MEMPELAJARI AL QUR’AN DENGAN METHODE AL FAATIHAH

PENGANTAR
MEMPELAJARI AL QUR’AN
DENGAN METHODE AL FAATIHAH

LATAR BELAKANG PENULISAN
I. PROSES PEMBELAJARAN ESENSI ISLAM YANG KURANG EFEKTIF MENJADI PENGHAMBAT PERADABAN ISLAM YANG SANGAT INDAH.
Penulis dibesarkan dari keluarga yang beragama Islam, sejak kecil penulis telah mengenal Islam yang diajarkan oleh orang tua secara turun temurun, dari sekolah dan lingkungan seadanya. Setelah dewasa penulis mencoba belajar Islam melalui radio, televisi, ceramah-ceramah dan membaca buku-buku agama. Bertahun-tahun cara belajar seperti ini penulis lakukan karena hanya cara itulah yang memungkinkan dapat menambah ilmu agama untuk meningkatkan keimanan.
Cara belajar seperti ini ternyata tidak effektif dan hasilnya jauh dari harapan. Selanjutnya penulis mencari ilmu Islam melalui orang-orang tertentu, namun ternyata perjalanan mencari makna kehidupan belum sesuai harapan.
Di dalam pencarian makna kehidupan melalui belajar agama banyak hal yang membuat penulis bingung, bimbang dan ragu terutama setelah menyaksikan perbedaan pandangan antar pemuka agama, perbedaan ini sering menimbulkan permusuhan dikalangan umat Islam. Yang satu mengkafirkan yang lain, ada juga yang mengklaim hanya golongannya yang paling benar dan pasti masuk surga sedangkan yang lain masuk neraka.
Mereka masing-masing memiliki argumentasi dengan dalil yang bersumber dari Al Qur’an dan sunnah Rasulullah. Kondisi ini benar-benar membuat penulis hampir putus asa dalam mempelajari Al Qur’an.
Keadaan seperti ini tidak hanya di alami oleh penulis sendiri tetapi mungkin terdapat ratusan juta umat Islam di seluruh dunia berada pada kondisi seperti yang penulis alami. Mereka umumnya orang yang punya semangat belajar tinggi sedangkan latar belakang pendidikannya tidak mengkhususkan diri dibidang agama.
Dalam melakukan pencarian makna kehidupan banyak orang mencari sendiri, mereka berharap akan mendapatkan pegangan hidup yang membawa keselamatan hidup dunia akhirat yang bersumber dari Al Qur’an. Dalam prakteknya memahami Al Qur’an dalam bahasa arab tidaklah mudah dan memerlukan waktu bertahun-tahun .
Sebagian besar umat Islam mempelajari agama Islam dengan membaca buku, mendengar ceramah dari televisi, radio. Materi ceramah umumnya isro mi’raj, maulid Nabi, rumah tangga, keimanan, ibadah yang bersifat parsial. Banyak orang yang sudah puas dan merasa cukup dengan cara belajar seperti ini. Mereka menganggap sudah memenuhi syarat untuk mendapatkan pahala sebagai tiket untuk masuk surga.
Sebagian lagi ada yang hanya mengenal beberapa puluh ayat saja sudah merasa menjadi yang paling benar dan yang terbaik. Pemahan Islam yang seperti ini sangat dangkal dan sempit karena bersifat parsial atau sepotong-sepotong. Pola pembelajaran yang demikian menyebabkan Islam difahami dalam persepsi yang berbeda-beda, akibatnya umat Islam menjadi terpecah belah dalam aliran-aliran.
Ada sebagian orang yang mengaku belajar aliran Islam tertentu mereka menjauh dari pergaulan, merasa paling suci dan tidak bisa menghargai orang lain, bahkan menganggap kelompok Islam lain seperti musuh.
Umat Islam hanya ribut soal qunut, soal bid’ah yang tidak jelas, soal tahiyat, seputar perbedaan fikih, karena perbedaan ini umat Islam bisa saling menganiaya padahal masalah tersebut bagian kecil sekali dari Islam yang sebenarnya.
Akhir-akhir ini kita menyaksikan suatu gejala baru dimana orang ingin mempelajari Islam secara instant, hanya berdzikir dan menangis bagi mereka pelajaran ini dianggap sudah mencapai puncaknya, mereka tidak mau mempelajari Al Qur’an secara menyeluruh. Gejala ini tidak saja di alami oleh orang usia lanjut tetapi juga generasi muda. Ada juga yang hanya mengambil sebagian saja ayat Al Qur’an yang sesuai dengan kepentingannya dan pendiriannya kemudian mencampakkan ayat yang lainnya. Selain itu diantara mereka ada yang ingin masalah hidupnya bisa diatasi, penyakitnya disembuhkan, mudah mencari rizki dll, mereka mengkultuskan seorang guru yang tidak jelas pengetahuan keagamaannya, ada orang Islam yang mempunyai pemahaman tertentu melakukan kekerasan mengakibatkan umat Islam dituduh teroris. Akhirnya kultus individu dan keputus-asaan belajar agama merebak dimana-mana.
Pemahaman Islam di kalangan umat Islam sangat beragama, misalnya Islam hanya rukun Islam saja, Islam tuahid, Islam tasawuf, Islam kejawen, Islam jamaah, Islam fikih, Islam jihad, Islam radikal, Islam fundamentalis, Islam liberal, Islam NU, Islam Muhamadiyah, Islam syiah, Islam sunni, dll. Pemahaman dan pembentukan pola pikir umat Islam sangat tergantung kepada pelajaran yang diterima oleh individu masing-masing. Belum ada kriteria yang jelas dalam berdakwah agar hasil dakwahnya membawa umat lebih berkualitas.
Untuk mencapai hasil dakwah yang lebih berkualitas di masyarakat diperlukan mubaligh yang tidak hanya menguasai ilmu agama dan bahasa arab tetapi perlu dilengkapi pengetahuan penunjang seperti sosiologi, psikologi, teknologi, antropologi, management. Pengetahuan penunjang tersebut sangat penting artinya dalam membina umat dengan pembelajaran Islam yang lebih terarah terencana dan menyeluruh. Kurangnya wawasan pengetahuan para mubaligh menyebabkan kualitas umat menjadi rendah dan berwawasan sempit.
Masyarakat awam menerima ajaran Islam secara dogmatis, mereka hanya mendengar dan mentaati apa yang dikatakan oleh para mubaligh sehingga pemahaman Islam menjadi sangat kaku. Mereka sering mengikuti petuah guru-guru spiritual secara membabi buta tanpa mendapatkan pembalajaran lain sebagai pembanding.
Sebagian besar pendidikan umat Islam berasal dari pendidikan umum, mereka berprofesi sebagai pedagang, pegawai, pekerja. Waktu hidupnya habis hanya untuk mencari nafkah, sedikit sekali waktu untuk berfikir keagamaan atau membaca buku agama. Bagi mereka yang bersemangat mempelajari agama maksimal hanya membaca Al Qur’an tadarus terbatas pada huruf-huruf Al Qur’an sedangkan esensi isinya kurang difahami, mereka sudah merasa cukup dengan itu. Akibatnya pemahaman terhadap Islam yang menyeluruh sulit diharapkan.
Pola belajar Islam yang dilakukan umat Islam saat ini di masjid-masjid bersifat parsial seperti hukum fikih, tauhid, tasawuf diajarkan secara terpisah-pisah. Hal ini menyebabkan perbedaan pandangan di dalam pola fikir umat Islam. Mereka yang hanya belajar fikih pola fikirnya akan berbeda dengan yang hanya mengkaji tasawuf. Sedangkan Umat Islam yang mulai serius mempelajari Islam umumnya orang yang sudah lanjut usia, sudah pensiun atau usia diatas 40 tahun. Pada usia yang seperti ini daya fikirnya sudah mulai menurun semangat belajarnya rendah, tenaga mulai lemah. Mereka mencari pembelajaran yang mudah-mudah tetapi ingin cepat masuk surga.
Kebanyakan orang tua ingin belajar Islam melalui huruf arab alif, ba, ta, mempelajari bacaannya bukan esensi isi Al Qur’an. Mereka sudah cukup merasa berpahala dengan hanya mempelajari hurufnya saja. Sebagian lagi hanya malaksanakan hal yang bersifat ritual seremonial belaka. Bila cara ini yang dikembangkan umat Islam akan sangat lambat mempelajari Islam secara menyeluruh.
Lembaga-lembaga Islam saat ini perlu membuat sebuah pola pembelajaran yang menyeluruh dan terpadu dalam jangka panjang yang dapat merubah paradigma dan pola fikir umat Islam dan tidak hanya memikirkan hal-hal yang bersifat praktis insidentil.
Sebagian karakter individu umat Islam dibentuk oleh lingkungannya yang kurang baik, hal ini menyebabkan sebagian masyarakat kurang memberi simpati terhadap Islam. Kondisi ini menjadi salah satu penyebab umat Islam terus menerus mengalami kemunduran dalam peradabannya. Ajaran Islam untuk bersatu, bermusyawarah, saling menghargai, bekerja sama antar pimpinan keagamaan tidak tampak.
Banyak pemimpin agama yang takut kehilangan jamaah, mereka berusaha keras memobilisasi jamaahnya untuk kepentingan pribadi atau kelompok. Melihat kenyataan seperti ini sulit diharapkan keindahan Islam dapat diwujudkan dalam kehidupan. Jika kita bandingkan dengan bangsa Eropa saat ini mereka berpandangan jauh ke depan, mereka mampu mempersatukan diri dalam segala hal untuk kepentingan bersama sekalipun di dalamnya banyak perbedaan.

II. BEBERAPA ALASAN MENGAPA PERLU PEMBELAJARAN AL QUR’AN SECARA MENYELURUH.
Dalam Al Qur’an surat Al Baqarah ayat 208 (QS. 2 : 208) Allah memerintahkan kepada orang beriman untuk masuk dalam Islam secara menyeluruh dan tidak menjadikan Al Qur’an terbagi-bagi surat Al Hijr ayat 90 – 91 (QS. 15 : 90 – 91)
” Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.” Surat Al Baqarah ayat 208 (QS. 2 : 208)
“ Sebagaimana (Kami telah memberi peringatan), Kami telah menurunkan (azab) kepada orang-orang yang membagi-bagi (Kitab Allah), (yaitu) orang-orang yang telah menjadikan Al Qur’an itu terbagi-bagi. “ Surat Al Hijr ayat 90 – 91 (QS. 15 : 90 – 91)

Ayat tersebut memberikan gambaran kepada kita pada hal-hal sbb. :
1. Perlu adanya methode pembelajaran Islam yang membawa pemahaman menyeluruh.
2. Perlu ada upaya keras untuk menerapkan Islam secara menyeluruh.
3. Pemahaman Islam yang sebagian-sebagian, sepotong-sepotong ( parsial ) akan menimbulkan persepsi dan paradigma yang sempit yang akan berdampak negatif bagi umat Islam secara ke seluruhan. Dengan pemahaman yang demikian akan terjadi perpecahan dalam aliran, kelompok, yang menimbulkan permusuhan karena merasa paling benar. Perpecahan inilah bagian dari langkah-langkah syaitan dalam menghancurkan umat Islam.

Pertanyaannya adalah apakah kita memahami Islam secara menyeluruh atau sepotong-sepotong ( parsial ) ?
Untuk menjawab pertanyaan tersebut kita perlu mengevaluasi diri apakah pola belajar Islam kita selama ini sudah tepat. Pada umumnya umat Islam belajar agama hanya untuk mengejar pahala dan mengharapkan masuk surga. Sedikit sekali yang benar-benar mencari dan berjuang untuk memahami Islam yang sebenarnya. Oleh karena itu umat Islam menjadi pasif karena terbuai oleh besarnya pahala dan kualitas pemahamannya sangat rendah. Bagi mereka yang bersungguh-sungguh mencari ilmu Islam sering terjebak dalam pemahaman taklid buta dan kultus individu, maka lahirlah aliran dan kelompok-kelompok yang merupakan benih-benih permusuhan antar sesama muslim.
Pemahaman Islam yang sepotong-sepotong, asal-asalan, dan tidak menyeluruh akan membentuk pola pikir, persepsi dan paradigma Islam yang berbeda-beda yang dapat diibaratkan sbb :
1. Ibarat kita menyusun sebuah puzzel yang terdiri dari potongan-potongan kecil yang harus disusun dalam bentuk tertentu tetapi tidak tahu bentuk yang sebenarnya, akibatnya setiap orang akan berifkir dan membentuk sesuai seleranya sendiri.
2. Ibarat orang buta ingin memahami gajah yang besar dengan cara meraba, sebagian meraba ekor, sebagian kaki, sebagian belalai dst. Maka si buta akan mempersepsikan gajah menurut apa yang dirabanya.
Pembelajaran Islam secara menyeluruh memerlukan perencanaan secara terarah, terinci, terkonsep dan terpadu. Hal ini dimaksudkan agar umat memiliki wawasan, persepsi dan paradigma yang sama dan menyeluruh. Dengan pembelajaran seperti ini diharapkan umat Islam kelak akan dapat menerapkan ilmunya secara benar.
Di sekolah umum materi pelajarannya benar-benar telah direncanakan secara sitematis dan terpadu dalam sebuah kajian yang mendalam antar instansi, sehingga menghasilkan pola berfikir yang benar dan berkualitas. Model pengkajian materi pembelajaran di sekolah umum ini dapat dijadikan acuan bagi pembelajaran materi agama Islam untuk masyarakat umum.

Pembelajaran Islam yang parsial nampaknya sulit dihindari pada saat ini dan pada masa akan datang mengingat hal-hal sbb :
1. Tidak ada system atau methode pembelajaran Islam yang kaffah (menyeluruh).
2. Kemampuan para Kyai, Ustad, Guru-guru yang umumnya ilmu mereka diperoleh secara turun-temurun perlu ditingkatkan sesuai dengan perkembangan zaman.
3. Umat Islam malas belajar Islam dan tidak mau repot-repot karena merasa sudah banyak pahala dan mudah masuk surga, sehingga agama tidak menjadi prioritas. Ada juga yang karena bingung melihat pertentangan pendapat antar pemuka agama atau melihat pemuka agama yang tidak bisa dijadikan tauladan karena perangainya kurang baik.
4. Pada kalangan terdidik pelajaran agama kurang diminati dengan alasan sangat sibuk, tak sempat, tidak ada waktu dan sudah merasa lelah karena pekerjaan rutin atau urusan lain.
5. Peran orang tua dan lingkungan kurang menunjang.
6. Kebutuhan dan keinginan duniawi sangat-sangat menguasai diri kita yang tercermin dalam kehidupan sehari-hari, kita hanya mementingkan kebutuhan pribadi berupa : kebutuhan biologis/fisiologis, keamanan, penghargaan manusia dan kepuasan diri (teory Maslow). Karena itu belajar agama untuk menyelamatkan diri dari azab neraka yang dahsyat dan mengharapkan indahnya surga untuk selamanya tidak menjadi prioritas.
7. Mereka yang sudah mapan hidupnya, bekerja dengan gaji tetap, kebutuhan hidup sudah tercukupi, jabatan dan karier mantap biasanya lebih sulit memprioritaskan agama terkecuali suatu saat sudah pensiun atau terkena masalah berat yang tak bisa diatasinya.
8. Akhir-akhir ini banyak orang yang ingin mempelajari Islam secara instan yaitu belajar Islam dalam tempo cepat, satu dua hari selesai, bisa menangis, bisa tenang bathinnya, hasilnya bisa dirasakan seketika dll. Orang yang belajar dengan cara ini biasanya mereka menghadapi masalah yang tak terselesaikan atau usia sudah tua tetapi baru insyaf dan ingin masuk surga.
9. Ada juga orang yang hanya memilih-milih ayat Al Qur’an tertentu yang sesuai dengan kepentingan dirinya untuk diwiridkan dengan harapan memperoleh sesuatu. Ada juga mencari ayat untuk kepentingan kelompoknya dengan tidak memperdulikan ayat yang lainnya. Padahal kita mengetahui bahwa Muhammad Rasulullah belajar Al Qur’an menyeluruh yang lamanya 23 (dua puluh tiga) tahun itupun dalam bahasa yang difahaminya.

PENCARIAN MANUSIA TERHADAP JATI DIRI HIDUPNYA.
Secara alami setiap manusia ingin memahami jati diri hidupnya, baik sebagai pribadi maupun sosial. Kebutuhan ini membawa manusia untuk berfikir tentang dirinya, Tuhannya dan hidupnya dalam jangka panjang hingga setelah kematian.
Bagi seorang muslim hal yang akan menjadi pertanyaan pada dirinya adalah : Siapakah aku?. Apa dan bagaimana hidupku ? Siapakah Tuhanku ? Bagaimana menjadi orang yang selamat sejahtera dunia akhirat seperti para Nabi dan Rasul ?
Pertanyaan ini adalah pertanyaan mendasar dan menyeluruh yang tidak dapat dijawab dengan hanya menggunakan logika berfikir sangat terbatas, tetapi harus dijawab dengan Al Qur’an secara tepat dan menyeluruh.
Mencari orang yang memiliki pengetahuan keIslaman yang menyeluruh, lengkap dan mendalam amat sulit. Banyak pembimbing ruhani yang memahami Islam dengan pemahaman yang sangat dangkal. Untuk menjawab pertanyaan di atas umat Islam harus mendasarinya pada tuntunan Al Qur’an yang terdiri dari 6.236 ayat, memahami Kitab ini secara ke seluruhan bukanlah hal yang mudah. Dengan jumlah ayat sebanyak itu memerlukan waktu pembelajaran yang cukup lama.

III. MEMPELAJARI AL QUR’AN SECARA MENYELURUH DENGAN METHODE AL FAATIHAH.
Mempelajari Islam menyeluruh dalam tempo yang singkat sangatlah tidak mungkin, namun mempelajarinya dalam tempo puluhan tahun juga hal yang sulit dilakukan setiap orang. Bagaimanapun juga pertanyaan manusia tentang jatidiri hidupnya perlu segera dijawab secara terperinci dan terarah. Pertanyaan tersebut sebenarnya telah dijawab secara sistematis dan menyeluruh di dalam pembukaan Al Qur’an yaitu surat Al Faatihah.
Surat Al Faatihah merupakan pendahuluan dan arah pembelajaran yang sitematis. Setiap aturan apapun diawali dengan pembukaan atau pendahuluan sebagai arahan dasarnya. Undang-Undang Dasar Republik Indonesia diawali dengan pembukaan, pasal-pasal yang terkandung di dalamnya adalah penjabarannya yang kemudian diikuti dengan bermacam-macam aturan dan undang-undang lainnya.
Demikian juga dengan Al Qur’an yang berjumlah 6.236 ayat, diawali dengan pembukaan surat Al Faatihah yang di dalamnya terkandung isi Al Qur’an menyeluruh secara essensial yang menjawab pertanyaan dasar manusia tentang : Tuhannya, Hidupnya, Dirinya, dan Kesejahteraan Dunia Akhirat.
Konsepsi dasar pembelajaran Al Qur’an dengan methode Al Faatihah sbb :
1. Memuji dan mengagungkan Allah.
Dalam prakteknya bagaimana mungkin kita dapat memuji dan mengagungkan Allah dengan sebenarnya bila kita tidak mengenal Allah dengan baik maka belajar MENGENAL ALLAH menjadi keharusan yang tak dapat ditunda-tunda.
2. Menghambakan diri dan memohon pertolongan kepada Allah.
Dalam prakteknya bagaimana mungkin kita dapat menghambakan diri dengan keinsyafan yang sedalam-dalamnya jika kita tidak mengenal siapa diri kita, bagaimana status diri kita di hadapan Allah, maka belajar MENGENAL DIRI menjadi keharusan yang tak dapat ditunda-tunda.
3. Memohon petunjuk jalan hidup yang lurus.
Dalam prakteknya bagaimana mungkin kita memperoleh jalan hidup yang lurus sedangkan kita tidak memahami perjalanan hidup kita sendiri, dari mana asal kita, ke mana akhir kita, apa tugas hidup kita, apa status hidup kita di dunia ini, maka belajar MENGENAL HIDUP menjadi keharusan yang tak dapat ditunda-tunda.

4. Jalan yang penuh kenikmatan dan bukan jalan kezaliman.
Dalam prakteknya, bagaimana mungkin kita akan memperoleh jalan hidup yang penuh dengan kenikmatan yang hakiki sedangkan kita tidak memahami sifat yang mencerminkan akhlak mulia seperti para Nabi dan Rasul serta Shalihin, seperti : kasih sayang, bersabar, ikhlas, bersyukur dll.
Kita perlu membebaskan diri dari jalan kezaliman yang bersumber dari sifat buruk seperti : benci, iri, dengki, sombong, takabbur, was-was, gelisah, rakus, tamak dll. Bila kita ingin memperoleh jalan hidup yang penuh kenikmatan hakiki terlebih dahulu kita perlu belajar MEMBENAHI DIRI, agar kita bisa membenahi diri secara sistematis dan terus menerus.
Kebanyakan dari kita sulit mencapai shalat khusyu’ karena kita belum memahami dengan baik hakikat Mengenal Diri, Mengenal Hidup, Mengenal Tuhan dan Berkaca Diri (Membenahi Diri).
Methode ini merupakan cara belajar yang sistematis dan terpadu agar kita mampu mempelajari Al Qur’an secara menyeluruh dan berkesinambungan yang dimulai dari dalam diri sendiri sebagai berikut :
¤ Mengenal Diri : agar kita sadar akan status diri di hadapan Allah dan
sesama makhluk.
¤ Mengenal Hidup : agar kita sadar akan tanggungjawab, tujuan, makna,
tugas, nilai, awal dan akhir hidup yang kita jalani.
¤ Mengenal Allah : agar kita sadar Ke Maha Besaran Allah yang
sebenarnya, bahwa hidup dan kehidupan ini berasal dari Allah, dengan kekuatan Allah, di dalam kewenangan Allah dan kembali kepada Allah
¤ Membenahi Diri : agar kita sadar untuk membenahi diri secara terus
menerusdalam mencapai kesempurnaan akhlakul karimah (Taqwa).
Di dalam surat Al Faatihah ayat 1 – 4 yaitu :
1. Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
2. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam,
3. Maha Pemurah lagi Maha Penyayang,
4. Yang menguasai hari pembalasan.
Ayat-ayat tersebut menjelaskan tentang : Allah yang Maha Kasih Sayang, Maha Agung dan Maha Adil. Marilah kita merenung bersama untuk mengenal Allah dengan hati yang jernih.
KASIH SAYANG ALLAH MELIPUTI ALAM SEMESTA SEPANJANG MASA.
Kehidupan diawali dengan Kasih Sayang Allah. Allah menciptakan alam semesta dengan sempurna di dalamnya ada kehidupan yang saling melengkapi sehingga roda kehidupan berjalan demikian indahnya. Interaksi sesama makhluk berjalan silih berganti dari generasi kegenerasi. Allah mengurus dan menjalankan roda kehidupan tanpa pamrih, Allah tidak mengharapkan apa-apa dari makhluknya, kesemuanya berlangsung dalam kasih sayang Allah.
Akhir dari kehidupan ini juga dalam kasih sayang Allah. Apapun kondisi kehidupan ini baik yang kita sukai maupun tidak kita sukai adalah kasih sayang Allah kepada makhluknya. Namun manusia sering tidak dapat memahami kasih sayang Allah yang mutlak dan menyeluruh. Manusia sangat bodoh dan terbatas yang selalu terbelenggu oleh perasaannya, fikirannya, hawa nafsunya sehingga memaknai kasih dan sayang hanya pada hal-hal yang disukainya saja. Apa bila manusia mengalami keadaan yang tidak disukainya sulit mengatakan Allah Maha Kasih Sayang.
Apapun penjelasan dalam Al Qur’an pada hakikatnya adalah kasih sayang Allah kepada makhluknya. Adalah hal yang keliru bila memahami Al Qur’an ada prasangka buruk terhadap Allah. Banyak orang yang memaknai Al Qur’an dengan hawa nafsunya sehingga maknanya menjadi negatif terutama bila mereka sedang menghadapi kondisi yang tidak disukainya.
Pada saat berfikir jernih akan kita menjumpai kenyataan bahwa nikmat dan rakhmat Allah terus-menerus mengalir kepada makhluknya. Demikian wujud kasih-sayang Allah yang tak terbantahkan.
Ke seluruhan ciptaanNya merupakan sebuah sistem yang terkait satu sama lain. Kehidupan manusia, hewan, diri kita, keluarga, sosial masyarakat di sana terdapat bukti nyata kasih sayang Allah. Kematian, pergantian, hukum sebab akibat, seluruhnya itu bagian yang tak terpisahkan dari keseimbangan alam semesta. Nikmat Allah yang mana yang akan kita ingkari ?

KEAGUNGAN DAN KEBESARAN ALLAH YANG TAK ADA BANDINGNYA.
Renungkanlah bagaimana Allah menciptakan alam semesta yang maha luas ini, terdapat milyaran bintang, planet-planet yang selalu bergerak dan beredar secara seimbang. Kesemuanya diciptakan dan dipelihara secara berkesinambungan.
Renungkanlah betapa dahsyatnya energi yang diperlukan untuk menggerakkan perputaran alam semesta ini.
Renungkanlah betapa tingginya ilmu yang harus dimiliki untuk merencanakan dan mengelola seisi alam ini agar tetap terjaga terpelihara secara terus menerus. Benda langit yang beredar di angkasa seperti bola-bola indah yang bergerak teratur dalam garis edar yang telah ditentukan, sedikit saja bergeser dari garis edarnya akan terjadi tabrakan planet yang akan mengakibatkan malapetaka bagi kehidupan.
Perhatikanlah bagaimana perputaran siang dan malam diciptakan untuk kehidupan manusia. Sungguh kesemuanya tanda-tanda Ke-Maha-Besaran yang Maha Memelihara, Yang Maha Agung, Yang Maha Tinggi Ilmu-Nya, Yang Maha Dahsyat Kekuatan-Nya, Yang Maha Berkuasa lagi Maha Perkasa, segalanya adalah Milik-Nya. Bukti-bukti nyata menjadi saksi Ke-Maha-Besaran Sang Pencipta yang tak ada tandingannya, sekalipun bukti nyata telah kita saksikan bersama, namun tidak semua orang tersentuh hatinya untuk mengagumi Ke-Maha-Besaran Allah. Banyak manusia yang tertutup hatinya oleh hawa nafsu dan syaitan yang membelenggu.
Bila kita renungkan lebih mendalam seolah-olah kita sedang menyaksikan sebuah proyek Maha Besar, Maha Luas di alam semesta dengan rancangan arsitektur dan teknologi Maha Dahsyat. Sanggupkah kita menghitung berapa biaya, energi, ilmu, teknologi dan material, yang diperlukan untuk mengelola alam semesta.
Ke-Maha-Besaran Allah mencakup ruang lingkup alam semesta yang Maha Dahsyat, Maha Luas, Maha Besar. Mungkin kita sering terpesona dengan kehebatan, kekuatan manusia dengan teknologinya, kesaktiannya, kemampuannnya, kekuasaanya. Kehebatan manusia itu hanya sebagian kecil yang diberikan Allah kepadanya, namun manusia sering lupa diri. Manusia sering berpandangan picik, sempit banyak yang mengagumi kehebatan keris, batu cincin, makhluk ghaib atau teknologi melebihi kekagumannya kepada Allah Yang Maha Besar.
Dengan perenungan ini maka kita akan memahami dengan sebenarnya bahwa Allah Maha Tinggi, Maha Agung, Maha Terpuji dalam segala hal, tak akan ada satupun yang sebanding dengan Ke-Maha-Besaran-Nya. Arahan ayat ini menunujukkan Ke-Maha-Besaran Allah, Kekuasaan, Keagungan, Ketinggian, Kesucian yang tak terbatas. Dengan pemahaman yang benar maka kita terbebas dari persepsi dan penafsiran yang merendahkan Allah.

YANG MENGUASAI HARI PEMBALASAN ( KEADILAN ALLAH PASTI BERLAKU SAMPAI HARI AKHIRAT )
Allah menciptakan dua kehidupan yaitu kehidupan dunia dan kehidupan akhirat. Kehidupan dunia yang sementara dijadikan Allah sebagai tempat untuk memperlihatkan Ke-Maha-Besaran Allah kepada manusia. Manusia diuji oleh Allah di dunia dengan senang atau susah. Manusia dijadikan Allah khalifah di bumi, kemudian diminta pertangung jawabannya di hadapan hukum Yang Maha Adil.
Tak satupun keadaan yang luput dari tanggung jawab, setiap manusia bertanggung jawab atas segala hal yang telah diamanatkan Allah kepadanya. Allah mengamanatkan hati, perasaan, fikiran, penglihatan, pendengaran, anggota tubuh, jasmani, kesemuanya itu masing-masing harus dipertangung-jawabkan penggunaanya. Apakah hati dan fikiran kita digunakan untuk merenung akan Ke-Maha-Besaran Allah atau diisi dengan ilmu Al Qur’an dan ilmu yang bermanfaat lainnya. Apakah pendengaran, penglihatan, anggota tubuh dipakai untuk hal yang bermanfaat bagi kehidupan. Pertanggung jawaban hidup manusia pasti dihadapkan kepada yang Maha Adil karena keadilan tak akan pernah diperoleh di dunia. Kebanyakan manusia tak dapat memahami perhitungan hisab dihari akhirat.
Bagi manusia yang membangkang kepada Allah dan tergesa-gesa biasanya menginginkan balasan secepatnya di dunia ini saja. Sebenarnya ada dua kehidupan yang pasti dilalui manusia telah dijadikan Allah sebagai sarana menguji keimanan, apakah manusia melakukan apa yang diperintahkan Allah dengan baik. Dunia adalah sarana menuju akhirat yang kekal abadi. Allah adalah penguasa tunggal dunia dan akhirat. Kehidupan dunia adalah jembatan singkat menuju akhirat. Dunia bukanlah yang terakhir tapi sedikit saja dari kehidupan yang sebenarnya.
Kekuasaan Allah mutlak pada kehidupan di dunia ini namun manusia sering mengingkarinya. Manusia sering terbelenggu oleh hawa nafsu dan tipuan syaitan karena itu merasa dirinya besar sehingga Allah dianggap tidak punya peran dalam kehidupan di dunia ini. Manusia merasa tidak akan pernah ada pengadilan dan hukum Allah di akhirat, yang ada adalah pengadilan dunia. Di dunia ini ada manusia yang berlaku zalim dan keji tetapi tak ada hukuman di dunia, karena itu Allah menegakkan pengadilan yang Maha Adil setelah kiamat untuk seluruh manusia.
Ayat ke-empat dalam surat Al Faatihah ini menunjukan bahwa Allah Maha Berkuasa di dunia dan akhirat. Allah pasti meminta pertanggung jawaban manusia di akhirat dengan perhitungan Yang Maha Adil.
Dalam surat Al Faatihah ayat 1 sampai 4 memberikan gambaran kepada kita bahwa Allah Yang Maha Baik, Kasih Sayang, Maha Besar, Maha Agung, Maha Tinggi dan Maha Berkuasa di dunia dan Akhirat serta Allah Maha Menegakkan Keadilan bagi setiap manusia.
Bahwa Ke-Agungan, Ke-Maha-Besaran dan Kasih Sayang Allah berlaku menyeluruh dalam jangka panjang dunia akhirat yang memiliki ruang lingkup alam semesta yang Maha luas Dengan pemahaman seperti ini insya Allah kita akan terhindar dari pemikiran negatif tentang Allah. Selanjutnya terdapat lebih dari 2.000 ayat Al Qur’an yang telah dihimpun untuk belajar MENGENAL ALLAH.

HANYA KEPADA ENGKAU KAMI MENGHAMBAKAN DIRI DAN HANYA KEPADA ENGKAU KAMI MEMOHONKAN PERTOLONGAN (PENGHAMBAAN DIRI DAN PERGANTUNGAN KEPADA ALLAH ADALAH MUTLAK BAGI MAKHLUKNYA ).
Pada hakikatnya semua makhluk yang ada di alam semesta diciptakan dan dipelihara secara berkesinambungan oleh Allah tanpa batas waktu. Apapun, siapapun adalah milik Allah dan berada dalam genggaman Allah sejak diciptakanNya. Kesadaran ini akan menumbuhkan kehendak untuk menghambakan diri kepada Allah dan bergantung sepenuhnya kepada Allah. Itulah sebabnya setiap makhluknya tidak layak menghamba dan memohon pertolongan selain kepada Allah.
Setelah kita mengenal Ke-Maha-Besaran Allah maka kita sebagai makhluk wajib mendudukan diri sebagai hamba di hadapan Allah. Semua makhluk berasal dari Allah, di dalam Kekuasaan Allah dan pasti akan kembali kepada Allah.
Tak satupun dari makhluk dapat berbuat seuatu tanpa Allah, namun kebanyakan manusia kurang menyadari status dirinya di hadapan Allah dan manusia cenderung membangkang kepada Allah sebagaimana firman-Nya dalam Al Qur’an surat An Nahl ayat 3 – 4 ( QS. 16 : 3 – 4 ) :
” Dia menciptakan langit dan bumi dengan hak. Maha Tinggi Allah dari pada apa yang mereka persekutukan. Dia telah menciptakan manusia dari mani, tiba-tiba ia menjadi pembantah yang nyata. ”
Pembangkangan manusia terhadap Allah terlihat dari pembangkangannya terhadap Al Qur’an, ada yang tidak mau menerima Al Qur’an, ada yang menerima sebagian dan membangkang terhadap bagian yang lain, ada juga yang sudah merasa cukup hanya mempelajari satu dua ayat saja dalam Al Qur’an.
Manusia tidak akan mampu menghambakan diri dengan baik kepada Allah selama dia tidak mengenal dirinya.
Jika anda seorang yang kaya raya, kedatangan seseorang yang ingin bekerja sebagai pelayan di rumah anda. Orang ini memahami benar siapa diri anda dengan kekayaan dan kekuasaan anda, namun dia datang ke rumah anda dengan cara yang kasar dan bersuara keras, menghadap kepada anda dengan gaya yang congkak, mengangkat kaki di meja, tak ada sopan santun sama sekali. Apakah orang ini akan anda terima sebagai pelayan di rumah anda ? Tentunya setiap orang yang sehat akalnya akan menolak dengan alasan orang tersebut tidak tahu diri. Dia tidak memahami dirinya siapa, sedang berhadapan dengan siapa, tidak memahami harus bertingkah laku bagaimana.
Pada ayat ke lima dari Al Faatihah ini kita akan menghambakan diri dan memohonkan perotolongan hanya kepada Allah yang Maha Besar, karenanya sebelum itu kita harus terlebih dahulu memahami diri kita. Kita harus dapat menyesuaikan sikap dan tingkah laku kita di hadapan Allah sebagai penguasa di alam semesta. Dengan demikian hidup akan lebih bermakna dalam penghambaan diri kepada Allah. Selanjutnya terdapat lebih dari 3.000 ayat Al Qur’an yang telah dihimpun untuk mempelajari MENGENAL DIRI.

TUNJUKILAH KAMI JALAN YANG LURUS ( MENJALANI HIDUP DENGAN CARA YANG DIAJARKAN AL QUR’AN ADALAH JALAN KEBENARAN YANG AKAN MEMBAWA KESELAMATAN SEPANJANG MASA )
Tidak banyak orang memahami jalan hidup lurus yang sebenarnya. Allah memerintahkan kepada manusia agar memohon jalan yang lurus. Jalan inilah yang pasti membawa keselamatan dan kesejahteraan bagi manusia sepanjang masa.
Mengapa Allah memerintahkan hal ini kepada manusia karena di dalam kehidupan manusia ada dua jalan yaitu jalan yang lurus dan jalan bengkok atau sesat. Jalan yang lurus akan membawa kebahagiaan dunia akhirat dan jalan yang sesat akan membawa kehancuran sepanjang masa. Ironisnya jalan lurus yang diminta tidak difahami.
Banyak orang tidak tahu hidupnya sendiri dari mana asal dirinya dan akan kemana akhir kehidupannya, apa yang dinilai dalam hidupnya, bagaimana kondisi hidup setelah mati.
Jika kita menginginkan memperoleh jalan hidup yang lurus seharusnya kita terlebih dahulu memahami jalan hidup kita sendiri yang di dalamnya terdapat arah dan aturan-aturan hidup untuk dilaksanakan secara menyeluruh.
Allah telah menunjukkan awal dan akhir kehidupan manusia serta bagaimana menjalani kehidupan selama di dunia. Selanjutnya terdapat lebih dari 5.000 ayat Al Qur’an telah dihimpun untuk mempelajari MENGENAL HIDUP.

