus diditeksi adalah bayang-bayang, perasaan, diri, manusia, benda-benda, yang selalu menghantui sel-sel syaraf dan otak. Demikian lekatnya iblis, syaiton, nafsu pada diri kita sehingga mustahil kita menghindar diri dari kondisi ini.

Satu-satunya yang dapat menyelamatkan kita dari bahaya penyakit kanker sel syaraf, otak yang dikuasai iblis, syaiton, nafsu, jin adalah hanya perlindungan Tuhan, maka kita harus meminta perlindungan Tuhan ALLAH setiap saat.

Berdasarkan pengalaman yang dijalankan selama ini memohon perlindungan Tuhan,  hasilnya tidak seperti orang main sulap, tetapi melalui proses yang bertahap dirasakan didalam diri terus menerus, demikian juga penyakit kanker yang disebabkan iblis, syaiton, jin, nafsu dsb., harus diobati dengan makanan keyakinan kepada Tuhan secara terus menerus, akhirnya secara bertahap pula kekuasaan iblis akan terlepas dari sel syaraf tubuh dan otak.

 

Kamis, 20.09.2001.

  1. LIHATNYA SISI BAGUSNYA, INDAHNYA, POSISTIFNYA, KEBAIKANNYA ATAS SEGALA SESUATU KARENA PADA SUATU KEJADIAN, KEADAAN SEBURUK APAPUN DISANA MASIH TERDAPAT SISI BAIKNYA.
  2. PANDANGLAH HAL-HAL YANG POSITIF PADA DIRI DAN TINGKAH LAKU SESEORANG, SEBURUK APAPUN MANUSIA MASIH BANYAK KEBAIKAN YANG BISA DIAMBIL DARI DIRINYA.

 

Rabu, 10.10.2001.

  1. KEIMANAN KEPADA ALLAH DAN ROSULNYA AKAN DIKETAHUI MANAKALA ADA PANDANGAN, PENDAPAT, PERASAAN ATAU SEJENISNYA YANG BERSUMBER DARI DALAM DIRI KITA ATAU DARI ORANG LAIN TETAPI TIDAK SESUAI DENGAN SYAHADAT DAN AL QUR’AN, MAKA YANG KELIRU ADALAH PANDANGAN KITA.
  2. ADANYA KETERBATASAN, KEBODOHAN SETIAP- MANUSIA DALAM MEMAHAMI KEBENARAN MAKA KITA HARUS BELAJAR KEPADA SYAHADAT & AL QUR’AN SECARA BERTAHAP DAN ALAMI. NAMUN DALAM PRAKTEKNYA SYAHADAT DAN AL QUR’AN YANG DISAMPAIKAN OLEH PARA ULAMA, PENAFISRANNYA BELUM TENTU BENAR, MUNGKIN SAJA KELIRU ATAU MENGANDUNG KEBENARAN SEBAGIAN KECIL SAJA. OLEH KARENANYA KITA HARUS BERFIKIR ULANG SEJERNIH MUNGKIN DENGAN KESUCIAN HATI- MENGOLAH KEMBALI APA YANG DISAMPAIKAN ULAMA TERSEBUT.

Sering timbul dalam fikiran kita pendapat pribadi yang bersumber dalam diri, dari orang lain yang kita jadikan pedoman kebenaran untuk diikuti. Setelah kita cocokkan ternyata pandangan itu tidak sesuai dengan Syahadat dan Al Qur’an. Pada saat ini kita harus segera membenarkan Al Qur’an dan menyalahkan pandangan kita sendiri.

 

 

Kita sering tertipu, terbujuk oleh perasaan sendiri atau logika-logika yang meyakinkan dari orang lain yang tidak sesuai dengan Al Qur’an. Ada juga suatu saat kita tertipu dan terbujuk oleh penafsiran para ulama yang hanya sedikit sekali ilmunya tentang kebenaran atau sebagian besar keliru dalam penerapannya.

Syahadat dan Al Qur’an yang tepat penafsirannya tepat pula penerapan dan pelaksanaannya pasti hasilnya akan dinikmati secara tepat dan maksimal dunia akhirat. Pada kenyataannya yang kita saksikan sekarang ini penafsirannya banyak yang keliru, ada penafsirannya yang benar namun penerapannya yang keliru dst., maklumlah jika sudah sampai pada amanah, manusia sering memanipulasi kebenaran karena kebodohan atau nafsu, iblis dalam diri.

 

Sabtu, 13.10.2001.

  1. SEMUA KARAKTER BAIK PADA MANUSIA YANG DIAJARKAN AL QUR’AN SEHARUSNYA MELEKAT DAN HIDUP DIALAM DIRI KITA, SELURUH TUBUH BERGERAK SEPERTI ORANG SEDANG BERENANG, SALAH SATU CONTOH CARA MELEKATKANNYA PADA DIRI KITA YAITU KAKI KANANKU JIHAD, KAKI KIRIKU ISTOMAH, PERUTKU IKHLAS, DADAKU SHABAR, PUNGGUNGKU SYUKUR, KEPALAKU TAWAKKAL, TANGANKU DO’A DAN TASBIH DST.
  2. ROSULULLAH MENERAPKAN KEBAJIKAN AL-QUR’AN DENGAN SABDANYA SBB. : “MA’RIFAH ADALAH MODAL HIDUPKU, ILMU ADALAH SENJATAKU, KESABARAN ADALAH PAKAIANKU, KEYAKINAN ADALAH MAKANANKU, IKHLAS ADALAH TUJUANKU, KETAATAN ADALAH UKURANKU, JIHAD ADALAH PERANGAIKU, FAKR ADALAH KEBANGGAANKU, DZIKRULLAH ADALAH SAHABATKU, SHOLAT ADALAH HIBURANKU.

 

Jum’at,19.10.2001.

  1. SERINGKALI KHUSU’ DALAM SHOLAT DIDAPAT PADA SAAT KEADAAN TERJEPIT DAN AKAL FIKIR BUNTU DALAM MENGHADAPI MASALAH KEHIDUPAN YANG MENDESAK, NAMUN SEBALIKNYA KHUSU’ SULIT DIDAPAT PADA SAAT MANUSIA MERASA CUKUP DENGAN PERTOLONGAN MANUSIA, HARTA, TAHTA, SENJATA, DLL. KARENA PADA SAAT ITU MANUSIA TIDAK MEMBUTUHKAN TUHAN LAGI DALAM HIDUPNYA.
  2. KETAHUILAH BAHWA SESUNGGUHNYA TUHAN TELAH MENOLONG MANUSIA DENGAN SARANA HARTA, TAHTA, MANUSIA, SENJATA DLL., JIKA TUHAN MENGHENDAKI MAKA HARTA, TAHTA, MANUSIA SENJATA BERBALIK AKAN MENJADI MUSUH MANUSIA ITU. MAKA TIDAK ADA ALASAN BAGI MANUSIA UNTUK MENGHINDAR- DARI SHOLAT KHUSU’ SEKALIPUN DALAM KEADAAN CUKUP.

Khusu’ dalam sholat sering muncul pada saat seseorang dalam keadaan tertekan, terjepit, tidak ada satupun penolong, kondisi ini dapat dijadikan arahan atau alat manakala kita hendak belajar meningkatkan khusu’. Pada saat pikiran sedang buntu, akal tidak dapat dipergunakan lagi, sedangkan keadaan sangat memaksa, disinilah hati nurani mulai bicara.