JALAN YANG TELAH ENGKAU BERI NIKMAT KEPADA MEREKA DAN BUKAN JALAN YANG DIMURKAI. ( MENJALANKAN KEHIDUPAN DENGAN AKHLAK MULIA BUKAN DENGAN AKHLAK HINA ).
Manusia pasti melalui kehidupan dunia dan akhirat, jalan hidup yang lurus hanya di jalani oleh para Nabi dan Rasul dan orang-orang yang mengikutinya dalam arti ke seluruhan. Hanya jalan hidup para Nabi dan Rasul yang pasti membawa keselamatan dan kebahagiaan hakiki sampai di akhirat. Sedangkan jalan hidup yang dimurkai atau yang sesat yaitu jalan hidup yang tidak sesuai dengan cara hidup para Nabi dan Rasul.
Manusia akan menempuh jalan keselamatan atau kesesatan tergantung pada cara pandang dan tingkah lakunya selama hidup di dunia, kedua jalan hidup ini berawal dari dalam jiwa manusia. Para Nabi dan Rasul telah mendapat bimbingan kehidupan di dalam jiwanya sehingga mereka benar-benar memiliki akhlak yang terpuji. Mereka yang jiwanya tersesat dan dimurkai adalah mereka yang memiliki hati, perasaan dan cara pandang yang tidak sejalan dengan para Nabi dan Rasul dan memiliki akhlak yang hina. Selengkapnya dapat dibaca pada poster berkaca diri yang memuat secara lengkap akhlak mulia dan akhlak hina.
Dengan memahami akhlak mulia dan akhlak hina maka kita mulai berusaha sekuat tenaga untuk membenahi, memperbaiki diri dengan kerja keras untuk berhijrah dari sifat negatif menuju sifat positif sebagaimana dimaksud dalam Al Qur’an. Selanjutnya terdapat lebih dari 2.000 ayat Al Qur’an yang telah dihimpun untuk MEMBENAHI DIRI.

Lampiran 1

Lampiran 2

Lampiran 3

Lampiran 4

Lampiran 5

Lampiran 6

BAB – I
MENGENAL DIRI

Mengapa kita perlu mengenal diri ?
Dalam surat Al Faatihah yang telah dibahas sebelumnya bahwa ayat ke-satu sampai ke-empat adalah Mengenal Allah, kemudian di ayat yang ke-lima adalah Mengenal Diri. Berdasarkan urutan ayat tersebut seharusnya mengenal Allah diletakkan pada bagian pertama sedangkan mengenal diri pada bagian kedua. Namun dalam penyajiannya mengenal diri diletakkan pada bagian pertama dengan pertimbangan bahwa wahyu pertama dalam surat Al Alaq ayat 1 – 2 (QS 96 : 1- 2) lebih menitik beratkan pengenalan terhadap asal kejadian manusia, sebagai berikut :
“ Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. “.
Ayat ini mengarahkan kepada kita untuk mengenal Allah melalui pengenalan diri. Di dalam diri terdapat tanda-tanda Ke-Maha-Besaran Allah. Selain dari pada itu ada ungkapan yang biasa kita dengar yaitu :
“ Barang siapa mengenal dirinya maka dia akan mengenal Tuhannya “
Tuhan telah menciptakan manusia terdiri dari unsur ruhani dan jasmani, unsur ruhani sebagai prasyarat awal adanya hidup. Unsur jasmani berfungsi sebagai alat untuk mencapai tujuan ruhaniah. Fisik akan bergerak sesuai kehendak ruhani, di dalam ruhani terdapat nafsu yang baik dan buruk. Manakala ruhani dikuasai nafsu yang buruk maka fisiknya akan bergerak ke arah yang buruk dan sebaliknya.
Hakikat perjalanan hidup manusia adalah perjalanan ruhaninya sedangkan jasmani hanya mengikuti kehendak ruhani. Pada sebuah kendaraan sopir diibaratkan ruhaninya, kemana kendaraan akan diarahkan tergantung sopirnya. Bila ruhani dikuasai sifat buruk maka manusia bisa menjadi pencuri, perampok, perusak. Bila ruhani berkahlak mulia maka manusia akan menjadi bermanfaat dalam hidupnya. Ruhanilah yang menjadi sumber awal kehancuran atau kemuliaan hidup seseorang.
Bila hidup ini diibaratkan sebuah perjalanan berkendaraan diri maka seorang sopir sepatutnya perlu memahami dengan baik cara kerja kendaraannya. Bila seorang sopir masa bodoh terhadap kendaraannya sendiri maka setiap kerusakan pada kendaraannya tidak akan sanggup memperbaiki, bahkan yang lebih buruk dari itu kendaraan akan terjerumus ke jurang atau hancur karena menabrak.
Beberapa ilustrasi berikut ini menggambarkan bagaimana seorang manusia mengalami kesulitan memperbaiki kendaraan dirinya sendiri. Penulis pernah menyaksikan sebuah keluarga yang suaminya seorang pemabuk dan penjudi. Pada suatu saat dia terhentak menyaksikan anaknya baru pulang dari masjid setelah shalat dan belajar agama. Dia merasa gembira melihat anaknya mau menjadi anak yang saleh. Namun dia sadar bahwa dirinya bukanlah orang yang baik, di dalam hatinya sangat berkeinginan untuk menjadi orang baik tetapi dia tidak sanggup merubah kebiasaan buruknya yang sudah di jalaninya bertahun-tahun.
Penulis pernah bergaul dengan seorang pecandu narkoba yang sudah cukup lama bergelimang dosa, dia sadar bahwa apa yang dilakukannya merupakan kesalahan besar yang bisa membawanya ke jurang kehancuran tetapi kesadarannya tidak mampu membuat dia bertaubat bahkan dia mengeluh tak mampu menahan keinginannya untuk terus menerus berbuat maksiat.
Ada seorang pejabat yang mempunyai wewenang dibidang keuangan, kewenangan yang diberikan kepadanya merupakan kesempatan besar baginya untuk memperoleh uang secara tidak syah tanpa diketahui orang lain. Walaupun dia menyadari bahwa perbuatnnya melawan hukum, dia tetap melakukan tindakan yang tidak terpuji itu.
Ilustrasi diatas menjadi bahan pelajaran bagi kita bahwa sekalipun seseorang memahami dan menginsyafi bahwa perbuatannya buruk tetapi karena desakan kuat dari dalam yang mempengaruhi dirinya menyebabkan dia tak sanggup mengendalikan diri, akhirnya hidupnya terjerumus ke lembah kenistaan.
Sekiranya orang-orang yang dikisahkan tersebut memahami dirinya dengan baik sebelumnya maka setidaknya dia akan waspada terhadap dirinya sedini mungkin sebelum segala sesuatunya terlanjur dan sulit dikendalikan.
Lain lagi pengalaman yang dirasakan kawan-kawan yang ingin memperbaiki dirinya dan meningkatkan kualitas pribadinya. Mereka sering mengeluh tentang shalatnya, mereka ingin melaksanakan shalat khusyu’ tetapi bertahun-tahun diusahakan hasilnya tidak seperti yang diharapkan. Ada juga yang mengeluh karena harus berhadapan dengan rasa malas dan ngantuk pada saat menimba ilmu agama. Kebanyakan dari mereka hanya sebatas keinginan saja tetapi tidak mampu mengatasi masalah pada dirinya dengan baik.
Ternyata mengendalikan diri, memperbaiki diri, meningkatkan kualitas diri bukanlah hal yang mudah. Bagaimana mungkin kita mampu mencapai kebaikan yang sesungguhnya sedangkan kita tidak memahami sumber permasalahan yang ada di dalam diri. Ada niat baik tetapi tidak sanggup melaksanakannya, keadaan ini menunjukkan bahwa ada sesuatu yang menghalangi di dalam diri kita.
Ibarat kita sedang mengendarai sebuah kendaraan ingin membelokkannya kekanan tetapi rodanya selalu berbelok ke kiri, hal ini menunjukkan bahwa pada salah satu komponen kendaraan ada yang rusak dan perlu diperbaiki. Demikian halnya dengan diri manusia di dalamnya terdapat sesuatu yang kompleks sehingga perlu belajar sungguh-sungguh untuk memperbaiki diri.
Bahwa di dalam diri manusia ada kehidupan yang saling mempengaruhi satu sama lain, sering kali pengaruh itu demikian besar menyebabkan manusia hancur karena tidak mampu mengendalikan dirinya sendiri.
Kita perlu merenung dan memahami lebih jauh tentang diri kita sendiri. Dengan memahami diri setidaknya kita mengenal gejala awal dari perilaku diri. Jika kita bersikap masa bodoh terhadap diri kita sendiri mustahil ada orang yang mau memperhatikan kita. Perhatian terhadap diri sering terlupakan karena kesibukan duniawi. Disamping itu nafsu manusia yang tak terbatas menyebabkan kita lalai pada diri akhirnya menganiaya diri sendiri.
Dengan mengenal diri secara seksama dan menyeluruh kita dapat melaksanakan langkah awal mendeteksi sedini mungkin hal-hal menyebabkan kita terjerumus ke jurang bahaya, kemudian secara bertahap memudahkan kita membenahi diri dalam meraih sukses dunia akhirat.
Mengenal diri secara sempurna adalah kebutuhan setiap orang, karena banyak hal yang unik dan kompleks di dalam diri manusia. Untuk memahaminya dengan baik diperlukan waktu yang cukup.
Hidup di dunia penuh dengan liku-liku, kita berhadapan dengan berbagai penyakit ruhani dan jasmani. Penyakit jasmani mudah diserahkan kepada dokter untuk diobati tetapi penyakit ruhani kita sendiri yang harus memperbaikinya. Jika kita tidak ahli dalam hal ruhani maka mustahil dapat membenahi ruhani. Jika kita hanya tahu sedikit tentang ruhani tak akan mampu memperbaiki kerusakan ruhani.
Betapa pentingnya keahlian memperbaiki kerusakan ruhani karena setiap orang harus bertanggung jawab atas kondisi ruhaninya selama hidup di dunia. Pertanggungjawaban ini tidaklah mudah karena di dalam ruhani terdapat hawa nafsu dan syaitan yang memiliki kekuatan untuk merusak ruhani. Seseorang yang rusak ruhaninya akan merugikan keluarga, orang lain dan alam lingkungan.
Akibat kerusakan ruhani hidup menjadi gelisah, cemas, depresi, tegang, rumah tangga tak bahagia, dan lebih jauh lagi narkoba, korupsi, perampokan, penjarahan, tawuran, kekejaman, perkosaan, peperangan dan fitnah. Apabila keadaan berlangsung di kehidupan maka berarti telah terjadi kerusakan masal pada ruhani manusia.
Kerusakan ruhani tidak hanya terjadi pada orang awam tetapi bisa terjadi pula pada pemuka agama. Di dalam memperbaiki ruhani mustahil kita menyerahkannya kepada orang lain namun pada umumnya orang yang terkena penyakit ruhani tidak sadar bahwa dirinya sakit.

Pandangan Al Qur’an tentang pentingnya mengenal diri.
Tuhan berkehendak menciptakan manusia sebagai makhluk yang memiliki kelebihan dari makhluk lainnya. Dengan kelebihannya manusia diberi tanggung jawab mengatur bumi seisinya dan harus mempertanggung jawabkan hasil kerjanya selama hidup di hadapan Tuhannya.
Tanggung jawab mengatur bumi bukan hal yang ringan, beban ini menjadi lebih berat karena manusia dilengkapi dengan kelemahannya yang lain. Di sisi lain di dalam diri manusia diberi nafsu yang menjerumuskan dan syaitan yang menyesatkan.
Tipu daya syaitan sangat canggih karena ilmunya yang sangat tinggi, pengalamannnya telah teruji dan berhasil menjerumuskan manusia. Nabi Adam berhasil disesatkan oleh syaitan hingga keluar dari surga.
Untuk menjadi pemimpin yang baik di bumi manusia perlu diberi petunjuk melalui Kitab dan Rasul-Nya, tentang keharusan memperhatikan diri.
Dalam Al Qur’an surat Adz Dzaariyaat ayat 21 (QS. 51 : 21 ) Allah berfirman :
” dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tiada memperhatikan? ”
Allah memerintahkan kepada manusia agar benar-benar memperhatikan dan mempelajari dirinya sendiri, ada apa di dalam diri, bagaimana aktivitas diri.
Isyarat Al Qur’an ini adalah langkah awal dalam memahami potensi diri agar kita memperoleh hikmah dalam kehidupan ini. Dengan memahami potensi diri dan segala kelemahannya kita akan berusaha memperbaikinya secara bertahap. Memperbaiki diri adalah kunci keberhasilan manusia sepanjang zaman.
Memperhatikan diri sebuah langkah awal sebelum melangkah kepada pekerjaan berikutnya yaitu mengenal diri secara sempurna. Setelah itu kita akan memiliki kemampuan membangun kesadaran diri secara mantap.
Seorang tentara professional dilatih untuk menggunakan atribut lengkap pada dirinya secara cepat, artinya dia harus trampil benar memperhatikan diri sebelum menghadapi musuh. Bagimana mungkin dia akan menang bertempur sementara dia tidak trampil dalam mengurus dirinya sendiri. Ketrampilan memperhatikan dan mengurus diri sendiri merupakan salah satu kunci penting untuk meraih sukses dalam hidup.
Kemudian Allah memerintahkan kepada manusia untuk memelihara diri dalam arti seluas-luasnya sebagaimana firmanNya dalam Al Qur’an surat At Tahriim ayat 6 (QS. 66 : 6 ) :
“ Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka … “
Perintah memelihara diri mengandung isyarat agar manusia bersiap siaga dan waspada terhadap dirinya sendiri, mustahil seseorang akan berhasil memelihara sesuatu tanpa terlebih dahulu mempelajarinya dengan baik.
Memelihara diri dalam arti menyeluruh merupakan kewajiban manusia yang tak bisa ditawar-tawar lagi. Jika manusia ingin selamat hidupnya di dunia dan akhirat harus semaksimal mungkin memelihara dirinya dan keluarganya dalam arti ke seluruhan.
Kelalaian dalam memelihara diri bisa mengakibatkan manusia lupa pada dirinya sendiri sebagaimana Al Qur’an menjelaskan surat Al Hasyr ayat 19 ( QS. 59 : 19 ) :
“ Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik. “
Manusia bukanlah makhluk super yang serba bisa, sangat mungkin manusia bisa lupa kepada dirinya sendiri. Manusia bisa tidak sadar siapa dirinya sehingga karakter pribadinya bisa terpuruk menjadi lebih buruk dari hewan sebagaimana firman Allah surat Al A’raaf ayat 179 (QS. 7 : 179 ) :
” Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahannam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.”
Kerusakan diri bukan ditimbulkan oleh kesalahan orang lain tetapi karena kesalahan dirinya sendiri. Karena itu Al Qur’an menjelaskan bahwa orang-orang yang lupa kepada dirinya akan selalu menganiaya diri, surat Ali Imraan ayat 117 (QS. 3 : 117) :
” … Allah tidak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.”
Orang yang sudah terbiasa menganiaya dirinya sangat sulit dicegah dan diselamatkan. Mereka secara sengaja melakukan penganiayaan namun mereka tidak sadar. Mereka sehat wal afiat secara jasmaniah, tinggi derajatnya di hadapan manusia tetapi terus menerus menganiaya diri karena lalai mengingat Allah, mengumpulkan harta untuk bermewah-mewah, ingkar kepada nikmat Allah secara ruhaniah.
Setiap orang harus mempertanggung-jawabkan aktivitas ruhani dan jasmaninya di hadapan Tuhan sebagaimana firmanNya surat Al Jaatsiyah ayat 15 ( QS. 45 : 15 ) :
” Barangsiapa yang mengerjakan amal yang saleh maka itu adalah untuk dirinya sendiri, dan barangsiapa mengerjakan kejahatan, maka itu akan menimpa dirinya sendiri, kemudian kepada Tuhanmulah kamu dikembalikan.”
Kejahatan yang dilakukan manusia tidak terjadi seketika melainkan secara bertahap mulai dari bisikan di dalam diri terus berlanjut sampai menjadi lupa diri, lupa Tuhan, dan akhirnya hilang kendali dalam hidupnya.
Mengenal diri merupakan awal dari tindakan pemeliharaan diri agar manusia terhindar dari perbuatan yang keliru karena lupa kepada Allah yang akhirnya membahayakan dirinya sendiri.
Mengenal diri juga merupakan langkah awal bagi orang-orang yang hendak memperbaiki dan meningkatkan potensi dirinya agar menjadi manusia berkualitas sebagaimana yang dikehendaki Allah dan Rasul-Nya.

Apa tujuan mengenal diri ?
 Mempermudah memperbaiki diri.
Manusia diciptakan Tuhan sebagai makhluk yang unik dan kompleks, di sisi lain manusia memiliki kelebihan dari makhluk lainnya, namun manusia lebih lemah secara fisik dibanding gajah, kerbau atau harimau. Kelemahan manusia yang tak kalah pentingnya adalah seringnya berbuat kesalahan, kealfaan baik secara lahiriah maupun bathiniah.
Kesalahan yang dilakukan manusia dalam bentuk dan sekecil apapun akan berakibat kurang nyaman pada diri dan orang di sekitarnya misalnya kelemahan dalam pengendalian emosi. Orang yang lemah mengendalikan emosinya akan mudah terserang penyakit stress, gelisah, marah. Kelemahan lainya bahwa manusia sering tergesa-gesa melakukan sesuatu akibatnya hasil pekerjaan menjadi kurang sempurna. Seorang sopir atau pilot yang bersikap tergesa-gesa akibatnya sangat fatal, nyawa manusia terancam, kerugian yang tak sedikit akan dialami. Cara terbaik memperbaiki kekeliruan dan kelemahan kita adalah kita harus terlebih dahulu mengenal akar permasalahannya, dengan cara itu perbaikan yang dilakukan akan lebih sempurna. Namun jika kita hanya membiarkan kesalahan itu berlangsung terus menerus, tentu kerusakan akan semakin parah dan bahayanya akan semakin besar.
Bahaya karena kesalahan diri dapat dicegah lebih awal apabila kita belajar dengan teliti tentang diri kita sendiri atau lazimnya kita sebut dengan mengenal diri secara sempurna. Manfaat yang kita rasakan dengan ilmu mengenal diri adalah mempermudah kita untuk memperbaiki diri secara terus menerus.
Upaya kita untuk memperbaiki diri akan sia-sia jika tidak terlebih dulu mengenal diri secara ke seluruhan. Banyak orang kesulitan memperbaiki karakter pribadinya, walaupun perbaikan diri telah dilakukannya dalam waktu yang lama.
Saya pernah menerima keluhan seseorang yang sudah cukup tua usianya, dia berkata kepada saya bahwa salah satu sifat negatif yang paling menonjol adalah pemarah, pada suatu waktu dia menahan amarahnya tetapi dampaknya menjadi gelisah dan sesak nafas.
Dampak negatif tersebut terjadi karena dia tidak tepat dalam memperbaiki kesalahnya dan tidak memahami bagaimana yang seharusnya, ibarat orang yang sedang memperbaiki kendaraan yang rusak tetapi tidak tepat sasaran perbaikannya akibatnya muncul kerusakan baru pada bagian yang lain. Dengan mengenal diri secara ke seluruhan seseorang akan dapat memperbaiki dirinya secara tepat, terarah dan sesuai harapan.
Pada dasarnya setiap manusia memiliki keinginan untuk menjadikan dirinya hidup lebih baik dalam segala hal termasuk membangun karakter pribadi yang sempurna. Mengenal diri merupakan langkah awal yang harus ditempuh oleh setiap orang agar memudahkan menata diri menuju kesempurnaan pribadi.
Mengenal diri secara menyeluruh tidak hanya bermanfaat untuk memperbaiki diri tetapi kita dapat melihat lebih jauh kesalahan dan kekeliruan kita selama ini yang tidak kita sadari. Dengan kesadaran adanya kekeliruan diri akan timbul kesadaran baru untuk bertaubat. Manfaat mengenal diri akan semakin jelas setelah seseorang benar-benar memahami siapa dirinya.

 Membangun kesadaran bahwa manusia lebih mulia dari hewan karena keluhuran budi bukan karena fisiknya.
Bila kita menyaksikan berita-berita di televisi, radio, surat kabar tentang kekejaman yang dilakukan manusia sungguh sangat mengkhawatirkan. Manusia melakukan perbuatan keji diluar peri kemanusiaan dalam bentuk perampokan, pembunuhan, penganiayaan, penipuan, perkosaan.
Kejadian seperti ini bukan hal baru bagi manusia, sejak jaman dahulu manusia telah melakukan kekejaman dan akan berlangsung terus sampai kiamat kelak. Kekejaman yang dilakukan manusia bisa lebih kejam dari hewan, manusia dicincang tubuhnya, diperkosa beramai-ramai, dirampok dan dibunuh secara keji.
Bagi orang yang telah mati hati nuraninya mereka tidak merasa bersalah melakukan perbuatan keji bahkan ada yang terus menerus mengulanginya sekalipun telah dipenjara berkali-kali.
Terkadang hewan lebih bijak dibanding manusia, pada saat berkelahi dengan sesamanya hewan akan membiarkan lawannya pergi pada saat menyerah namun manusia yang diliputi kekejaman akan mencincang habis lawannya tanpa belas kasihan.
Pada saat manusia dikuasai sifat rakus dan tamak kecenderungannya menimbun harta sebanyak mungkin dengan segala cara, tidak perduli dengan kesulitan orang lain, jika perlu mengorbankan rakyat banyak.
Kesemuanya itu terjadi karena manusia sudah lupa pada jati dirinya, dia tidak sadar bahwa perbuatannya sudah jauh melampaui batas. Hewan membunuh mangsanya untuk dimakan namun manusia membunuh sesamanya karena lupa diri, nafsu amarah dan kekejaman yang menguasainya.
Dengan mengenal diri secara benar, utuh dan menyeluruh kita akan sadar bahwa manusia bisa menjadi lebih buruk dari hewan atau bisa lebih baik dari Malaikat. Kemuliaan manusia sangat ditentukan oleh keluhuran budinya yang tercermin dalam kehidupan sehari-hari. Pembentukan budi luhur pada tahap awal adalah mengenal diri secara menyeluruh. Tuhan telah memberikan potensi sejak lahir kepada manusia berupa rasa kemanusiaan, rasa Ketuhanan sebagai ciri kemuliaan manusia.
Jika potensi itu tumbuh dan berkembang dengan baik maka manusia itu akan sangat indah ruhaninya dipandang manusia lainnya. Keluhuran budi akan terpancar pada tingkah laku sehari-hari. Namun sebaliknya kerendahan budi akan menyebabkan manusia menjadi rendah derajatnya di sisi orang lain. Kekejaman dan kekejian sebagaimana diungkapkan di atas adalah bagian dari keberhasilan nafsu dan syaitan menguasai diri manusia.
Cara kerja nafsu dan syaitan mempengeruhi ruhani secara bertahap, sampai suatu saat manusia jatuh ke jurang kehancuran tanpa disadari. Pada tahap awal hawa nafsu dan syaitan membuat hati kita lalai dari mengingat Allah, kelalaian ini sangat dominan pada kebanyakan manusia namun kita kurang menyadari, setelah itu hawa nafsu dan syaitan akan membawa kita ke tingkat kelalaian yang berikutnya.
Dengan mengenal diri kelalaian seperti ini akan mudah disadari. Mengenal diri dengan benar akan melahirkan ilmu yang mampu memahami kemuliaan dan kehinaan manusia.

 Membangun kesadaran diri di hadapan Tuhan.
Orang yang telah mengenal dirinya dengan baik akan tumbuh kesadaran dan keinsyafannya bahwa pada dirinya terdapat tanda-tanda kekuasaan Tuhan Yang Maha Besar. Untuk mencapai kesadaran ini kita perlu merenung dengan seksama. Usaha membangun kesadaran diri di hadapan Allah akan mendapat hambatan dan ujian dari dalam maupun dari luar diri.
Langkah awal dalam membangun kesadaran diri di hadapan Tuhan adalah merenung jauh ke belakang tentang penciptaan diri kita, sejak tiada di alam kandungan, masa bayi, masa kecil.
Sadarkah kita bahwa dahulu kita tiada, tak berdaya, kesadaran ini perlu kita tumbuhkan secara terus menerus. Bagaimana awalnya diri kita diciptakan Allah dari setetes mani kemudian diubah oleh Allah menjadi segumpal darah di dalam kandungan. Semuanya berproses tanpa sentuhan seorang manusiapun bahkan kita sendiri tidak tahu.
Semua orang tahu awal hidupnya tetapi tidak semua orang sadar untuk menarik hikmah yang besar pada kejadian dirinya sendiri. Dahulu kita bagaikan setitik air yang tak berdaya dalam sebuah lingkaran gelap, di sanalah kita berada sebagai sebuah sel yang terus-menerus bergerak, kita tak tahu siapa yang menggerakkan. Sel tadi terus berkembang, kita tak tak tahu siapa yang mengembangkan. Sel tumbuh secara teratur, dalam waktu yang relatif singkat terbentuklah otak, kepala, jantung, hati, mata, telinga, paru-paru usus, tangan kaki dan seterusnya.
Kita menyaksikan bagaimana jantung terus menerus berdenyut sepanjang waktu dan mengalirkan darah ke seluruh tubuh, dengan aliran darah ini jantung berfungsi menghantarkan makanan bagi pertumbuhan organ tubuh lainnya. Tahap demi tahap penciptaan manusia terus berlanjut di alam kandungan yang gelap.
Bila kita renungkan asal kejadian diri, kita akan menemukan keadaan yang sangat luar biasa sedang terjadi pada diri kita sejak awal penciptaannya. Kesempurnaan tubuh terbentuk sedemikian rupa tanpa campur tangan manusia, ini suatu pemandangan yang luar biasa.
Keteraturan penciptaan dan posisi organ tubuh yang sangat serasi penempatannya tersusun sedemikan kompleks dan rapi. Organ tubuh masing-masing bekerja sesuai dengan fungsinya menjadi sebuah system yang sangat mengagumkan. Keserasian ini cermin dari perencanaan dan pekerjaan yang luar biasa.
Marilah kita perhatikan jantung pada diri kita, jantung adalah segumpal darah yang memiliki fungsi yang sangat penting. Jantung bergerak tanpa ada yang menggerakkan, memompa darah ke seluruh tubuh dengan tenaga yang kuat, kita sendiri tak tahu dari mana sumber tenaga jantung yang bergerak secara otomasitis tak pernah berhenti sepanjang hidup.
Jantung berdenyut 70 – 100 denyut per menit atau 100.000 kali berdenyut dalam sehari untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Jantung adalah sebuah mesin pompa mini yang canggih, seandainya seluruh teknologi dan manusia dikumpulkan untuk membuat jantung seperti aslinya pasti tak akan sanggup.
Kehidupan manusia sangat tergantung kepada jantung, sebentar saja jantung berhenti maka dapat dipastikan seluruh aktivitas tubuh akan berhenti. Jantung berfungsi sebagai transportasi yang mengangkut seluruh kebutuhan organ secara merata ke seluruh tubuh, mengatur tekanan darah agar tidak membahayakan seluruh komponen di dalam tubuh. Jantung memiliki katup yang mengatur arah aliran darah yang bekerja sangat serasi.
Perputaran aliran darah diatur sedemikian rupa oleh jantung yang diedarkan ke seluruh tubuh dan kembali ke jantung, pekerjaan ini di jalankan oleh jantung tanpa mengenal istirahat. Alat ini sungguh ini merupakan bukti kesempurnaan rancangan yang tak ada bandingnya.
Jantung adalah salah satu dari sekian banyak ciptaan yang mengagumkan dan tak satupun manusia mampu membuatnya, kita tak akan sanggup menilai berapa harga sebuah jantung bagi pemakainya.
Jika kita merenung secara seksama menyaksikan keunikan organ tubuh pada diri kita maka kita akan sangat terkagum-kagum karenanya, cara kerjanya yang demikian kompleks serasi, teratur sistimatis dan luar biasa.
Selain jantung masih banyak organ tubuh lain yang perlu kita ketahui diantaranya otak. Ada 10 milyard sel syaraf dan 50 milyard sel lainnya di dalam otak. Salah satu fungsi otak adalah mengatur seluruh informasi dan system di dalam tubuh secara sempurna, tak ada satupun organ tubuh yang luput dari pengawasan otak. Cara kerja otak sangat mengagumkan, kehebantannya melebihi teknologi komputer saat ini.
Organ tubuh lainnya yang sangat penting yaitu pencernaan. Organ ini mengolah dan menyerap sari makanan secara selektif. Makanan yang masuk kepencernaan diolah sedemikian rupa dan sarinya diserap dan dikirim ke seluruh tubuh. Pada setiap satu milimeter persegi lapisan usus halus terdapat 200 juta pompa penghisap sari makanan. Pompa otomatis terkecil yang yang dibuat Allah tak akan pernah bisa dibuat manusia. Di dalam pencernaan kita terdapat 3 trilyun bakteri yang bekerja sangat efektif. Marilah kita merenung bahwa di dalam tubuh ada sebuah pekerjaan besar seperti sebuah pabrik yang bekerja secara terus menerus.
Masih banyak lagi hal yang menakjubkan yang belum terungkap pada diri yang perlu kita ketahui. Perenungan ini sangat diperlukan untuk menggugah kesadaran diri agar kita memahami Ke-Maha-Besaran Tuhan. Dengan perenungan yang dalam kita akan menginsyafi bahwa sesungguhnya di dalam diri terdapat tanda-tanda Ke-Agungan, Kebesaran yang Maha Pencipta.

POKOK BAHASAN
MENGENAL DIRI
BAB I
I. PERLUNYA MENGENAL DIRI
II. PETA PERJALANAN ALAM KEHIDUPAN MANUSIA SEJAK TIADA SAMPAI DI AKHIRAT
1). Alam Ketiadaan
2). Alam Kandungan
3). Alam Dunia
4). Alam Barzakh/ Kubur
5). Alam Akhirat
BAB II
PERLENGKAPAN POTENSI LAHIRIAH DAN BATHINIAH DALAM DIRI MANUSIA
1). Akal Fikir
2). Hati/ Qalbu
3). Iblis dan Syaitan
4). Ruh
5). Perasaan/ Nafsu
6). Raga/ Jasmani
BAB III
TUJUAN/ STATUS PENCIPTAAN MANUSIA DIDUNIA
1). Pengemban Amanat
2). Pengabdi Allah
3). Khalifah di bumi
4). Menghadapi ujian keimanan
BAB IV
ENAM GOLONGAN MANUSIA DALAM PANDANGAN ALLAH
1). Golongan Beriman
2). Golongan Munafik
3). Golongan Fasik
4). Golongan Murtad
5). Golongan Kafir
6). Golongan Musyrikin
BAB V
MANUSIA YANG DICINTAI DAN YANG DIMURKAI ALLAH
1). Manusia yang mendapat petunjuk
2). Manusia yang dicintai Allah
3). Manusia yang tidak mendapat petunjuk
4). Manusia yang dimurkai
BAB VI
NAMA-NAMA DAN KELEMAHAN MANUSIA
1). Nama-nama manusia
2). Kelemahan manusia

BAB – II
MENGENAL HIDUP

Apabila kita ditanya : “ Berapa usia anda saat ini ? “ Kita akan menjawab usia saya misalnya 30 tahun, kita menghitung ke belakang sejak dilahirkan sampai dengan saat ini. Usia menunjukkan berapa lama hidup yang telah kita lalui yang perhitungannya mundur. Namun jika kita ditanya : “ Masih berapa lama lagi kita hidup ? “ Tak akan ada seorangpun yang mampu menjawab, sebab kita tidak tahu sama sekali kapan ajal akan menjemput.
Hidup dalam budaya kita adalah sejak kelahiran sampai kematian. Budaya ini sudah demikian menyatu dengan diri kita. Jika kita bertanya pada diri sendiri : “ Apakah kita sangat mencintai kehidupan ini ? “ Sebagian besar dari kita akan menjawab : “ Ya ”, tetapi ada juga yang berkata lain. Saya pernah menjumpai seorang kakek yang berusia 120 tahun masih sanggup berjalan. Dia selalu mengeluh merasa kesepian karena tak satupun teman sebayanya yang masih hidup, dia sangat merindukan kematian karena usianya yang sudah tua. Dia sudah jemu dengan hidup di dunia karena diusianya saat itu tak banyak yang bisa dia perbuat, hidupnya hanya bergantung kepada orang yang berada di sekitarnya.
Berbeda dengan orang muda yang sangat sibuk dengan angan-angan masa depan yang indah, sejak bangun tidur dia sangat rindu kepada dunia ini karena menjanjikan kesenangan dan kenikmatan. Rindu kepada dunia tidak hanya dialami oleh orang muda tetapi orang tuapun demikian, terutama orang tua yang takut atau lupa akan datangnya kematian.
Secara fisik semua manusia sama, namun dari pandangan hidup akan berbeda-beda. Perbedaan pandangan hidup pada manusia sangat dipengaruhi oleh situasi dan kondisi, ilmu yang diperolehnya selama hidup. Jika harta benda dianggap sanggup membahagiakan dirinya maka dia akan bercita-cita menjadi Hartawan. Jika ilmu sanggup membahagiakan maka dia akan menjadi Ilmuwan, jika kekuasaan sanggup membahagiakan maka dia berlomba-lomba menjadi Penguasa. Setiap orang akan mempersiapkan dirinya dalam rangka mencapai apa yang dicita-citakannya.
Ada orang yang hanya menginginkan kebahagiaan spiritual, mereka menjauhi kebendaan dan hidup menyendiri. Ada orang yang bercita-cita ingin mencapai kebahagiaan bendawi sekaligus spiritual, dia tetap bekerja dikeramaian tetapi sebagian hartanya diarahkan untuk hal-hal yang bersifat spiritual.
Pandangan manusia tentang perjalanan hidup pada prinsipnya terbagi menjadi dua, yang pertama hidup adalah perjalanan manusia sejak lahir sampai mati dan yang kedua hidup adalah perjalanan manusia sejak di alam arwah, kandungan, dunia sampai akhirat yang kekal abadi.
Kedua pandangan ini jauh berbeda, pandangan yang pertama berdimensi jangka pendek dan yang kedua berdimensi jangka panjang. Pandangan hidup yang bersifat jangka pendek memerlukan persiapan seperlunya, sedangkan yang memandang hidup jangka panjang memerlukan persiapan yang matang.

Tujuan manusia dalam hidupnya ada 4 macam yaitu :
1. Sekedar menjalani hidup.
2. Hidup hanya untuk kebahagiaan duniawi
3. Hidup untuk kebahagiaan akhirat
4. Hidup sebagai penghamba Tuhan.
Ke-empat tujuan hidup tersebut akan berpengaruh pada persiapan hidup yang akan dijalani. Bagi mereka yang memandang hidup sekedar saja tentu tak perlu banyak berfikir, cukup hanya soal makan, minum saja seperti hewan, sedangkan yang menginginkan kebahagiaan dunia harus bekerja keras siang dan malam menuntut ilmu dunia dan mengumpulkan harta benda.
Bagi mereka yang hidup untuk akhirat maka perjuangan hidupnya lebih keras lagi karena harus menuntut ilmu dunia, bekerja keras mendapatkan harta yang halal, menyalurkan kepada yang berhak, menuntut ilmu akhirat dan mengajarkannya, bekerja keras melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangannya semaksimal mungkin. Menjalani hidup untuk akhirat memerlukan perjuangan jangka panjang yang tak akan pernah berakhir.
Demikian juga mereka yang berprinsip hidup untuk menghambakan diri kepada Allah, perjuangannya melebihi mereka yang hidup untuk hari akhirat. Menghamba diri kepada Allah dituntut pengorbanan besar, kasih sayang dan keikhlasan yang tinggi.
Bahwa untuk mencapai tujuan hidup perlu mempersiapkan diri secara fisik, mental, dan ilmu untuk menjalani konsep hidup pada kehidupan yang sebenarnya.
Ilmu tentang hidup atau mengenal hidup sangat penting difahami agar kita dapat mempersiapkan diri secermat mungkin agar tidak keliru dalam memilih tujuan hidup.
Konsep hidup yang dianut memegang kunci yang sangat menentukan karena konsep ini menjadi landasan seseorang dalam membuat keputusan. Dengan keputusan yang tepat maka hasilnya akan lebih baik.
Hidup adalah sebuah perjalanan yang memerlukan perbekalan dan persiapan. Jika kita salah dalam memahami perjalanan hidup maka pasti kita akan keliru pula melakukan persiapan, akhirnya kita akan sengsara sepanjang masa.