Biasanya hati menjerit mengharapkan pertolongan, bahkan sering sampai menangis, menyampaikan keluhan kepada siapa yang dianggap dapat melepaskan diri dari keadaan tersebut. Seolah ada tempat mengadu, entah siapa, hati nurani mengatakan kepada Tuhan.

Namun kondisi khusu’ sangat sulit diperoleh pada saat manusia mempunyai alternatif secara fisik dalam mengatasi masalah kehidupannya, misalnya kalau sakit ada rumah sakit dan dokter, mengenai biaya ada kantor yang membayar, kalau ada ancaman ada polisi, kalau kebutuhan hidup ada bunga deposito, ada usaha ada penghasilan tetap lainnya dll. Karena sudah merasa serba cukup manusia tidak membutuhkan Tuhan lagi, alternatif penyelesaian kehidupan itu sudah menutupi cahaya hati nurani.

Kita beranggapan bahwa segala masalah dalam kehidupan ini dapat diatasi dengan bantuan manusia, uang dan benda-benda, maka dengan sendirinya kita akan merasa Tuhan tidak terlalu diperlukan lagi.

Jika kita teliti lebih jauh apakah benar semua alternatif penyelesian secara fisik tersebut dapat diandalkan dalam mengatasi seluruh problematika hidup. Coba kita lihat fakta lain yang berbicara, berapa banyak manusia mati di rumah- sakit setiap hari, berapa banyak manusia yang sakitnya tidak sembuh-sembuh walaupun terus menerus berobat, berapa banyak orang kaya raya yang sepanjang hidupnya dilanda permasalahan yang tiada henti, berapa banyak orang kaya raya yang hidupnya gelisah, berapa banyak manusia mampu yang keluarganya berantakan, berapa banyak para pengusaha kaya yang jiwanya tidak tenteram, ribuan contoh di dunia ini dapat kita kaji sebagai pelajaran.

Apakah betul suatu anggapan atau prinsip bahwa segalanya dapat kita atasi dengan bantuan manusia lain, harta, tahta, senjata dll., dan Tuhan tidak diperlukan  lagi ?. Kita lihat suatu kisah penguasa yang sangat kaya, pada saat dia berkuasa hampir-hampir semua keinginannya dapat dicapai, segala masalah dapat diatasi, sampai dia berfikir bahwa kondisi ini dapat dipertahankan selamanya. Pada saat itu dia berfikir bahwa segala masalah dapat diatasi oleh manusia, uang, kekuasaan, senjata dll. Lamanya kekuasaan yang digenggamnya membuat dia memiliki prinsip demikian dan mengabaikan Tuhan dalam hidupnya.

Tanpa diduga kekuasaannya hancur, yang semula semua orang mau membantu, saat itu berbalik mengancam dia, harta bendanya habis disita, senjatanya yang dikuasai berbalik membidik dia, tak satupun manusia sudi membelanya. Pada kondisi seperti ini apakah prinsip yang dianut selama ini “ bahwa segala masalah dapat diatasi dengan bantuan manusia lain, harta, uang, senjata dll. “ yang pasti saat itu manusia akan berfikir sebaliknya.

Ceritera tersebut banyak terjadi dalam kehidupan manusia, kejadian ini merupakan pelajaran berharga agar manusia tidak mempunyai prinsip berfikir “materialistik“ yang keliru, menjadikan Harta, Tahta, Senjata, Manusia sebagai Tuhan.

Yang sebenarnya adalah hakikat pertolongan itu bukanlah terletak pada benda-benda fisik berupa Harta, Tahta, Senjata, Manusia akan tetapi jika Tuhan menghendaki memberikan pertolongan kepada manusia, maka Tuhan akan menjadikan Harta, Tahta, Manusia, Senjata atau lainnya yang tidak diketahui sebagai salah satu sarana pertolongan Tuhan yang dapat dirasakan manusia.

Jadi jelas bahwa sebenarnya Harta, Tahta, Manusia, Senjata, dll., bukanlah serbagai penolong, karena jika dikehendaki Tuhan, kesemuanya itu bisa menjadi musuh yang menghancurkan diri kita.

Maka kita perlu merenungkan kembali, jika kita menganggap Harta, Tahta, Senjata, dll., sebagai penolong dan merasa cukup dengan itu akhirnya akan mendinding kita dari memohon pertolongan Tuhan, maka kita harus segera bertaubat.

Dengan demikian jika khusu’ dalam sholat akan tercipta manakala dalam keadaan terjepit tidak ada pertolongan berupa Harta, Tahta, Senjata, maka setelah kita memahami duduk persoalannya seharusnya  khusu’ itu akan selalu ada pada setiap sholat karena pada hakikatnya Harta, Tahta, Senjata itu bukanlah penolong yang hakiki.

 

 

 

Senin,  22.10.2001.

  1. YANG SEBENARNYA ADALAH BAHWA SEGALA SESUATU TERGANTUNG KEPADA  ALLAH          ( ALLAHUSHOMAD ).

Apa yang ada di alam ini sepenuhnya tergantung kepada Allah, berada dalam kewenangan Allah secara absolut, mulai dari hal yang besar, apa saja, dimana saja, sampai dengan yang sangat terkecil dan tak terjangkau oleh kita. Masalah apa saja, hal apa saja, tanpa terkecuali tergantung kepada Allah. Bakteri, baksil, apa saja, masalah pribadi, masyarakat, negara, dunia tak terbatas.

Kita akan sulit memahami hal ini, karena keterbatasan manusia, manusia tidak dilengkapi indera dan kemampuan untuk mendeteksi sampai demikian hebatnya. Karena keterbatasan kemampuan itu kita banyak yang tidak memahaminya dan sulit mempercayai bahwa segala sesuatu tergantung kepada Allah. Manusia yang sombong akhirnya mengatakan itu tidak benar.

 

Selasa, 23.10.2001.

  1. ALLAHUSHOMAD SEGALA SESUATU APAPUN, DIMANAPUN, TANPA TERKECUALI TERGANTUNG ABSOLUT KEPADA ALLAH, KEWENANGAN ALLAH TERHADAP SEGALA SESUATU SANGAT ABSOLUT. HAL INI SANGAT SULIT DIPAHAMI KARENA MANUSIA SANGAT TERBATAS DALAM SEGALA HAL.
  2. KONDISI PIKIRAN, PERASAAN DAN HATI SEORANG MUKMIN HARUS SENANTIASA SELALU BERADA PADA POSISI SEKITAR 16 PRINSIP YAITU :
  1. PRINSIP IMAN
  2. PRINSIP ISLAM
  3. PRINSIP IBADAT
  4. PRINSIP IKHLAS
  5. PRINSIP SABAR
  6. PRINSIP SYUKUR
  7. PRINSIP TAUBAT
  8. PRINSIP TAWAKKAL
  9. PRINSIP DZIKRULLAH
  10. PRINSIP DO’A
  11. PRINSIP TASBIH
  12. PRINSIP JIHAD
  13. PRINSIP HIJRAH
  14. PRINSIP ISTIQOMAH
  15. PRINSIP TAQWA
  16. PRINSIP KETAATAN

 

Senin, 29.10.2001.

  1. SEBAGAI MAKHLUK YANG PALING MULIA DIANTARA MAKHLUK LAINNYA, DIDALAM DIRI MANUSIA DILENGKAPI DENGAN IBLIS, NAFSU BAIK, NAFSU BURUK, FITRAH KESUCIAN, AKAL DAN IMAN SEBAGAI TITIPAN / AMANAT DARI TUHAN.

Tuhan memberikan titipan kepada setiap manusia yang dimasukkan kedalam dirinya berupa Iblis, hawa nafsu baik, hawa nafsu buruk, fitrah kesucian, akal dan iman. Jangka waktu titipan ini selama hidup sesuai usia masing-msing.