Apa tujuan mengenal hidup ?
 Menumbuhkan kesadaran akan hakikat dan makna hidup yang sebenarnya.
Kita sering menjumpai orang yang sedang berhadapan dengan masalah rumah tangga, perceraian dan cobaan hidup lainnya, mereka merasakan tekanan hidup yang berat. Betapapun beratnya beban hidup yang di alami tidak semua orang mengeluh, ada juga orang yang merasa bersyukur dengan keadaan itu karena mereka memperoleh hikmah yang besar.
Orang yang telah mendapatkan hikmah berarti mereka telah memahami makna hidup yang sebenarnya dan telah terbimbing di jalan Allah. Untuk memperoleh hikmah manusia perlu bimbingan hidup, jika manusia dibiarkan menjalani kehidupan tanpa bimbingan kemungkinan besar akan tersesat. Hidup tanpa bimbingan berarti membiarkan diri berada pada posisi yang berbahaya karena manusia sangat tergantung pada keadaan sekitarnya, jika buruk lingkungannya akan menjadi orang yang buruk, jika baik lingkungan akan menjadi orang baik.
Kenyataan menunjukkan bahwa banyak keluarga yang baik melahirkan anak-anak yang kurang baik moralnya karena terpengaruh oleh kondisi lingkungannya. Anak-anak tidak mendapat bimbingan yang cukup untuk masa depannya di hari akhirat.
Seorang anak akan belajar dari keadaan dilingkungannya, jika`anak dibiarkan tanpa dibekali pengetahuan makna hidup maka anak akan meraba-raba dalam menjalani hidupnya.
Banyak orang yang melakukan perbuatan yang melawan hukum, bertindak biadab diluar perikemusiaan, menentang norma kebajikan dan bermoral buruk. Mereka akan sangat menyesal setelah menyadari perbuatannya karena mereka tidak tahu makna hidup yang sebenarnya. Hal ini terjadi karena pendidikan hidup yang diperolehnya selama ini hanya sebatas pendidikan materi sedangkan nilai-nilai moral sprirtual diabaikan.
Dengan mengenal hidup secara utuh dan menyeluruh kita memiliki pijakan yang jelas dalam menjalani kehidupan ini. Pengetahuan tentang makna hidup yang diperoleh sejak dini adalah mutlak diperlukan sebagai bekal dikemudian hari. Bekal ini sangat penting artinya bagi manusia yang selalu berhadapan dengan ujian hidup yang tak mungkin dihindari.
Kesadaran akan hakikat dan makna hidup merupakan bekal seseorang yang sangat berharga. Dengan kesadaran ini kita akan berfikir jauh ke depan untuk bersikap lebih baik.

 Menentukan strategi hidup yang akan di jalani.
Bagaimanapun setiap orang harus mampu berfikir untuk masa depannya sendiri karena beban hidup manusia semakin berat dari hari ke hari seiring dengan biaya hidup yang semakin besar.
Hidup ibarat sebuah perjalanan jauh yang perlu perbekalan. Seorang pendaki gunung harus mempersiapkan diri dengan berbagai perlengkapnnya. Pada tahap awal harus menyiapkan peta, dengan peta ini akan tergambar dengan jelas perjalanan yang akan dilalui. Setelah diketahui dengan baik medan yang akan dilalui kemudian kita membuat strategi menempuh perjalanan.
Demikian juga hidup manusia, setiap orang harus mempersiapkan diri dengan strategi hidup. Manusia memiliki tanggung jawab hidup di akhirat. Tanggung jawab manusia tidak hanya sebatas dirinya tetapi keluarga, lingkungan, masyarakat dan alam sekitarnya. Tanggung jawab yang besar memerlukan pemikiran yang menyeluruh, terarah dan terencana dengan baik yang lazimnya kita sebut strategi hidup. Jika ingin berhasil dalam hidup kita perlu membuat strategi. Hidup tidak bisa dihadapi dengan berpangku tangan karena manusia selalu berhadapan kesesatan dan kebenaran.
Ibarat mengarungi lautan luas kita memerlukan arah hidup yang jelas, jika kita menjalani hidup tanpa arah tujuan yang jelas maka kita akan terombang ambing. Orang yang bijak dalam hidupnya akan memprioritaskan arah hidupnya terlebih dahulu, kemudian menyusun strategi jangka panjang. Oleh karenanya kita perlu Mengenal Hidup yang sebenarnya sebagai langkah awal untuk membuat strategi hidup untuk masa yang akan datang.

 Memperkuat keyakinan dalam menghadapi permasalahan hidup.
Orang bijak berkata bahwa tidak ada hidup tanpa masalah. Orang yang lari dari masalah berarti dia telah lari dari kehidupan. Artinya bahwa kelahiran manusia ke dunia ini untuk berhadapan dengan masalah.
Sejak kelahiran kita di dunia ini sudah menjadi masalah bagi orang-orang sekeliling, mereka berusaha menolong kita dari perut ibu saat masih bayi.
Setelah lahir ke dunia ini mulai muncul masalah baru, orang sekeliling kita harus memenuhi kebutuhan minum, makan, pakaian, mandi dan kebutuhan lainnya.
Bayi tidak merasakan masalah tetapi sebenarnya sudah menghadapi masalah, bayi harus bersabar pada saat haus dan lapar karena menunggu ibunya yang sedang sibuk mengurus keperluan keluarga, demikian juga pada saat ingin buang air kecil, kotoran dan mandi
Pada saat usia anak-anak harus menghadapai masalah di rumah, dipergaulan, di sekolah. Setelah dewasa juga berhadapan dengan masalah karena harus berumah tangga dan mencari nafkah.
Tidak semua orang hidup sukses seperti yang diharapkan, bahkan banyak orang yang gagal akhirnya menjadi miskin. Masalah adalah bagian dari hidup manusia, kenyataan pahit sering membuat orang putus asa sedangkan saat sukses menjadi lupa diri. Kedua-duanya membawa kita pada jurang kehancuran hidup jangka panjang.
Jika kita tidak pernah memahami makna kehidupan dengan baik kita akan terkejut saat berhadapan dengan kenyataan hidup yang sebenarnya, kita tidak siap menghadapi kenyataan. Jiwa kita akan terguncang tak terkendali, terjerumus dalam bahaya kehidupan jangka panjang. Dengan Mengenal Hidup dan segala permasalahannya kita akan lebih siap menghadapinya dengan penuh keyakinan.

 Bagaimana pandangan Al Qur’an tentang hidup ?
Al Qur’an mengisyaratkan bahwa manusia pasti menjalani hidup sampai ke akhirat sedangkan kematian adalah perpindahan dari satu kehidupan dunia menuju kehidupan yang lain.
Hidup yang kekal di akhirat adalah sebuah kepastian sebagaimana dijelaskan dalam Al Qur’an surat Al A’laa ayat 17 (QS. 87 : 17 ) :
“ Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal.”
Dengan ayat ini jelas manusia harus berfikir bahwa kehidupan yang dijalani manusia tidak berakhir di dunia, karenanya kita harus mempersiapkan diri untuk perjalanan ke akhirat.
Kehidupan di dunia sangat singkat namun fungsinya sangat menentukan, sukses dan tidaknya seseorang di akhirat tergantung amalnya di dunia ini. Bagi orang yang menjadikan kehidupan dunia sebagai tempat untuk membekali diri di akhirat akan menjadi orang-orang yang beruntung, sedangkan orang yang menjadikan dunia sebegai tempat untuk mencari kesenangan maka dia akan merugi sepanjang masa di akhirat. Orang seperti ini digolongkan sebagai orang yang tertipu sebagaimana firman Allah dalam Al Qur’an surat Al Hadiid ayat 20 (QS. 57 : 20 ) :
“ Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-bangga tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.”
Orang yang sadar bahwa dia akan menjalani kehidupan akhirat yang kekal abadi selalu akan berusaha membekali diri selama hidup di dunia. Dia berusaha mencari nilai terbaik dalam pandangan Allah SWT.
Dia sadar bahwa hidup dunia hakikatnya adalah arena ujian keimanan sesuai firman-Nya surat Al Insaan ayat 2 ( QS. 76 : 2 ) :
“ Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat.”
Kesadaran bahwa hidup ini sebagai arena ujian akan memungkinkan manusia mempersiapkan diri lebih matang guna memperoleh nilai terbaik di sisi Allah SWT.

POKOK BAHASAN
MENGENAL HIDUP

BAB I
ARTI DAN MAKNA HIDUP BAGI MANUSIA
I. SETIAP MANUSIA PERLU MENGENAL JALAN HIDUPNYA
II. AKTIVAS MANUSIA DALAM MENJALANI HIDUPNYA
Jalan hidup yang sesat ( Kafir, Munafik, Musyrik, Fasik )
Jalan hidup yang lurus ( B e r i m a n )
III. HIDUP UNTUK IBADAT
IV. PENILAIAN ALLAH TERHADAP MANUSIA

BAB II
MENUNTUT ILMU ADALAH BAGIAN DARI TUGAS HIDUP
I. MENUNTUT ILMU DAN KEUTAMAANNYA
II. SHUHUF DAN KITAB SUCI
III. AL QUR’AN DAN AL HADITS
IV. BELAJAR DARI ILMU KEHIDUPAN UNTUK DIRENUNGKAN
V. BELAJAR KETRAMPILAN & KEAHLIAN UNTUK BEKAL HIDUP

BAB III
MENJALANKAN TUGAS HIDUP SEBAGAI ORANG BERIMAN SEJAK DARI DALAM HATI SAMPAI DIDUNIA INTERNATIONAL
I. MEMELIHARA JIWA AGAR TETAP BERIMAN DAN TERBEBAS DARI
KEKAFIRAN, KEMUNAFIKAN, KEMUSYRIKAN DAN KEFASIKAN.
II. MEMELIHARA KESEHATAN JIWA RAGA
III. MENJALANKAN SYARIAT ISLAM
1). Shalat
2). Zakat
3). Puasa
4). Haji dan Kurban
5). Mesjid dan Ka’bah
IV. MEMELIHARA KEHARMONISAN KELUARGA SECARA ISLAMI
1). Pernikahan dan permasalahannya
2). Anak dan permasalahannya
3). Hubungan antara harta dan anggota keluarga
4). Harta hak milik dan faraidz

V. MENINGKATKAN PROFESIONALISME SECARA ISLAMI
1). Qadha, Qadar dan Ikhtiar
2). Cara-cara berusaha yang baik
3). Usaha dagang ( berniaga ) dan masalahnya
4). Usaha pelayaran
5). Usaha lain-lain
VI. MENATA DAN MEMELIHARA HUBUNGAN BAIK DALAM
SEBUAH MASYARAKAT
1). Hubungan baik dalam masyarakat
2). Dakwah
VII. MENATA, MEMELIHARA DAN MENINGKATAN KESEJAHTERAAN
SEBUAH BANGSA SECARA ISLAMI
1). Khalifah : Bermasyarakat, Berbangsa dan Bernegara
2). Jinayat
3). Hudud
4). Jihad dan Qital
VIII. MENATA DAN MEMELIHARA PERDAMAIAN DUNIA
Hubungan antar suku dan antar bangsa
IX. MEMETIK HIKMAH & PELAJARAN DARI KEHIDUPAN PARA NABI DAN
ROSUL.
Nabi, Rosul dan Tugasnya
Kisah Nabi dan Rosul
Pelajaran dari kisah Nabi dan Rosul

BAB – III
MENGENAL ALLAH

Sebagai umat Islam kita sudah mengenal kata “Allah” sejak kecil, kita mendengarnya dari sekolah radio, televisi, masjid, bahkan tidak kurang dari lima kali sehari kita dengar kata itu melalui azan.
Pada saat kita mendengar azan :
“ Asyhadu anlaa ilaaha illallah” tidak ada Tuhan selain Allah.
Kita faham betul apa artinya, namun kata ”Allah ” yang kita dengar terasa hambar seperti tak mempunyai makna apa-apa.
Bibir berkata ”Allah” perasaan kita tidak tersentuh sama sekali. Kita lebih faham kata ” makan, minum ”. Bila kata makan diucapkan seolah seluruh tubuh kita ikut aktif merasakan bagaimana mana rasanya makanan.
Seorang Menteri akan bergetar jiwanya pada saat ada orang yang menyebut nama ”Presiden”. Demikian juga para Jenderal, Camat, Lurah sampai rakyat jelata, akan sibuk sekali manakala Presiden akan mengunjungi daerahnya.
Kita semua akan merasakan hal yang sama pada saat tahu bahwa Presiden akan segera tiba di wilayah kita. Kesibukan perasaan ini terjadi karena kita memahami dengan baik kata ”Presiden ”.
Berbeda dengan anak balita, mereka tidak terpengaruh dengan berita bahwa Presiden akan datang ke wilayahnya, anak-anak tetap bermain tak ada perubahan pada perasaan mereka. Hal ini terjadi karena mereka tidak faham siapa, apa dan bagaimana Presiden.
Seperti inilah yang terjadi pada diri kita, kata ”Allah” seperti sebuah kata tak bermakna pada jiwa. Kita tahu bahwa Allah itu Tuhan tetapi pada saat disebut tak ada sentuhan di dalam jiwa, seperti seekor burung beo yang dilatih untuk membaca ” Bismillah ”.
Dari pengakuan beberapa kawan penulis yang sudah lama belajar agama, mereka mengakui bahwa pada saat mendengar kata “Allah “ mereka tidak merasakan sentuhan di dalam jiwanya. Hal ini menunjukkan bahwa belajar agama bukan jaminan mutlak untuk merasakan Ke-Maha-Besaran Allah di dalam jiwanya, karenanya untuk memperoleh tingkatan kesadaran Ketuhanan perlu penghayatan yang lebih mendalam.
Selama ini mungkin kita hanya tahu kata “Allah“ dari buku, kata orang tetapi kita tidak memahami siapa Allah yang sebenarnya sehingga kata “Allah” tidak berbekas pada perasaan kita.
Hanya mengetahui kata “Allah” tidak akan menumbuhkan makna yang dalam. Dengan penghayatan kita akan merasakan getaran Ke-Maha-Besaran Allah di dalam jiwa. Proses penghayatan sampai merasakan Ke-Maha-Besaran Allah perlu waktu yang cukup.
Apabila kita tidak meluangkan waktu yang cukup untuk melakukan penghayatan maka kualitas ibadah kita sangat rendah. Karena itu banyak orang mengeluh karena sulit melaksanakan shalat khusyu’, mereka tidak dapat merasakan bagaimana menghadap Allah pada saat shalat.

Mengenal Allah merupakan tahap awal dalam proses pembelajaran, kita perlu meningkatkannya agar dapat merasakan peran Allah kehidupan ini. Ada pepatah mengatakan “tak kenal maka tak sayang “, para Ulama mengatakan bahwa kecintaan kepada Tuhan akan diperoleh dengan pembelajaran secara bertahap dan terus menerus.
Kita perlu menyadari tidak mudah untuk mengenal Tuhan dengan baik karena Tuhan Maha Besar, sedangkan akal kita sangat terbatas yang hanya mampu menjangkau hal-hal kecil. Manusia memiliki keterbatasan baik secara fisik, mental maupun akal fikir. Dengan keterbatasan akal fikir manusia perlu belajar secara bertahap, teratur, terarah, benar dan terus menerus.
Mustahil kita akan memahami Tuhan dengan baik apabila hanya meraba-raba, jika cara ini yang dilakukan kemungkinan kita akan tersesat dan terjerumus ke lembah kemusyrikan. Akibat buruk karena sesat dalam memahami Tuhan tidak akan dirasakan di dunia tetapi di akhirat.
Mengenal Tuhan dengan dengan baik merupakan langkah awal untuk dapat merasakan Ke-Maha-Besaran-Nya. Dengan mengenal Tuhan lambat laun akan menjadi sebuah keyakinan yang tak tergoyahkan akhirnya kita akan sadar dan berusaha beribadah dengan sebenarnya.

Apa tujuan mengenal Allah ?
 Agar tidak keliru memahami Tuhan.
Bagi pemeluk agama Islam sejak kecil kata ”Allah” sudah tidak asing lagi. Orang tua mengajarkan kepada kita bahwa di akhirat nanti kita akan ditanya oleh para Malaikat :
“ Man Robbuka ? “ Siapa Tuhanmu ?
Kita harus menjawab ”Allah Tuhanku ”.
Manakala kita tidak mampu menjawab maka kita akan dimasukkan ke dalam neraka dengan siksaan yang pedih. Maksud cerita tersebut agar kita hanya ber-Tuhan kepada Allah dan tidak kepada yang lainnya.
Setelah dewasa kita masih dapat menghafal Tuhan adalah Allah. Kita menjadikan Allah sebagai Tuhan dalam bentuk hafalan. Di masyarakat kita berhadapan dengan pendapat yang beraneka ragama, mereka memberikan pelajaran tentang Tuhan yang berbeda-beda.
Secara ruhaniah manusia membutuhkan Tuhan khususnya pada saat terdesak dalam kehidupannya. Pada kondisi ini Tuhan akan dicari sebagai alternatif menyelesaikan masalah. Dalam pencariannya tidak sedikit manusia yang tersesat mencari Tuhan ke gunung, ke laut, ke gua, mereka rela menyerahkan dirinya kepada makhluk ghaib tertentu untuk mencapai yang diinginkannya.
Orang-orang yang miskin di pedesaan banyak yang berpindah agamanya karena mendapat hadiah, mereka sesat akibat kemiskinan dan kebodohan serta tidak memahami dengan baik Tuhan yang sebenarnya.
Masyarakat sangat mudah menukar keyakinan kepada Tuhan dengan harga yang sedikit. Tidak hanya di kalangan rakyat miskin, orang-orang pintarpun sangat tertarik mencari kekuatan ghaib untuk mempertahankan kekuasannya, mereka mencari paranormal yang dianggap memiliki kekuatan supra-natural yang mampu melindungi dirinya.
Hal lain yang menarik adalah acara ritual tertentu di gunung, di laut yang diwariskan dari generasi ke generasi. Acara ini secara tidak langsung turut membentuk pandangan masyarakat bahwa pada tempat tertentu terdapat kekuatan yang dapat mengubah nasib seseorang atau masyarakat.
Keyakinan seperti ini telah merubah pandangan manusia yang semula ber-Tuhan kepada Allah menjadi ber-Tuhan kepada makhluk ghaib. Banyak faham yang dianut manusia dalam memahami Tuhan. Manusia bisa ber-argumentasi dengan ilmunya untuk memberikan keyakinan kepada orang lain bahwa Tuhan yang diperkenalkannya adalah kebenaran.
Jika kita tidak memiliki ilmu tentang Tuhan yang sebenarnya maka kita akan mudah terpengaruh untuk mengikuti kesesatan dan kemusyrikan yang mempunyai resiko berat di akhirat kelak.
Oleh karenanya kita perlu memahami dengan baik, siapa Tuhan yang sebenarnya agar kita terhindar dari kesesatan. Mengenal Tuhan adalah keharusan bagi orang yang ingin hidupnya selamat dunia akhirat, untuk selanjutnya kita tidak mudah tertipu oleh bujukan orang lain yang menyesatkan.

 Meningkatkan keyakinan, ketaqwaan
Keyakinan pada seseorang terbentuk melalui sebuah proses, awalnya mendengar, melihat atau membaca. Apabila ada yang menarik kemudian dia menindak lanjuti untuk memahami.
Bila kita hanya tahu sesuatu sepintas lalu tak ada kelanjutannya hampir dapat dipastikan akan lupa. Bila pengetahuannya bertambah maka wawasannya akan lebih luas dan keyakinannya akan semakin kokoh. Demikian pula tentang Allah, apabila pengetahuan tentang Allah tidak meningkat kemungkinan besar akan lupa.
Bagi orang beriman pemahaman akan Allah harus ditingkatkan secara terus menerus walaupun dalam perjalannya harus melalui ujian kehidupan. Ujian inilah yang akan membuat keimanan semakin kokoh di dalam diri. Keyakinan kepada Allah yang terbina dengan baik akan membawa manusia menjadi lebih dekat dengan ketaqwaan.

POKOK BAHASAN
MENGENAL ALLAH

I. MENGENAL ALLAH MELALUI CIPTANNYA

II. MENGENAL ALLAH MELALUI SIFATNYA

III. MENGENAL ALLAH DENGAN ASMAUL HUSNA ( 99 NAMA )

IV. ILMU ALLAH MELIPUTI SEGALA SESUATU

V. SETIAP CIPTAAN ALLAH DITENTUKAN HUKUMNYA
1). Wujud dan ciri hukum Allah
2). Sifat-sifat sunatullah

VI. ALAM SEMESTA
1). Penciptaan alam semesta
2). Fungsi alam semesta
3). Hubungan pergeseran waktu dan peredaran benda langit
4). Pada benda langit ada kehidupan
5). Segalanya tunduk kepada Allah
6). Kesempurnaan alam semesta
7). Apa kata manusia tentang jagad raya
8). Khancuran total alam semesta

VII. BUMI DAN TUMBUHAN

VIII. HEWAN / BINATANG

IX. MAKHLUS HALUS DAN TABIATNYA
1). Ghaib
2). Malaikat
3). Jin

BAB – IV
MEMBENAHI DIRI

Membenahi diri merupakan bagian dari kehidupan manusia apabila ada sesuatu yang kurang serasi, kurang pas pada dirinya. Manusia akan berusaha tampil sebaik mungkin di hadapan manusia lain dengan penampilannya yang lebih menarik. Untuk memperbaiki penampilannya dalam kehidupan sehari-hari manusia menggunakan cermin sebagai alat melihat dirinya sendiri. Dengan cermin akan terlihat secara fisik bagian mana yang tak pantas dan bagaimana memperbaikinya agar terlihat serasi.
Pada saat manusia beraktivitas dalam kehidupannya akan terjadi perubahan pada dirinya, seperti rambut berantakan, baju menjadi kusut, wajah semakin kotor, kulit penuh keringat, kesemuanya meyebabkan fisik manusia kurang menarik. Oleh karena itu manusia cenderung untuk menata kembali agar tampak indah dan serasi dengan berpakaian, mandi, berdandan, berhias. Kehidupan telah mewajibkan manusia untuk melakukan sesuatu pada dirinya yang lebih baik dari hari ke hari. Membenahi diri secara terus menerus secara fisik merupakan bagian dari hidup manusia yang tak satu orangpun membantahnya.
Di dalam ruhaniah manusia ada potensi yang disebut fitrah ruhaniah atau kesucian. Fitrah manusia ini selalu cenderung kepada Ketuhanan dan kebaikan insani. Selain dari fitrah kebaikan ini, di dalam diri manusia juga terdapat nafsu hewani dan iblis yang berusaha menyesatkan manusia.
Ada dua potensi manusia yang saling berlawanan satu sama lain yaitu potensi kebaikan yang mendorong manusia berakhlak mulia, sedangkan potensi keburukan mendorong berakhlak hina. Potensi negatif yang menyebabkan kesengsaraan di akhirat sedangkan potensi positif menyebabkan kebahagiaan dunia akhirat.
Setelah kita menyadari bahayanya potensi negatif maka kita perlu kembali kepada fitrah atau potensi positif. Upaya ini perlu perjuangan besar yang tiada henti atau dengan istilah lain hijrah ruhaniah.
Membenahi diri secara ruhaniah merupakan sebuah perjuangan agar diri tampak indah dalam pandangan Allah, karenanya memelihara diri secara ruhaniah adalah mutlak bagi yang menginginkan keselamatan dunia akhirat sesuai perintah Al Qur’an surat At Tahriim ayat 6 (QS. 66 : 6) :
” Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; … ”.
Ayat ini memerintahkan kepada manusia untuk memelihara diri dan keluarga dari siksa api neraka.
Apa sebenarnya yang menyebabkan manusia tidak selamat dari azab api neraka ? Jawabnya adalah karena manusia dikuasai oleh penyakit ruhani.
Al Qur’an menjelaskan bahwa penyebab seseorang masuk ke dalam api neraka adalah dari dalam dirinya sendiri berupa kekafiran, kemunafikan, kefasikan, kemusyrikan yang diikuti kondisi akhlak yang buruk.
Akhlak memegang peran utama dalam mencapai keselamatan di akhirat, karena itu perintah Allah memelihara diri dimaksudkan agar manusia memprioritaskan membenahi diri secara ruhaniah yang dilanjutkan dengan pembenahan diri secara jasmaniah.
Seorang muslim yang mengharapkan keselamatan perlu mewajibkan diri untuk senantiasa membenahi diri secara ruhaniah sampai akhir hayat, karena di dalam diri manusia terdapat lebih dari 60 sifat nagatif yang harus diubah. Pekerjaan ini adalah pekerjaan besar yang tidak mudah. Tahap pertama dalam membenahi diri yaitu mengubah pola pikir yang serba benda menjadi serba Allah sesuai arahan Ummul Qur’an suratul Faatihah yaitu : Mengenal Allah, Mengenal Diri, Mengenal Hidup dan Membenahi diri.

POKOK BAHASAN
MEMBENAHI DIRI

I. AKHLAK DAN KELUARGA NABI MUHAMMAD

II. PENDIDIKAN AKHLAK ISLAM

III. AKHLAK HINA

IV. AKHLAK MULIA

BUKU I
MENGENAL DIRI

AYAT-AYAT AL QUR’AN
TENTANG
MENGENAL DIRI
(MANUSIA)
dikelompokan dengan pertimbangan sebagai berikut :
1. Diri kita adalah manusia yang sama dengan manusia lainnya sejak dari zaman Nabi Adam sampai sekarang.
2. Setiap diri (manusia) pasti menjalani tahap-tahap kehidupan :
 Sejak Tiada  di dalam Kandungan di alam Dunia 
di alam Kubur di Akhirat.
Apakah diri akan masuk ke neraka atau ke surga. Keadaan alam ini dijelaskan dalam Mengenal Diri secara terperinci karena kita akan mengalaminya.
3. Setiap diri harus memahami untuk apa diciptakan oleh Yang Maha Pencipta.
4. Setiap diri di dalam pandangan Allah terbagi menjadi 6 (enam) golongan yaitu :
a). Kafir
b). Musyrik
c). Murtad
d). Fasik
e). Munafik
f). Beriman
Kesemuanya ada tanda-tandanya dalam Al Qur’an.
Diri kita berada pada golongan mana dalam pandangan Allah ?
5. Dengan memahami Mengenal Diri (manusia) secara menyeluruh, dari mana asal diri kita dan akan ke mana akhirnya, dimana posisi dan status diri maka kita dapat mengevaluasi diri untuk menumbuhkan kesadaran Membenahi Diri.

MENGENAL DIRI
BUKU I

MENGENAL DIRI
BAB – I
PERLUNYA MENGENAL DIRI
1. Manusia harus memperhatikan diri
a. Surat Adz Dzaariyaat Ayat 21 (QS 51 : 21)
b. Surat Al ‘Alaq Ayat 1 – 5 (QS 96 : 1 – 5)
c. Surat At Tahrim Ayat 6 (QS 66 : 6)
2. Manusia bisa lupa diri
Surat Al Hasyr Ayat 19 (QS 59 : 19)
3. Manusia menganiaya diri
a. Surat Ali ‘Imran Ayat 117 (QS 3 : 117)
b. Surat An Nisaa’ Ayat 79 (QS 4 : 79)
4. Kejahatan & kebaikan untuk diri sendiri
Surat Al Jaatsiyah Ayat 15 (QS 45 : 15)
5. Manusia bisa lebih buruk dari binatang
Surat Al A’ raaf Ayat 179 (QS 7 : 179)

BAB – II
PETA PERJALANAN ALAM KEHIDUPAN MANUSIA
SEJAK TIADA SAMPAI DI AKHIRAT

1. ALAM KETIADAAN
Surat Al Baqarah Ayat 28 (QS 2 : 28)
Surat Al Insaan Ayat 1 (QS 76 : 1)
Proses kejadian Adam dan Hawa
a). Kejadian Adam
Adam diciptakan dari :
 Tanah asal (Turab)
 Tanah liat kering (Shal-shal) yang berasal dari lumpur hitam (Hama’in) yang diberi bentuk.
 Tanah kering (Shal-shal) seperti tembikar (Fakhkhar)
 Tanah liat (Lazib).
 Tanah (Thin)
 Allah menyempurnakan kejadiannya, dan meniupkan ruh (ciptaan) – Nya.
Surat Ali ‘Imran Ayat 59 (QS 3 : 59)
Surat Al Hijr Ayat 28 (QS 15 : 28)
Surat Ar Rahmaan Ayat 14 (QS 55 : 14)
Surat Ash Shaaffaat Ayat 11 (QS 37 : 11)
Surat Nuh Ayat 17 (QS 71 : 17)
Surat As Sajdah Ayat 7 – 9 (QS 32 : 7 – 9)
Surat Al Hijr Ayat 29 (QS 15 : 29)

b). Kejadian Hawa
 Dari diri Adam diciptakan oleh Allah seorang wanita, Hawa namanya.
 Adam merupakan nenek moyang manusia.
Surat An Nisaa’ Ayat 1 (QS 4 : 1)
Surat Az Zumar Ayat 6 (QS 39 : 6)

2. ALAM KANDUNGAN
a). Keadaan alam kandungan
Surat Al Hajj Ayat 5 (QS 22 : 5)
Surat Az Zumar Ayat 6 (QS 39 : 6)
b). Proses Kejadian Manusia
Surat Al Mu’minuun Ayat 12 -14 (QS 23 : 12 – 14)
Surat Nuh Ayat 14 (QS 71 : 14)

c). Kejadian Khusus Nabi Isa
 Maryam putri Imran adalah seorang yang memelihara kehormatannya & taat.
 Isa putra Maryam terjadi dengan kalimat-Nya dan ditiupkan ruh dari pada –Nya kepada Maryam.
 Isa diperkuat dengan ruhul kudus
 Penciptaan Isa seperti penciptaan Adam.
Surat At Tahriim Ayat 12 (QS 66 : 12)
Surat An Nisaa’ Ayat 171 (QS 4 : 171)
Surat Al Anbiyaa’ Ayat 91 (QS 21 : 91)
Surat Al Baqarah Ayat 87 (QS 2 : 87)
Surat Ali ‘Imran Ayat 59 (QS 3 : 59)
d). Kejadian Manusia Secara Umum
 Allah menciptakan Adam ,Hawa, laki-laki dan perempuan
 Diciptakan manusia melalui beberapa tingkat kejadian
 Suatu waktu dari masa, dimana manusia waktu itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut
 Dari sari pati tanah
 Dari sari pati air yang hina (air mani)
 Air mani itu tersimpan dalam rahim, suatu tempat yang sangat kokoh
 Setelah terpancar dari antara tulang sulbi laki-laki dan tulang dada wanita.
 Jadilah segumpal darah, kemudian jadilah segumpal daging, kemudian jadilah tulang-belulang, kemudian dibungkus dengan daging, terbentuklah hal itu di dalam rahim dengan bentuk yang lain, kemudian ditiupkan ruh padanya.
 Proses kejadian tersebut dijelaskan Al Qur’an sejak abad VII, dan kedokteran modern menemukan dan mengakuinya pada abad XII.
Surat An Nisaa’ Ayat 1 (QS 4 : 1)
Surat Nuh Ayat 14 (QS 71 : 14)
Surat Al Insaan Ayat 1 – 2 (QS 76 : 1 – 2)
Surat As Sajdah Ayat 7 -8 (QS 32 : 7 – 8)
Surat Al Mu’minuun Ayat 12 – 13 (QS 23 : 12 – 13)
Surat Ath Thaariq Ayat 5 – 7 (QS 86 : 5 – 7)
Surat Al Qiyaamah Ayat 37 – 40 (QS 75 : 37 -40)
Surat Al Mu’minuun Ayat 14 (QS 23 : 14)
Surat Ali ‘Imran Ayat 6 (QS 3 : 6)
Surat Al Infithaar Ayat 7 – 8 (QS 82 : 7 – 8)
Surat As Sajdah Ayat 9 (QS 32 : 9)
e). Keadaan Kejadian Manusia
Surat Al Hajj Ayat 5 (QS 22 : 5)
Surat Ar Ra’d Ayat 8 (QS 13 : 8)
Surat Al Mursalaat Ayat 20 -23 (QS 77 : 20 – 23)
Surat Al Infithaar Ayat 7 – 8 (QS 82 : 7 – 8)
Surat Al Insaan Ayat 28 (QS 76 : 2 8)
f). Jenis Manusia Yang Terbentuk
Surat Al Qiyaamah Ayat 39 (QS 75 : 39)
Surat An Najm Ayat (QS 53 : 32)
Surat Asy Syuura Ayat (QS 42 : 49 -50)
g). Janji/Kesaksian Manusia Sebelum Lahir
Surat Al Hadiid Ayat 8 (QS 57 : 8)
Surat Al A’raaf Ayat 172 -173 (QS 7 : 172 – 173)
Surat Al Ahzab Ayat 72 -73 (QS 33 : 72 – 73)

Surat Al Mu’minuun Ayat 12 – 14 (QS 23 : 12 – 14)

.