Sebagai orang yang sadar akan hakikat hidupnya akan merasakan seperti seorang direktur yang dipercayakan untuk mengelola kebun binatang, segala bentuk binatang ada didalamnya, bahkan iblis, syaitonpun aktif menjalankan misinya.

Binatang, iblis akan selalu merongrong dan menuntut sang direktur agar memenuhi kehendaknya, jika perlu sang direktur harus bertekuk lutut menjadi hamba sahaya binatang dan iblis. Inilah kenyataan titipan / amanat yang harus dijalani, manusia selalu berada dalam posisi konflik kepentingan iblis dan nafsu kebinatangan serta fitrah kesucian.

Amanat Tuhan kepada sang direktur adalah agar manusia mampu mengelola dengan baik seluruh aspek yang ada didalam kebun binatang pada diri kita.

 

Selasa, 30.10.2001.

  1. LAAILAHA ILALLAH MUHAMMADARROSULULLAH MERUPAKAN LANDASAN KESATUAN YANG FUNDAMENTAL. ALLAH SEBAGAI TUHAN, MUHAMMAD SEBAGAI TAULADAN HIDUP, NAMUN FAKTA DILAPANGAN BANYAK YANG MENYEBUT SYAHADAT TETAPI PANDANGAN HIDUPNYA TIDAK MENELADANI MUHAMMAD ATAU SEBAGIAN MUHAMMAD SEBAGIAN MANUSIA YANG LAIN ATAU MERASA LEBIH BENAR DAN LEBIH HEBAT DARI MUHAMMAD.

Bahwa didalam diri manusia telah ditanamkan Tuhan sesuatu yang dapat memahami Tuhan, dalam keadaan yang paling jernih kita dapat merasakan hal-hal seperti :

Tuhan menciptakan, menghidupkan, memberi segalanya, kepada diri kita maupun kepada alam semesta.

Namun manakala kita ingin memperjelas hal-hal tentang Tuhan dengan menggunakan akal fikir, maka pada saat itu akal fikir menjadi buntu, karena keterbatasannya, kelemahannya, kekerdilannya, fikiran menjadi tersumbat. Jika hal ini dilanjutkan terus akan terjadi kebingungan, bahkan kesesatan yang dipaksakan kepada otak yang sangat terbatas.

Dalam perjalananya memahami Tuhan kita banyak tertipu, bingung dan seringkali sesat berfikir. Kesesatan ini datang dari dalam diri sendiri dan dari orang lain atau buku bacaan. Seharusnya kita kembali kepada fitrah ketuhanan yang ada didalam diri dan mengembangkannya secara bertahap dengan kondisi kesucian hati yang sangat bening dan jernih.

Awal dari keimanan adalah fitrah kesucian yang ada didalam diri yang memahami Tuhan dan diwujudkan dalam kalimat “LAAILAHA ILALLAH”. Inti keimanan, kebajikan, keselamatan adalah Laailaha Ilallah, kemudian untuk mengenal lebih lanjut harus ada yang menjelaskan, kemudian kalimat Laailaha Ilallah dijabarkan dengan Muhammad Rosulullah sebagai figurnya, penjebarannya secara terus menerus dijabarkan dalam Al Qur’an dan Hadits.

Namun fakta dilapangan banyak hal-hal yang kurang menggembirakan yaitu lisan bersyahadat, tetapi perasaannya, jiwanya, fikirannya, tingkah lakunya tidak sesuai dengan syahadat. Ada juga yang bertuhan Allah tetapi jejak hidupnya sama sekali tidak mengikuti tauladan Rosulullah, ada juga yang sedikit saja mengikuti Rosulullah tetapi sudah merasa hebat, ada juga yang sebagian mengikuti Rosulullah sebagian mengikuti guru yang lain, ada juga yang merasa benar sendiri, ada juga yang beranggapan dirinya atau gurunya lebih hebat dari Rosulullah. Dll.

Rabu, 31.10.2001.

  1. FITRAH KETUHANAN YANG ADA DIDALAM DIRI PERLU DIKEMBANGKAN SECARA TERUS MENERUS, YANG PALING TEPAT BERPEDOMAN PADA PENGHAYATAN WAHYU MENURUT URUTAN TURUNNYA.

Fitrah ketuhanan yang ada didalam diri kita adalah sebuah potensi dasar dan basis yang merupakan sumber awal kesucian yang harus dikembangkan secara terus menerus. Pada awalnya kesadaran ketuhanan muncul didalam diri, secara bertahap perlu mendapatkan perhatian, pembinaan.

Potensi kesadaran ketuhanan itu dalam bahasa arabnya adalah  Laailaha Ilallah, pola pengembannya sesuai wahyu yang diterima Muhammad Rosulullah yaitu :

IKRO’

Membaca, melihat, memahami, menghayati, mendalami, menginsyafi, menyadari, memperbaharui, meresapi, menjiwai, memelihara kesadaran, membangun kesadaran, sepanjang hidup di dunia dan melaksanakan ikro’ tak pernah berkesudahan.

BISMIROBBIKALLAZI KHOLAK

Tuhan menciptakan segalanya, apa saja, dimana saja, tak terbatas. Menciptakan yang berbentuk fisik, mental, non fisik, berbagai situasi dan kondisi dari zaman dahulu sampai akan datang yang tak terbatas, apa yang kita lihat, dengar, rasakan, yang terjangkau maupun yang tidak.

KHOLAKOL INSANA MIN ‘ALAQ

Kita diciptakan, dibuat, dibesarkan, dihidupkan, dikelola dst., oleh Allah.

IKRO’ WA ROBBUKAL AKROM

Tuhan yang memberikan segalanya kepada kita, Tuhan Yang Maha Penyayang.

ULANGI, HAYATI, RESAPKAN, BERKESINAMBUNGAN  SAMPAI MATI.

 

Senin, 5.11.2001.

  1. PROGRAM KERJA HARIAN MULAI DARI MEMPERBAIKI HATI, PARASAAN, AKAL FIKIR, DAN ANGGOTA TUBUH.
  • Membersihkan hati dari berbagai ciri kekafiran, kemunafikan, kefasikan dan kemusyrikan.
  • Merubah perasaan yang buruk menjadi perasaan yang baik setidaknya ada 16 prinsip dalam islam (lihat ikhlas, tawakkal, bersyukur dll.)
  • Mengisi akal fikir dengan ilmu ketuhanan dan hal yang bermanfaat.
  • Menjalankan rukun ilam dan seluruh perintah Tuhan.

 

Selasa, 06.11.2001.

  1. UKURAN KESOMBONGAN DAN MELAMPAUI BATAS PADA DIRI KITA SANGAT SULIT DIKETAHUI DAN DISADARI DALAM TEMPO SINGKAT, KITA AKAN MERASAKAN AKIBATNYA SETELAH BERPULUH TAHUN BAHKAN RATUSAN TAHUN KEMUDIAN.

Apabila kita merenungi hakikat kejadian diri sedalam-dalamnya dan sejernih-jernihnya maka kita mulai sadar bahwa kita tidak punya kekuatan apa-apa, posisi kita adalah makhluk yang diciptakan, yang dihidupkan dan yang diberi segalanya oleh Tuhan. Namun dalam perjalanan hidup ini kita sering lupa pada hakikat diri seperti ini, kita sering lalai, sulit menginsyafi, bahkan hati kita sering membatu. Inilah sebenarnya awal mula dari sebuah kehancuran yang tiada terasa. Tiadanya keinsyafan ini akan menjerumuskan kita pada sebuah kesombongan halus yang sulit dirasakan karena merasa cukup, merasa bisa, merasa mampu, dst., tiada terasa kita mulai melangkah dengan hal-hal yang melampaui batas.