3. ALAM DUNIA
a). Perkembangan Manusia
Surat Al Hajj Ayat 5 (QS 22 : 5)
Surat An Nahl Ayat 78 (QS 16 : 78)
Surat Ar Ruum Ayat 54 (QS 30 : 54)
Surat An Nahl Ayat 70 (QS 16 : 70)
Surat Al An’aam Ayat 60 – 61 (QS 6 : 60 -61)
Surat Faathir Ayat 11 (QS 35 : 11)
Surat Al Anbiyaa’ Ayat 34 -35 (QS 21 : 34 -35)
b). Ada Kehidupan Setelah di Dunia
Surat Al Insyiqaaq Ayat 19 (QS 84 : 19)
Surat Nuh Ayat (QS 71 : 17 – 18)
Surat Al Hajj Ayat 66 (QS 22 : 66)
Surat Al Jaatsiyah Ayat 24 – 26 (QS 45 : 24 – 26)
Surat Al ‘Ankabuut Ayat 19 – 20 (QS 29 : 19 – 20)

c). Hati-hati Dengan Kehidupan Dunia
1). Kehidupan Dunai Sifatnya Sementara
Surat Al Hadiid Ayat 20 (QS 57 : 20)
Surat Yunus Ayat 24 (QS 10 : 24)
Surat Al Kahfi Ayat 45 (QS 18 : 45)
Surat Al An’aam Ayat 32 (QS 6 : 32)
Surat Al ‘Ankabuut Ayat 64 (QS 29 : 64)
Surat Muhammad Ayat 36 (QS 47 : 36)
Surat Al Mu’min Ayat 39 (QS 40 : 39)
2). Jangan Terpedaya Oleh Kehidupan Dunia
Surat Al Qashash Ayat 60 – 61 (QS 28 : 60 – 61)
Surat Luqman Ayat (QS 31 : 33)
Surat Faathir Ayat 5 (QS 35 : 5)
Surat Ar Ra’d Ayat 26 (QS 13 : 26)
Surat At Taubah Ayat 67 – 69 (QS 9 : 67 – 69)
Surat Ibrahim Ayat 2 – 3 (QS 14 : 2 – 3)
Surat Al Ahqaaf Ayat 20 (QS 46 : 20)
Surat Al Naml Ayat 65 – 66 (QS 27 : 65 – 66)
Surat Ar Ruum Ayat 7 (QS 30 : 7)
Surat Al Israa’ Ayat 18 (QS 17 : 18)
Surat Huud Ayat 15 – 16 (QS 11 : 15 – 16)
Surat Al Jaatsiyah Ayat 33 -35 (QS 45 : 33 – 35)
Surat Al Israa’ Ayat 10 (QS 17 : 10 )
3). Kehidupan Akhirat Lebih Baik & Kekal
Surat Al Qashash Ayat 60 – 61 (QS 28 : 60 – 61)
Surat Asy Syuura Ayat 36 (QS 42 : 36)
Surat Al A’laa Ayat 17 (QS 87 : 17)
Surat An Nisaa’ Ayat 134 (QS 4 : 134)
4). Mencapai Kebahagiaan Akhirat Dengan Taqwa
Surat Al Kahfi Ayat 46 (QS 18 : 46)
Surat Az Zukhruf Ayat 35 (QS 43 : 35)
Surat An Nahl Ayat 30 -32 (QS 16 : 30 – 32)
Surat Ad Dukhaan Ayat 51 – 56 (QS 44 : 51 – 56)
Surat Adz Dzaariyaat Ayat 15 (QS 51 : 15)
Surat An Najm Ayat 29 -30 (QS 53 : 29 – 30)

4. ALAM BARZAKH/ KUBUR/ AJAL
a). Tiap Berjiwa Pasti Mati
Surat Al Mulk Ayat 1 – 2 (QS 67 : 1 – 2)
Surat Al Anbiyaa’ Ayat 34 -35 (QS 21 : 34 – 35)
Surat Al ‘Ankabuut Ayat 57 (QS 29 : 57)
Surat An Nahl Ayat 61 (QS 16 : 61)
Surat Al Mu’minuun Ayat 43 (QS 23 : 43)
Surat Al Hijr Ayat 5 (QS 15 : 5)
Surat Yunus Ayat 49 (QS 10 : 49)
b). Manusia Tak Dapat Lari Dari Ajal
Surat Al Jumu’ah Ayat 8 (QS 62 : 8)
Surat An Nisaa’ Ayat 78 (QS 4 : 78)
Surat Ali ‘Imran Ayat 145 (QS 3 : 145)
Surat An Nahl Ayat 61 (QS 16 : 61)
Surat Al Hijr Ayat 5 (QS 15 : 5)
Surat Ali ‘Imran Ayat 185 (QS 3 : 185)
Surat Ali ‘Imran Ayat 154 (QS 3 : 154)
Surat Ali ‘Imran Ayat 168 (QS 3 : 168)
c). Kehidupan Alam Barzah / Kubur
Surat Al Mu’min Ayat 41 – 46 (QS 40 : 41 – 46)
Surat Al Mu’minuun Ayat 99 – 100 (QS 23 : 99 – 100)
Surat Thaahaa Ayat 100 – 104 (QS 20 : 100 – 104)
Surat Al Mu’minuun Ayat 112 – 114 (QS 23 : 112 -114)
Surat An Naazi’aat Ayat 46 (QS 79 : 46)
Surat Yunus Ayat 45 -46 (QS 10 : 45 – 46)
Surat Al Israa’ Ayat 52 (QS 17 : 52)
Surat Ar Ruum Ayat 55 – 57 (QS 30 : 55 – 57)

5. ALAM AKHIRAT
a). Yang Tidak Percaya Adanya Kehidupan Akhirat
Surat An Nahl Ayat 38 -39 (QS 16 : 38 – 39)
Surat Al Israa’ Ayat 49 – 52 (QS 17 : 49 -52)
Surat Al Israa’ Ayat 98 – 99 (QS 17 : 98 -99)
Surat Maryam Ayat 66 – 68 (QS 19 : 66 – 68)
Surat Al Anbiyaa’ Ayat 1 – 3 (QS 21 : 1 – 3)
Surat Al Anbiyaa’ Ayat 37 – 40 (QS 21 : 37 – 40)
Surat An Naml Ayat 65 – 66 (QS 27 : 65 – 66)
Surat As Sajdah Ayat 10 (QS 32 : 10)
Surat Saba’ Ayat 7 – 9 (QS 34 : 7 – 9)
Surat Ash Shaaffaat Ayat 11 – 19 (QS 37 : 11 – 19)
Surat Ad Dukhaan Ayat 34 -37 (QS 44 : 34 – 37)
Surat Al Jaatsiyah Ayat 24 -26 (QS 45 : 24 – 26)
Surat Qaaf Ayat 1 – 5 (QS 50 : 1 – 5)
Surat Al Waaqi’ah Ayat (QS 56 : 42 – 56)
Surat At Taghaabun Ayat 7 (QS 64 : 7)
Surat Al Qiyaamah Ayat 1 – 5 (QS 75 : 1 – 5)
Surat An Naba’ Ayat 15 (QS 78 : 1 – 5)
Surat An Naazi’aat (QS 79 : 10 – 14)

b). Hanya Allah Yang Mengetahui Datangnya Kiamat
Surat Al A’rraf Ayat 187 -188 (QS 7 : 187 – 188)
Surat An Naml Ayat 65 (QS 27 : 65)
Surat Luqman Ayat 63 (QS 31 : 34)
Surat Al Ahzab Ayat 63 (QS 33 : 63)
Surat Saba’ Ayat 29 -30 (QS 34 : 29 – 30)
Surat Asy Syuura Ayat 17 -18 (QS 42 : 17 – 18)
Surat Asy Syuura Ayat 47 (QS 42 : 47)
Surat An Najm Ayat 58 (QS 53 : 58)
Surat An Naazi’aat Ayat 44 (QS 79 : 44)

c). Nama-nama Hari Kiamat
1. Yaumul Qiyamah
Surat Al Qiyaamah Ayat (QS 75 : 1 – 6)
2. Yaumul Akhir
Surat Al Mumtahanah Ayat 4 – 6 (QS 60 : 4 – 6)
3. Yaumul Din
Surat Adz Dzaariyaat Ayat 12 (QS 51 : 12)
4. Yaumul Fashl
Surat Al Mursalaat Ayat 13 – 14 (QS 77 : 13 – 14)
5. Yaumul Fat-hi
Surat As Sajdah Ayat 29 (QS 32 : 29)
6. Yaumul Thalaq
Surat Mu’min Ayat 15 -45 (QS 40 : 15 – 45)
7. Yaumul Jam’i
Surat Huud Ayat 13 (QS 11 : 103)
8. Yaumul Hulud
Surat Qaaf Ayat 30 -35 (QS 50 : 30 – 35)
9. Yaumul Ba’ats
Surat Ar Ruum Ayat 56 -57 (QS 30 : 56 – 57)
10. Yaumul Huruj
Surat Qaaf Ayat 42 (QS 50 : 42)
11. Yaumul Hisab
Surat Shaad Ayat 53 (QS 38 : 53)
12. Yaumul Hasrah
Surat Maryam Ayat 37 – 39 (QS 19 : 37 – 39)
13. Yaumul Tanad
Surat Al Mu’min Ayat 30 -40 (QS 40 : 30 -40)
14. Yaumul Taghaabun
Surat At Taghaabun Ayat 5 – 9 (QS 64 : 5 – 9)
15. Yaumul Aqim
Surat Al Hajj Ayat 55- 57 (QS 22 : 55 – 57)
16. Yaumul Alim
Surat Az Zukhruf Ayat 64 -65 (QS 43 : 64 – 65)
17. Yaumul Azifah
Surat Al Mu’min Ayat 18 -20 (QS 40 : 18 – 20)
18. Yaumul ’Asir
Surat Al Muddatstsir Ayat 8 -9 (QS 74 : 8 – 9)
19. Yaumul Azhim
Surat Maryam Ayat 37 – 40 (QS 19 : 37 – 40)
20. Yaumul Asyhad
Surat Al Mu’min Ayat 51 – 52 (QS 40 : 51 – 52)
21. Yaumul Wa’id
Surat Qaaf Ayat 20 -21 (QS 50 : 20 – 21)
22. As Saah
Surat Al Hajj Ayat 1- 2 (QS 22 : 1 – 2)
23. Al Qariah
Surat Al Qaari’ah Ayat 3 -11 (QS 101 : 3 – 11)
24. Al Ghaasyiyah
Surat Al Ghaasyiyah Ayat (QS 88 : 1 – 26)
25. Al Haqqah
Surat Al Haaqqah Ayat 1- 3 (QS 69 : 1 – 3)
26. Al Waqi’ah
Surat Al Waaqi’ah Ayat 1 – 10 (QS 56 : 1 – 10)
27. Ash Shakhkhah
Surat ’Abasa Ayat 33 – 42 (QS 80 : 33 – 42)
28. Ath Thommah
Surat Ayat (QS 79 : 34 – 39)
29. Nama-nama Lain Sesuai Dengan Peristiwa Pada Saat itu, Yaitu Pada Ayat-ayat Berikut :
Surat Al Baqarah Ayat 48 (QS 2 : 48)
Surat Ali ‘ Imran Ayat 9 (QS 3 : 9)
Surat Ibrahim Ayat 42 (QS 14 : 42)
Surat Asy Syu’aara’ Ayat 88 -89 (QS 26 : 88 – 89)
Surat Mu’min Ayat 17 (QS 40 : 17)
Surat Al Haaqqah Ayat 4 -12 (QS 69 : 4 – 12)
Surat ’Abasa Ayat 34 – 42 (QS 80 : 34 – 42)

d). Tanda Dekatnya Kejadian Hari Kiamat
Surat An Naml Ayat 82 – 86 (QS 27 : 82 – 86)
Surat Muhammad Ayat 18 -19 (QS 47 : 18 – 19)
e). Ditiupnya Sangkakala Tiga Kali
1. Tiupan Sangkakala Pertama : Mengejutkan
Surat An Naml Ayat 87 – 90 (QS 27 : 87 – 90)
Surat Al An’aam Ayat 73 (QS 6 : 73)
Surat Al Haaqqah Ayat 13 -18 (QS 69 : 13 – 18)
Surat An Naba’ Ayat 17 – 20 (QS 78 : 17 – 20)
Surat An Naazi’aat Ayat 6 – 7 (QS 79 : 6 – 7)
2. Tiupan Sangkakala Kedua : Mematikan
Surat Az Zumar Ayat 67 -68 (QS 39 : 67 – 68)
3. Tiupan Sangkakala Ketiga : Membangkitkan
Surat Az Zumar Ayat 68 (QS 39 : 68)
Surat Yaa siin Ayat 51 -53 (QS 36 : 51 – 53)
Surat Qaaf Ayat 41 – 45 (QS 50 : 41 – 45)
Surat Al Kahfi Ayat 99 (QS 18 : 99)
Surat Al Zalzalah Ayat 1 – 5 (QS 99 : 1 – 5)
f). Perumpamaan-perumpamaan Kepastian Terjadinya Kebangkitan
Surat Al A’raaf Ayat 57 (QS 7 : 57)
Surat Faathir Ayat 9 (QS 35 : 9)
Surat Az Zukhruf Ayat 11 (QS 43 : 11)
Surat Qaaf Ayat 9 -11 (QS 50 : 9 – 11)
Surat Ar Ruum Ayat 50 (QS 30 : 50)
Surat Luqman Ayat 28 (QS 31 : 28)

g). Keadaan Di Padang Mahsyar
1. Situasi Mahsyar Dan Keadaan Manusia
Surat Al Bayyinah Ayat 6 (QS 99 : 6)
Surat An Naazi’aah Ayat 8 – 9 (QS 79 : 8 -9)
Surat An Naba’ Ayat 17 – 20 (QS 78 : 17 – 20)
Surat Az Zumar Ayat 68 – 70 (QS 39 : 68 – 70)
Surat Al Kahfi Ayat 99 – 101 (QS 18 : 99 – 101)
Surat Al Fajr Ayat 22 (QS 89 : 22)
Surat Ayat (QS 89 : 27 – 30)
2. Di Mahsyar Tidak Ada Hubungan Nasab & Sahabat
Surat Thaahaa Ayat 109 (QS 20 : 109)
Surat Al Baqarah Ayat 48 (QS 2 : 48)
Surat Al Mu’minuun Ayat 101 – 111 (QS 23 : 101 – 111)
Surat ‘Abasa Ayat 33 – 42 (QS 80 : 33 – 42)
Surat Al Infithaar Ayat 19 (QS 82 : 19)
Surat Al Baqarah Ayat 254 (QS 2 : 254)
Surat Ash Shaaffaat Ayat 28 -33 (QS 37 : 28 – 33)
Surat Al Ma’aarij Ayat 10 -14 (QS 70 : 10 -14)
3. Syafaat Saat Itu Berstatus Khusus
Surat Al Baqarah Ayat 255 (QS 2 : 255)
Surat Yunus Ayat 3 (QS 10 : 3)
Surat Maryam Ayat 85 -87 (QS 19 : 85 – 87)
Surat Al Anbiyaa’ Ayat 28 (QS 21 : 28)
Surat Saba’ Ayat 23 (QS 34 : 23)
Surat Al Mu’min Ayat 18 (QS 40 : 18)
Surat Az Zukhruf Ayat 86 (QS 43 : 86)
Surat Al Infithaar Ayat 13 – 19 (QS 82 : 13 – 19)

h). Tiga Golongan Manusia Setelah Kiamat
ManusiaTerbagi Menjadi 3 Golongan :
1. Golongan Beriman
2. Golongan Kanan
3. Golongan Kiri
Surat Al Waaqi’ah Ayat 11 – 56 (QS 56 : 10 – 56)

i). Masa Perhisaban
1. Allah Penguasa Tunggal Hari Penghisaban
Surat Al Anbiyaa’ Ayat 47 (QS 21 : 47)
Surat Al Ghaasyiyah Ayat 25 – 26 (QS 88 : 25 – 26)
2. Para Saksi Pengadilan Akhbar
Surat Az Zumar Ayat 69 (QS 39 : 69)
Surat An Nahl Ayat 84 – 89 (QS 16 : 84 – 89)
Surat Qaaf Ayat 21 (QS 50 : 21)
Surat Al Qiyaamah Ayat 14 (QS 75 : 14)
Surat An Naba’ Ayat 40 (QS 78 : 40)
Surat Fush shilat Ayat 20 – 22 (QS 41 : 20 – 22)
Surat Yaa siin Ayat 65 (QS 36 : 65)
3. Tanya Jawab
Surat At Takaatsur Ayat 8 (QS 102 : 8)
Surat Al Hijr Ayat 92 – 93 (QS 15 : 92 – 93)

4. Manusia Menerima Kitab Catatan
Surat Az Zumar Ayat 67 -70 (QS 39 : 69 – 70)
Surat Al Jaatsiyah Ayat 28 -29 (QS 45 : 28 – 29)
Surat Al Israa’ Ayat 14 (QS 17 : 14)
Surat Al Insyiqaaq Ayat 7 – 9 (QS 84 : 7 – 9)
Surat Al Israa’ Ayat 71 (QS 17 : 71)
Surat Al Haaqqah Ayat 19 (QS 69 : 19)
Surat Al Haaqqah Ayat 24 (QS 69 : 24)
Surat Al Muthaffifiin Ayat 18 (QS 83 : 18)
Surat Al Kahfi Ayat 49 (QS 18 : 49)
Surat Al Insyiqaaq Ayat 10 (QS 84 : 10 –12 )
Surat Al Haaqqah Ayat 25 (QS 69 : 25)
Surat Al Muthaffifiin Ayat 7 (QS 83 : 7)
5. Manusia Membaca Kitab Catatan Amalnya
Surat Al Jaatsiyah Ayat 28 (QS 45 : 28)
Surat At Takwiir Ayat 10 -14 (QS 81 : 10 – 14)
Surat Al Infithaar Ayat 5 (QS 82 : 5)
Surat Al ‘Aadiyaat Ayat 7 (QS 100 : 7)
6. Manusia Melihat Amal Perbuatannya
Surat Az Zalzalah Ayat 6 – 8 (QS 99 : 6 – 8)
Surat At Takaatsur Ayat 1 – 7 (QS 102 : 1 – 7)
Surat An Naba’ Ayat 40 (QS 78 : 40)
7. Manusia Mendengar Rekaman
Surat Al Jaatsiyah Ayat 28 -31 (QS 45 : 28 – 31)
8. Penimbangan Amal Manusia
Surat Al Anbiyaa’ Ayat 47 (QS 21 : 47)
Surat Al Kahfi Ayat 103 – 106 (QS 18 : 103 – 106)
Surat Al Qaari’ah Ayat 6 – 9 (QS 101 : 6 -9)
9. Penyesalan Terlambat
Surat Al Baqarah Ayat 165 – 167 (QS 2 : 165 – 167)
Surat Ali ‘ Imran Ayat 27 -32 (QS 6 : 27 – 32)
Surat Yunus Ayat 54 (QS 10 : 54)
Surat Ibrahim Ayat 31 (QS 14 : 31)
Surat Al Mu’minuun Ayat 101 – 111 (QS 23 : 101 – 111)
Surat Al Furqaan Ayat 25 – 29 (QS 25 : 25 – 29)
Surat As Sajdah Ayat 12 -1 4 (QS 32 : 12 – 14)
Surat Yaa siin Ayat 48 – 64 (QS 36 : 48 – 64)
Surat Al Mu’min Ayat 10 -12 (QS 40 : 10 – 12)
Surat An Naba’ Ayat 38 -40 (QS 78 : 38 – 40)
Surat Al Fajr Ayat 21 – 26 (QS 89 : 21 – 26)

10. Balasan Amalan Manusia
Surat Ali ‘Imran Ayat 25 -30 (QS 3 : 25 – 30)
Surat Ali ‘Imran Ayat 161 -163 (QS 3 : 161 – 163)
Surat Al An’aam Ayat 132 (QS 6 : 132)
Surat Al A’raaf Ayat 6 – 9 (QS 7 : 6 – 9)
Surat Yunus Ayat 52 -53 (QS 10 : 52 – 53)
Surat An Nahl Ayat 111 (QS 16 : 111)
Surat An Naml Ayat 89 -90 (QS 27 : 89 – 90)
Surat Ar Ruum Ayat 12 -16 (QS 30 : 12 – 16)
Surat Saba’ Ayat 3 – 5 (QS 34 : 3 – 5)
Surat Az Zumar Ayat 71 – 75 (QS 39 : 71 – 75)
Surat An Naazi’aat Ayat 34 -41 (QS 79 : 34 – 41)
Surat Al Zalzalah Ayat (QS 99 : 1 – 8)
Surat Al Waaqi’ah Ayat 10 – 74 (QS 56 : 10 – 74)

j). Neraka
1. Penyebab Manusia Masuk Neraka
Surat An Nisaa’ Ayat 116 – 120 (QS 4 : 116 – 120)
Surat Al Hijr Ayat 42 – 44 (QS 15 : 42 – 44)
Surat Ibrahim Ayat 22 (QS 14 : 22)
2. Perbantahan Diantara Manusia Ketika Masuk Kedalam Neraka
Surat Al A’raaf Ayat 36 -41 (QS 7 : 36 – 41)
Surat Shaad Ayat 59 – 64 (QS 38 : 59 – 64)
Surat Al Mu’min Ayat 47 -48 (QS 40 : 47 – 48)
3. Penyesalan Para Ahli Neraka
Surat Az Zumar Ayat 56 -58 (QS 39 : 56 – 58)
Surat Az Zumar Ayat 72 (QS 39 : 72)
Surat Al Mulk Ayat 6 – 11 (QS 67 : 6 – 11)
Surat Al Insaan Ayat 4 (QS 76 : 4)
Surat Al Mu’min Ayat 11 – 12 (QS 40 : 11 – 12)
Surat Al Mu’minuun Ayat 103 – 108 (QS 23 : 103 – 108)
Surat Asy Syuuraa Ayat 44 -46 (QS 42 : 44 – 46)
Surat Al Mu’min Ayat 49 – 50 (QS 40 : 49 – 50)
Surat Az Zukhruf Ayat 75 (QS 43 : 75)

4. Kekekalan Azab Neraka
Surat Az Zumar Ayat 71 – 72 (QS 39 : 71 – 72)
Surat Thaahaa Ayat 127 (QS 20 : 127)
Surat Al A’raaf Ayat 36 (QS 7 : 36)
Surat Al Anbiyaa’ Ayat 98 – 100 (QS 21 : 98 – 100)
Surat Al Furqaan Ayat 11 – 34 (QS 25 : 11 – 34)
Surat Al Furqaan Ayat 77 (QS 25 : 77)
Surat Al A’laa Ayat 10 -13 (QS 87 : 10 – 13)

5. Bahan Bakar Api Neraka/ Keadaan Ahli Neraka
Surat Ath Thuur Ayat 11 – 16 (QS 52 : 11 – 16)
Surat Al Mu’minuun Ayat 69 – 76 (QS 40 : 69 – 76)
Surat Az Zumar Ayat (QS 39 : 16)
Surat Al Mursalaat Ayat 28 -33 (QS 77 : 28 – 33)
Surat Al Baqarah Ayat 23 -24 (QS 2 : 23 – 24)
Surat Ali ’Imran Ayat 10 – 12 (QS 3 : 10 – 12)
Surat At Taubah Ayat 34 – 35 (QS 9 : 34 – 35)
Surat At Tahriim Ayat 6 (QS 66 : 6)

6. Hidangan Ahli Neraka
Surat Al Waaqi’ah Ayat 41 -56 (QS 56 : 41 – 56)
Surat Ad Dukhaan Ayat 43 -50 (QS 44 : 43 – 50)
Surat Ash Shaaffaat Ayat 63 – 67 (QS 37 : 63 – 67)
Surat Shaad Ayat 55 – 58 (QS 38 : 55 – 58)
Surat Ar Rahmaan Ayat 44 (QS 55 : 44)
Surat An Naba’ Ayat 21 – 30 (QS 78 : 21 – 30)

7. Nama-nama Neraka
a. Neraka Jahim
Surat Ash Shaaffaat Ayat 63 – 67 (QS 37 : 63 – 67)
b. Neraka Jahanam
Surat At Takaatsur Ayat 6 (QS 102 : 6)
c. Neraka Hawiyah
Surat Al Qaari’ah Ayat 8 -11 (QS 101 : 8 – 11)
d. Neraka Huthamah
Surat Humazah Ayat (QS 104 : 1 -9)
e. Neraka Saqar
Surat Al Muddatstsir Ayat 26 – 54 (QS 74 : 26 – 54)
f. Neraka Sa’iir
Surat Al Mulk Ayat 7 – 11 (QS 67 : 7 – 11)
g. Neraka Lazha
Surat Al Lail Ayat 12 – 16 (QS 92 : 12 – 16)

k). SURGA
1. Percaya Adanya Surga
Surat Ali ’Imran Ayat 15 (QS 3 : 15)
Surat Maryam Ayat 59 – 63 (QS 19 : 59 – 63)
Surat Ali ‘Imran Ayat (QS 3 : 133 – 136)
2. Pewaris Surga
Surat Ali ’Imran Ayat 15 (QS 3 : 15)
Surat Al Maa-idah Ayat 83 – 85 (QS 5 : 83 – 85)
Surat Yunus Ayat 9 – 10 (QS 10 : 9 – 10)
Surat Fush Shilat Ayat 30 – 32 (QS 41 : 30 – 32)
Surat Qaaf Ayat (QS 50 : 31 – 35)
3. Gambaran Kenikmatan Surga
Surat Faathir Ayat 33 – 35 (QS 35 : 33 – 35)
Surat Ash Shaaffaat Ayat 62 (QS 37 : 62)
Surat Yaa siin Ayat 55 – 58 (QS 36 : 55 – 58)
Surat Shaad Ayat 49 – 54 (QS 38 : 49 – 54)
Surat Az Zukruf Ayat 68 – 73 (QS 43 : 68 – 73)
Surat Ad Dukhaan Ayat 51 -57 (QS 44 : 51 – 57)
Surat Muhammad Ayat 15 (QS 47 : 15)
Surat Ath Thuur Ayat 17 – 28 (QS 52 : 17 – 28)
Surat Ar Rahmaan Ayat 46 -78 (QS 55 : 46 – 78)
Surat Al Insaan Ayat 5 (QS 76 : 5)
Surat Al Insaan Ayat 22 (QS 76 : 22)
Surat An Naba’ Ayat 31 – 37 (QS 78 : 31 – 37)
Surat Al Ghaasyiyah Ayat 8 – 16 (QS 88 : 8 – 16)
4. Kenikmatan Surga Kekal
Surat Al Baqarah Ayat 25 (QS 2 : 25)
Surat Al Baqarah Ayat 82 (QS 2 : 82)
Surat Al A’raaf Ayat (QS 7 : 42 – 43)
Surat At Taubah Ayat 72 (QS 9 : 72)
Surat Al ’Ankabuut Ayat 58 -59 (QS 29 : 58 – 59)
Surat Luqman Ayat 8 -9 (QS 31 : 8 – 9)
Surat Az Zumar Ayat 73 – 74 (QS 39 : 73 – 74)

5. Nama-nama Surga
a. Surga ’Adn
Surat Ar Ra’d Ayat 22 – 24 (QS 13 : 22 – 24)
b. Surga Na’iim
Surat Al Waaqi’ah Ayat 12 (QS 56 : 12)
c. Surga Ma’wa
Surat As Sajdah Ayat 19 (QS 32 : 19)
d. Firdaus
Surat Al Kahfi Ayat 107 (QS 18 : 107)

e. Darus Salam
Surat Al An’aam Ayat 127 (QS 6 : 127)
f. Darul Khulud
Surat Qaaf Ayat 34 (QS 50 : 34)
g. Darul Muqamah
Surat Faathir Ayat 35 (QS 35 : 35)
h. Maqam Amin
Surat Ad Dukhaan Ayat 51 (QS 44 : 51)

6. Dari Neraka Ke Surga
Surat Al An’aam Ayat 126 -129 (QS 6 : 126 – 129)
Surat Huud Ayat 106 -107 (QS 11 : 106 – 107)
Surat Maryam Ayat 69 – 72 (QS 19 : 69 -72)
7. Percakapan Antara Penghuni Surga Dan Neraka
Surat Al A’raaf Ayat 44 – 45 (QS 7 : 44 – 45)
Surat Al A’raaf Ayat 50 – 53 (QS 7 : 50 – 53)
Surat Al Muddatstsir Ayat 35 -56 (QS 74 : 35 – 56)
Surat Al Muthaffifiin Ayat 29 -36 (QS 83 : 29 – 36)
8. Batas Antara Surga Dan Neraka ( Al A’raaf )
Surat Al A’raaf Ayat 46 -49 (QS 7 : 46 – 49)
Surat Az Zumar Ayat 19 – 20 (QS 39 : 19 – 20)

BAB – II
PERLENGKAPAN POTENSI LAHIRIHIAH & BATHINIAH DALAM DIRI MANUSIA

I. AKAL FIKIR
a) Manusia diperintahkan menggunakan akal fikir
Surat An Nahl Ayat 44 (QS 16 : 44)
Surat Ar Ra’d Ayat 3(QS 13 : 3)
Surat An Nahl Ayat 65 -69 (QS 16 : 65 – 69)
Surat An Nahl Ayat 5 – 18 (QS 16 : 5 – 18)
Surat Al Jaatsiyah Ayat 13 (QS 45 : 13)
Surat Ar Ruum Ayat 20 – 21 (QS 30 ; 20 – 21)
Surat Az Zumar Ayat 42 (QS 39 : 42)
Surat Yunus Ayat (QS 10 : 24)
Surat An Nahl Ayat 3 – 4 (QS 16 : 3 – 4)
b) Manusia diberi ilmu yang terbatas
Surat Al Baqarah Ayat 31 (QS 2 : 31)
Surat Al ‘Alaq Ayat 4 – 5 (QS 96 : 4 – 5)
Surat Al Israa’ Ayat 85 (QS 17 : 85)
Surat Al An’aam Ayat 50 (QS 6 : 50)
Surat Al Baqarah Ayat 255 (QS 2 : 255)
Surat An Nahl Ayat 78 (QS 16 : 78)
Surat Al Isaraa’ Ayat 36 (QS 17 : 36)
Surat Al A’raaf Ayat 179 (QS 7 : 179)
Surat Al Mu’minuun Ayat 78 (QS 23 : 78)
c) Manusia diberi Kitab melalui Rasulnya
Surat Al Baqarah Ayat 151 (QS2 : 151)

II. HATI/ QOLBU
a) Kematian hati dan buta hati menjadikan manusia lebih buruk dari hewan
Surat Al A’ raaf Ayat 179 (QS 7 : 179)
Surat Al Anfal Ayat 24 (QS 8 : 24)
b) Allah menciptakan hati untuk disyukuri
Surat As Sajdah Ayat 9 (QS 32 : 9)
c) Hati manusia tiada tetap.
Surat Al An’aam Ayat 110 (QS 6 : 110)
Surat An Nuur Ayat 35 (QS 24 : 35)
Surat Al Buruuj Ayat 19 – 22 (QS 85 : 19 – 22)
Surat An Nuur Ayat 40 (QS 24 : 40)
Surat Muhammad Ayat 24 – 25 (QS 47 : 24 – 25)
Surat Al Hajj Ayat 52 – 53 (QS 22 : 52 – 53)
d) Rugilah orang-orang yang mengotori hati
Surat Asy Syams Ayat 7 – 10 (QS 91 : 7 – 10)
Surat Al Muthaffifiin Ayat 12 – 15 (QS 83 : 12 – 15)
Surat Al A’raaf Ayat 100 (QS 7 : 100)
Surat Al Maa-idah Ayat 41 (QS 5 : 41)
Surat An Nisaa’ Ayat 116 – 118 (QS 4 : 116 – 118)
Surat Al Hasyr Ayat 16 (QS 59 : 16)
Surat Faathir Ayat 6 (QS 35 : 6)
Surat Al Mujaadilah Ayat 19 (QS 58 : 19)
Surat Al A’raaf Ayat 16 – 17 (QS 7 : 16 – 17)
Surat Al Hasyr Ayat 19 – 20 (QS 59 : 19 – 20)
Surat Yaa siin Ayat 60 (QS 36 : 60)
e) Beruntunglah orang mensucikan hati
Surat Asy Syams Ayat 9 (QS 91 : 9)
Surat Al A’laa Ayat 14 – 15 (QS 87 : 14 – 15)
Surat Ar Ra’d Ayat 28 (QS 13 : 28)
Surat Al A’laa Ayat 8 – 10 (QS 87 : 8 – 10)
Surat Al An’aam Ayat 82 (QS 6 : 82)
Surat Al Baqarah Ayat 2 (QS 2 : 2)
Surat Al Baqarah Ayat 185 (QS 2 : 185)
Surat Al An’aam Ayat 152 – 153 (QS 6 : 152 – 153)
Surat Al Hajj Ayat 32 (QS 22 : 32)
Surat Al A’raaf Ayat 175 -176 (QS 7 : 175 – 176)
Surat Shaad Ayat 82 – 83 (QS 38 : 82 – 83)
Surat An Nahl Ayat 99 (QS 16 : 99)
Surat Al A’raaf Ayat 200 – 201 (QS 7 : 200 – 201)
Surat Al Israa’ Ayat 61 -65 (QS 17 : 61 – 65)

f) Kondisi hati manusia
1). Hati membatu ( Qulubahum Qosiyata )
Surat Al Maa-idah Ayat 13 (QS 5 : 13)
2). Hati buta ( Ta’mal Qulub )
Surat Al Hajj Ayat 46 (QS 22 : 46)
3). Hati sakit ( Qalbun Mariidh )
Surat Al Baqarah Ayat 10 (QS 2 : 10)
4). Hati mati ( Qalbun Mayyit 2 : 6 – 7 )
Surat Al Baqarah Ayat 6 – 7 (QS 2 : 6 – 7)
5). Hati selamat/bersih ( Qalbun Salim 26 : 87 – 89 )
Surat Asy Syua’raa’ Ayat 87 – 89 (QS 26 : 87 – 89)

g) Kadar Penutup Hati
1). Debu tak terasa ( Riya’ )
Surat An Nisaa’ Ayat 142 (QS 4 : 142)
2). Menjadi Penyakit
Surat Al Baqarah Ayat 10 (QS 2 : 10)
3). Flak-flak Karat
Surat Al Muthaffifiin Ayat 14 (QS 83 : 14)
4). Lapisan Penutup
Surat Fush shilat Ayat 5 (QS 41 : 5)
Surat Al Baqarah Ayat 7 (QS 2 : 7)
5). Buta
Surat Al A’raaf Ayat 64 (QS 7 : 64)
6). Membatu 2 : 74
Surat Al Baqarah Ayat 74 (QS 2 : 74)
Surat Al Maa-dah Ayat 13 (QS 5 : 13)

h) Kadar Kejernihan Hati
1). Menyaksikan Tuhan
Surat Al A’raaf Ayat 172 (QS 7 : 172)

2). Wahyu Ke Dalam Hati (Untuk Para Nabi & Rasul)
Surat Al Baqarah Ayat 10 (QS 2 : 10)

3). Allah Membimbing Hati (Untuk Manusia Umum)
Surat At Taghaabun Ayat 11 (QS 64 : 11)
Surat Al Baqarah Ayat 272 (QS 2 : 272)

i) Aktivitas Hati Yang Beriman
1). Sungguh-sungguh untuk mencari kehidupan akhirat dengan tanpa melupakan kenikmatan dunia
Surat Al Israa’ Ayat 19 (QS : 17 : 19)
Surat Al Qashash Ayat 77 (QS : 28 : 77)
Surat Al Baqarah Ayat 201 – 202 (QS 2 : 201 – 202 )
2). Cinta kepada keimanan dan menjadikan iman itu indah dalam hatimu serta benci kepada kekafiran, kefasikan dan kedurhakaan
Surat Al Hujuraat Ayat 7 (QS 49 : 7)

3). Beriman dan Tunduk Hati mereka mengingat Allah
Surat Al Hajj Ayat 54 (QS 22 : 54)
Surat Al Hadiid Ayat 16 (QS 57 : 16)

4). Ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring
Surat An Nisa’ Ayat 103 (QS 4 : 103)
5). Apabila disebut nama Allah gemetarlah hatinya
Surat Al Hajj Ayat 35 (QS 22 : 35)
Surat Al Anfaal Ayat 2 (QS 8 : 2)

6). Berjihad dengan harta dan jiwa
Surat Al Hujuraat Ayat 15 (QS 49 : 15)

7). Berpegang kepada agama Allah
Surat Ali ‘Imran Ayat 103 (QS 3 : 103)
Surat Al Baqarah Ayat 97 (QS 2 : 97)
Surat Az Zumar Ayat 32 (QS 39 : 32)
8). Menghadap Allah dengan Bersih Hati & Berendah Hati
Surat Ali ‘Imran Ayat 199 (QS 3 : 199)
Surat Asy Syu’araa’ Ayat 89 (QS 26 : 89)
9). Kasih Sayang
Surat Maryam Ayat 96 (QS 19 : 96)
Surat Al Hijr Ayat 47 (QS 15 : 47)
10). Ikhlas
Surat Al An’naam ayat 162 (QS 6 : 162)
Surat Al Mu’minuun Ayat 60 (QS 23 : 60)

11). Hatinya Mendapat Petunjuk dari Allah
Surat At Taghaabun Ayat 11 (QS 64 : 11)
12). Tenteram hati & Jiwa Tenang
Surat Ar R’ad Ayat 28 (QS 13 : 28)
Surat Al Fajr Ayat 27 – 30 (QS 89 : 27 – 30)

III. IBLIS DAN SYAITAN
a) Asal kejadian iblis
Surat Al Kahfi Ayat 50 (QS 18 : 50)
Surat Al Baqarah Ayat 34 (QS 2 : 34)
Surat Al A’raaf Ayat 27 (QS 7 : 27)
b) Tabiat iblis
1). Syaitan Musuh Manusia
Surat Al Kahfi Ayat 50 (QS 18 : 50)
Surat Thaahaa Ayat 116 -117 (QS 20 : 116 – 117)
2). Syaitan Membisikan Fikiran Jahat
Surat Al A’raaf Ayat 20 (QS 7 : 20)
Surat Al Baqarah Ayat 169 (QS 2 : 169)
Surat Al Baqarah Ayat 268 (QS 2 : 268)
3). Syaitan Menyesatkan Manusia
Surat Al Hijr Ayat 28 – 44 (QS 15 : 28 – 44)
Surat Shaad Ayat 71 -85 (QS 38 : 71 – 85)
Surat Al A’raaf Ayat 11- 18 (QS 7 : 11 – 18)
Surat Al Israa’ Ayat 61-65 (QS 17 : 61 – 65)
4). Syaitan Menghalangi Manusia Dari Jalan Yang Benar
Surat Az Zukhruf Ayat 37 (QS 43 : 37)

c) Yang termasuk golongan syaitan
Surat Al An’aam Ayat 112 (QS 6 : 112)
Surat Al Hasyr Ayat 16 -17 (QS 59 : 16 – 17)
Surat Al An’aam Ayat 128 (QS 6 : 128)
Surat Fush Shilat Ayat 29 (QS 41 : 29)
Surat Al Mujaadilah Ayat 19 (QS 58 : 19)
Surat An Naas Ayat 1 – 6 (QS 114 : 1 – 6)
d) Setiap manusia disertai syaitan
Surat Al An’aam Ayat 112 (QS 6 : 112)
Surat An Nisaa’ Ayat 118 -119 (QS 4 : 118 – 119)
Surat Az Zukhruf Ayat 36 -38 (QS 43 : 36 – 38)
Surat Al Furqaan Ayat 29 (QS 25 : 29)
Surat Al Anfaal Ayat 48 (QS 8 : 48)
Surat Ibrahim Ayat 22 (QS 14 : 22)
e) Kemampuan Syaitan Menggoda
Surat Al Hijr Ayat 16 – 18 (QS 15 : 16 – 18)
Surat Ash Shaaffaat Ayat 6 – 10 (QS 37 : 6 – 10)
Surat An Nahl Ayat 99 (QS 16 : 99)
Surat An Nahl Ayat 100 (QS 16 : 100)
Surat Az Zukruf Ayat 36 (QS 43 : 36)
Surat Al Mujaadilah Ayat 19 (QS 58 : 19)

f) Pernyataan Allah Tentang Godaan Syaitan
Surat Al Baqarah Ayat 168 -169 (QS 2 : 168 – 169)
Surat Al Baqarah Ayat 268 (QS 2 : 268)
Surat Al Maa-idah Ayat 90 – 91 (QS 5 : 90 – 91)
Surat Al Israa’ Ayat 27 (QS 17 : 27)
Surat An Nuur Ayat 21 (QS 24 : 21)
Surat Al Mujaadilah Ayat 10 (QS 58 : 10)
Surat Al Israa’ Ayat 53 (QS 17 : 53)
Surat Az Zukhruf Ayat 36 -38 (QS 43 : 36 – 38)
Surat Faathir Ayat 6 (QS 35 : 6)
Surat Yaa Siin Ayat 60 – 62 (QS 36 : 60 – 62)
Surat Al A’ raaf Ayat 27 – 30 (QS 7 : 27 – 30)
g) Berlindung Dari Kejahatan Syaitan
Surat Al Mu’minuun Ayat 97 – 98 (QS 23 : 97 – 98)
Surat Al A’raaf Ayat 200 -202 (QS 7 : 200 – 202)
Surat Ayat (QS 113 : 1 – 5)
Surat An Naas Ayat 1 – 6 (QS 114 : 1 – 6)
h) Dilarang Mengikuti Langkah Syaitan
Surat Al Baqarah Ayat 168, 208 (QS 2 : 168, 208)
i) Syaitan Tidak Mampu Menyesatkan Manusia Yang Mukhlis
Surat Al Hijr Ayat 39 – 40 (15 : 39 – 40)
j) Syaitan Tidak Mampu Menggoda Orang Yang Beriman & Tawakkal
Surat An Nahl Ayat 99 (QS 16 : 99)

IV. RUH
a) Pembicaraan ruh
Surat Al Israa’ Ayat 85 (QS 17 : 85)
b) Keadaan Ruh
Surat As Sajdah Ayat 7 – 9 (QS 32 : 7 – 9)
Surat Al A’raaf Ayat 172 – 174 (QS 7 : 172 – 174)
Surat Ali ‘Imran Ayat 185 – 186 (QS 3 : 185 – 186)
Surat Az Zumar Ayat 42 (QS 39 : 42)
Surat Al Waaqi’ah Ayat 83 – 89 (QS 56 : 83 – 89)
Surat At Takwiir Ayat 14 (QS 81 : 14)
Surat Al Infithaar Ayat 5 (QS 82 : 5)
Surat Ali ‘Imran Ayat 185 (QS 3 : 185)
Surat Ali ‘Imran Ayat 25 (QS 3 : 25)
c) Membunuh Jiwa
Surat Al Israa’ Ayat 33 (QS 17 : 33)
Surat An Nisaa’ Ayat 92 (QS 4 : 92)
Surat An Nisaa’ Ayat 93 – 94 (QS 4 : 93 – 94)
Surat Al An’aam Ayat 151 (QS 6 : 151)
Surat Al Isaraa’ Ayat 31 (QS 17 : 31)
Surat An Nisaa’ Ayat 97 (QS 4 : 97)
Surat An Nisaa’ Ayat 29(QS 4 : 29)
Surat Al Baqarah Ayat 195 (QS 2 : 195)

d) Jiwa Dan Kemuliaan Manusia
Surat Ar Ra’d Ayat 37 (QS 13 : 37)
Surat Al Isaraa’ Ayat 36 (QS 17 : 36)
Surat Al Najm Ayat 29 – 30 (QS 53 : 29 – 30)
Surat Al Jaatsiyah Ayat 18 (QS 45 : 18)
Surat Al A’raaf Ayat 175 (QS 7 : 175)
Surat Al Hujuraat Ayat 13 (QS 49 : 13)
Surat Al Hajj Ayat 32 (QS 22 : 32)
Surat An Nalm Ayat 74 (QS 27 : 74)
Surat Al Baqarah Ayat 284 (QS 2 : 284)

e) Mengenal Allah Adalah Fitrah Manusia
Surat Az Zumar Ayat 8 (QS 39 : 8)
Surat Az Zumar Ayat 49 (QS 39 : 49)
Surat Luqman Ayat 32 (QS 31 : 32)
Surat Al Isaa’ Ayat 66 – 69 (QS 17 : 66 – 69)
Surat Ar Ruum Ayat 30 – 34 (QS 30 : 30 – 43)

V. PERASAAN/ NAFSU
A. Perasaan baik dan buruk
Surat Asy Syam Ayat 8 (QS 91 : 8)

B. Nafsu jahat dan yang diberi rakhmat
Surat Yusuf Ayat 53 (QS 12 : 53)
1). Nafsu amarah
Surat Yusuf Ayat 53 (QS 12 : 53)
Surat Al Jaatsiyah Ayat 23 (QS 45 : 23)
Surat Al Furqaan Ayat 43 – 44 (QS 25 : 43 – 44)
Surat Al A’raaf Ayat 178 – 179 (QS 7 : 178 – 179)
Surat Al Qashash Ayat 50 (QS 28 : 50)
Surat An Nisaa’ Ayat 135 (QS 4 : 135)
Surat Ar Ruum Ayat 29 (QS 30 : 29)
Surat Shaad Ayat 26 (QS 38 : 26)
2). Nafsu Lawwamah
Surat Al Qiyaamah Ayat 1 – 5 (QS 75 : 1 – 5)
Surat An Naazi’aat Ayat 37 – 41 (QS 79 : 37 – 41)
3). Nafsu Musawalah
Surat Thaaha Ayat 96 (QS 20 : 96)

4). Nafsu Muthmainah
Surat Yusuf Ayat (QS 12 : 53)
Surat Fush Shilat Ayat 30 (QS 41 : 30)
Surat Al Mu’minuun Ayat 57 – 61 (QS 23 : 57 – 61)
Surat Yunus Ayat 62 – 64 (QS 10 : 62 – 64)
Surat An Naazi’aat Ayat 40 -41 (QS 79 : 40 – 41)
Surat Al Fajr Ayat 27 – 30 (QS 89 : 27 – 30)

VI. RAGA/ JASMANI
a) Jasmani manusia adalah sebagus-bagus bentuk
Surat At Taghaabun Ayat 3 (QS 64 : 3)
Surat At Tiin Ayat 4 (QS 95 : 4)
Surat An Nahl Ayat (QS 16 : 78)
Surat Al Insaan Ayat 2 – 3 (QS 76 : 2 – 3)
b) Diri Akan Menjadi Saksi
Surat Al An’aam Ayat 130 (QS 6 : 130)
Surat Al Qiyaamah Ayat 13 – 15 (QS 75 : 13 – 15)
Surat An Nuur Ayat 24 (QS 24 : 24)
Surat Yaa siin Ayat 65 (QS 36 : 65)
Surat Fush Shilat Ayat 19 -23 (QS 41 : 19 – 23)
Surat Huud Ayat 18 (QS 11 : 18)
c) Perbuatan Yang Harus Dipertanggung-jawabkan Oleh Manusia
Surat Al Muddatstsir Ayat 38 (QS 74 : 38)
Surat Yaa siin Ayat 12 (QS 36 : 12)
Surat Al Israa’ Ayat 36 (QS 17 : 36)
Surat Ali ‘Imran Ayat 29 (QS 3 : 29)
Surat Al Ahzab Ayat 5 (QS 33 : 5)
Surat Al Baqarah Ayat 225 (QS 2 : 225)
Surat Al An’aam Ayat 60 (QS 6 : 60)
Surat Az Zumar Ayat 42 (QS 39 : 42)
Surat Al Mu’minuun Ayat 62 (QS 23 : 62)
Surat Al Baqarah Ayat 286 (QS 2 : 286)
Surat Yunus Ayat 100 (QS 10 : 100)

MENGENAL DIRI
BUKU II

BAB – III
TUJUAN / STATUS
PENCIPTAAN MANUSIA DI DUNIA

I. Pengemban Amanat
Surat Ayat (QS 33 : 72)
Surat Al Mu’minuun Ayat 27 (QS 8 : 27)
Surat Al Anfaal Ayat 8 – 11 (QS 23 : 8 – 11)
Surat Al Ma’ arijj Ayat 32 – 35 (QS 70 : 32 – 35)

II. Pengabdi Allah
Dari sudut pandang kita sebagai makhluk yang diciptakan Allah, tentunya kita harus mempunyai misi kehidupan yang luas & jelas. Dalam Al Qur ‘an diterangkan bahwa hidup ini adalah untuk mengabdikan diri sepenuhnya kepada Yang Maha Pencipta yaitu Allah SWT.
Surat adz Dzaariyaat Ayat 56 (QS 51 : 56)
Surat Al Faatihah Ayat 5 (QS 1 : 5)
Surat Al Bayyinah Ayat 5 (QS 98 : 5)
Surat Al An’aam Ayat 162 (QS 6 : 162)

III. Khalifah Di Bumi
 “ Yang dimaksud “ menjadikan manusia sebagai khalifah “ ialah menjadikan manusia berkuasa di bumi.
Surat Al Baqarah Ayat 30 – 33 (QS 2 : 30 – 33)
Surat An Naml Ayat 62 (QS 27 : 62)
Surat Shaad Ayat 26 (QS 38 : 26)

IV. Menghadapi Ujian Keimanan
Dari sudut pandang Allah, manusia diciptakan untuk diuji / dicoba siapa yang paling taqwa & paling baik amalnya.
Surat Al ‘Ankabuut Ayat 2 – 3 (QS 29 : 2 – 3)
Surat Al Hujuraat Ayat 13 (QS 49 : 13)
Surat Al Mulk Ayat 2 (QS 67 : 2)
Surat Huud Ayat 7 (QS 11 : 7)
Surat Al Kahfi Ayat 7 (QS 18 : 7)
Surat Muhammad Ayat 31 (QS 47 : 31)
Surat Ali ‘Imran Ayat 142 (QS 3 : 142)

Bentuk-bentuk Ujian :
1). Ujian Kebaikan & Keburukan
Surat Al Anbiyaa’ Ayat 35 (QS 21 : 35)

2). Ujian Kekurangan/Kesengsaraan
Surat Al Baqarah Ayat 155 (QS 2 : 155)
Surat Al Baqarah Ayat 214 (QS 2 : 214)

3). Ujian Harta & Anak
Surat At Taghaabun Ayat 15 (QS 64 : 15)

4). Ujian Harta & Jiwa
Surat Ali ‘Imran Ayat 186 (QS 3 : 186)

5). Ujian Pangkat & Jabatan
Surat Al An’aam Ayat (QS 6 : 165)

6). Ujian Kesenangan & Kemiskinan
Surat Al Fajr Ayat 15 – 16 (QS 89 : 15 – 16)
Surat Az Zumar Ayat (QS 39 : 49)

7). Ujian Nikmat & Bencana
Surat Al A’raaf Ayat 168 (QS 7 : 168)

8). Ujian Perintah & Larangan
Surat Al Insaan Ayat 2 (QS 76 : 2)
Surat Ali ‘Imran Ayat 110 (QS 3 : 110)

9). Ujian dari Iblis/Syaitan
Surat Al A’raaf Ayat 16 – 17 (QS 7 : 16 – 17)

BAB – IV
ENAM GOLONGAN MANUSIA
DALAM PANDANGAN ALLAH

I. Golongan Beriman
A. Muslimin
1. Imanlah & Masuklah Kepada Agama Islam
Surat An Nisaa’ Ayat 136 (QS 4 : 136)
Surat Al Baqarah Ayat 62 (QS 2 : 62)
Surat Al Baqarah Ayat 208 – 209 (QS 2 : 208 – 209)
Surat Al Baqarah Ayat 23 – 24 (QS 2 : 23 – 24)
Surat Al Baqarah Ayat 28 –29 (QS 2 : 28 – 29)
2. Syahadat, Persaksian Masuk Agama Islam
Surat Al A’raaf Ayat 158 (QS 7 : 158)
Surat Ali ‘Imran Ayat 52 – 53 (QS 3 : 52 – 53)
Surat Ali ‘Imran Ayat 64 – 68 (QS 3 : 64 – 68)
Surat Al Baqarah Ayat 112 (QS 2 : 112)
3. Mengamalkan Ajaran Islam
Surat Al Baqarah Ayat 208 (QS 2 : 208)
Sura An Nisaa’ Ayat 146 (QS 4 : 146)
Surat Az Zumar Ayat 10 – 14 (QS 39 : 10 – 14)
Surat Az Zumar Ayat 38 (QS 39 : 38)
Surat At Thaghaabun Ayat 16 (QS 64 : 16)
Surat Al Hajj Ayat 78 (QS 22 : 78)
Surat Al An’aam Ayat 152 – 153 (QS 6 : 152 – 153)
Surat Al Mu’minuun Ayat 62 (QS 23 : 62)
Surat Al Baqarah Ayat 286 (QS 2 : 286)

B. Mukminin
1. Keimanan
Surat Al Baqarah Ayat 136 –138 (QS 2 : 136 – 138)
Surat Al Baqarah Ayat 285 (QS 2 : 285)
Surat An Nisaa’ Ayat 146 (QS 4 : 136)
Surat Az Zumar Ayat 17 – 18 (QS 39 : 17 – 18)
Surat Al Hujurat Ayat 14 – 15 (QS 49 : 14 – 15)
2. Beberapa Sifat Mukminin
Surat At Taubah Ayat 71 (QS 9 : 71)
Surat Al Anfaal Ayat 2 – 4(QS 8 : 2 – 4)
Surat As Sajdah Ayat 15 – 16 (QS 32 : 15 – 16)
Surat An Nahl Ayat 94 – 97 (QS 16 : 94 – 97)
Surat Al Hujurat Ayat 14 – 15 (QS 49 : 14 – 15)
Surat Ash Shaff Ayat 10 – 13 (QS 61 : 10 – 13)
Surat Al Mu’minuun Ayat 1 – 11 (QS 23 : 1 – 11)
3. Iman Perlu Ujian
Surat Al ‘Ankabuut Ayat 2 – 3 (QS 29 : 2 – 3)
Surat Al Baqarah Ayat 214 (QS 2 : 214)
Surat Ali ‘Imran Ayat 179 (QS 3 : 179)
Surat Al ‘Ankabuut Ayat 5 (QS 29 : 5)
Surat Al ‘Ankabuut Ayat 10 – 11 (QS 29 : 10 – 11)

4. Para Nabi Diuji Oleh Allah
Surat Al ‘Ankabuut Ayat 14 – 39 (QS 29 : 14 – 39)
Surat Al Baqarah Ayat 155 – 157 (QS 2 : 155 – 157)
Surat Yusuf Ayat 186 (QS 12 : 86)

5. Menolong Agama Allah Adalah Tugas Mukminin
Surat Ash Shaff Ayat 14 (QS 61 : 14)
Surat Muhammad Ayat 7 (QS 47 : 7)
Surat Al Hajj Ayat 40 – 42 (QS 22 : 40 – 42)
Surat Al Baqarah Ayat 157 (QS 2 : 257)
Surat Al Hujurat Ayat 15 (QS 49 : 15)

6. Balasan Dan Janji Allah Bagi Yang Beriman & Beramal Shaleh
Surat Al Baqarah Ayat 82 (QS 2 : 82)
Surat An Nisaa’ Ayat 57 (QS 4 : 57)
Surat An Nisaa’ Ayat 173 (QS 4 : 173)
Surat An Nisaa’ Ayat 175 (QS 4 : 175)
Surat At Taubah Ayat 72 (QS 9 : 72)
Surat Yunus Ayat 9 – 10 (QS 10 : 9 – 10)
Surat Yunus Ayat 63 – 64 (QS 10 : 63 – 64)
Surat Huud Ayat 23 (QS 11 : 23)
Surat Ar Ra’d Ayat 29 (QS 13 : 29)
Surat Ibrahim Ayat 23 (QS 14 : 23)
Surat Al Kahfi Ayat 107 – 108 (QS 18 : 107 – 108)
Surat Al Kahfi Ayat 30 – 31 (QS 18 : 30 – 31)
Surat Maryam Ayat 96 (QS 19 : 96)
Surat Thaahaa Ayat 112 (QS 20 : 112)
Surat Al Anbiyaa’ Ayat 94 (QS 21 : 94)
Surat Al Hajj Ayat 14 (QS 22 : 14)
Surat Al Hajj Ayat 23 – 24 (QS 22 : 23 – 24)
Surat Al Qashash Ayat 67 (QS 28 : 67)
Surat Al ‘Ankabuut Ayat 7 (QS 29 : 7)
Surat Ar Ruum Ayat 15 (QS 30 : 15)
Surat As Sajdah Ayat 19 (QS 32 : 19)
Surat Saba’ Ayat 37 (QS 34 : 37)
Surat Faathir Ayat 7 (QS 35 : 7)
Surat Fush shilat Ayat 8 (QS 41 : 8)
Surat Al Hadiid Ayat 18 – 19 (QS 57 : 18 – 19)
Surat Al Buruuj Ayat 11 (QS 85 : 11)
C. Muttaqin
1. Perintah Bertaqwa
Surat Az Zumar Ayat 10 – 16 (QS 39 : 10 – 16)
Surat At Taubah Ayat 119 (QS 9 : 119)
Surat Al Hujurat Ayat 10 (QS 49 : 10)
Surat Al Hujurat Ayat 12 – 13 (QS 49 : 12 – 13)
Surat Al Hasyr Ayat 18 (QS 59 : 18)
Surat Al Baqarah Ayat 197 (QS 2 : 197)
Surat Ali ‘Imran Ayat 102 (QS 3 : 102)
2. Beberapa Amalan Untuk Mencapai Ketaqwaan
Surat Al Baqarah Ayat 2 – 5 (QS 2 : 2 – 5)
Surat Al Baqarah Ayat 177 (QS 2 : 177)
Surat Al Baqarah Ayat 189 (QS 2 : 189)
Surat Al Baqarah Ayat 183 (QS 2 : 183)
Surat Al Maaidah Ayat 88 (QS 5 : 88)
Surat Al A’raaf Ayat 26 (QS 7 : 26)
Surat An Nisaa’ Ayat 1 (QS 4 : 1)
Surat At Taubah Ayat 107 – 110 (QS 9 : 107 – 110)
Surat Al Israa’ Ayat 79 – 80 (QS 17 : 79 – 80)
Surat At Thaghaabun Ayat 17 (QS 64 : 17)
Surat Ali ‘Imran Ayat 133 – 136 (QS 3 : 133 – 136)
Surat Al Furqaan Ayat 63 – 73 (QS 25 : 63 – 73)

3. Janji Allah Kepada Muttaqin di Dunia
Surat Ath Thalaaq Ayat 2 – 3 (QS 65 : 2 – 3)
Surat Al A’raaf Ayat 96 (QS 7 : 96)
Surat Yunus Ayat 62 – 64 (QS 10 : 62 – 64)
Surat Al Anfaal Ayat 29 (QS 8 : 29)
Surat Al Baqarah Ayat 103 (QS 2 : 103)
Surat An Nahl Ayat 30 – 32 (QS 16 : 30 – 32)

4. Balasan Bagi Orang Yang Bertaqwa di Akhirat
Surat Al Qamar Ayat 54 – 55 (QS 54 : 54 – 55)
Surat Ali ‘Imran Ayat 14 – 15 (QS 3 : 14 – 15)
Surat Al Hijr Ayat 45 – 50 (QS 15 : 45 – 50)
Surat Maryam Ayat 60 – 63 (QS 19 : 60 – 63)
Surat Al Furqaan Ayat 63 – 76 (QS 25 : 63 – 76)
Surat Al Ahzab Ayat 35 – 36 (QS 33 : 35 – 36)
Surat Az Zumar Ayat 19 – 20 (QS 39 : 19 – 20)
Surat Az Zumar Ayat 33 – 35 (QS 39 : 33 – 35)
Surat Adz`Dzariyaat Ayat 15 – 19 (QS 51 : 15 – 19)
Surat Al Ma’aarij Ayat 19 – 35 (QS 70 : 19 – 35)
Surat Al Bayyinah Ayat 7 – 8 (QS 98 : 7 – 8)

D. Shibghatullah & Cinta Kepada Allah
1. Shibghatullah = Celupan Allah yang berarti iman kepada Allah yang tak disertai dengan kemusyrikan.
Surat Al Hajj Ayat 137 – 139 (QS 22 : 137 – 139)
2. Cinta & Taat Kepada Allah dan Rasul-Nya
Surat Ali ‘Imran Ayat 31 – 32 (QS 3 : 31 – 32)
Surat An Nisaa’ Ayat 59 (QS 4 : 59)
Surat Ali ‘Imran Ayat 132 (QS 3 : 132)
Surat Al Anfaal Ayat 46 (QS 8 : 46)
Surat Al ‘Ankabuut Ayat 52 (QS 29 : 52)
Surat Muhammad Ayat 21 (QS 47 : 21)
Surat At Thaghaabun Ayat 12 (QS 64 : 12)
Surat At Taubah Ayat 24 (QS 9 : 24)

II. Munafiqin
 Munafik berasal dari kata ” nafaqo ” artinya melahirkan sesuatu yang berlawanan dengan hati nuraninya.
 Arti Munafik menurut hukum syara’ adalah orang yang lahirnya beriman padahal hatinya kufur.
1. Beberapa Sifat Orang Munafik
a. Tidak mempunyai pendirian tetap & jelas
Surat An Nisaa’ Ayat 142 (QS 4 : 142)
Surat Al Hadiid Ayat 14 (QS 57 : 14)
b. Tidak dapat dipercaya sama sekali
Surat At Taubah Ayat 75 – 79 (QS 9 : 75 – 79)
Surat Al Hasyr Ayat 11 – 12 (QS 59 : 11 – 12)

c. Perkataan bohong & dusta
Surat Al Baqarah Ayat 8 – 10 (QS 2 : 8 – 10)
Surat An Nuur Ayat 47 – 50 (QS 24 : 47 – 50)

d. Sumpah & janjinya tidak ditepati
Surat An Nisaa’ Ayat 60 –63 (QS 4 : 60 – 63)
Surat At Taubah Ayat 62 – 66 (QS 9 : 62 – 66)
Surat At Taubah Ayat 74 (QS 9 : 74)
Surat Al Munaafiquun Ayat 1 – 3 (QS 63 : 1 – 3)

e. Amal ibadahnya riya’ / ingin dipuji
Surat Al Anfaal Ayat 49 (QS 8 : 49)
Surat An Nisaa’ Ayat 142 (QS 4 : 142)

f. Suka bergaul dengan orang yang memusuhi Islam
Surat An Nisaa’ Ayat 130 – 135 (QS 4 : 130 – 135)

g. Selalu curiga terhadap kegiatan Islam
Surat At Taubah Ayat 63 (QS 9 : 63)
Surat Al Munaafiquun Ayat 4 (QS 63 : 4)

h. Suka berbuat kerusakan
Surat Al Baqarah Ayat 11 – 12 (QS 2 : 11 – 12)
Surat Al Baqarah Ayat 204 – 206 (QS 2 : 204 – 206)
Surat Al Maaidah Ayat 33 (QS 5 : 33)

i. Enggan berjihad / berperang / berdakwah
Surat At Taubah Ayat 86 – 87 (QS 9 : 86 – 87)
Surat An Nisaa’ Ayat 72 – 73 (QS 4 : 72 – 73)

j. Lebih takut kepada manusia dari pada Allah
Surat Al Hasyr Ayat 11 – 14 (QS 59 : 11 – 14)
Surat At Taubah Ayat 56 (QS 9 : 56)

k. Tidak suka berhukum kepada Al Qur’an
Surat Al Hasyr Ayat 15 -17 (QS 59 : 15 – 17)

l. Mencari keuntungan pribadi
Surat An Nisaa’ Ayat 141 (QS 4 : 141)

m. Perumpamaan Kepribadian Orang-orang Munafik
Surat Al Baqarah Ayat 17 – 18 (QS 2 : 17 – 18)
Surat Al Baqarah Ayat 20 (QS 2 : 20)
Surat Al Munaafiquun Ayat 4 (QS 63 : 4)
Surat Al Baqarah Ayat 11 – 13 (QS 2 : 11 – 13)

2. Cara Menghadapi Orang Munafik
Surat Al Ahzab Ayat 48 (QS 33 : 48)
Surat Al Munaafiquun Ayat 4 (QS 63 : 4)
Surat An Nisaa’ Ayat 140 (QS 4 : 140)
Surat Al Ahzab Ayat 17 (QS 33 : 17)
Surat `An Nisaa’ Ayat 137 – 139 (QS 4 : 137 – 139)
Surat At Taubah Ayat 73 (QS 9 : 73)
Surat Al An’aam6 Ayat 9 (QS 66 : 9)
Surat An Nisaa’ Ayat 88 (QS 4 : 88)
Surat An Nisaa’ Ayat 90 – 91 (QS 4 : 90 – 91)

3. Balasan Bagi Orang Munafik
 Allah mengancam orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang kafir dengan neraka Jahannam. Mereka kekal di dalamnya.
 Mereka itu, amalannya menjadi sia-sia di dunia dan di akhirat; dan mereka itulah orang-orang yang merugi.
 Maka pada hari ini tidak diterima tebusan dari kamu dan tidak pula dari orang-orang kafir. Tempat kamu ialah neraka
 Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka
 Mereka akan mendapat giliran (kebinasaan) yang amat buruk dan Allah memurkai dan mengutuk mereka serta menyediakan bagi mereka neraka Jahannam. Dan (neraka Jahannam) itulah sejahat-jahat tempat kembali.
Surat At Taubah Ayat 68 – 69 (QS 9 : 68 – 69)
Surat Al Hadiid Ayat 13 – 15 (QS 57 : 13 – 15)
Surat An Nisaa’ Ayat 145 – 147 (QS 4 : 145 – 147)
Surat Al Fath Ayat 6 (QS 48 : 6)

III. Fasik
 Perbuatannya menyimpang dari ketentuan hukum Allah, padahal hati mereka sebenarnya mengetahui & meyakini kebenaran hukum Allah yang dilanggarnya tersebut.
1. Sifat Orang Fasik
 mereka berpaling (dari kebenaran),
 melanggar perjanjian Allah sesudah perjanjian itu teguh, dan memutuskan apa yang diperintahkan Allah (kepada mereka) untuk menghubungkannya dan membuat kerusakan di muka bumi.
 tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah
 mereka menukar & menjual hukum-hukum Allah / Ayat-ayat Allah dengan harga yang sedikit
 mereka suka supaya dipuji terhadap perbuatan yang belum mereka kerjakan
Surat Ash Shaff Ayat 5 (QS 61 : 5)
Surat Al Baqarah Ayat 26 – 27 (QS 2 : 26 -27)
Surat Al Maaidah Ayat 47 – 50 (QS 5 : 47 – 50)
Surat Ali ‘Imran Ayat 187 – 188 (QS 3 : 187 – 188)
2. Cara menghadapi Orang Fasik
Surat Al Hujurat Ayat 6 – 8 (QS 49 : 6 – 8)
3. Adzab Allah terhadap Kaum Yang Fasik
 Allah pasti mengazab kaum fasik.
 Perhatiakan kisah kaum Nabi Luth & Nabi Musa (Kisah para Nabi)
Surat Al ‘Ankabuut Ayat 34 (QS 29 : 34)
4. Hubungan Sifat Munafik & Fasik
Surat At Taubah Ayat 67 (QS 9 : 67)
5. Larangan Menshalatkan & Meminta Ampun atas Dosa Orang Munafik & Orang Fasik
Surat Al Munaafiquun Ayat 5 – 6 (QS 63 : 5 – 6)
Surat At Taubah Ayat 79 – 80 (QS 9 : 79 – 80)
Surat At Taubah Ayat 84 (QS 9 : 84)

IV. Murtad
 Artinya keluar dari agama sesudah beriman (Kafir sesudah beriman).
Orang Murtad berarti telah menjadi Kafir
1. Kemurtadan
 Kita pernah menerima amanat dari Allah, dan pernah berjanji untuk beriman kepada Allah sebelum kita lahir ke dunia, namun banyak manusia yang zalim & khianat.
 Boleh jadi manusia itu membenci sesuatu yang baik baginya (termasuk agama)
 Barang siapa yang menukar iman dengan kafir, sesungguhnya ia tersesat dari jalan yang lurus
 Tiada diampuni dosanya dan tempatnya kembali adalah Jahanam.
Surat Al Hadiid Ayat 8 (QS 57 : 8)
Surat Al A’raaf Ayat 172 – 174 (QS 7 : 172 – 174)
Surat Al Ahzab Ayat 72 – 73 (QS 33 : 72 – 73)
Surat Al Baqarah Ayat 216 (QS 2 : 216)
Surat Ali ‘Imran Ayat 79 – 80 (QS 3 : 79 – 80)
Surat Al Baqarah Ayat 108 (QS 2 : 108)
Surat An Nisaa’ Ayat 137 (QS 4 : 137)
Surat An Nisaa’ Ayat 115 (QS 4 : 115)

2. Sia-sialah Amal Orang Yang Murtad & Balasannya
 Orang yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.
 Barangsiapa yang kafir sesudah beriman (tidak menerima hukum-hukum Islam) maka hapuslah amalannya dan ia di hari akhirat termasuk orang-orang merugi.
 Orang-orang yang kafir kepada Tuhannya, amalan-amalan mereka adalah seperti abu yang ditiup angin dengan keras pada suatu hari yang berangin kencang. Mereka tidak dapat mengambil manfaat sedikitpun dari apa yang telah mereka usahakan (di dunia).
 Dan Allah akan menghapuskan (pahala) amal-amal mereka.
 kaum yang kafir sesudah mereka beriman, balasannya la`nat Allah ditimpakan kepada mereka, (demikian pula) la`nat para malaikat dan manusia seluruhnya,
 Orang kafir sesudah beriman, kemudian bertambah kekafirannya, sekali-kali tidak akan diterima taubatnya; dan mereka itulah orang-orang yang sesat.
 Orang yang kafir dan mati sedang mereka tetap dalam kekafirannya, maka tidaklah akan diterima dari seseorang di antara mereka emas sepenuh bumi, walaupun dia menebus diri dengan emas (yang sebanyak) itu
 Sesungguhnya orang-orang yang kembali ke belakang (kepada kekafiran) sesudah petunjuk itu jelas bagi mereka, syaitan telah menjadikan mereka mudah (berbuat dosa) dan memanjangkan angan-angan mereka.
 menimbulkan kemurkaan Allah, maka malaikat (maut) mencabut nyawa mereka seraya memukul muka mereka dan punggung mereka
 sesungguhnya mereka tidak sekali-kali dapat memberi mudharat kepada Allah sedikitpun. Allah berkehendak tidak akan memberi sesuatu bahagian (dari pahala) kepada mereka di hari akhirat, dan bagi mereka azab yang besar.
Surat Al Baqarah Ayat 217 (QS 2 : 217)
Surat Ali ‘Imran Ayat 86 – 91 (QS 3 : 86 – 91)
Surat Al Maaidah Ayat 5 (QS 5 : 5)
Surat Ibrahim Ayat 18 (QS 14 : 18)
Surat Muhammad Ayat 25 – 32 (QS 47 : 25 – 32)
Surat Ali ‘Imran Ayat 106 (QS 3 : 106)
Surat Ali ‘Imran Ayat 176 – 178 (QS 3 : 176 – 178)

3. Orang Yang Beriman Janganlah Murtad
 Jangan mengikuti Ahli Kitab, mereka akan mengembalikan kamu menjadi orang kafir sesudah kamu beriman
 Berpegang teguh kepada (agama) Allah maka sesungguhnya ia telah diberi petunjuk kepada jalan yang lurus
 Tidak berdosa orang yang dipaksa kafir padahal hatinya tetap tenang dalam beriman
Surat Al Maaidah Ayat 54 (QS 5 : 54)
Surat Ali ‘Imran Ayat 100 – 102 (QS 3 : 100 – 102)
Surat An Nahl Ayat 106 (QS 16 : 106)
Surat An Nahl Ayat 112 (QS 16 : 112)
Surat Yunus Ayat 98 – 100 (QS 10 : 98 – 100)

4. Bertaubat & Beriman Sebelum Terlambat
Surat An Nisaa’ Ayat 17 – 18 (QS 4 : 17 – 18)
Surat Al Mu’min Ayat 84 – 85 (QS 40 : 84 – 85)
Surat Yunus Ayat 88 – 91 (QS 10 : 88 – 91)

V. Kafir
1. Amalan Orang Kafir
Adalah : Taqlid buta, mereka hanya mengikuti nenek moyang mereka tanpa mengetahui hukum yang semestinya yaitu ketentuan Agama Allah.
Surat Al Baqarah Ayat 170 (QS 2 : 170)
Surat Al Maaidah Ayat 103 – 105 (QS 5 : 103 – 105)
Surat Huud Ayat 109 (QS 11 : 109)
Surat Al Hijr Ayat 2 – 3 (QS 15 : 2 – 3)

2. Tidak Ada Gunanya Bagi Mereka Diberi Peringatan
Surat Al Baqarah Ayat 6 – 7 (QS 2 : 6 – 7)
Surat Al Baqarah Ayat 171 (QS 2 : 171)
Surat Al An’aam Ayat 25 – 47 (QS 6 : 25 – 47) ?
Surat Al Kahfi Ayat 57 (QS 18 : 57)
Surat Thaahaa Ayat 134 – 135 (QS 20 : 134 – 135)
Surat Al Mu’minuun Ayat 78 (QS 23 : 78)
Surat Asy Syu’araa’ Ayat 2 – 6 (QS 26 : 2 – 6)
Surat Fush shilat Ayat 41 – 43 (QS 41 : 41 – 43)
Surat Al Jaatsiyah Ayat 7 – 11 (QS 45 : 7 – 11)
Surat Al Ghaasyiyah Ayat 21 – 26 (QS 88 : 21 – 26)

3. Amalan & Harta Orang Kafir
Surat Ali ‘Imran Ayat 117 (QS 3 : 117)
Surat Al Maaidah Ayat 5 (QS 5 : 5)
Surat Al Maaidah Ayat 36 – 37 (QS 5 : 36 – 37)
Surat Al Anfaal Ayat 36 – 37 (QS 8 : 36 – 37)
Surat Ibrahim Ayat 18 (QS 14 : 18)
Surat Al Kahfi Ayat 103 – 106 (QS 18 : 103 – 106)
Surat An Nuur Ayat 39 – 40 (QS 24 : 39 – 40)
Surat Muhammad Ayat 8 – 11 (QS 47 : 8 – 11)
Surat Muhammad Ayat 32 (QS 47 : 32)

4. Kemewahan Hidup Orang Kafir
Surat Ali ‘Imran Ayat 10 – 12 (QS 3 : 10 – 12)
Surat Ali ‘Imran Ayat 14 (QS 3 : 14)
Surat Ali ‘Imran Ayat 116 (QS 3 : 116)
Surat Yunus Ayat 7 – 8 (QS 10 : 7 – 8)
Surat Maryam Ayat 73 – 80 (QS 19 : 73 – 80)
Surat Thaahaa Ayat 131 (QS 20 : 131)
Surat Asy Syu’araa’ Ayat 205 – 207 (QS 26 : 205 – 207)
Surat Yaa siin Ayat 45 – 47 (QS 36 : 45 – 47)
Surat Al Muzzammil Ayat 10 – 13 (QS 73 : 10 – 13)