 

 

Berfikir, berperasaan, bertindak melampaui batas, tak ada hukum yang mengaturnya, tak ada manusia yang menegurnya, kita terlena dan merasa benar sendiri, namun suatu saat yang sangat lama kita pasti memetik hasilnya yaitu balasan terhadap kesombongan dan tindakan yang melampaui batas yang sangat halus dan sulit diketahui. Karena itu kita perlu mengontol diri apakah kesombongan halus itu ada pada diri kita.

 

Rabu,  07.11.2001.

  1. KESOMBONGAN TELAH MENUTUP MATA DAN TELINGA KITA DENGAN MENGATAKAN HAL YANG GHAIB TIADA, BAHWA SESUNGGUHNYA AKAL FIKIR, PERASAAN, ANGGOTA BADAN, PERALATAN, TEKHNOLOGI DAN APAPUN JUGA YANG DIBERIKAN TUHAN ADALAH SANGAT TERBATAS. KEHIDUPAN GHAIB YANG BERPERAN DAN YANG AKAN DATANG ADALAH HAL YANG NYATA DILUAR KEMAMPUAN MANUSIA.

Manusia dibekali dengan berbagai peralatan hidup pada dirinya namun perlengkapan itu sangat terbatas, karena keterbatasan itulah manusia sulit memahami kehidupan ghaib, sesuatu yang hidup berperan penuh tetapi manusia tidak akan mampu mengerti dan memahami dengan baik. Namun manusia dibekali dengan berbagai sifat buruk diantaranya kesombongan. Sifat ini sulit dirasakan aktifitasnya, pemilik kesombongan sulit menyadari bahwa dirinya dalam bahaya, diantara kesombongan yang sulit kita rasakan adalah :

  • Kesombongan terhadap Allah
  • Kesombongan terhadap para nabi dan rosul
  • Kesombongan terhadap kitab Al Qur’an
  • Kesombongan terhadap orang tua
  • Kesombongan terhadap lain-lain.

Kesombongan telah menutup mata dan telinga kita dari kebenaran yang hakiki, kemudian akan menyeret kita kedalam bencana yang berkepanjangan sampai hari akhirat.

Setidaknya kita harus menerima kenyataan ini dan menyesuaikan diri dengan hal-hal gahib dan kehidupan ghaib. Proses penyesuaian diri terhadap kehidupan ghaib memerlukan waktu dan kematangan yang cukup.

Konsep islam mengintegrasikan pemikiran secara menyeluruh tentang kepastian kehidupan :

  • Kehidupan ghaib sebelum
  • Kehidupan nyata sekarang
  • Kehidupan ghaib setelah
  • Kehidupan makhluk ghaib
  • Kehidupan makhluk nyata
  • Kehidupan ghaib Tuhan
  • Kehidupan ghaib malaikat
  • Kehidupan ghaib makhluk lainnya
  • Kehidupan ghaib akhirat dst.

 

Kamis, 08.11.2001.

  1. BERSYUKUR YANG MELEKAT PADA DIRI MERUPAKAN SEBUAH JALAN KENIKMATAN YANG HARUS DILALUI DALAM HIDUP.

Sebenarnya kita semua telah merasakan betapa nikmatnya jika mampu bersyukur kepada Allah atas segala nikmatNya yang telah diberikan, namun kenyataan kehidupan berkata lain. Kita setiap saat diburu oleh tuntutan kebutuhan, keinginan yang tiada pernah habis, karena itu kondisi bersyukur dalam kehidupan sulit kita temukan.

Sebenarnya jika kita renungkan baik-baik sudah jelas kiranya bahwa bersyukur, bertawakkal, ikhlas, ridho, sabar adalah sesuatu yang menentramkan dan membahagiakan. Tidak ada sedikitpun materi, kesucian, kecerdasan dll., yang berkurang jika kita menikmati prinsip ini, bahkan kita akan menikmati kebahagiaan yang hakiki.

Mungkin kita banyak tertipu melihat kekiri, kekanan, kedepan, kebelakang, dikantor, dimasyarakat, banyak orang yang tidak bersyukur, tidak tawakkal, kehidupan materinya melimpah ruah. Sedangkan contoh yang kita lihat, seseorang mengaku bersyukur tetapi kehidupannya dalam kesulitan. Ini adalah tipu daya, jika kita tidak cermat mengamati, kita akan salah dalam menyimpulkan yang menyebabkan kesalahan dalam meniru yang akhirnya salah juga dalam melangkah.

 

Jum’at, 09.11.2001.

  1. BERSYUKUR SELAMA HIDUP BUKANLAH HAL YANG MUDAH TETAPI MEMERLUKAN PERJUANGAN YANG TAK BERKESUDAHAN.

Sebenarnya saya telah mencanangkan penerapan bersyukur dalam jiwa sejak bulan Maret 2001 dalam sebuah slogan BALAI LATIHAN BERSYUKUR, namun dalam kenyataannya sampai dengan hari ini bersyukur belum juga menjadi sebuah keyataan yang mantap.

Selama itu jiwa tidak bisa dipaksakan untuk dikondisikan bersyukur setiap saat dan terus menerus. Jiwa berubah-ubah sesuai kondisinya, dorongan yang berlawanan dengan bersyukur juga sangat kuat.

Sampailah pada kesimpulan bahwa mengkondisikan jiwa bersyukur menjadi prioritas harian, karena itu bersyukur ditempatkan pada posisi utama yang tertinggi.

 

 

Senin, 12.11.2001.

  1. SALAH SATU YANG HARUS MENJADI PRIORITAS UTAMA ADALAH BERSABAR TERHADAP DIRI SENDIRI.

Sepanjang perjalanan hidupku mengarungi kehidupan bathin menuju keihklasan hanya kepada Allah, untuk Allah, kembali kepada Allah, dst., bukanlah hal yang mudah. Kita berhadapan dengan diri sendiri secara terus menerus, berbagai penolakan diri terhadap keikhlasan berlangsung tiada henti– hentinya, kondisi ikhlas sangat sulit dicapai.

Hakikat pergumulan menuju jalan ketuhanan tiada akan pernah berhenti, ini sebuah sunatullah, maka kita tidak akan pernah bisa merasa bahwa perjuangan menuju keikhlasan telah berakhir dan selesai.

Hadapilah semuanya itu dengan penuh kesabaran yang tak akan pernah habis pula, pasang surut, silih bergantinya fenomena menjalankan sesuatu perlu disyukuri secara seksama dan perlu dijalankan tanpa mengenal berhenti.

 

Selasa, 13.11.2001.

  1. YANG TERBAIK ADALAH MENYADARI, MENGUKUR KONDISI DAN KEMAMPAUAN DIRI SENDIRI.

Selama ini kita berfikir dan bertindak berdasarkan dorongan keinginan dan lingkungan disekeliling kita. Tuntutan lingkungan terhadap diri kita menjadi sumber motivasi dalam melakukan suatu tindakan. Ukuran keberhasilannya adalah apa yang kita inginkan tercapai, sedangkan pembandingnya adalah apa yang ada dilingkungan sekitar kita.