5. Sikap Orang Mukmin Terhadap Orang Kafir
Surat Al Kaafiruun Ayat 1- 6 (QS 109 : 1 – 6)
Surat Ali ‘Imran Ayat 149 – 151 (QS 3 : 149 – 151)
Surat Ali ‘Imran Ayat 196 (QS 3 : 196)
Surat Luqman Ayat 23 – 24 (QS 31 : 23 – 24)
Surat Faathir Ayat 8 (QS 35 : 8)
Surat Al Baqarah Ayat 190 – 193 (QS 2 : 190 – 193)
Surat Al Anfaal Ayat 57 (QS 8 : 57)
Surat At Tahriim Ayat 9 (QS 66 : 9)
6. Orang Kafir Seburuk-buruknya Makhluk
Surat Al A’raaf Ayat 179 (QS 7 : 179)
Surat Al Anfaal Ayat 55 – 56 (QS 8 : 55 – 56)
Surat Al Bayyinah Ayat 6 (QS 98 : 6)
7. Dosa Orang Kafir Tidak Diampuni
Surat Al Baqarah Ayat 161 – 162 (QS 2 : 161 – 162)
Surat An Nisaa’ Ayat 168 – 170 (QS 4 : 168 – 170)
Surat Al Anfaal Ayat 38 (QS 8 : 38)
Surat Muhammad Ayat 34 (QS 47 : 34)
8. Azab & Siksa Bagi Orang Kafir
Surat Ali ‘Imran Ayat 106 (QS 3 : 106)
Surat At Thaghaabun Ayat 10 (QS 64 : 10)
Surat An Nisaa’ Ayat 56 (QS 4 : 56)
Surat Al Maaidah Ayat 10 (QS 5 : 10)
Surat Huud Ayat 18 – 22 (QS 11 : 18 – 22)
Surat Ar Ra’d Ayat 31 (QS 13 : 31)
Surat Ar Ra’d Ayat 34 (QS 13 : 34)
Surat An Nahl Ayat 33 – 34 (QS 16 : 33 – 34)
Surat Al Kahfi Ayat 52 – 53 (QS 18 : 52 – 53)
Surat Al Kahfi Ayat 58 – 59 (QS 18 : 58 – 59)
Surat Al Mu’minuun Ayat 63 – 77 (QS 23 : 63 – 77)
Surat An Naml Ayat 4 – 5 (QS 27 : 4 – 5)
Surat Al ‘Ankabuut Ayat 22 – 23 (QS 29 : 22 – 23)
Surat Al ‘Ankabuut Ayat 52 – 55 (QS 29 : 52 – 55)
Surat Saba’ Ayat 38 (QS 34 : 38)
Surat Faathir Ayat 39 (QS 35 : 39)
Surat Shaad Ayat 27 (QS 38 : 27)
Surat At Thaghaabun Ayat 5 – 6 (QS 64 : 5 – 6)
9. Perbandingan Orang Beriman Dengan Orang Kafir
Surat Al Baqarah Ayat 257 (QS 2 : 257)
Surat Huud Ayat 24 (QS 11 : 24)
Surat Ar Ruum Ayat 44 – 45 (QS 30 : 44 – 45)
Surat As Sajdah Ayat 18 – 22 (QS 32 : 18 – 22)
Surat Al Qashash Ayat 28 (QS 38 : 28)
Surat Fush shilat Ayat 40 (QS 41 : 40)
Surat Muhammad Ayat 1 – 3 (QS 47 : 1 – 3)
VI. Musyrikin
1. Kemusyrikan
Surat An Nisaa’ Ayat 36 (QS 4 : 36)
Surat An Nisaa’ Ayat 117 – 119 (QS 4 : 117 – 119)
Surat Al Maaidah Ayat 60 (QS 5 : 60)
Surat Al An’aam Ayat 56 (QS 6 : 56)
Surat Al An’aam Ayat 100 (QS 6 : 100)
Surat Yunus Ayat 18 (QS 10 : 18)
Surat Yusuf Ayat 106 – 109 (QS 12 : 106 – 109)
Surat Ibrahim Ayat 30 (QS 14 : 30)
Surat An Nahl Ayat 35 (QS 16 : 35)
Surat An Nahl Ayat 56 – 57 (QS 16 : 56 – 57)
Surat An Najm Ayat 19 – 25 (QS 53 : 19 – 25)

2. Thaghut
Surat An Nahl Ayat 36 (QS 16 : 36)
Surat Al Baqarah Ayat 256 – 257 (QS 2 : 256 – 257)
Surat An Nisaa’ Ayat 51 – 52 (QS 4 : 51 – 52)
Surat Al Maaidah Ayat 59 – 60 (QS 5 : 59 – 60)
Surat An Nisaa’ Ayat 60 – 63 (QS 4 : 60 – 63)

3. Kelemahan Berhala Sebagai Syariknya
Surat Al Furqaan Ayat 1 – 3 (QS 25 : 1 – 3)
Surat Al Israa’ Ayat 22 (QS 17 : 22)
Surat Al An’aam Ayat 71 (QS 6 : 71)
Surat Al Furqaan Ayat 55 (QS 25 : 55)
Surat Al A’raaf Ayat 191 – 193 (QS 7 : 191 – 193)
Surat Faathir Ayat 40 (QS 35 : 40)
Surat An Nahl Ayat 19 – 21 (QS 16 : 19 – 21)
Surat Al Hajj Ayat 11 – 13 (QS 22 : 11 – 13)

4. Perbandingan Kekuasaan Allah Dengan Syariknya
Surat Al A’raaf Ayat 194 – 198 (QS 7 : 194 – 198)
Surat Al Hajj Ayat 71 – 73 (QS 22 : 71 – 73)
Surat An Nahl Ayat 73 – 76 (QS 16 : 73 – 76)
Surat An Nisaa’ Ayat 117 (QS 4 : 117)
Surat Al An’aam Ayat 162 – 164 (QS 6 : 162 – 164)

5. Keadaan Orang Musyrik & Syariknya di Akhirat
Surat Al An’aam Ayat 22 – 24 (QS 6 : 22 – 24)
Surat An Nahl Ayat 86 – 87 (QS 16 : 86 – 87)
Surat Maryam Ayat 81 – 82 (QS 19 : 81 – 82)
Surat Faathir Ayat 13 – 14 (QS 35 : 13 – 14)
Surat Yaa siin Ayat 74 – 75 (QS 36 : 74 – 75)
Surat Al Israa’ Ayat 56 – 57 (QS 17 : 56 – 57)
Surat Al ‘Ankabuut Ayat 25 (QS 29 : 25)
6. Dosa Syirik Tidak Terampuni
Surat Az Zumar Ayat 53 (QS 39 : 53)
Surat An Nisaa’ Ayat 48 (QS 4 : 48)
Surat An Nisaa’ Ayat 116 (QS 4 : 116)
Surat At Taubah Ayat 113 – 114 (QS 9 : 113 – 114)

BAB – V
MANUSIA
YANG DICINTAI &
YANG DIMURKAI ALLAH

I. Golongan Manusia Yang Mendapat Petunjuk
 Golongan manusia yang mendapat petunjuk adalah mereka yang dianugerahi nikmat Allah,
Surat Al Faatihah Ayat 6 – 7 (QS 1 : 6 – 7)
Surat An Nisaa’ Ayat 68 – 70 (QS 4 : 68 – 70)

Golongan manusia yang mendapat petunjuk yaitu :
a. Para Nabi
 Para Nabi dilindungi Allah dari godaan Syaian yang menyesatkan
Surat Al Hajj Ayat 52 (QS 22 : 52)
Surat Al An’aam Ayat 84 – 87 (QS 6 : 84 – 87)

b. Para Shiddiqin
 Beriman kepada kepada Allah dan Rasul Nya dengan tidak ragu-ragu, kemudian berjihad dengan harta & jiwanya di jalan Allah
Surat Al Hujurat Ayat 14 – 18 (QS 49 : 14 – 18)
Surat Al ‘Ankabuut Ayat 3 (QS 29 : 3)
Surat At Taubah Ayat 119 (QS 9 : 119)
Surat Al Baqarah Ayat 177 (QS 2 : 177)
Surat Al Hasyr Ayat 8 (QS 59 : 8)
Surat Al Maaidah Ayat 119 (QS 5 : 119)

c. Para Syuhada
 Mati Syahid karena menegakkan agama Allah
Surat Ali ‘Imran Ayat 169 – 171 (QS 3 : 169 – 171)

d. Para Shalihin
 Beriman kepada kepada rukun iman & beramal saleh (menyuruh yang ma’ruf, mencegah yang munkar dan mengerjakan berbagai kebaikan)
Surat Al ‘Ankabuut Ayat 9 (QS 29 : 9)
Surat Ali ‘Imran Ayat 114 (QS 3 : 114)
Surat Al A’raaf Ayat 196 (QS 7 : 196)

e. Para Mukhlisin
 Selalu menaati segala petunjuk & perintah Allah
 Bukan hanya taat kepada Allah pada saat ditimpa musibah
 Taat kepada Allah & Rasul Nya dengan sungguh-sungguh
 Tidak mudah tergoda oleh syaitan
 Agar tetap tetap tergolongan oarang yang mendapat rahmat & nikmat dan bukan golongan orang-orang tersesat
Surat Al Mu’minuun Ayat 57 – 61 (QS 23 : 57 – 61)
Surat Al ‘Ankabuut Ayat 64 – 66 (QS 29 : 64 – 66)
Surat Ali ‘Imran Ayat 132 (QS 3 : 132)
Surat Al Hijr Ayat 39 – 40 (QS 15 : 39 – 40)
Surat Shaad Ayat 82 – 85 (QS 38 : 82 – 85)
Surat Ash Shaffaat Ayat 39 – 62 (QS 37 : 39 – 62)

II. Golongan Manusia Yang Dicintai Oleh Allah
Golongan manusia yang dicintai oleh Allah, diantaranya :
a. Orang yang mencintai Allah & Rasul Nya
Surat Ali ‘Imran Ayat 31 (QS 3 : 31)
Surat Ali ‘Imran Ayat 132 (QS 3 : 132)
b. Muttaqin (Orang yang bertaqwa)
Surat Ali ‘Imran Ayat 76 (QS 3 : 76)
Surat At Taubah Ayat 36 (QS 9 : 36)
Surat An Nahl Ayat 128 (QS 16 : 128)
Surat Al Hujurat Ayat 13 (QS 49 : 13)

c. Mu’minin ( Orang yang beriman )
Surat Al Ahzab Ayat 43 (QS 33 : 43)
Surat Ali ‘Imran Ayat 139 (QS 3 : 139)
Surat Ali ‘Imran Ayat 152 (QS 3 : 152)

d. Muhsinin (Orang yang berbuat baik )
Surat Al Baqarah Ayat 195 (QS 2 : 195)
Surat Ali ‘Imran Ayat 134 (QS 3 : 134)
Surat Ali ‘Imran Ayat 148 (QS 3 : 148)
Surat Al Maaidah Ayat 93 (QS 5 : 93)
Surat Al A’raaf Ayat 56 (QS 7 : 56)
Surat At Taubah Ayat 120 (QS 9 : 120)

e. Muqsithin ( Orang yang berbuat adil )
Surat Al Maaidah Ayat 42 (QS 5 : 42)
Surat Al Hujurat Ayat 9 (QS 49 : 9)

f. Shabirin ( Orang yang berlaku sabar)
Surat Ali ‘Imran Ayat 146 (QS 3 : 146)
Surat Al Anfaal Ayat 46 (QS 8 : 46)
Surat Al Baqarah Ayat 249 (QS 2 : 249)

g. Mutawakkilin ( Orang yang bertawakal )
Surat Ali ‘Imran Ayat 159 – 160 (QS 3 : 159 – 160)
Surat An Nisaa’ Ayat 81 (QS 4 : 81)

h. Tawwabin ( Orang yang bertaubat )
Surat Al Baqarah Ayat 222 (QS 2 : 222)
Surat At Taubah Ayat 117 – 118 (QS 9 : 117 – 118)

i. Mutathohhirin ( Orang yang suci )
Surat Al Baqarah Ayat 222 (QS 2 : 222)
Surat At Taubah Ayat 108 (QS 9 : 108)

j. Orang yang berjuang di jalan Allah dalam barisan yang teratur / terorganisasi
Surat An Nisaa’ Ayat 71 (QS 4 : 71)
Surat Ash Shaff Ayat 4 (QS 61 : 4)

III. Golongan Manusia Yang Tidak Mendapat Petunjuk
Golongan manusia yang tidak mendapat petunjuk adalah :
 Orang-orang yang dimurkai Allah & yang tersesat jalan hidupnya
 Manusia sesat karena tidak mau menggunakan akalnya
 Dan murka Allah bagi orang yang tidak mau menggunakan akalnya
Surat Al Faatihah Ayat 6 – 7 (QS 1 : 6 – 7)
Surat Al A’raaf Ayat 178 – 179 (QS 7 : 178 – 179)
Surat Ali ‘Imran Ayat 112 (QS 3 : 112)
Surat Yunus Ayat 100 (QS 10 : 100)
Mereka diantaranya adalah :
a. Orang Fasik
 Tidak mendapat petunjuk Allah
Surat Al Maaidah Ayat 108 (QS 5 : 108)
Surat At Taubah Ayat 24 (QS 9 : 24)
Surat At Taubah Ayat 80 (QS 9 : 80)
Surat Ash Shaff Ayat 5 (QS 61 : 5)
Surat Al Munaafiquun Ayat 6 (QS 63 : 6)

b. Orang Zalim
 Tidak mendapat petunjuk Allah
 Dan tidak dicintai Allah
Surat Al An’aam Ayat 144 (QS 6 : 144)
Surat At Taubah Ayat 19 (QS 9 : 19)
Surat At Taubah Ayat 109 (QS 9 : 109)
Surat Ash Shaff Ayat 7 (QS 61 : 7)
Surat Ali ‘Imran Ayat 140 (QS 3 : 140)
Surat Asy Syuura Ayat 40 (QS 42 : 40)

c. Orang Kafir
 Tidak mendapat petunjuk Allah
 Dan tidak dicintai Allah
Surat Al Maaidah Ayat 67 (QS 5 : 67)
Surat At Taubah Ayat 37 (QS 9 : 37)
Surat Ar Ruum Ayat 45 (QS 30 : 45)
Surat Ali ‘Imran Ayat 32 (QS 3 : 32)

d. Orang Musyrik
 Dikutuk oleh Allah
 Tidak mendapat pertolongan, karena mereka berbuat syirik maka mereka tidak akan diampuni dosanya
 Tempatnya di Neraka Jahanam
Surat An Nisaa’ Ayat 48 – 52 (QS 4 : 48 – 52)
Surat An Nisaa’ Ayat 116 – 121 (QS 4 : 116 – 121)
Surat Al An’aam Ayat 56 (QS 6 : 56)

e. Orang Munafik
 Membeli kesesatan dengan petunjuk maka tidaklah akan mendapat petunjuk & akan terombang-ambing
 Allah memurkai dan mengutuk mereka
 Tempat kembalinya di Neraka Jahanam
Surat Al Baqarah Ayat 8 – 16 (QS 2 : 8 – 16)
Surat Al Fath Ayat 6 (QS 48 : 6)

IV. Golongan Manusia Yang Dimurkai Allah
a. Mustakbirin ( Orang yang sombong )
Surat An Nahl Ayat 22 – 23 (QS 16 : 22 – 23)
Surat Al Mu’min Ayat 76 (QS 40 : 76)
Surat Al Mu’min Ayat 60 (QS 40 : 60)
b. Farihin ( Orang yang membanggakan diri )
Surat Al Qashash Ayat 76 (QS 28 : 76)
c. Mukhtalin Fakhur (Orang yang sombong lagi membanggakan diri )
Surat An Nisaa’ Ayat 36 (QS 4 : 36)
Surat Luqman Ayat 18 (QS 31 : 18)
Surat Al Hadiid Ayat 23 – 24 (QS 57 : 23 – 24)
d. Musrifin ( Orang yang berlebih-lebihan )
Surat Al An’aam Ayat 141 (QS 6 : 141)
Surat Al A’raaf Ayat 31 (QS 7 : 31)
Surat Al Mu’min Ayat 43 (QS 40 : 43)
e. Kadzibin ( Orang yang bersifat pendusta )
Surat At Taubah Ayat 75 – 77 (QS 9 : 75 – 77)
Surat Al ‘Ankabuut Ayat 3 (QS 29 : 3)
f. Orang berlebih-lebihan lagi pendusta
Surat Al Mu’min Ayat 28 (QS 40 : 28)
g. Mufsidin ( Orang membuat kerusakan )
Surat Al Maaidah Ayat 64 (QS 5 : 64)
Surat Al Qashash Ayat 77 (QS 28 : 77)
Surat Yunus Ayat 81 (QS 10 : 81)
h. Mu’tadin ( Orang yang melampaui batas )
Surat Al Baqarah Ayat 190 (QS 2 : 190)
Surat Al Maaidah Ayat 87 (QS 5 : 87)
Surat Al A’raaf Ayat 55 (QS 7 : 55)
Surat Yunus Ayat 74 (QS 10 : 74)
i. Orang yang berkhianat lagi ingkar nikmat
Surat Al Hajj Ayat 38 (QS 22 : 38)
Surat Ar Ruum Ayat 33- 34 (QS 30 : 33 – 34)
Surat Az Zumar Ayat 3 (QS 39 : 3)
j. Orang yang berkhianat lagi bergelimpang dosa
Surat An Nisaa’ Ayat 17 (QS 4 : 17)
k. Orang Ingkar lagi bergelimpang dosa
Surat Al Baqarah Ayat 276 (QS 2 : 276)

BAB – VI
NAMA-NAMA & KELEMAHAN MANUSIA
I. NAMA-NAMA MANUSIA
1. Al Insaan
 Manusia ditinjau dari kelompoknya, atau secara keseluruhan.
Surat Al Insaan Ayat 1 – 2 (QS 76 : 1 -2)

2. Al Basyar
 Manusia dilihat dari seorang diri, bukan dari kelompok.
Surat Al Hijr Ayat 28 (QS 15 : 28)
Surat An Nahl Ayat 103 (QS 16 : 103)
Surat Al Israa’ Ayat 93 (QS 17 : 93)
Surat Maryam Ayat 26 (QS 19 : 26)

3. Bani Adam
 Manusia dilihat dari asal keturunannya.
Surat Al Israa’ Ayat 70 (QS 17 : 70)
Surat Al Israa’ Ayat 61 (QS 17 : 61)

4. An Naas
 Manusia dilihat dari segala permasalahan hidupnya.
Surat An Naas Ayat 1 – 6 (QS 114 : 1 – 6)

II. KELEMAHAN MANUSIA
1. Pembakang
Surat Yasiin Ayat 77 (QS 36 : 77)

2. Makhluk yang paling banyak membantah
Surat An Nahl Ayat 4 (QS 16 : 4)
Surat Al Kahfi Ayat 54 (QS 18 : 54)

3. Sangat ingkar tidak berterima kasih kepada Tuhannya
Surat Al ‘Aadiyaat Ayat 6 (QS 100 : 6)
Surat Az Zukhruf Ayat 15 (QS 43 : 15)
Surat Asy Syuura Ayat 48 (QS 42 : 48)
Surat Al ’Aadiyaat Ayat 6 (QS 100 : 6)

4. Melihat dirinya serba cukup
Surat Al ‘Alaq Ayat 7 (QS 96 : 7)

5. Melampaui Batas
Surat Yunus Ayat 12 (QS 10 : 12)
Surat Al ‘Alaq Ayat 6 (QS 96 : 6)

6. Bersifat Zalim
Surat Al A’raaf Ayat 19 -20 (QS 7 : 19 – 20)
Surat Ibrahim Ayat 34 (QS 14 : 34)
Surat Yunus Ayat 44 (QS 10 : 44)

7. Manusia bersifat tegesa-gesa
Surat Al Israa’ Ayat 11 (QS 17 : 11)
Surat Al Anbiyaa’ Ayat 37 (QS 21 : 37)

8. Manusia berada dalam susah payah
Surat Al Balad Ayat 4 (QS 90 : 4)

9. Bersifat lemah
Surat An Nisaa’ Ayat 28 (QS 4 : 28)

10. Lengah
Surat Yunus Ayat 92 (QS 10 : 92)

11. Ragu-ragu
Surat Yunus Ayat 104 (QS 10 : 104)
Surat Al Hajj Ayat 5 (QS 22 : 5)

12. Keluh-Kesah lagi Kikir
Surat Al Ma’aarij Ayat 19 (QS 70 : 19)

13. Putus Asa
Surat Huud Ayat 9 (QS 11 : 9 )
Surat Ar Ruum Ayat 36 (QS 30 : 36)

14. Cinta Dunia
Surat Ali ’Imran Ayat 14 (QS 3 : 14 )
Surat Al Qiyaamah Ayat 20 (QS 75 : 20)

Wallahu Alam

BUKU III
MENGENAL HIDUP

AYAT-AYAT AL QUR’AN
TENTANG
MENGENAL HIDUP
dikelompokan dengan pertimbangan sebagai berikut :

1. Terkait dengan diri (manusia) sebagai makhluk yang diciptakan dan dipelihara oleh Allah Tuhan semesta alam maka sudah seharusnya kita hanya mengabdikan diri kepada Allah.
2. Allah memberikan petunjuk jalan hidup yang lurus melalui Al Qur’an, bagaimana seharusnya menjalani hidup agar selamat dunia dan akhirat. Allah menyediakan petunjuk pada manusia karena di dunia ini ada juga jalan yang sesat.
3. Jalan hidup yang lurus yaitu aturan hidup untuk diri (manusia) berupa perintah atau tugas hidup yang harus dijalankan dan larangan yang harus ditinggalkan dan dicegah.
4. Tugas hidup manusia adalah menjalankan kebajikan sesuai Al Qur’an mulai dari menuntut ilmu, beramal saleh secara bathiniah sejak dari dalam hati sampai tingkah laku pribadi pada diri sendiri, keluarga, masyarakat, lingkungan, bangsa, dunia, alam semesta hingga memebekali diri sampai akhirat.
5. Dengan menjalankan tugas hidup menyeluruh insya Allah diri (manusia) akan selamat dunia akhirat.

BUKU III
MENGENAL HIDUP

BUKU III
TUGAS HIDUP
MENUNTUT ILMU

BAB – I
ARTI & MAKNA HIDUP BAGI MANUSIA

I. SETIAP MANUSIA PERLU MENGENAL JALAN HIDUP
A. JALAN HIDUP YANG LURUS
Surat Al Faatihah Ayat 5 – 6 (QS 1 : 5 – 6)
Surat Al Maa-idah Ayat 16 (QS 5 : 16)
Surat Ibrahim Ayat 1 (QS 14 : 1)
Surat Al Baqarah Ayat 256 (QS 2 : 256)
Surat Al Baqarah Ayat 142 (QS 2 : 142 )

B. JALAN HIDUP YANG SESAT
Surat Al Faatihah Ayat 7 (QS 1 : 7)
Surat Al Israa’ Ayat 32 (QS 17 : 32)
Surat Ash Shaaffaat Ayat 23 (QS 37 : 22 – 23)
Surat Al Baqarah Ayat 188 (QS 2 : 188)
Surat Huud Ayat 19 (QS 11 : 19)

II. AKTIVITAS MANUSIA DALAM MENJALANI HIDUPNYA

A. JALAN HIDUP YANG LURUS (BERIMAN)
1. Tujuan Hidupnya
a). Keikhlasan
Surat Al A’raaf Ayat 29 (QS 7 : 29)
Surat Al Bayyinah Ayat 5 (QS 98 : 5)
Surat Yunus Ayat 105 (QS 10 : 105)

b). Ridha Allah
Surat Al Lail Ayat 20 – 21 (QS 92 : 20 – 21)

c). Hidup Mati Untuk Allah
Surat Al An ‘aam Ayat 162 (QS 6 : 162)

2. Status Hidupnya
a). Kesadaran Diri Dihadapan Allah
Surat Al Hajj Ayat 5 – 6 (QS 22 : 5 – 6 )

b). Bersyukur Atas Segala Nikmat
Surat An Nahl Ayat (QS 16 : 78)

c). Menghamba & Bergantung Kepada Allah
Surat Adz Dzaaariyaat Ayat 56 (QS 51 : 56)
Surat Al Faatihah Ayat 1 – 7 (QS 1 : 1 – 7)

3. Falsafah Hidup & Pandangan Hidupnya
a). Dunia Sementara, Akhirat Kekal Abadi
Surat Al Mu’min Ayat 39 (QS 40 : 39)
Surat An Nahl Ayat 30 – 31 (QS 16 : 30 – 31)
Surat Al ‘Ankabuut Ayat 64 (QS 29 : 64 )

b). Dunia Sendau Gurau, Permainan Yang Melalaikan
Surat Al Hadid Ayat 20 (QS 57 : 20)

c). Dunia Untuk Ibadah Kepad Allah
Surat Adz Dzaariyaat Ayat 56 (QS 51 : 56)

4. Arah & Pergerakan Hidupnya
a). Bersungguh-Sungguh Untuk Akhirat Tanpa Melupakan Kenikmatan Dunia
Surat Al Qashash Ayat 77 (28 : 77)

b). Berjuang Di Dunia Sekuat Tenaga
Surat Alam Nasyrah Ayat 7 – 8 (QS 94 : 7 – 8)

5. Aktivitas Hidupnya
a). Iman, Amal Shaleh & Dakwah
Surat Al Ashr Ayat 1 – 3 (QS 103 : 1 – 3)
Surat Luqman Ayat 17 (QS 31 : 17)
Surat An Nahl Ayat 125 (QS 16 : 125)

b). Mencari Karunia Allah Didalam Mengingat Allah
Surat Al Jumu’ah Ayat 10 (QS 62 : 10)

B. JALAN HIDUP YANG SESAT (Kafir, Musryik, Munafik, Fasik)
1. Tujuan Hidupnya
Kesenangan & Kepuasan Hidup Sesuai Hawa Nafsu
Surat Al Baqarah Ayat 200 (QS 2 : 200)
Surat Al Baqarah Ayat 212 (QS 2 : 212)
Surat Ali ‘Imran Ayat 14 (QS 3 : 14)
Surat Al Hajj Ayat 11 (QS 22 : 11)
Surat Al An’aam Ayat 44 (QS 6 : 44)
Surat At Taubah Ayat 55 (QS 9 : 55)
Surat Al Israa’ Ayat 18 (QS 17 : 18)
Surat An Nisaa’ Ayat 134 (QS 4 : 134)

2. Status Hidupnya
Penghamba Hawa Nafsu & Syaitan
Surat Al Jaatsiyah Ayat 23 (QS 45 : 23)
Surat Al Furqaan Ayat (QS 25 : 43)
Surat Al Israa’ Ayat 62 (QS 17 : 62)
Surat Al Baqarah Ayat 257 (QS 2 : 257)
Surat An Nahl Ayat 98 – 100 (QS 16 : 98 – 100)

3. Falsafah Hidup & Pandangan Hidupnya
Hanya Di Dunia Saja
Surat Al Jaatsiyah Ayat 24 (QS 45 : 24 )

4. Arah & Pergerakan Hidupnya
Hanya Untuk Dunia Saja
Surat Al Ahqaah Ayat 20 (QS 46 : 20)

5. Aktivitas Hidupnya
a). Mencintai Dunia & Membelokkan Orang Beriman
Surat Ibrahim Ayat 13 (QS 14 : 13)

b). Bermegah-Megahan
Surat At Taakatsur Ayat 1 – 2 (QS 102 : 1 – 2)

c). Menimbun Harta
Surat Al Humazah Ayat 1 – 3 (QS 104 : 1 – 3)

d). Berbangga-Bangga
Surat Al Hadiid Ayat 20 (QS 57 : 20)
III. HIDUP UNTUK IBADAT
KOMPONEN IBADAT
A. IMAN
1. Syahadat Belum Tentu Beriman
Surat Al Hujuraat Ayat 14 (QS 49 : 14 )
2. Percaya & Yakin
Surat Al Baqarah Ayat 2 – 5 (QS 2 : 2 – 5)
3. Dengar & Taat
Surat Al Baqarah Ayat 285 – 286 (QS 2 : 285 – 286 )
4. Mempelajari & Mentaati Lebih Lanjut
Surat Al Ankabuut Ayat 43 (QS 29 : 43)
Surat Al Mujaadilah Ayat 11 (QS 58 : 11)
5. Peningkatan Kualitas Iman
Surat Al Anfaal Ayat 2 – 4 (QS 8 : 2 – 4)
Surat Al Hajj Ayat 35 (QS 22 : 35)
Surat Al Hujuraat Ayat 14 – 18 (QS 49 : 14 – 18)
Surat Az Zumar Ayat 23 (QS 39 : 23)
Surat Al An’aam Ayat 162 (QS 6 : 162)
Surat Al Baqarah Ayat 38 (QS 2 : 38)
Surat Al Baqarah Ayat 112 (QS 2 : 112)
Surat Al Baqarah Ayat 177 (QS 2 : 177)
Surat Al Baqarah Ayat 189 – 192 (QS 2 : 189 – 192)
6. Dengan Benar & Ikhlas
Surat Yunus Ayat 105 (QS 10 : 105 )

B. BENTUK IBADAT
1. Menjalankan Rukun Islam
Surat Al Baqarah Ayat (QS 2 : 43)
Surat Al Baqarah Ayat 45 – 46 (QS 2 : 45 – 46)
Surat Al Baqarah Ayat 183 (QS 2 : 183)
Surat Ali Imran Ayat 197 (QS 3 : 97)
2. Menjalankan Kebajikan
Surat Al Baqarah Ayat 177 (QS 2 : 177)
3. Menjalankan Dakwah
Surat Al Ashr Ayat 1 – 3 (QS 103 : 1 – 3)
Surat Luqman Ayat 17 (QS 31 : 17)
4. Berjihad Dengan Harta & Jiwa
Surat Al Hujuraat Ayat 14 – 18 (QS 49 : 14 – 18)
Surat Al Baqarah Ayat 189 – 192 (QS 2 : 189 – 192)
5. Hidup & Mati Untuk Allah
Surat Al An’aam Ayat 162 (QS 6 : 162)
C. ARAH IBADAT
Kebahagian Akhirat Tanpa Melupakan Dunia
Surat Al Qashash Ayat 77 (28 : 77)

D. TUJUAN IBADAT
a). IKHLAS
Surat Al A’raaf Ayat 29 (QS 7 : 29)
b). RIDHO
Surat Ayat (QS 92 : 4 )
Surat Al Lail Ayat 20 – 21 (QS 92 : 20 – 21)

E. MUSUH IBADAT
RIYA’
Surat An Nisaa’ Ayat 38 (QS 4 : 38 )
Surat An Nisaa’ Ayat 142 (QS 4 : 142 )
Surat Al Baqarah Ayat 264(QS 2 : 264 )
Surat Al Ma’uun Ayat 1 – 7 (QS 107 : 1 – 7)

F. DZIKRULLAH
1. Tujuan Dzikir
a). Ikhlas
Surat Yunus Ayat 105 (QS 10 : 105)
b). Untuk Akhirat
Surat Asy Syuura Ayat 20 (QS 42 : 20)
c). Untuk Dunia
Surat Al Isyraa’ Ayat 18 (QS 17 : 18)
Surat Al Baqarah Ayat 200 (QS 2 : 200)
2. Ingat Allah Seperti Kesaksian Ruh Akan Allah
Surat Al A’raaf Ayat 172 (QS 7 : 172 )

3. Manusia Tertutup Hijab Oleh Akal, Rasa, Hawa Nafsu & Syaitan
( Karena Keterbatasan Diri )
Surat Al Anfaal Ayat 24 (QS 8 : 24 )
Surat Al Mujaadilah Ayat 19 (QS 58 : 19)
Surat Taubah Ayat 67 (QS 7 : 16 – 17)

4. Menyebabkan Manusia Lupa Allah
Surat Al Mujaadilah Ayat 19 (QS 58 : 19)
Surat Al Hasyr Ayat 19 (QS 59 : 19)
Surat At Taubah Ayat 67 (QS 9 : 67)

5. Dzikrullah Untuk Membangkitkan IngatAllah
a). PENDORONG INGAT ALLAH
Shalat Untuk Ingat Allah
Surat Thaahaa Ayat 14 (QS 20 : 14)
b). TAHAP DZIKRULLAH :
1). Di Dalam Hati
Surat Al A’raaf Ayat 205 (QS 7 : 205)
2). Di Waktu Berdiri, Duduk & Berbaring
Surat Ali ’Imran Ayat 191 (QS 3 : 191)
3). Bergetar Hatinya
Surat Al Anfaal Ayat 2 – 4 (QS 8 : 2 – 4)
4). Bersujud & Menangis
Surat Maryam Ayat 58 (QS 19 : 58)
5). Hidayah Masuk Ke Hati (Untuk Para Nabi & Rasul)
Surat Al Baqarah Ayat 97 (QS 2 : 97)
6). Allah Membimbing Hati (Untuk Manusia Umum)
Surat Ayat 11 (QS 64 : 11)
7). Kita Ingat Allah, Allah Ingat Kita
Surat Al Baqarah Ayat 152 (QS 2 : 152)
8). Tenteram Hati & Jiwa Tenang
Surat Ayat 28 (QS 13 : 28)
Surat Al Fajr Ayat (QS 89 : 27 – 30)

6. Adab Dzikrullah (Ingat Allah) & Manfaatnya
 Ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu
 Orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri
 Berzikirlah lebih banyak dari itu
 Ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring.
 Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang
 Hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.
 Dirikanlah shalat untuk mengingat Aku
 Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain).
 Orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia
Surat Al Baqarah Ayat 152 (QS 2 : 152)
Surat Al Hasyr Ayat 19 (QS 59 : 19)
Surat Al Baqarah Ayat 200 (QS 2 : 200)
Surat An Nisaa’ Ayat 103 (QS 4 : 103)
Surat Al A’raaf Ayat 205 (QS 7 : 205)
Surat Ali ’Imran Ayat 28 (QS 13 : 28)
Surat Thaahaa Ayat 14 (QS 20 : 14)
Surat Al ’Ankabuut Ayat 45 (QS 29 : 45)
Surat An Nisaa’ Ayat 142 (QS 4 : 142)

7. Berdzikir, Bertasbih, Memuji Allah
 Perintah Allah untuk berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah sebanyak-banyaknya
 Dan bertasbih dengan memuji – Nya di waktu pagi dan petang, sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya, dan pada waktu-waktu di malam hari dan di siang hari, supaya kamu merasa senang.
 Bertasbihlah kamu kepada-Nya di malam hari dan setiap selesai sembahyang
Surat Al Ahzab Ayat 41 – 42 (QS 33 : 41 – 42)
Surat Thaahaa Ayat 130 (QS 20 : 130)
Surat Ar Ruum Ayat 17 -18 (QS 30 : 17 – 18)
Surat Al Insaan Ayat 25 – 26 (QS 76 : 25 – 26)
Surat Qaaf Ayat 39 – 40 (QS 50 : 39 – 40)

8. Bertawasul (Wasilah) Kepada Allah
Adalah melakukan amal perbuatan yang dapat mendekatkan diri kepada Allah. Tawasul dalam ajaran Islam adalah :
a. Dengan Asma’ul Husna
Surat Al Mu’min Ayat 60 (QS 40 : 60)
Surat Al A’raaf Ayat 180 (QS 7 : 180)
Surat Ali ’Imran Ayat 38 (QS 3 : 38)
Surat Ali ’Imran Ayat 8 (QS 3 : 8)
b. Dengan Keimanan & Amal Shaleh
Surat Al Baqarah Ayat 285 (QS 2 : 285)
Surat Ali ’Imran Ayat 16 (QS 3 : 16)
Surat Ali ’Imran Ayat 53 (QS 3 : 53)
c. Dengan Doa Orang Shaleh Yang Masih Hidup
Perhatikan isyarat Allah tentang permintaan kaum Nabi Musa kepada Nabi Musa :
Surat Al Baqarah Ayat 68 – 71 (QS 2 : 68 – 71)
Surat Yusuf Ayat 97 – 98 (QS 12 : 97- 98)