Kita membebani diri dengan target-target yang sering kali tidak sesuai dengan kondisi fisik, mental, otak dan ekonomi. Kita sering memaksa diri agar menjadi orang yang sangat baik, sangat pandai, sangat terhormat, sangat kaya, sangat bermoral dsb. Target-target tersebut ternyata terlalu tinggi untuk kita yang mempunyai keterbatasan dan kemampuan seadanya. Mungkin bagi orang lain sangat wajar dan sesuai kemampuannya.

Kita harus menyadari kondisi diri kita sendiri, jika dipaksakan kondisi itu akan semakin memburuk. Maka kita perlu menyesuaikan diri dengan keadaan diri, menerima sepenuhnya kondisi kita dan menurunkan target agar sesuai dengan kemampuan.

 

Jum’at, 16.11.2001.

  1. PENGHAYATAN DAN KONTEMPLASI PERLU DILAKUKAN DALAM RANGKA MELATIH KEMANTAPAN KEIMANAN DAN MENINGKATKAN KESADARAN DIRI.

Kita menyadari berbagai kelemahan pada diri kita sendiri, tidak ada satupun orang yang langsung mantap dalam keimanan tanpa melalui sebuah proses, salah satu proses yang harus dilalui adalah penghayatan dan perenungan khusus.

Salah satu cara memantapkan diri dalam keimanan adalah berupaya melakukan penghayatan, perenungan dan kontemplasi dengan menenangkan diri dan mengarahkan diri kejalan Tuhan diantaranya

  • Paket Penghayatan Istighfar
  • Paket Penghayatan Ikhlas
  • Paket Penghayatan Syukur
  • Paket Penghayatan Tasbih
  • Paket Penghayatan Tawakkal
  • Paket Penghayatan Do’a
  • Paket Penghayatan Zikir dst.

 

Senin, 25.11.2001.

  1. SALAH SATU CARA MENYADARKAN DIRI ADALAH MENGINGAT JASA-JASA TUHAN YANG TAK TERHINGGA KEPADA DIRI KITA.

Coba kita sadari sedalam-dalamnya bagaimana jasa-jasa Tuhan terhadap diri kita. Karena Tuhan, kita bisa menikmati hidup, bagaimana sekiranya kita tidak dikehendaki Tuhan untuk merasakan kehidupan ini. Karena Dia, kita menjadi manusia, bagaimana jika kita dikendaki menjadi babi, anjing, cacing, moyet, dll.

Renungkan, rasakan bagaimana Tuhan sangat berjasa membuat diri kita, dari setetes mani, segumpal darah, dilengkapi dengan segala keperluan hidup, kesemuanya terjadi karena ke Maha Canggihan Tuhan. Hayati, renungkan, sampai meninggalkan bekas yang mendalam dalam jiwa kita.

 

Rabu, 27.11.2001.

  1. KARENA KETERBATASAN DAN HAWA NAFSU MAKA, KITA SANGAT SULIT MEMAHAMI BAHWA TUHAN MAHA MELIHAT.

Kondisi yang sebenarnya adalah bahwa Tuhan melihat kita, benda, apa saja, dengan sangat jelas, manusia sangat sulit memahami kondisi ini karena keterbatasan dan hawa nafsunya.

Tuhan melihat jangan disamakan dengan manusia melihat, maknanya adalah segala sesuatu tak ada yang tersembunyi dari Tuhan. Hal ini bisa dimengerti oleh manusia namun sangat sulit dirasakan.

Kita harus membentuk pemikiran kita dalam posisi Tuhan melihat kita, jika tidak selalu demikian berarti kita dalam keadaan keliru memposisikan diri dan terhalang dari Tuhan. Kita dihalangi oleh fikiran, perasaan, akal, kebingungan kita sendiri.

 

Rabu, 28.11.2001.

  1. MANUSIA TERHALANG OLEH DIRINYA SENDIRI SEHINGGA TIDAK DAPAT MELIHAT DOSANYA YANG BESAR DAN BERBAHAYA. SEBALIKNYA MANUSIA SELALU DIBAYANG-BAYANGI OLEH PERBUATAN BAIK SEOLAH-OLAH SANGAT BESAR DAN BERHARGA PADAHAL AMALANNYA SAMA SEKALI TIDAK BERARTI.

Sungguh sebuah ironi yang terjadi pada diri kita, kita sulit merasakan bahwa dalam hidup dan kehidupan ini kita banyak sekali melakukan dosa terhadap Tuhan, diri sendiri, keluarga, orang lain, lingkungan dst. Karena itu kita tidak peduli lagi dengan meminta ampun, sehingga beristighfar terasa hambar. Kemudian terus menerus kita melakukannya tanpa kita sadari dosa-dosa itu telah menggunung seterusnya menjadi bangga dengan dosa-dosa, demikian lama kelamaan hati menjadi beku dan menjadi belenggu yang dahsyat dalam menyadari diri dihadapan Tuhan.

Sebaliknya bayangan perbuatan baik sangat terasa, apa yang kita perbuat yang sebenarnya tak berarti nampak sedemikian berharga dan besar sehingga sulit bagi kita untuk berbuat lebih banyak, demikian bangganya dengan perbuatan baik akhirnya kebaikan yang dikerjakan akan berhenti sama sekali, kemudian meninggalkan amalan berikutnya dan sibuk mengingat kebaikan masa lalu yang tak seberapa.

 

Kamis, 29.11.2001.

  1. KEBENARAN YANG HAKIKI BERADA DALAM KALIMAT LAAILAHA ILALLAH YANG DIJABARKAN DALAM INNA LILLAHI WAINNAILAIHI ROJIUN, LAA HAULA WALA QUWWATA ILLA BILLAH, IYYAKA NA’BUDU WAIYYA KA NASYTA’IN, INNAMA AMRUHU IDHA ARODA SAI’AN AN YAKUULA LAHU KUN FAYAKUN.

Kalimat Laa Ilaaha Ilallah sebenarnya mengandung arahan kepada manusia agar dalam segala aspek dalam hidupnya selalu terpusat kepada Allah. Jika kita ambil filosofinya dapat difahami antara lain : Dari Allah, Milik Allah, Kewenangan Allah, Kembali kepada Allah.

Dalam statusnya kehidupan ini apapan tergantung kepada Allah. Seharusnya kita memperhambakan diri dan memohon pertolongan hanya kepada Allah yang absolut kemampuanNya. Hanya kehendak Allah yang berlaku terhadap kehidupan dalam segala segi.

Kita sangat sulit memahami hal ini, seharusnya kita berfikir, berperasaan seperti itu, diluar itu ada kesesatan pada diri kita. Upaya kita saat ini agar seluruh kerangka berfikir, berperasaan, alam bawah sadar, harus dibentuk seperti itu. Hal ini merupakan pekerjaan yang Maha Berat, membutuhkan kesabaran yang luar biasa.

 

Jum’at, 30.11.2001.

  1. MEMAHAMI ISLAM SECARA BENAR, TEPAT, MENYELURUH, TERARAH, TERATUR SESUAI DENGAN APA YANG DIMAKSUD OLEH MUHAMMAD ROSULULLAH SANGAT SULIT, TERLEBIH LAGI MEMPRAKTEKKANNYA DALAM DIRI DAN MASYARAKAT JAUH LEBIH SULIT.

Kita merasakan betapa sulitnya dapat memahami islam secara menyeluruh dan tepat pada kondisi saat ini. Dapat dimaklumi seorang Rosul dengan segala mukjizatnya memakan waktu 23 tahun untuk memahami dan menerapkan islam secara menyeluruh dan tepat.  Jika kita perhatikan betapa tinggi dan luasnya ilmu islam maka untuk memahaminya saja memakan waktu yang sangat lama.