9. Adab Berdoa Yang Baik
Surat Al Baqarah Ayat 186 (QS 2 : 186)
Surat Al A’raaf Ayat 55 – 56 (QS 7 : 55 – 56)
Surat As Sajdah Ayat 16 (QS 32 : 16 )
Surat Thaahaa Ayat 7 – 8 (QS 20 : 7 – 8)
Surat Huud Ayat 46 (QS 11 : 46)
Surat Al A’raaf Ayat 180 (QS 7 : 180)
Surat Ar Ra’d Ayat 14 (QS 13 : 14)
Surat Al Israa’ Ayat 11 (QS 17 : 11)
Surat Al Ahqaaf Ayat 35 (QS 46 : 35)
Surat Al Mu’min Ayat 60 (QS 40 : 60)
Surat Yunus Ayat 12 (QS 10 : 12)
Surat An Naml Ayat 62 (QS 27 : 62)
Surat Yunus Ayat 10 (QS 10 : 10)

10. Beberapa Doa Dari Al Qur’an
Surat Al Baqarah Ayat 127 (QS 2 : 127)
Surat Ayat (QS 2 : 201)
Surat Al Baqarah Ayat 250 (QS 2 : 250)
Surat Al Baqarah Ayat 286 (QS 2 : 286)
Surat Ali ’Imran Ayat 8 – 9 (QS 3 : 8 – 9)
Surat Ali ’Imran Ayat 147 (QS 3 : 147)
Surat Ali ’Imran Ayat 16 (QS 3 : 16)
Surat Ali ’Imran Ayat 191 – 194 (QS 3 : 191 – 194)
Surat Al A’raaf Ayat 126 (QS 7 : 126)
Surat Huud Ayat 41 (QS 11 : 41)
Surat Al Israa’ Ayat 24 (QS 17 : 24)
Surat Al Israa’ Ayat 80 – 81 (QS 17 : 80 – 81)
Surat Al Kahfi Ayat 10 (QS 18 : 10)
Surat Maryam Ayat 4 – 6 (QS 19 : 4 – 6)
Surat Thaahaa Ayat 25 – 26 (QS 20 : 25 – 26)
Surat Thaahaa Ayat 27 – 28 (QS 20 : 27 -28)
Surat Thaahaa Ayat 114 (QS 20 : 114)
Surat Al Mu’minuun Ayat 29 (QS 23 : 29)
Surat Al Mu’minuun Ayat 97 – 98 (QS 23 : 97 – 98)
Surat Al Mu’minuun Ayat 93 – 94 (QS 23 : 93 – 94)
Surat Al Mu’minuun Ayat 109 (QS 23 : 109)
Surat Al Mu’minuun Ayat 118 (QS 23 : 118)
Surat Al Furqaan Ayat 65 (QS 25 : 65)
Surat Al Furqaan Ayat 74 (QS 25 : 74)
Surat Asy Syu’araa’ Ayat 83 – 87 (QS 26 : 83 – 87)
Surat An Naml Ayat 19 (QS 27 : 19)
Surat Al Qashash Ayat 16 (QS 28 : 16)
Surat Al Qashash Ayat 21 – 22 (QS 28 : 21 – 22)
Surat Al ’Ankabuut Ayat 30 (QS 29 : 30)
Surat Faathir Ayat 34 – 35 (QS 35 : 34 – 35)
Surat Faathir Ayat 37 (QS 35 : 37)
Surat Yaa siin Ayat 52 (QS 36 : 52)
Surat Yaa siin Ayat 58 (QS 36 : 58)
Surat Ash Shaffaat Ayat 79 (QS 37 : 79)
Surat Ash Shaffaat Ayat 100 (QS 37 : 100)
Surat Ash Shaffaat Ayat 109 (QS 37 : 109)
Surat Ash Shaffaat Ayat 120 (QS 37 : 120)
Surat Ash Shaffaat Ayat 130 (QS 37 : 130)
Surat Shaad Ayat 16 (QS 38 : 16)
Surat Shaad Ayat 35 (QS 38 : 35)
Surat Shaad Ayat 41 (QS 38 : 41)
Surat Shaad Ayat 79 (QS 38 : 79)
Surat Az Zumar Ayat 46 (QS 39 : 46)
Surat Az Zumar Ayat 73 – 74 (QS 39 : 73 – 74)
Surat Al Mu’min Ayat 7 – 9 (QS 40 : 7 – 9)
Surat Al Mu’min Ayat 11 (QS 40 : 11)
Surat Az Zukhruf Ayat 13 – 14 (QS 43 : 13 – 14)
Surat Az Zukhruf Ayat 88 – 89 (QS 43 : 88 – 89)
Surat Ad Dukhaan Ayat 12 (QS 44 : 12)
Surat Ad Dukhaan Ayat 22 (QS 44 : 22)
Surat Al Ahqaaf Ayat 15 (QS 46 : 15)
Surat Al Qamar Ayat 9 – 10 (QS 54 : 9 – 10)
Surat Al Hasyr Ayat 10 (QS 59 : 10)
Surat Al Hasyr Ayat 22 – 24 (QS 59 : 22 – 24)
Surat Al Mumtahanah Ayat 4 – 5 (QS 60 : 4 – 5)
Surat Al Munaafiquun Ayat 10 (QS 63 : 10)
Surat At Tahriim Ayat 8 (QS 66 : 8)
Surat At Tahriim Ayat 11 (QS 66 : 11)
Surat Al Qalam Ayat 29 (QS 68 : 29)
Surat Nuh Ayat 5 – 24 (QS 71 : 5 – 24)
Surat Nuh Ayat 28 (QS 71 : 28)
Surat Al Falaq Ayat 1 – 5 (QS 113 : 1 – 5)
Surat An Naas Ayat 1 – 6 (QS 114 : 1 – 6)

IV. PENILAIAN ALLAH TERHADAP HIDUP MANUSIA
A. Allah Akan memperhitungkan Amal Lahir & Amal Bathin Manusia
Surat Ali Imran Ayat 29 (QS 3 : 29)
Surat Al Baqarah Ayat 284 (QS 2 : 284)
B. Pendengaran, Penglihatan dan Hati Harus Dipertanggung Jawabkan
Surat Al Israa’ Ayat 36 (QS 17 : 36)
C. Allah Akan Menghisab Manusia
Surat Ar Ra’d Ayat 40 (QS 13 : 40 )
D. Manusia Membaca Hasil Hisab Yang Maha Adil
Surat Al Israa’ Ayat 13 –15 (QS 17 : 13 – 15)
E. Tuhan Akan Membalas Amalan Walaupu Sebiji Sawi / Sekecil Apapun
Surat Luqman Ayat 16 (QS 31 : 16)
Surat Az Zalzalah Ayat 7 – 8 (QS 99 : 7 – 8)
F. Tuhan Membalas Amalan Sesuai Niatnya
Surat Asy Syuura Ayat 20 (QS 42 : 20)
G. Perbuatan Baik Menurut Manusia Tetapi Tidak Dinilai Allah
Surat Al Kahfi Ayat 103 – 106 (QS 18 : 103 – 106)
H. Yang Paling Mulia Adalah Yang Paling Takwa
Surat Al Hujuraat Ayat 13 (QS 49 : 13)

BAB – II
MENUNTUT ILMU
ADALAH TUGAS HIDUP ORANG BERIMAN

I. ILMU & KEUTAMAANNYA
A. Derajad & Keadaan Orang Yang Tidak Berilmu
a. Surat Yunus Ayat 39 (QS 10 : 39)
b. Surat Al Jaatsiyah Ayat 18 (QS 45 : 18)
c. Surat Luqman Ayat 6 (QS 31 : 6)
d. Surat Al A’ raaf Ayat 199 (QS 7 : 199)
e. Surat An Nahl Ayat 119 (QS 16 : 119)

B. Keutamaan & Derajad Orang Yang Berilmu
Surat Faathir Ayat 28 (QS 35 : 28)
Surat Ali ‘Imran Ayat 18 (QS 3 : 18)
Surat Saba’ Ayat 6 (QS 34 : 6)
Surat An Nisaa’ Ayat 162 (QS 4 : 162)
Surat Al Mujaadilah Ayat 11 (QS 58 : 11)
Surat An Nahl Ayat 43 (QS 16 : 43)
Surat Al Anbiyaa’ Ayat 7 (QS 21 : 7)

C. Al Qur’an Sumber Ilmu Pengetahuan
Surat Ibrahim Ayat 1 (QS 14 : 1)
Surat Thaahaa Ayat 113 (QS 20 : 113)
Surat An Nahl Ayat 65 – 83 (QS 16 : 65 – 83)
Surat An Nahl Ayat 90 (QS 16 : 90)
Surat Az Zumar Ayat 9 (QS 39 : 9)
D. Belajar Al Qur’an Secara Menyeluruh Dan Tidak Sebagian-Sebagian.
Surat Yusuf Ayat 1 – 3 (QS 12 : 1 – 3)
Surat Al Baqarah Ayat 2 (QS 2 : 2)
Surat Al Baqarah Ayat 208 (QS 2 : 208)
Surat Al Hijr Ayat 90 – 91 (QS 15 : 90 – 91)

1. Kewajiban Menuntut Ilmu Al Qur’an
Surat At Taubah Ayat 122 (QS 9 : 122)
2. Untuk Dipahami & Dilaksanakan
Surat Yusuf Ayat 1 – 3 (QS 12 : 1 – 3)
Surat Al Baqarah Ayat 2 (QS 2 : 2)
3. Untuk Direnungkan & Diambil Hikmahnya
Surat Ali Imran Ayat 190 – 191 (QS 3 : 190 – 191)
4. Untuk Diperdalam & Disampaikan
Surat Al Ashr Ayat 1 – 3 (QS 103 : 1 – 3)
Surat Ali ‘Imran Ayat 187 (QS 3 : 187)
Surat Al Baqarah Ayat 146 – 147 (QS 2 : 146 – 147)
Surat An Nahl Ayat 125 (QS 16 : 125)
Surat Al Baqarah Ayat 151 (QS 2 : 151)

II. SHUHUF & KITAB SUCI
A. Rasul & Kitab Suci
a) Surat Al Hadiid Ayat 25 (QS 57 : 25)
b) Surat Ar Ra’d Ayat 38 (QS 13 : 38)
c) Surat Al Baqarah Ayat 213 (QS 2 : 213)
d) Surat Al An’aam Ayat 89 – 90 (QS 6 : 89 – 90)
e) Surat An Nisaa’ Ayat 54 (QS 4 : 54)

B. Shuhuf Ibrahim & Shuhuf Musa
a) Surat An Najm Ayat 33 – 41 (QS 53 : 33 – 41 )
b) Surat Al A’laa Ayat 16 – 19 (QS 87 : 16 – 19)

C. Kitab Suci Zabur
a). Surat An Nisaa’ Ayat 163 (QS 4 : 163)
b). Surat Al Israa’ Ayat 55 (QS 17 : 55)
c). Surat Al Anbiyaa’ Ayat 105 – 106 (QS 21 : 105 – 106)

D. Kitab Suci Taurat
a). Surat Maryam Ayat 51 – 53 (QS 19 : 51 – 53)
b). Surat Al A’raaf Ayat 142 (QS 7 : 142)
c). Surat Al Anbiyaa’ Ayat 48 – 49 (QS 21 : 48 – 49)
d). Surat Al An’ aam Ayat 154 (QS 6 : 154)
e). Surat Ash Shaffaat Ayat 114 – 122 (QS 37 : 114 – 122)
f). Surat Al Mu’minuun Ayat 49 (QS 23 : 49)
g). Surat Al Maaidah Ayat 78 – 81 (QS 5 : 78 – 81)

E. Kitab Suci Injil
a). Surat Al Hadiid Ayat 27 (QS 57 : 26 – 27)
b). Surat Al Maaidah Ayat 46 – 48 (QS 5 : 46 : 48)
F. Isi Taurat & Injil
1. Isi Taurat Diantaranya
a) Surat Ali ‘Imran Ayat 93 – 95 (QS 3 : 93 – 95)
b) Surat An Nisaa’ Ayat 160 – 161 (QS 4 : 160 – 161)
c) Surat Al An’aam Ayat 146 – 150 (QS 6 : 146 – 150)
d) Surat An Nahl Ayat 118 – 119 (QS 16 : 118 – 119)
2. Isi Taurat & Injil Diantaranya
a. Surat Al A’raaf Ayat 157 (QS 7 : 157)
b. Surat Al Fath Ayat 29 (QS 48 : 29)
c. Surat Al Maaidah Ayat 44 – 50 (QS 5 : 44 – 50)
G. Sikap Ahli Kitab Terhadap Al Kitab
1. Sikapnya Terhadap Kitabnya Sendiri
a) Surat Fush shilat Ayat 45 (QS 41 : 45)
b) Surat Al Israa’ Ayat 4 – 8 (QS 17 : 4 – 8)
c) Surat Al a’raaf Ayat 169 – 170 (QS 7 : 169 – 170)
d) Surat Al An’aam Ayat 91 (QS 6 : 91)
e) Surat Al Maaidah Ayat 41 – 45 (QS 5 : 41 – 45)
f) Surat Ali ‘Imran Ayat 23 – 25 (QS 3 : 23 – 25)
g) Surat Ali ‘Imran Ayat 69 – 74 (QS 3 : 69 – 74)
h) Surat Ali ‘Imran Ayat 78 (QS 3 : 78)
i) Surat Ali ‘Imran Ayat 93 – 95 (QS 3 : 93 – 95)
j) Surat Al Baqarah Ayat 75 – 82 (QS 2 : 75 – 82)
k) Surat Al Baqarah Ayat 83 – 86 (QS 2 : 83 – 86)
l) Surat Al Baqarah Ayat 144 – 146 (QS 2 : 144 – 146)
m) Surat Al Baqarah Ayat 159 – 162 (QS 2 : 159 – 162)

2. Sikapnya Terhadap Kitab Al Qur’an
Surat Al Baqarah Ayat 87 – 91 (QS 2 : 87 – 91)
Surat Al Maaidah Ayat 64 (QS 5 : 64)
Surat Ali ‘Imran Ayat 113 – 115 (QS 3 : 113 – 115)
Surat Ali ‘Imran Ayat 199 (QS 3 : 199)
Surat Ar Ra’d Ayat 36 (QS 13 : 36)
Surat Al Ahqaaf Ayat 10 (QS 46 : 10)
Surat Al Maaidah Ayat 82 – 86 (QS 5 : 82 – 86)

III. KITAB SUCI AL QUR’AN
Surat Asy Syu’araa’Ayat 192 – 196 (QS 26 : 192 – 196 )
Surat Yunus Ayat 37 – 38 (QS 10 : 37 – 38 )
A. AL QUR’AN
1. Al Qur’an Berasal Dari Allah
Surat Az Zumar Ayat 1 –2 (QS 39 : 1 – 2)
Surat Al Maaidah Ayat 48 (QS 5 : 48)
Surat Az Zumar Ayat 41 (QS 39 : 41)
Surat An Naml Ayat 6 (QS 27 : 6)
Surat An Nisaa’ Ayat 166 (QS 4 : 166)
Surat Al An’aam Ayat 115 (QS 6 : 115)
Surat Huud Ayat 14 – 17 (QS 11 : 14 – 17)
Surat Ar Ra’d Ayat 1 (QS 13 : 1)
2. Keistimewaan Al Qur’an
Surat Al An’ aam Ayat 38 (QS 6 : 38)
Surat An Nisaa’ Ayat 82 (QS 4 : 82)
Surat Al Hasyr Ayat 21 (QS 59 : 21)
Surat Ar Ra’d Ayat 31 (QS 13 : 31)
3. Tuduhan Manusia Bahwa Muhammad Yang Membuat Al Qur’an, Tidaklah Benar
Surat Al Anbiyaa’ Ayat 1 – 5 (QS 21 : 1 – 5)
Surat Al Furqaan Ayat 4 –5 (QS 25 : 4 – 5)
Surat As Sajdah Ayat 1 – 3 (QS 32 : 1 – 3)
Surat Yaa Siin Ayat 69 – 70 (QS 36 : 69 – 70)
4. Sebab-Sebab Al Qur’an Tidak Diturunkan Berupa Tulisan
Surat Al An’aam Ayat 4 – 7 (QS 6 : 4 – 7)
Surat Al An’aam Ayat 8 – 10 (QS 6 : 8 – 10)
5. Tantangan & Jawaban Allah Bila Semua Tuduhan & Anggapan Manusia Itu Benar
Surat Al Israa’ Ayat 86 – 88 (QS 17 : 86 – 88)
Surat Huud Ayat 12 – 13 (QS 11 : 12 – 13)
Surat Yunus Ayat 37 – 39 (QS 10 : 37 – 39)
Surat Al Baqarah Ayat 23 – 24 (QS 2 : 23 – 24)
Surat Ath Thuur Ayat 29 – 34 (QS 52 : 29 – 34)
6. Ke-ummian Muhammad Juga Menunjukan Bahwa Al Qur’an Itu Berasal Dari Allah
Surat Al A’raaf 157 – 158 (QS 7 : 157 – 158)
Surat Al ‘Ankabuut Ayat 46 – 49 (QS 29 : 46 – 49)
Surat Al Haaqqah Ayat 38 – 52 (QS 69 : 38 – 52)

7. Al Qur’an Adalah Membenarkan Kitab-Kitab Sebelumnya
Surat Ali ‘Imran Ayat 3 – 4 (QS 3 : 3 – 4)
Surat Al Maaidah Ayat 48 (QS 5 : 48 )
Surat Yunus Ayat 37 (QS 10 : 37)
Surat Al An’aam Ayat 92 (QS 6 : 92)
Surat Al Bayyinah Ayat 1 – 5 (QS 98 : 1 – 5)
8. Al Qur’an Adalah Kitab Suci Berbahasa Arab
Surat Ibrahim Ayat 4 (QS 14 : 4)
Surat Asy Syu’araa’ Ayat 192 –195 (QS 26 : 192 – 195)
Surat Fush shilat Ayat 44 (QS 41 : 44)
Surat Maryam Ayat 97 (QS 19 : 97)
Surat Az Zukhruf Ayat 1 – 5 (QS 43 : 1 – 5)
Surat Fush shilat Ayat 1 – 4 (QS 41 : 1 – 4)
Surat Az Zumar Ayat 27 –28 (QS 39 : 27 – 28)
Surat Thahaa Ayat 113 (QS 20 : 113)
Surat Ar Ra’d Ayat 37 (QS 13 : 37)
9. Al Qur’an Adalah Kitab Peringatan Bagi Seluruh Alam (Jin & Manusia)
Surat Al Jaatsiyah Ayat 20 (QS 45 : 20)
Surat Asy Syuura Ayat 7 (QS 42 : 7)
Surat Yaa siin Ayat 1- 6 (QS 36 : 1 – 6)
Surat An Naml Ayat 76 – 79 (QS 27 : 76 – 79)
Surat Al An’aam Ayat 156 – 157 (QS 6 : 156 – 157)
Surat An Nahl Ayat 44 (QS 16 : 44)
Surat Al Furqaan Ayat 1 (QS 25 : 1)
Surat Shaad Ayat 87 (QS 38 : 87)
Surat At Takwiir Ayat 25 – 27 (QS 81 : 25 – 27)
10. Al Qur’an Adalah Kitab Pembimbing Manusia ke Jalan Allah
Surat An Nisaa’ Ayat 174 (QS 4 : 174)
Surat Ibrahim Ayat 1 (QS 14 : 1)
Surat Al Hijr Ayat 1 (QS 15 : 1)
Surat Al Kahfi Ayat 1 – 2 (QS 18 : 1 – 2)
Surat Al Hjj Ayat 16 (QS 22 : 16)
Surat Ibrahim Ayat 52 (QS 14 : 52)
11. Al Qur’an Adalah Kitab Bacaan Yang Mulia Yang Tetap Dijaga Oleh Allah Kemurniannya
Surat Al Waaqiah Ayat 77 – 82 (QS 56 : 77 – 82)
Surat Az Zukhruf Ayat 44 (QS 43 : 44)
Surat Al Isaraa’ Ayat 105 (QS 17 : 105)
Surat Al An’aam Ayat 115 (QS 6 : 115)
Surat Al Hijr Ayat 9 (QS 15 : 9)
Surat Fush shilat Ayat 41 – 42 (QS 41 : 41 – 42)
Surat Fush shilat Ayat 53 (QS 41 : 53)
Surat Shaad Ayat 88 (QS 38 : 88)

12. Ayat-Ayat Al Qur’an Terinci & Tersusun Rapi, Ada Yang Muhkamat, Ada Yang Mutasyabihat Dan Urusan Allah-lah Yang Mensyahkan
Surat Al An’ammAyat 114 (QS 6 : 114)
Surat Yunus Ayat 37 (QS 10 : 37)
Surat Ar Ra’d Ayat 37 (QS 13 : 37)
Surat Huud Ayat 1 – 2 (QS 11 : 1 – 2)
Surat Al Israa’ Ayat 41 (QS 17 : 41)
Surat Al Israa’ Ayat 89 (QS 17 : 89)
Surat Ali ‘Imran Ayat 7 (QS 3 : 7)
13. Malam Diturunkan Al Qur’an, Malam Kemuliaan, Malam Yang Diberkati
Surat Al Baqarah Ayat 185 (QS 2 : 185)
Surat Ad Dukhaan Ayat 3 (QS 44 : 3)
Surat Al Qadr Ayat 1 – 5 (QS 97 : 1 – 5)
Surat An Najm Ayat 7 – 12 (QS 53 : 7 – 12)
Surat Al ‘Alaq Ayat 1 – 5 (QS 96 : 1 – 5)
14. Cara Al Qur’an Diturunkan
a) Al Qur’ an Diturunkan Berangsur-angsur
Surat Al Furqaan Ayat 32 – 33 (QS 25 : 32 – 33)
Surat Al Israa’ Ayat 106 (QS 17 : 106)
b) Al Qur’ an Dibawa Turun Oleh Jibril
Surat Asy Syuura Ayat 51 – 53 (QS 42 : 51 – 53)
Surat Asy Syu’araa’ Ayat 192 – 195 (QS 26 : 192 – 195)
Surat Al Baqarah Ayat 97 (QS 2 : 97)
Surat An Najm Ayat 1 – 12 (QS 53 : 1 – 12)
Surat Thaahaa Ayat 114 (QS 20 : 114)
Surat Al Qiyaamah Ayat 16 – 20 (QS 75 : 16 – 20)
Surat Asy Syu’araa’ Ayat 210 – 213 (QS 26 : 210 – 213)
15. Membaca Al Qur’an & Mendengarkannya
a) Adab Membaca Al Qur’an & Mendengarkan
Surat Al Jaatsiyah Ayat 45 (QS 29 : 45)
Surat Al Muzzammil Ayat 4 (QS 73 : 4)
Surat An Nahl Ayat 98 – 100 (QS 16 : 98 – 100)
Surat Al Qamar Ayat 17 – 22 (QS 54 : 17 – 22)
Surat Al ‘Ankabuut Ayat 49 (QS 29 : 49)
b) Adab Mendengarkan Bacaan Al Qur’an & Manfaat
Surat Al A’raaf Ayat 204 (QS 7 : 204)
Surat Al Anfaal Ayat 2 (QS 8 : 2)
Surat Al Isaraa’ Ayat 107 –109 (QS 17 : 107 – 109)
Surat As Sajdah Ayat 105 (QS 32 : 105)

c) Ayat-Ayat Sajdah (Sujud) Terdapat Dalam 15 Ayat :
Surat Al A’raaf Ayat 206 (QS 7 : 206)
Surat Ayat (QS 13 : 15)
Surat Ayat (QS 16 : 50)
Surat Ayat (QS 17 : 109)
Surat Ayat (QS 19 : 58)
Surat Ayat (QS 22 : 18)
Surat Ayat (QS 22 : 77)
Surat Ayat (QS 25 : 60)
Surat Ayat (QS 27 : 26)
Surat Ayat (QS 32 : 15)
Surat Ayat (QS 38 : 24)
Surat Ayat (QS 41 : 38)
Surat Ayat (QS 53 : 62)
Surat Ayat (QS 84 : 21)
Surat Ayat (QS 96 : 19)

16. Sikap Orang Beriman Terhadap Al Qur’an Dan Manfaat Baginya
a) Tidak Ragu-ragu Menerimanya
Surat Al Baqarah Ayat 1 – 5 (QS 2 : 1 – 5)
Surat Al Anfaal Ayat 2 (QS 8 : 2)
b) Manfaat Al Qur’an Bagi Muslimin, Muhsinin, Mukminin & Muttaqin
Surat An Nuur Ayat 34 – 35 (QS 24 : 34 – 35)
Surat Luqman Ayat 1 – 5 (QS 31 : 1 – 5)
Surat Al Israa’ Ayat 82 (QS 17 : 82)
Surat Ali ‘Imran Ayat 138 (QS 3 : 138)
Surat Al A’raaf Ayat 203 (QS 7 : 203)
Surat Al Baqarah Ayat 185 (QS 2 : 185)
Surat An Nahl Ayat 64 (QS 16 : 64)
Surat Al Israa’ Ayat 9 – 10 (QS 17 : 9 – 10)
c) Balasan Bagi Yang Mengimani & Mengamalkan Isi Al Qur’an Adalah Surga ‘Adn
Surat Ayat (QS 35 : 29 – 30)

17. Sikap Orang Kafir Terhadap Al Qur’an Dan Balasan Baginya
a) Orang Kafir selalu mengolok-ngolok Rasul/atau orang yang menerangkan Al Qur’an kepadanya
Surat Al An’aam Ayat 4 – 7 (QS 6 : 4 – 7)
Surat Al Anfaal Ayat 31 – 34 (QS 8 : 31 – 34)
Surat Yunus Ayat 1 – 2 (QS 10 : 1 – 2)
Surat Al Hijr Ayat 6 – 8 (QS 15 : 6 – 8)
Surat Asy Syua’araa’ Ayat (QS 26 : 1 – 6)

b) Al Qur’an itu tidak manfaat baginya, karena mereka itu diberi peringatan atau tidak diberi peringatan adalah sama saja
Surat Al Baqarah Ayat 6 – 7 (QS 2 : 6 – 7)
Surat Al An’aamm Ayat 25 – 26 (QS 6 : 25 – 26)
Surat Al Israa’ Ayat 45 – 46 (QS 17 : 45 – 46)
Surat Luqman Ayat 6 – 7 (QS 31 : 6 – 7)
Surat Fush shilat Ayat 5 – 6 (QS 41 : 5 – 6)

c) Tidak ada yang mereka nanti-nantikan kecuali azab & siksa neraka yang menghinakan yang masih ditangguh kedatangannya
Surat Al A’raaf Ayat 52 – 53 (QS 7 : 52 – 53)
Surat Ibrahim Ayat 1 – 3 (QS 14 : 1 – 3)
Surat Al Furqaan Ayat 21 – 29 (QS 25 : 21 – 29)
Surat Al Mursalaat Ayat 28 – 50 (QS 77 : 28 – 50)

18. Nama-Nama Al Qur’an ( 15 Nama )

No. Nama–Nama Al Qur’an Artinya
1 Al Qur’an Bacaan
2 Al Kitab Kitabullah
3 Al Furqaan Pembeda
4 Adz Dzikr Peringatan
5 Al Mau’zihah Nasehat, Pelajaran
6 Asy Syifa’ Obat, Penawar
7 Al Huda Penunjuk
8 Al Hikmah Kebijaksanaan
9 Al Hukmu Keputusan
10 Al Khoir Kebaikan
11 Ar Ruh Ruh, Jiwa
12 Al Bayan Keterangan
13 Bashair Pedoman, Bukti Nyata
14 An Nuur Cahaya
15 Al Muthahharah Yang Disucikan

a) Al Qur’an = Bacaan
Surat Al Qiyaamah Ayat 17 – 19 (QS 75 : 17 – 19)
Surat Ayat (QS 17 : 88)
b) Al Kitab = Kitabullah
Surat Ayat (QS 2 : 2)
Surat Ayat (QS 39 : 4)
c) Al Furqaan = Pembeda
Surat Ayat (QS 25 : 1)
Surat Ayat (QS 3 : 4)
d) Adz Dzikr = Peringatan
Surat Ayat (QS 15 : 9)
Surat Ayat (QS 16 : 44)
e) Al Mau’izhah = Nasehat, Pelajaran
Surat Ayat (QS 10 : 57)
Surat Ayat (QS 3 : 138)
f) Asy Syifa’ = Obat, Penawar
Surat Ayat (QS 10 : 57)
Surat Ayat (QS 41 : 44)
g) Al Huda = Petunjuk
Surat Ayat (QS 41 : 44)
Surat Ayat (QS 72 : 13)
h) Al Hikmah = Kebijaksanaan
Surat Ayat (QS 17 : 39)
Surat Ayat (QS 31 : 2)
i) Al Hukmu = Keputusan
Surat Ayat (QS 13 : 37)
j) Al Khoir = Kebaikan
Surat Ayat (QS 2 : 105)
k) Ar Ruh = Ruh, Jiwa
Surat Ayat (QS 42 : 52)
l) Al Bayan = Keterangan
Surat Ayat (QS 3 : 138)
Surat Ayat (QS 2 : 185)
m) Bashair = Pedoman, Bukti Nyata
Surat Ayat (QS 45 : 20)
Surat Ayat (QS 7 : 203)
n) An Nuur = Cahaya
Surat Ayat (QS 64 : 8)

o) Al Muthahharah = Yang Disucikan
Surat Ayat (QS 80 : 14)
Surat Ayat (QS 98 : 2)

19. Ummul Al Qur’an & Huruf-Huruf Hijaiyyah
a) Ummul Qur’an = Surat al Faatihah
Surat Ayat (QS 1 : 1 – 7)

b) Huruf-Huruf Hijaiyyah Pada Permulaan-Permulaan Surat Al Qur’an Terdapat di 29 Surat Yaitu :

No. Nama
Surat No. Surat Huruf Hijaiyyah Huruf Lathin
1 Al Baqarah 2 Alif Laam Miim.
2 Ali ‘Imran 3 Alif Laam Miim.
3 Al A’raaf 7 Alif, Laam Miim Shaad.
4 Yunus 10 Alif Laam Raa.
Inilah ayat-ayat Al Qur’an yang mengandung hikmah.
5 Huud 11 Alif Laam Raa,
(inilah) suatu Kitab yang ayat-ayatnya disusun dengan rapi serta dijelaskan secara terperinci yang diturunkan dari sisi (Allah) yang Maha Bijaksana lagi Maha Tahu,
6 Yusuf 12 Alif, Laam, Raa.
Ini adalah ayat-ayat Kitab (Al Qur’an) yang nyata (dari Allah).
7 Ar Ra’d 13 Alif Laam Miim Raa.
Ini adalah ayat-ayat Al Kitab (Al Qur’an). Dan Kitab yang diturunkan kepadamu daripada Tuhanmu itu adalah benar; akan tetapi kebanyakan manusia tidak beriman (kepadanya).
8 Ibrahim 14 Alif, Laam Raa.
(Ini adalah) Kitab yang Kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang dengan izin Tuhan mereka, (yaitu) menuju jalan Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji.
9 Al Hijr 15 Alif, Laam, Raa.
(Surat) ini adalah (sebagian dari) ayat-ayat Al-Kitab (yang sempurna), yaitu (ayat-ayat) Al Qur’an yang memberi penjelasan.
10 Maryam 19 Kaaf Haa Yaa `Ain Shaad.
11 Thaahaa 20 Thaahaa.
12 Asy Syu’araa’ 26 Thaa Siin Miim.
13 An Naml 27 Thaa Siin
(Surat) ini adalah ayat-ayat Al Qur’an, dan (ayat-ayat) Kitab yang menjelaskan,
14 Al Qashash 28 Thaa Siin Miim
15 Al Ankabuut 29 Alif Laam Miim.
16 Ar Ruum 30 Alif Laam Miim.
17 Luqman 31 Alif Laam Miim.
18 As Sajdah 32 Alif Laam Miim.
19 Yaa siin 36 Yaa Siin.
20 Shaad 38 Shaad,
demi Al Qur’an yang mempunyai keagungan.
21 Al Mu’min 40 Haa Miim.
22 Fush shilat 41 Haa Miim.
23 Asy Syuura 42 Haa Miim.
‘Ain Siin Qaaf
24 Az Zukhruf 43 Haa Miim.
25 Ad Dukhaan 44 Haa Miim.
26 Al Jaatsiyah 45 Haa Miim.
27 Al Ahqaaf 46 Haa Miim.
28 Qaaf 50 Qaaf.
Demi Al Qur’an yang sangat mulia.
29 Al Qalam 68 Nun,
demi kalam dan apa yang mereka tulis,

No. Huruf Hijaiyyah Jumlah
1 Alif Laam Miim 6
2 Alif Laam Raa. 5
3 Alif Laam Miim Raa. 1
4 Alif, Laam Miim Shaad. 1
5 Kaaf Haa Yaa `Ain Shaad 1
6 Thaahaa. 1
7 Thaa Siin 1
8 Thaa Siin Miim. 2
9 Yaa Siin 1
10 Shaad 1
11 Haa Miim. 7
12 Qaaf. 1
13 Nun 1
14 ‘Ain Siin Qaaf 1
Total 30

20. Nama-Nama Surat Berdasarkan Urutan Turunnya
a. Surat – surat Makkiyah ( 89 Surat)
No. Surat No. Surat No. Surat
1 AL ALAQ 31 AL QIYAAMAH 61 FUSH SHILAT
2 AL QOLAM 32 AL HUMAZAH 62 ASY SYUURA
3 AL MUZZAMMIL 33 AL MURSALAT 63 AZ ZUKHRUF
4 AL MUDDATSTSIR 34 QAAF 64 AD DUKHAN
5 AL FAATIHAH 35 AL BALAD 65 AL JAATSIYAH
6 AL LAHAB 36 ATH THAARIQ 66 AL AHQAAF
7 AT TAKWIR 37 AL QAMAR 67 ADZ DZARIYAAT
8 AL A’LAA 38 SHAAD 68 AL GHAASIYAH
9 AL LAIL 39 AL A’RAAF 69 AL KAHFI
10 AL FAJR 40 AL JIN 70 AN NAHL
11 ADH DHUHAA 41 YAA SIIN 71 NUH
12 ALAM NASYRAH 42 AL FURQAAN 72 IBRAHIM
13 AL ‘ASHR 43 FAATHIR 73 AL ANBIYAA’
14 AL ‘AADIYAAT 44 MARYAM 74 AL MU’MINUUN
15 AL KAUTSAR 45 THAA HAA 75 AS SAJDAH
16 AT TAKAATSUR 46 AL WAAQIAH 76 ATH THUUR
17 AL MAA’UN 47 ASY SYU’ARAA 77 AL MULK
18 AL KAAFIRUN 48 AN NAML 78 AL HAAQAH
19 AL FIIL 49 AL QASHASH 79 AL MA’AARIJ
20 AL FALAQ 50 AL ISRAA’ 80 AN NABA’
21 AN NAAS 51 YUNUS 81 AN NAAZI’AAT
22 AL IKHLAS 52 HUUD 82 AL INFITHAR
23 AN NAJM 53 YUSUF 83 AL INSYIQAAQ
24 ‘ABASA 54 AL HIJR 84 AR RUUM
25 AL QADAR 55 AL AN’AAM 85 AL ANKABUUT
26 ASY SYAMS 56 ASH SHAFFAT 86 AL MUNTHAFFIFIN
27 AL BURUUJ 57 LUQMAN 87 AR RA’D
28 AT TIIN 58 SABA’ 88 AR RAHMAN
29 AL QURAISY 59 AZ ZUMAR 89 AL BAYYINAH
30 AL QAARI’AH 60 AL MU’MIN

b. Surat – surat Madaniyyah ( 25 Surat )
No. Surat No. Surat No. Surat
1 AL BAQARAH 10 AL INSAAN 18 AT TAHRIM
2 AL ANFAL 11 ATH THALAQ 19 AT TAGAABUN
3 ALI IMRAN 12 AL HASYR 20 ASH SHAFF
4 AL AHZAB 13 AN NUUR 21 AL JMUAH
5 AL MUNTAHANAH 14 AL HAJJ 22 AL FATH
6 AN NISAA’ 15 AL MUNAAFIQUUN 23 AL MAIDAH
7 AL ZALZALAH 16 AL MUJAADALAH 24 AT TAUBAH
8 LA HADIID 17 AL HUJURAT 25 AN NASHR
9 AL QITAL

21. Nama-Nama Surat Berdasarkan Urutan Musyhaf Serta Banyak Ayat & Arti Suratnya

B. AL HADIST ( SUNNAH RASULULLAH S.A.W. )
1. Al Hadist Sebagai Sumber Hukum
Surat Al Hasyr Ayat 7 (QS 59 : 7)
Surat Al Anfaal Ayat 24 (QS 8 : 24)
Surat An Nisaa’ Ayat 59 (QS 4 : 59)
Surat Al Ahzab Ayat 36 (QS 33 : 36)
2. Hakikat Perbuatan Rasulullah SAW.
Surat Al Ahqaaf Ayat 9 (QS 46 : 9)
Surat Ayat 1 – 4 (QS 53 : 1 – 4)
Surat Al Ahzab Ayat 21 (QS 33 : 21)
3. Hakikat Mengingkari Sunnah Rasul
Surat Al Baqarah Ayat 159 – 160 (QS 2 : 159 – 160)
4. Akibat Menentang Allah & Rasul-Nya
Surat Ali ‘Imran Ayat 32 (QS 3 : 32)
Surat An Nisaa’ Ayat 115 (QS 4 : 115)
Surat Al Ahzab Ayat 36 (QS 33 : 36)
Surat An Nisaa’ Ayat 14 (QS 4 : 14)
Surat Al Jin Ayat 23 (QS 72 : 23)
5. Rahmat Allah Bagi Yang Taat Terhadap Sunnah Rasul-Nya
Surat Ali ‘Imran Ayat 132 (QS 3 : 132)
Surat Ali ‘Imran Ayat 31 (QS 3 : 31)
Surat An Nisaa’ Ayat 69 – 70 (QS 4 : 69 – 70)

6. Perbedaan Sikap Orang Munafik & Orang Mukmin Dalam Bertahkim Kepada Rasulullah
Surat An Nuur Ayat 47 – 50 (QS 24 : 47 – 50)
Surat An Nuur Ayat 51 – 53 (QS 24 : 51 – 53)
Surat Al Anfaal Ayat 20 – 21 (QS 8 : 20 – 21)
7. Contoh Akibat Orang Yang Tidak Patuh ( Menentang Perintah ) Rasul
Surat Ali ‘Imran Ayat (QS 3 : 152)
Surat Al Mujaadilah Ayat 5 (QS 58 : 5)
Surat Al Anfaal Ayat 13 – 14 (QS 8 : 13 – 14)
Surat Asy Syams Ayat 11 – 14 (QS 91 : 11 – 14)

IV. BELAJAR KEHIDUPAN UNTUK DIRENUNGKAN & DIAMBIL HIKMAHNYA
Surat Ayat (QS 3 : 190 – 191)

A. PERUMPAMAAN / IBARAT / TAMSIL
Surat Ayat (QS 39 : 27)
B. Macam-Macam Perumpamaan
Surat Al Baqarah Ayat 17 – 20 (QS 2 : 17 – 20)
Surat Al Baqarah Ayat 26 (QS 2 : 26)
Surat Al Baqarah Ayat 171 (QS 2 : 171)
Surat Al Baqarah Ayat 261 (QS 2 : 261)
Surat Al Baqarah Ayat 264 – 266 (QS 2 : 264 – 266)
Surat Ali ’Imran Ayat 59 (QS 3 : 59)
Surat Ali ’Imran Ayat 117 (QS 3 : 117)
Surat Al An’aam Ayat 122 (QS 6 : 122)
Surat Al A’raaf Ayat 40 (QS 7 : 40)
Surat Al A’raaf Ayat 57 (QS 7 : 57)
Surat Al A’raaf Ayat 176 (QS 7 : 176)
Surat Yunus Ayat 24 (QS 10 : 24)
Surat Huud Ayat 24 (QS 11 : 24)
Surat Ar Ra’d Ayat 17 (QS 13 : 17)
Surat Ibrahim Ayat 18 (QS 14 : 18)
Surat Ibrahim Ayat 24 – 26 (QS 14 : 24 – 26)
Surat An Nahl Ayat 75 – 76 (QS 16 : 75 – 76)
Surat An Nahl Ayat 92 (QS 16 : 92)
Surat Al Kahfi Ayat 38 – 46 (QS 18 : 38 – 46)
Surat Al Hajj Ayat 73 (QS 22 : 73)
Surat Ayat (QS 24 : 35)
Surat Ayat (QS 24 : 39 – 40)
Surat Ayat (QS 29 : 41)
Surat Ayat (QS 30 : 27)
Surat Ayat (QS 30 : 28)
Surat Ayat (QS 43 : 17)
Surat Ayat (QS 43 : 46 – 56)
Surat Ayat (QS 19 : 16 – 22)
Surat Ayat (QS 47 : 3)
Surat Ayat (QS 47 : 15)
Surat Ayat (QS 48 : 29)
Surat Ayat (QS 57 : 20)
Surat Ayat (QS 59 : 15 – 17)
Surat Ayat (QS 59 : 21)
Surat Ayat (QS 63 : 4)
Surat Ayat (QS 66 : 10 – 12)
Surat Ayat (QS 68 : 17 – 33)

C. Perumpamaan Dalam Al Qur’an Penuh Hikmah
Surat Ayat (QS 39 : 27)
Surat Ayat (QS 59 : 21)
Surat Ayat (QS 30 : 58)
Surat Ayat (QS 29 : 43)
Surat Ayat (QS 17 : 89)
Surat Ayat (QS 18 : 54)
Surat Ayat (QS 25 : 33)
Surat Ayat (QS 36 : 78 – 81)
Surat Ayat (QS 17 : 47 – 48)
Surat Ayat (QS 25 : 7 – 9)
Surat Ayat (QS 16 : 112 – 113)
Surat Ayat (QS 24 : 34)
Surat Ayat (QS 25 : 35 – 39)
Surat Ayat (QS 36 : 13 – 29)
Surat Ayat (QS 43 : 8)
Surat Ayat (QS 43 : 46 – 56)

V. BELAJAR KETRAMPILAN & KEAHLIAN UNTUK BEKAL HIDUP
Surat Al Hasyr Ayat 18 (QS 59 : 18)

A. Berusaha mengubah keadaan diri sendiri
Surat Ar Ra’d Ayat 11 (QS 13 : 11)
Surat Al Anfaal Ayat 53 (QS 8 : 53)

B. Ketrampilan & Keahlian untuk memelihara & mengembangkan nikmat Allah
Surat Al Hijr Ayat 20 (QS 15 : 20)
1). Petanian
Surat An Nahl Ayat 67 (QS 16 : 67 )
Surat An Nahl Ayat 69 (QS 16 : 69 )
2). Industri
Surat Al Hadiid Ayat 25 (QS 57 : 25)
3). Pengangkutan
Surat Al An’aam Ayat 142 (QS 6 : 142)
Surat Al Israa’ Ayat 70 (QS 17 : 70)
4). Keuangan & Perniagaan
Surat Yusuf Ayat 55 (QS 12 : 55)
Surat Al Baqarah Ayat 282 (QS 2 : 282)
5). Bumi & Angkasa
Surat Ar rahmaan Ayat 33 (QS 55 : 33)

C. Mencari karunia Allah
1). Berusaha
Surat Al Furqaan Ayat 47 (QS 25 : 47)
Surat Al Jumu’ah Ayat 10 (QS 62 : 10)
Surat Al Baqarah Ayat 198 (QS 2 : 198)
Surat Ash Shaaffaat Ayat 61 (QS 37 : 61)
Surat Muhammad Ayat 19 (QS 47 : 19)
Surat An Nisaa’ Ayat 32 (QS 4 : 32)
2). Bekerja
Surat Az Zumar Ayat 39 (QS 39 : 39)
Surat Al Qashash Ayat 26 – 27 (QS 28 : 26 – 27)
Surat At Taubah Ayat 103 – 105 (QS 9 : 103 -105)
Surat Saba’ Ayat 13 (QS 34 : 13)
Surat Al Insyiqaaq Ayat 6 (QS 84 : 6)
Surat Al Baqarah Ayat 197 (QS 2 : 197)

BUKU IV
MENGENAL HIDUP

BUKU IV
MENGENAL HIDUP

TUGAS HIDUP
PEKERJAAN POKOK DALAM HIDUP
BAB – I
MEMELIHARA HATI, PERASAAN & PIKIRAN AGAR SENANTIASA DALAM KONDISI IMAN YANG BENAR, HIDUP DI JALAN YANG LURUS SERTA TERBEBAS DARI KEKAFIRAN, KEMUSYRIKAN, KEMUNAFIKAN, KEFASIKAN & KEMURTADAN
BAB – II
MEMELIHARA KESEHATAN JIWA & RAGA
BAB – III
MENJALANKAN SYARIAT ISLAM
BAB – IV
MEMELIHARA KELUARGA HARMONIS SECARA ISLAMI

BUKU IV
TUGAS HIDUP
PEKERJAAN POKOK DALAM HIDUP

PEKERJAAN POKOK DALAM HIDUP MENYELURUH SECARA BATHINIAH & LAHIRIAH :
I. Memelihara hati, perasaan & pikiran agar senantiasa berada pada kondisi iman yang benar, hidup dijalan yang lurus serta terbebas dari Kekafiran, Kemunafikan, Kemusyrikan, Kefasikan dan Kemurtadan
II. Memelihara Kesehatan Jiwa dan Raga
III. Menjalankan Syari’at Islam
IV. Memelihara Keluarga Harmonis Secara Islami
V. Meningkatkan Profesionalisme Hidup Secara Alami
VI. Menata & Memelihara Hubungan Masyarakat Secara Isalami
VII. Menata, Memelihara & Meningkatkan Kesejahteraan Sebuah Bangsa Secara Islami
VIII. Menata & Memelihara Perdamaian Dunia
IX. Memetik Hikmah & Pelajaran Dari kehidupan Para Nabi & Rasul

BAB – I
MEMELIHARA HATI, PERASAAN & PIKIRAN AGAR SENANTIASA DALAM KONDISI IMAN YANG BENAR, HIDUP DI JALAN YANG LURUS SERTA TERBEBAS DARI KEKAFIRAN, KEMUSYRIKAN, KEMUNAFIKAN, KEFASIKAN & KEMURTADAN

I. AGAMA TAUHID
Surat Al Maaidah Ayat 3 (QS 5 : 3)
Surat Ali ‘Imran Ayat 19 (QS 3 : 19 )
Surat Ali ‘Imran Ayat 85 (QS 3 : 85 )
Surat Ali ‘Imran Ayat 102 (QS 3 : 102 )
1. Islam Agama Tauhid
a). Pengertian Islam
Islam berasal dari kata ”Salama” yang berarti damai atau selamat.
Jadi kata Islam mempunyai arti ketundukan dan kepatuhan kepada peraturan-peraturan Allah yang disampaikan melalui Nabi Muhammad SAW, untuk mencapai keselamatan & kesejahteraan hidup di dunia dan di akhirat.
Dalam Al Qur’an kata tersebut digunakan sbb. :
 Salm artinya damai (QS 47 : 35; 8 : 61)
 Aslama artinya menyerah (QS 3 : 83; 4 : 125)
 Istaslam – taslim- mustaslimun artinya penyerahan total kepada Allah (QS 4 : 65; 37 : 26)
 Salim artinya bersih (QS 26 : 89; 37 : 84)
 Salaam artinya kesejahteraan (QS 39 : 73)
b). Fitrah Manusia Beragama Tauhid
 Manusia itu adalah umat yang satu, (setelah timbul perselisihan) maka Tuhan mengutus para Nabi sebagai pemberi kabar gembira & peringatan, dan Allah menurunkan bersama mereka Kitab yang benar untuk memberi keputusan diantara manusia tentang perkara yang diperselisihkan. (QS 10 : 19 – 20)
 Tidaklah berselisih tentang Kitab itu melainkan orang yang telah didatangkan kepada mereka Kitab yaitu setelah datang kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, karena kedengkian antara mereka sendiri. (QS 30 : 30 – 36)
 Maka Allah memberi petunjuk kepada orang-orang yang beriman terhadap kebenaran yang mereka perselisihkan itu dengan kehendak-Nya. (QS 42 : 8 – 9)
 Dan Allah selalu memberi petunjuk orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus. (QS 42 : 13 – 19)
c). Islam Satu-Satunya Agama Tauhid
 Agama Islam adalah agama yang diridhai Allah. (QS 3 : 19 – 20)
 Agama selain Islam maka sekali-sekali tidaklah akan diterima. . (QS 3 : 83 – 85)
 Janganlah sekali-sekali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam . (QS 3 : 19 – 103)
d). Semua Nabi Beragama Tauhid
 Para Nabi & Rasul beragama Islam :
 Nabi Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya’qub & anak-anaknya
 Tak terkecuali Nabi Luth, Yusuf, Sulaiman & Isa.
(QS 2 : 130 – 134)
 Sudah semestinya & seharusnya kita mengikuti agama lurus yang telah mereka yakini. (3 : 84)
Allah mewahyukan kepada Nabi Muhammad agar mengikuti agama Ibrahimv (QS 51 : 24 – 36; 12 : 101; 27 : 29 – 31; 3 : 52; 12 ; 38 – 39; 3 : 95; 4 : 125; 6 : 161 – 163; 16 : 120 – 123; )
 Walaupun demikian orang-orang Yahudi & Nasrani masih membantah kebenaran (2 : 135 – 141; 3 : 67 – 68; 22 : 78)
e). Semua Rasul Membawa Ajaran Agama Tauhid
 Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Rasul kepada setiap umat (untuk menyeru) ”Sembalah Allah, dan jauhilah thaghut . (QS 16 : 36 )
 Ketahuilah bahwa Tiada Tuhan selain Allah. (QS 47 : 19 )
 Kisah Nabi Nuh, Hud, Shaleh, Syu’aib, Musa, Isa AS. dan Muhammad SAW. (QS 11 : 25; 11 : 50; 11 : 61; 11 : 84; 11 : 96; 7 : 103; 3 : 45; 21 : 45; )
f). Perbedaan Agama Rasul Hanyalah Syariatnya
 Bagi tiap-tiap umat telah Kami tetapkan syariat tertentu yang mereka lakukan, maka janganlah sekali-sekali membantah kamu dalam urusan (syariat) ini. (QS 22 : 67 -68 )
 Sesungguhnya agama Tauhid adalah agama semua umat manusia yang tak terkecuali. (QS 23 : 51 – 52; 21 : 92 )
 Allah akan memutuskan semua yang menjadi perselisihan diantara manusia, kepada Nya lah semua manusia akan kembali. (QS 39 : 3; 42 : 13 – 16; 5 : 48)
g). Kebenaran Islam Adalah Di Atas Segala Agama
 Kebenaran agama Islam adalah di atas segala agama, karena Islam sendiri yang menciptakan adalah Allah dan Allah-lah yang mejadi saksinya, walaupun orang-orang kafir & musyrik membencinya.
(QS 9 : 30 – 33; 48 : 28; 61 : 6 – 9)

2. AGAMA ISLAM YANG DIBAWA MUHAMMAD SAW.
1). Islam Agama Yang terakhir
 Agama Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW. adalah agama yang terakhir, yang dibawa oleh Nabi penutup dengan Al Qur’an sebagai Kitab Sucinya. (QS 33 : 40)
 Agama Islam dengan Al Qur’an sebagai Kitab Sucinya bersifat universal & sempurna. (QS 34 : 28; 25 : 1; 5 : 3)
a. Nabi & Kitab Suci Sebelumnya
 Nabi-Nabi & Kitab-Kitab Suci sebelumnya hanya untuk kaum tertentu & sampai batas waktu tertentu juga. (QS 57 : 25; 13 : 38)
b. Kitab Weda hanya untuk golongan tertentu (Gotama Smarti : 12)
c. Kitab Injil hanya untuk kaum tertentu (Matius 15 : 24, Matius 10 : 5 – 6, Lukas 24 : 19)
2). Islam Agama Yang Membenarkan
 Islam yang dibawa Nabi Muhammad SAW. adalah agama yang membenarkan agama samawi sebelumnya (QS 3 : 3; 5 : 48)
3). Islam Agama Yang Mengoreksi & Penyempurna
 Agama Islam berfungsi sebagai korektor & penyempurna terhadap kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh ahli Kitab yang menyembunyikan & mengganti firman-firman Allah yang ada di dalam Kitab Taurat & Injil (QS 2 : 87)
 Diturunkan Al Qur’an agar mereka beriman kepada Allah & Al Qur’an (QS 2 : 89)
 Sikap ahli Kitab banyak yang menyebabkan pertentangan, kesalahan, kejanggalan isi Kitab suci tersebut.

BAB – II
MEMELIHARA KESEHATAN JIWA & RAGA

I. KESEHATAN
Surat Al Israa’ Ayat 82 (QS 17 : 82)
A. Macam-Macam Penyakit
Surat Al Anbiyaa’ Ayat 83 – 84 (QS 21 : 83 – 84)
Surat Yunus Ayat 107 (QS 10 : 107)
Surat An Naml Ayat 62 (QS 27 : 62)
Surat Asy Syu’ara’ Ayat 80 (QS 26 : 80)
Surat Al A’raaf Ayat 31 (QS 7 : 31)
Surat Al Maaidah Ayat 90 – 91 (QS 5 : 90 – 91)
Surat Al Baqarah Ayat 6 – 10 (QS 2 : 6 – 10)
Surat At Taubah Ayat 124 – 127 (QS 9 : 124 – 127)
Surat An Nuur Ayat 47 – 50 (QS 24 : 47 – 50)
B. Obat / Peanawar Suatu Penyakit
Surat An Nahl Ayat 69 (QS 16 : 69)
Surat Yunus Ayat 57 (QS 10 : 57)
Surat Al Israa’ Ayat 82 (QS 17 : 82)
Surat Fush shilat Ayat 44 (QS 41 : 44)
II. KESENIAN
Surat Saba’ Ayat 10 – 13 (QS 34 : 10 – 13)
Surat Asy Syu’ara’ Ayat 149 (QS 26 : 149)
Surat Ar Ra’d Ayat 17(QS 13 : 17)
Surat Asy Syu’ara’ Ayat 221 – 227 (QS 26 : 221 – 227)
Surat Ash Shaffaat Ayat 36 – 37 (QS 37 : 36 – 37)
Surat Yaa siin Ayat 69 – 70 (QS 36 : 69 – 70)
Surat Ar Rahmaan Ayat 1 – 4 (QS 55 : 1 – 4)
Surat Luqman Ayat 19 (QS 31 : 19)
Surat Al An’aam Ayat 112 (QS 6 : 112)

III. MAKANAN & HUKUMNYA
A. Makanan Yang Halal lagi Baik
Surat An Nahl Ayat 13 – 14 (QS 16 : 13 – 14)
Surat Al An’aam Ayat 14 (QS 6 : 14)
Surat An Nahl Ayat 114 (QS 16 : 114)
Surat Al Baqarah Ayat 168 – 169 (QS 2 : 168 – 169)
Surat Al A’raaf Ayat 31 (QS 7 : 31)
B. Makanan Yang Halal
Surat Al Hajj Ayat 30 (QS 22 : 30)
Surat An Nahl Ayat 66 – 69 (QS 16 : 66 – 69)
Surat Al Maaidah Ayat 4 – 5 (QS 5 : 4 -5)
Surat Al Maaidah Ayat 96 (QS 5 : 96)
C. Makanan Yang Haram
Surat Al Maaidah Ayat 1 (QS 5 : 1)
Surat Al An’aam Ayat 145 (QS 6 : 145)
Surat Al An’aam Ayat 121 (QS 6 : 121)
Surat Al Maaidah Ayat 3 (QS 5 : 3)
Surat Al Maaidah Ayat 90 (QS 5 : 90)
Surat Al A’raaf Ayat 157 (QS 7 : 157)
Surat An Nahl Ayat 115 (QS 16 : 115)
Surat Al Baqarah Ayat 173 (QS 2 : 173)

D. Masalah Halal & Haram
Surat Al An’aam Ayat 118 – 119 (QS 6 : 118 – 119)
Surat Al Maaidah Ayat 3 (QS 5 : 3)
Surat Al Baqarah Ayat 173 (QS 2 : 173)
Surat An Nahl Ayat 115 (QS 16 : 115)
Surat Al Baqarah Ayat 168 (QS 2 : 168)
Surat Ali ‘Imran Ayat 130 –131 (QS 3 : 130 – 131)
Surat Al Maaidah Ayat 90 – 91 (QS 5 : 90 – 91)
Surat An Nisaa’ Ayat 6 (QS 4 : 6)

E. Janganlah Menghalalkan Yang Haram Atau Sebaliknya
Surat Yunus Ayat 59 –60 (QS 10 : 59 – 60)
Surat Al An’aam Ayat 142 – 144 (QS 6 : 142 – 144)
Surat Al Maaidah Ayat 87 – 88 (QS 5 : 87 – 88)
Surat Al Baqarah Ayat 172 – 176 (QS 2 : 172 – 176)
Surat Al An’aam Ayat 140 (QS 6 : 140)

BAB – III
MENJALANKAN SYARIAT ISLAM
SEKITAR PERIBADATAN
Surat Al An’aam Ayat 162 -163 (QS 6 : 162 – 163)

I. SHALAT & BERSUCI
A. BERSUCI : Wudhu’, Mandi, Tayamum
1. Air Sebagai Alat Untuk Bersuci
Surat Al Anfaal Ayat 11 (QS 8 : 11)
Surat Al Furqaan Ayat 48 (QS 25 : 48)
2. Bersuci
Surat Al Baqarah Ayat 222 (QS 2 : 222)
Surat An Nisaa’ Ayat 43 (QS 4 : 43)
Surat Al Maaidah Ayat 6 (QS 5 : 6)

B. PELAKSANAAN SHALAT
1. Perintah Shalat
Surat Al Anbiyaa’ Ayat 73 (QS 21 :73)
Surat Maryam Ayat 55 (QS 19 : 55)
Surat Al Baqarah Ayat 83 (QS 2 : 83)
Surat Al Maa-idah Ayat 12 (QS 5 : 12)
Surat Maryam Ayat 30 -31 (QS 19 : 30 – 31)
Surat Al Bayyinah Ayat 5 (QS 98 : 5)
2. Shalat Fardhu (Wajib)
Surat Thaahaa Ayat 14 (QS 20 : 14)
Surat Al Kautsar Ayat 1 – 3 (QS 108 : 1 – 3)
Surat An Nisaa’ Ayat 13 (QS 4 : 13)
Surat Al Israa’ Ayat 78 (QS 17 : 78)
Surat An Nisaa’ Ayat 101 – 103 (QS 4 : 101 – 103)
3. Shalat Jumu’at
Surat Al Jumu’ah Ayat 9 (QS 62 : 9)
4. Shalat Malam
Surat Al Muzzammil Ayat 1 – 9 (QS 73 : 1 – 9)
Surat Al Muzzammil Ayat 20 (QS 73 : 20)
Surat Al Furqaan Ayat 64 (QS 25 : 64)
Surat Al Israa’ Ayat 79 (QS 17 : 79)
Surat Ath Thuur Ayat 48 – 49 (QS 52 : 48 – 49)
Surat Al Insaan Ayat 25 – 26 (QS 76 : 25 – 26)

5. Adab & Sopan Santun Shalat
Surat Al Israa’ Ayat 110 (QS 17 : 110)
Surat Al Maa’un Ayat 4 – 6 (QS 107 : 4 – 6)
Surat Al A’raaf Ayat 29 (QS 7 : 29)

6. Hikmah Shalat (Lihat Slide Strategi Hidup No. 1 s/d 7)
Surat Thaahaa Ayat 14 (QS 20 : 14)
Surat Al Baqarah Ayat 153 (QS 2`: 153)
Surat Al ’Ankabuut Ayat 45 (QS 29 : 45)
Surat Al ’Ankabuut Ayat 19 – 23 (QS 29 : 19 – 23)
Surat Huud Ayat 114 (QS 11 : 114)
Surat An Nisaa’ Ayat 102 (QS 4 : 102)
Surat Al Maa-idah Ayat 6 (QS 5 : 6)

7. Firdaus Bagi Yang Shalat
Surat Ayat (QS 2 : 238 – 239)
Surat An Nisaa’ Ayat 101 – 103 (QS 4 : 101 – 103)
Surat Al Mu’minuun Ayat 1 – 2 (QS 23 : 1 – 2)
Surat Al Mu’minuun Ayat 9 – 11 (QS 23 : 9 – 11)

8. Saqar Bagi Yang Tidak Shalat
Surat At Tahriim Ayat 6 (QS 66 : 6)
Surat Thaahaa Ayat 132 (QS 20 : 132)
Surat Al Baqarah Ayat 45 – 46 (QS 2 : 45 – 46)
Surat Al Muddatstsir Ayat 42 – 47 (QS 74 : 42 – 47)
9. Shalat Lalai
Surat Al Maa’uun Ayat 4 – 6 (QS 107 : 4 – 6)

10. Shalat Khusu’
Surat Al Baqarah Ayat 45 – 46 (QS 2 : 45 – 46)
Surat Al Mu’minuun Ayat 1 – 2 (QS 23 : 1 – 2)
Surat An Nisaa’ Ayat 43 (QS 4 : 43 )
Surat Thaahaa Ayat 14 (QS 20 : 14 )
Surat Al ’Ankabuut Ayat 45 (QS 29 : 45 )

II. PERINTAH ZAKAT & SHADAQAH
1. Perintah Zakat Harta
Surat At Taubah Ayat 103 (QS 9 : 103)
Surat Al Baqarah Ayat 267 (QS 2 : 267)
Surat Al An’aam Ayat 141 – 142 (QS 6 : 141 – 142)
Surat At Taubah Ayat 34 – 35 (QS 9 : 34 – 35)
Surat Al Israa’ Ayat 26 (QS 17 : 26)
2. Perintah Shadaqah & Menafkahkan Harta Dijalan Allah
Surat Al Baqarah Ayat 254 (QS 2 : 254)
Surat Ali ’Imran Ayat 92 (QS 3 : 92)
Surat Ibrahim Ayat 31 (QS 14 : 31)
Surat Al Hadiid Ayat 7 (QS 57 : 7)
Surat Al Munaafiquun Ayat 10 – 11 (QS 63 : 10 – 11)
Surat Al Baqarah Ayat 261 (QS 2 : 261)
Surat At Taubah Ayat 99 (QS 9 : 99)
3. Yang Berhak Menerima Zakat & Pantas Menerima Nafkah
Surat At Taubah Ayat 60 (QS 9 : 60)
Surat Al Baqarah Ayat 215 (QS 2 : 215)
Surat Adz`Dzaariyaat Ayat 19 (QS 51 : 19)
Surat Al Anfaal Ayat 41 (QS 8 : 41)
Surat Al Baqarah Ayat 177 (QS 2 : 177)
4. Shadaqah Yang Baik
Surat Al Insaan Ayat 8 – 9 (QS 76 : 8 – 9)
Surat An Nisaa’ Ayat 38 (QS 4 : 38)
Surat At Taubah Ayat 79 (QS 9 : 79)
Surat Al Israa’ Ayat 29 (QS 17 : 29)
Surat Al Furqaan Ayat 67 (QS 25 : 67)
Surat Al Muddatstsir Ayat 6 (QS 74 : 6)
Surat Al Baqarah Ayat 165 – 266 (QS 2 : 265 – 266)
5. Shadaqah Yang Tidak Baik
Surat Al Baqarah Ayat 262 – 264 (QS 2 : 262 – 264)
Surat Al Israa’ Ayat 28 (QS 17 : 28)
Surat Yaa siin Ayat 47 (QS 36 : 47)
Surat Al Haaqqah Ayat 34 – 37 (QS 69 : 34 – 37)
6. Bershadaqah Itu Tidak Mendatangkan Kerugian
Surat At Taubah Ayat 98 (QS 9 : 98)
Surat Saba’ Ayat 39 (QS 34 : 39)
Surat Faathir Ayat 29 – 30 (QS 35 : 29 – 30)
Surat Al Mujaadilah Ayat 12 – 13 (QS 58 : 12 – 13)
7. Balasan di Akhirat akan mendapat kenikmatan Surga :
Surat Al Maa-idah Ayat 12 (QS 5: 12)
Surat Ali ’Imran Ayat 133 – 134 (QS 3 : 133 – 134)
Surat At Taunbah Ayat 99 (QS 9 : 99)
Surat Ar Ra’d Ayat 22 – 23 (QS 13 : 22 – 23)
Surat Al Hajj Ayat 34 – 35 (QS 22 : 34 – 35)
Surat Al Hadiid Ayat 18 (QS 57 : 18)
Surat Ath Thaghaabun Ayat 16 – 18 (QS 64 : 16 – 18)

III. SHIYAM / PUASA
1. Puasa Ramadhan
Surat Al Baqarah Ayat 183 (QS 2 : 183)
Surat Al Baqarah Ayat 184 -185 (QS 2 : 184 – 185)
2. Puasa Qadha & Fidiyah
Surat Al Baqarah Ayat 184 (QS 2 : 184)
Surat Al Baqarah Ayat 185 (QS 2 : 185)
3. Puasa Kifarat
Surat Al Baqarah Ayat 196 (QS 2 : 196)
Surat Al Maa-idah Ayat 95 (QS 5 : 95)
Surat An Nisaa’ Ayat 92 (QS 4 : 92)
Surat Al Mujaadilah Ayat 3 – 4 (QS 58 : 3 – 4)
Surat Al Maa-idah Ayat 89 (QS 5 : 89)
4. Waktu Berpuasa & Beberapa Hal Yang Membatalkannya
Surat Al Baqarah Ayat 187 (QS 2 : 187)

IV. HAJI & KURBAN
1. Haji & Umrah
Surat Al Baqarah Ayat 196 – 203 (QS 2 : 196 – 203)
Surat Ali ’Imran Ayat 97 (QS 3 : 97)
Surat Al Hajj Ayat 26 – 30 (QS 22 : 26 – 30)
Surat Al Baqarah Ayat 158 (QS 2 : 158)
Surat Al Maa-idah Ayat 1 – 2 (QS 5 : 1 – 2)
Surat Al Maa-idah Ayat 94 – 96 (QS 5 : 94 – 96)
2. Berkurban (Menyebelih Kurban)
Surat Al Kautsar Ayat 1 – 3 (QS 108 : 1 – 3)
Surat Al Hajj Ayat 34 – 37 (QS 22 : 34 – 37)
Surat Al Maa- idah Ayat 97 (QS 5 : 97)
Surat Al Hajj Ayat 32 – 33 (QS 22 : 32 – 33)

V. MASJID & KA’BAH
1. Masjidil Haram & Pembangunan Ka’bah
Surat Al Baqarah Ayat 124 – 126 (QS 2 : 124 – 126)
Surat Ali ’Imran Ayat 96 – 97 (QS 3 : 96 – 97)
Surat Al Maa-idah Ayat 97 (QS 5 : 97)
2. Baitul Maqdis & Pemindahan Kiblat
Surat Al Baqarah Ayat 115 (QS 2 : 115)
Surat Al Baqarah Ayat 177 (QS 2 : 177)
Surat Al Baqarah Ayat 142 – 146 (QS 2 : 142 – 146)
Surat Al Baqarah Ayat 148 – 151 (QS 2 : 148 – 151)
Surat Al Maa-idah Ayat 97 (QS 5 : 97)
3. Masjidil Quba & Pendirian Masjid
Surat At Taubah Ayat 107 -110 (QS 9 : 107 – 110)
4. Orang Yang Layak Memakmurkan Masjid
 Adalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah
 Orang-orang Kafir & Musyrik tidak layak/pantas memakmurkan masjid.
Surat Al Anfaal Ayat 34 – 36 (QS 8 : 34 – 36)
Surat Al Hajj Ayat 25 (QS 22 : 25)
Surat At Taubah Ayat 17 – 19 (QS 9 : 17 – 19)
5. Fungsi Masjid (Lihat Slide Strategi Hidup No. 1 s/d 13)
 Tempat Bedzikir & bertasbih kepada Allah
 Tempat beri’tikaf
 Tempat beribadah (shalat) & tempat orang-orang yang ingin membersihkan diri
 Pusat pertemuan umat Islam untuk membicarakan urusan hidup & perjuangan (khususnya Masjidil Haram adalah tempat pertemuan umat Islam sedunia , terutama dalam dalam urusan Haji).
Surat Al Baqarah Ayat 114 (QS 2 : 114)
Surat Al Hajj Ayat 40 (QS 22 : 40)
Surat An Nuur Ayat 36 (QS 24 : 36)
Surat Al Baqarah Ayat 187 (QS 2 : 187)
Surat Al Jin Ayat 18 – 19 (QS 72 : 18 – 19)
Surat At Taubah Ayat 108 (QS 9 : 108)
Surat Al Hajj Ayat 25 (QS 22 : 25)
Adab Memasuki Masjid :
 Anjuran memakai pakaian yang indah bila memaksuki masjid untuk beribadah.
 Dilarang hampiri mesjid dalam keadaan junub, terkecuali sekedar berlalu saja, hingga kamu mandi
Surat Al A’raaf Ayat 31 (QS 7 : 31)
Surat An Nisaa’ Ayat 43 (QS 4 : 43)

BAB – IV
MEMELIHARA KEHARMONISAN KELUARGA SECARA ISLAMI.

IV. UNDANG-UNDANG KEMASYARAKATAN
Surat Al Hajj Ayat 67 – 69 (QS 22 : 67 – 69)

A. PERNIKAHAN & PERMASALAHANNYA
a. Tidak Ada Rahbaniyyah Dalam Agama Islam
• Islam tidak mengajarkan Rahbaniyyah, atau kerahiban.
Surat Al Hadiid Ayat 27 (QS 57 : 27)
• Kerahiban merupakan ajaran yang diada-adakan oleh kaum Mashara/Oramg-orang Kristen.
Surat At Taubah Ayat 31 – 34 (QS 9 : 31 – 34)
b. Anjuran Menikah
• Manusia diciptakan Allah mempunyai keturunan; Nabi pun mempunyai Isteri & keturunan.
Surat Al Furqaan Ayat 54 (QS 25 : 54)
Surat Ar Ra’d Ayat 38 (QS 13 : 38)
• Dijadikan Isteri agar merasa tenteram & timbul rasa kasih sayang. Oleh karenanya menikahlah bila sudah mampu (lahit bathin)
Surat Ar Ruum Ayat 21 (QS 30 : 21)
Surat An Nuur Ayat 32 – 33 (QS 24 : 32 – 33)
• Menikahi wanita boleh satu sampai dengan empat, jika dapat berbuat adil; bila tidak bisa adil cukup seorang Isteri saja.
Surat An Nisaa’ Ayat 3 (QS 4 : 3)
• Dan bagi seorang wanita cukup baginya seorang seorang Suami saja.
Surat An Nisaa’ Ayat 24 (QS 4 : 24)

• Seorang Isteri ibarat tempat bercocok tanam, boleh didatangi bila mau; kecuali siang hari puasa, atau pada waktu masa haidh hingga si Isteri bersuci, jangan rafats di saat berhaji.
Surat Al Baqarah Ayat 223 (QS 2 : 223)
Surat Al Baqarah Ayat 187 (QS 2 : 187)
Surat Al Baqarah Ayat 222 (QS 2 : 222)

c. Yang Boleh & Yang Tidak Boleh Dinikahi
• Diharamkan mengawini orang Musyrik, atau orang Kafir.
• Laki-laki muslim boleh menikah dengan wanita ahli Kitab, wanita muslim tidak boleh menikah dengan selain laki-laki Islam.
• Boleh menikahi bekas Isteri anak angkat, tidak pantas kawin dengan pezina; karena orang yang keji bagi yang keji; orang yang baik-baik bagi yang baik-baik juga.
Surat An Nisaa’ Ayat 22 – 25 (QS 4 : 22 – 25)
Surat Al Baqarah Ayat 221 (QS 2 : 221)
Surat Ayat (QS 60 : 10)
Surat Al Maa-idah Ayat 5 (QS 5 : 5)
Surat Al Ahzab Ayat 37 (QS 33 : 37)
Surat An Nuur Ayat 3 (QS 24 : 3)
Surat An Nuur Ayat 26 (QS 24 : 26)

d. Kewajiban Membayar Mahar / Maskawin
• Memberi mahar secara sempurna adalah suatu kewajiban, dan memberikan maskawin meurut yang patut/yang pantas
• Membayar maskawi dengan maksud menikahi bukan dengan maksud berbuat zina dan tidak pula menjadikan mereka itu gundik-gundik.
• Apabila wanita beriman pergi dari suaminya yang kafir, hendaklah dibayar mahar sebesar yang telah diberikan oleh suaminya. Dan bila seorang isteri lari kepada kekafiran maka hendaklah diminta mahar yang telah dibayarnya.
Surat An Nisaa’ Ayat 24 – 25 (QS