Kita tidak menafikkan kondisi masyarakat saat ini bagaimana mungkin dapat memahami islam dengan baik sementara pola pendidikannya dibentuk tidak islami, para guru, para ulama, ustadz dan orang-orang disekeliling kita memiliki pandangan dan kepentingan yang berbeda-beda khususnya dalam memperkenalkan islam kepada orang awam.

Perbedaan pandangan dalam islam diikuti dengan egoisme pribadi, golongan, pertentangan, merasa benar sendiri, memperparah keadaan sehingga orang awam menjadi bingung. Karenanya menerapkan, mempraktekkan, mengimplementasikan, membentuk diri dan masyarakat islami menjadi JAUH LEBIH SANGAT SULIT.

 

Selasa, 04.12.2001.

  1. HANYA MEMAKAI KACAMATA IMAN ISLAM YANG DAPAT MENYELAMATKAN KITA DARI BAHAYA KEHIDUPAN YANG PANJANG.

Saya baru saja memakai kaca mata plus untuk membantu membaca jarak dekat, kacamata tersebut berguna agar kita dapat melihat dan membaca dalam penglihatan normal. Tetapi jika kacamata tersebut dipakai untuk melihat jarak jauh, benda akan terlihat lebih besar dari yang sebenarnya dan memusingkan. Ternyata kaca mata membawa hikmah pelajaran yang berharga, penglihatan kita dapat dipermainkan oleh kacamata, kacamata yang buruk akan menipu kita dari keadaan sebenarnya, benda yang dilihat bisa lebih besar, bisa lebih kecil atau bisa juga menjadi tepat seperti yang sebenarnya.

Sebenarnya dalam kehidupan inipun demikian, coba kita perhatikan pada saat melihat orang lain, atau harta orang lain, kaca mata apa yang kita pakai. Jika kita memakai kacamata keinginan maka pada saat kita melihat harta orang lain akan timbul kegelisahan, tuntutan dalam diri untuk memilikinya. Jika kita sulit memperolehnya akan timbul sifat iri hal ini akan menyulitkan kita sendiri.

Namun jika yang dipakai kacamata keimanan maka kita akan menyadari bahwa harta itu sebenarnya adalah amanat yang diberikan Allah yang harus dipertanggung- jawabkan. Bisa juga harta akan berbahaya, bisa juga akan bermanfaat bagi yang diberi amanat, dengan demikian, hati, fikiran, perasaan kita akan lebih tenang menerimannya.

Demikian juga apabila kita melihat dengan kacamata nafsu, maka akan timbul masalah baru didalam diri yang akan membahayakan, karena itu kita perlu menetralisir penglihatan dengan kacamata iman islam yaitu milik Allah, makhluk Allah, dalam penguasaan Allah dst.

Padanglah apa yang kamu lihat, rasakan, dengan kacamata iman islam. Dengan kacamata ini kita akan merasakan perbedaan dalam jiwa dan kita akan menikmatinya sepanjang hidup.

Mulai dari sekarang memakai kacamata iman islam :

Milik Allah, makhluk Allah, dalam kewenangan Allah, hidup dunia akhirat, ke Maha Besaran Allah, pedoman Rosulullah, pengawasan Allah. Dst.

Insya Allah ketentraman setiap saat akan kita peroleh jika kacamata iman islam dipakai setiap saat.

 

 

 

Rabu, 05.12.2001.

  1. HENDAKNYA KITA MENGHITUNG KESALAHAN DAN KEKELIRUAN SECARA HARIAN SEJAK DARI DALAM HATI SAMPAI KEPADA TINGKAH LAKU DIRI SENDIRI.

Kita harus menyadari betapa singkatnya waktu yang disediakan Tuhan dalam ujian kehidupan ini. Sehingga mulai saat ini kita harus benar-benar menghitung kesalahan diri sendiri sejak dari dalam hati sampai tingkah laku. Jika tidak demikian kita akan selalu dilalaikan oleh kehidupan dan berbagai permasalahannya.

Setiap hari kita harus bekerja keras melihat hati, perasaan, akal fikir, kacamata bathin yang kita pakai, serta tingkah laku kita. Kita harus selalu mengadakan perbaikan, meluruskan, menilai kehidupan yang kita jalani. Kita harus mempersiapkan diri secara serius, terus menerus sepanjang hidup dengan kontrol ketat secara harian. Hal ini harus dilakukan dan tidak ada pilihan lain, jika tidak demikian kita akan terlena dan tertipu dalam angan-angan.

 

Rabu, 05.12.2001.

  1. BEGITU KELAM DAN PEKATNYA HATI KITA SEHINGGA KITA KEHILANGAN BANYAK HAL DALAM RUHANI, DIANTARANYA KITA KEHILANGAN RASA BERSALAH TERHADAP TUHAN.

Pada zaman modern ini kita hampir-hampir telah melupakan hal yang sebenarnya penting untuk diketahui secara keruhanian. Hal ini disebabkan kita telah banyak kehilangan makna dan nilai sebagai manusia yang seharusnya tinggi derajatnya karena nilai ruhaniahnya.

Kita telah kehilangan nilai keluhuran budi yang akibatnya tidak dapat merasakan hilangnya hal sbb.:

  • Rasa bersalah terhadap Tuhan
  • Rasa terima kasih atas jasa Tuhan yang tak terhingga
  • Rasa berdosa
  • Rasa makna dalam sholat
  • Rasa makna dalam dzikir
  • Rasa bertuhan dalam hidup dll.

Hal-hal seperti ini harus kita cari kembali agar kita dapat menjadi manusia sebagaimana mestinya.

 

Jum’at, 07.12.2001.

  1. SETIAP MANUSIA MENDAPAT AMANAT BERUPA RIZKI DAN COBAAN DARI ALLAH DENGAN JENIS DAN KADAR YANG BERBEDA.

Dulu saya dicekoki pelajaran management pengelolaan sumber daya manusia, salah satunya mengenai jenjang karier pegawai. Saya menduga bahwa management akan diterapkan sesuai dengan teori yang telah dipelajari bersama. Namun setelah saya mengikuti secara seksama ternyata atasan yang membuat aturan tidak bisa melaksanakan apa yang telah digariskan.

Didalam ketentuan perusahaan bahwa pegawai yang jujur, cerdas, rajin, memenuhi target, akan memperoleh kepangkatan sesuai dengan prestasinya. Kenyataannya tidak demikian bahkan sering kali terbalik dari aturan yang dibuatnya sendiri. Yang jujur, rajin, malah tersingkir, yang sebaliknya kariernya melonjak.

 

 

Dengan hanya berfikir demikian ternyata saya mengelami kekecewaan yang mendalam, hal ini disebabkan saya terbelenggu hanya berfikir sekitar perusahaan dan manusia. Saya hanya berfikir dalam ruang lingkup yang sangat sempit seperti katak dalam tempurung, saya telah tertipu dengan pemikiran management yang tidak sesuai dengan kenyataannya.

Pertanyaannya adalah mengapa kekecewaan pada diri itu terjadi, yang pasti adalah saya kecewa karena saya berfikir sempit dan meyakini hanya management yang berlaku, berfikir yang demikian adalah sangat keliru.

Setelah saya merenung cukup lama, adakah sesuatu yang lain dalam kehidupan selain management, ternyata management hanya sebagai alat ilmu yang belum tentu dapat dilaksanakan dan berlaku pada setiap manusia. Yang pasti adalah bahwa manusia tidak bisa menentukan dirinya sendiri demikian pula menentukan orang lain. Hanya Tuhan yang absolut terhadap manusia, ketentuan dan kehendakNya yang pasti akan terjadi pada setiap orang tanpa pandang bulu.

Orang per orang, dikantor yang sama akan menerima amanat rizki dan cobaan hidup yang berbeda. Kita menduga orang yang lebih pandai, rajin, jujur, patuh akan memperoleh karier yang lebih baik, kenyataannya bisa ya bisa tidak.

Kita harus membaca dalam skala yang lebih luas pada seluruh tingkatan dalam kehidupan manusia yang kita saksikan, kita tidak boleh membatasi diri, mengurung diri, menyempitkan pandangan hanya dilingkungan keluarga, kantor, suku, wilayah dst., ketahuilah Tuhan mempunyai ruang lingkup yang sangat luas.

Tuhan tidak membedakan makhlukNya, hewan, manusia, tumbuhan, bangsa-bangsa. Tuhan Maha Bijaksana dimana manusia tidak akan dapat memahami secara sempurna.

 

Selasa, 11.12.2001.

  1. SUNGGUH MEMERLUKAN PERJUANGAN HEBAT UNTUK DAPAT MERASAKAN KENIKMATAN DALAM MENJALANKAN IBADAT SHOLAT.

Setelah hampir lebih dari separoh usia hidup kita melaksanakan ibadat sholat, suka dukanya telah kita rasakan, gairah sholat sering tibul tenggelam, semangat berganti dengan kejenuhan, sholat yang dijalankan terasa hampa hanya memenuhi kewajiban dan kebiasaan belaka. Hakikat dan makna sholat yang sesungguhnya sulit kita rasakan, apalagi nikmatnya sholat.

Jika kita perhatikan secara jernih seharusnya kita merasa kagum dan bergembira, bahwa dilihat dari berbagai sudut pandang, sholat merupakan suatu pekerjaan yang luar biasa indahnya, sangat bagus dan besar manfaatnya bagi yang melaksanakannya.

Suatu kombinasi kegiatan fisik, mental,  ruhani, jasmani secara bersamaan diikuti bacaan dan pemahaman ketuhanan, sungguh sangat indah. Sayangnya selama ini keindahan dan kenikmatan serta manfaat sholat belum dapat kita nikmati secara maksimal, sholat seakan tanpa makna, tanpa rasa, penuh keterpaksaan, kejenuhan dll.

Inilah sebenarnya yang harus kita pelajari secara seksama, kita perlu mengetahui bahwa didalam sholat terkandung sesuatu yang sangat luhur dan mulia. Namun didalam prakteknya keluhuran dan kemuliaan sholat tidak dapat kita nikmati.

Dari pelajaran yang kita peroleh selama ini ternyata untuk memperoleh kenikmatan dalam sholat kita perlu berjuang keras agar sholat dapat dirasakan nikmatnya sehingga kita merindukan melaksanakan sholat karena kenikmatannya yang luar biasa. Kenikmatan sholat seharusnya dirasakan seperti orang yang hoby memancing, yang mampu mencapai puncak kenikmatannya pada saat tertentu.

Salah satu kesulitan memperoleh kenikmatan dalam sholat adalah kita sering terdorong dan terbawa pada kesenangan hidup, atau desakan kebutuhan, keinginan, atau hawa nafsu sesaat lainnya.

 

Kamis,13.12.2001.

  1. BETAPA NIKMAT DAN INDAHNYA ORANG BERIMAN, SELALU AKAN DITOLONG TUHAN CUKUP HANYA DENGAN MEMINTA DIDALAM HATI. NAMUN SAYANGNYA DALAM KEADAAN TENANG DAN BERGEMBIRA MANUSIA SERING MENINGGALKAN IMANNYA.

Sudah menjadi tabiat manusia sering terdorong berkeluh kesah kepada Tuhan, memohon pertolongan. Tuhan berfirman, meminta tolonglah kepadaKu akan Aku perkenankan. Alangkah nikmat dan lezatnya orang beriman memperoleh bantuan dan pertolongan extra dari Tuhan Yang Maha Besar hanya dengan pengorbanan yang sangat ringan yaitu memohon didalam hati.

Coba kita renungkan memohon bantuan manusia, kita perlu banyak pengorbanan terlebih dahulu, sedangkan manusia bukanlah Yang Maha Besar, Yang Agung demikian murahnya Tuhan kepada kita. Namun anehnya manusia meninggalkan imannya, Tuhannya, pada saat tenang dan bergembira seolah-olah tak perlu Tuhan, tak perlu iman, dan kembali merintih, mengeluh pada saat penderitaan menimpanya.

Labih berat lagi manusia yang tidak memiliki iman kepada Tuhan sama sekali, pada saat menderita, fikiran buntu, kemampuan hilang, penolong manusia tidak ada, ancaman sangat besar, maka tidak ada tempat mencurahkan isi hati, sungguh hidup bagaikan didalam peti besi yang tertutup rapat tanpa udara yang pengap keadaannya.

 

Minggu, 23.12.2001.

  1. ORANG BERIMAN MERASA HANYA BEKERJA UNTUK ALLAH DAN BERHARAP JAMINAN HIDUP DARI ALLAH.

Sebagai orang beriman kita diinstruksikan untuk mengabdi hanya kepada Allah dalam hidupnya, tetapi dalam prakteknya kita mengabdi semata-mata hanya untuk kepentingan dunia. Pengabdian kepada Tuhan hanya sebatas retorika belaka, pada saat kita mulai kehilangan kesibukan duniawi yang serba uang kita akan merasakan kehilangan arah hidup. Terasa sekali seolah-olah kita mengharapkan jaminan hidup dari benda-benda dan makhluk hidup yang ada dibumi.

Seharusnya, yang beriman merasakan benar bahwa hidupnya bekerja untuk Tuhan Allah, dalam berbagai aspek kehidupan dan keahliannya. Kemudian hanya berharap jaminan hidup dari Allah. Orang beriman itu tidak akan kehilangan arah hidup dalam situasi dan kondisi apapun. Orang beriman meyakini dan merasakan jaminan kehidupan hanya dari Allah.

 

Senin, 24.12.2001.

  1. SEHARUSNYA KITA SANGAT BERTERIMA KASIH DAN BERBAHAGIA KARENA MENERIMA WARISAN YANG SANGAT BERHARGA DARI PARA NABI DAN ROSUL BERUPA TATA CARA MENJALANI KEHIDUPAN DIANTARANYA RUKUN ISLAM.

Kita sangat gembira manakala mendapatkan warisan dari orang lain berupa harta benda, namun kita kurang menyadari betapa berharganya warisan berupa ilmu, baik ilmu dunia maupun ilmu kehidupan.

Para nabi dan rosul telah mewariskan ilmu dan tauladan kepada siapa saja yang mau menerimanya. Pola berfikir, bertindak, bertingkah laku yang sangat berharga jika diterapkan dalam kehidupan, tidak kalah berharganya dibanding dengan warisan harta benda.

 

Rabu, 26.12.2001.

  1. BERFIKIR, BERPERASAAN DAN BERHATI NURANI YANG SEHAT SEJAHTERA WARISAN PARA NABI DAN ROSUL SEHARUSNYA KITA TERIMA DENGAN KEGEMBIRAAN PENUH.

Indahnya kehidupan ini seandainya kita dapat menerima, menikmati dan memakai warisan para nabi dan rosul. Warisan yang berharga itu adalah bagaimana para nabi dan rosul berfikir, berperasaan dan menggunakan hatinya.  Para nabi dan rosul itu berfikir, berperasaan dan mempergunakan hatinya dengan pola ketuhanan yang benar, segalanya hanya tertuju kepada Allah, dilaksanakan dengan tenang dan damai tidak terpengaruh sedikitpun oleh tekanan perubahan kehidupan di dunia ini.

Perasaannya sangat indah dirasakan oleh dirinya sendiri maupun lingkungannya, kenikmatan hubungan antar manusia, kehangatan, keharmonisan, komunikasi terasa menyejukkan, kasih sayang menjadi ciri utama yang membawa kebahagiaan hidup.

Niat-niat yang ikhlas penuh dengan motivasi ketuhanan dengan setulus-tulusnya. Tidak ada kepentingan sedikitpun untuk kepentingan nafsu dunia, kondisi ini menimbulkan ketentraman yang tak ternilai bagi dirinya.

Kesemuanya itu sebenarnya telah diwariskan kepada kita untuk dipakai, dinikmati,  dirasakan, dihidupkan, dijiwai dalam kehidupan sehari-hari yang akan membawa kenikmatan hidup, kesehatan ruhani-jasmani yang hakiki.

 

Rabu, 26.12.2001.

  1. JANGANLAH KAMU MENGHARAPKAN RIZKI ORANG LAIN KARENA KEMUNGKINAN BESAR KAMU AKAN KECEWA. KATAKANLAH JIKA ALLAH MENGHENDAKI RIZKI UNTUK KITA SUNGGUH KEMAMPUAN ALLAH SANGAT DAHSYAT DENGAN SUMBER TAK TERBATAS, DAN TAK TERDUGA.

Dalam kehidupan sehari-hari kita banyak tertipu dengan kebaikan orang lain, secara tidak sadar timbul dalam fikiran kita harapan bantuan dari orang-orang baik. Dalam prakteknya tidak semudah itu, hampir setiap orang memiliki  prinsip hidup segala tindakannya harus terlebih dahulu menguntungkan dirinya. Mengharapkan kebaikan orang lain adalah sangat keliru, bisa jadi akan membawa kekecewaan yang mendalam pada orang yang diharapkan.

Oleh karena itu mengharapkan kebaikan yang tulus dari manusia merupakan hal yang tidak tepat, yang seharusnya adalah mengharapkan pertolongan, bantuan hanya terfokus kepada Allah yang memiliki sumber-sumber pertolongan, bantuan yang tak terbatas di alam semesta, tak dapat difikirkan, tak terduga, tak dapat dihitung karena keterbatasan manusia.

 

Kamis, 27.12.2001.

  1. KEBAIKAN SESEORANG TIDAK AKAN BERLANGSUNG SELAMANYA APABILA TIDAK DIKENDALIKAN SECARA KETAT OLEH DIRINYA SENDIRI, SEBAGAIMANA MEMBANGKANGNYA GAJAH SIRKUS YANG PENURUT SETELAH DIKEMBALIKAN KEHABITAT ASLINYA.

 

 

Merubah watak gajah liar menjadi penurut memerlukan kesabaran yang sangat tinggi, gajah yang telah tertangkap di hutan harus dirantai disatu tempat selama bertahun-tahun, dihukum, dipukul kepalanya dengan besi tajam, disiksa dan diberi makan. Gajah dibina dengan ancaman kelaparan dan baru diberi makan agar dapat menurut.

Pada awalnya sang gajah diikat, disiksa, sampai kurus dan ditaklukan agar menurut kepada manusia. Tekanan kepada gajah diberikan secara terus-menerus, gajah hidup dibawah ancaman, sekalipun gajah telah menurut, para pawang gajah selalu memberikan hukuman apabila melawan pada saat diperintah. Namun pada saat sang gajah dibiarkan liar sebebas-bebasnya maka gajah yang telah sangat menurutpun sedikit demi sedikit akan menjadi liar, demikian juga manusia yang telah taat jika dibiarkan liar akan kembali menjadi liar apabila tidak dikendalikan oleh dirinya sendiri.

 

Jum’at, 28.12.2001.

  1. SALAH SATU WARISAN AGUNG PARA NABI DAN ROSUL YANG HARUS KITA TERAPKAN ADALAH JANGAN TINGGALKAN SHOLAT TENGAH MALAM.

Sholat tengah malam merupakan pekerjaan yang sangat berat terlebih lagi tidak diiringi dengan niat yang kuat. Jika kita kaji lebih lanjut sholat malam adalah kebiasaan para nabi dan rosul yang selalu dikerjakan dan memiliki manfaat yang amat besar bagi kehidupan manusia dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Segala kebajikan dari sholat malam ini hanya akan diketahui manfaatnya apabila dilakukan secara terus menerus dalam jangka panjang atau sejak dini sampai akhir hayat.

Sholat malam manfaatnya akan diketahui secara jelas hanya oleh yang melaksanakannya dalam jangka panjang, bukan hanya secara teoritis, pengkajian atau retorika.

 

Senin, 31.12.2001.

  1. SALAH SATU SEBAB MENGAPA MANUSIA MERASA SOMBONG, MERASA MAMPU, MERASA BISA, MERASA BESAR, MERASA CUKUP ADALAH FAKTOR PEMBANDING DIRINYA PADA RUANG LINGKUP LINGKUNGAN YANG SANGAT KECIL. KESADARAN KETIDAK MAMPUAN, RENDAH HATI AKAN TIMBUL MANA KALA FAKTOR PEMBANDING OBJEKTIF DIRINYA DIARAHKAN PADA RUANG LINGKUP YANG SANGAT LUAS. NAMUN MANAKALA BERHADAPAN DENGAN HAL GHAIB MANUSIA PASTI TIDAK MAMPU MENJANGKAUNYA, SEBENARNYA HAL GHAIB ITU OBJEKTF DILUAR JANGKAUAN MANUSIA.

 

Jumat, 11.01.2002.

  1. KESABARAN YANG DINAMIS YANG MELEKAT DAN MENINGKAT PADA DIRI SEPANJANG MASA MERUPAKAN BENTENG KESELAMATAN DAN KESEJAHTERAAN.

 

 

 

 

 

 

Rabu, 16.01.2002.

  1. SEMBOYAN HIDUP DI JALAN TUHAN SANGAT DIPERLUKAN UNTUK MEMPERMUDAH INGATAN KITA DALAM MENJALANI KEHIDUPAN YANG PENUH BERKAH :
  1. KESADARAN KETUHANAN ADALAH LANDASAN HIDUPKU.
  2. SABAR ADALAH WADAH HIDUPKU
  3. IKHLAS ADALAH JALAN HIDUPKU
  4. TAWAKKAL ADALAH KEPERCAYAANKU
  5. JIHAD ADALAH GERAK HIDUPKU
  6. SYUKUR ADALAH HIBURAN HIDUPKU
  7. ILMU ADALAH ALAT HIDUPKU
  8. TAWADHU’ ADALAH KEHORMATANKU
  9. RIDHO ADALAH KETETAPANKU
  10. ISTIQOMAH ADALAH CARA HIDUPKU
  11. TAQWA ADALAH PILIHAN HIDUPKU
  12. KEYAKINAN ADALAH ENERGI HIDUPKU
  13. PERENUNGAN ADALAH KEGEMARANKU
  14. DZIKRULLAH ADALAH SARANA HIDUPKU
  15. DO’A ADALAH SALURAN HIDUPKU
  16. IBADAT ADALAH SEMANGAT HIDUPKU
  17. ALLAH ADALAH HARAPAN HIDUPKU
  18. TAUBAT ADALAH KEBIASAANKU
Sebarkan kebaikan: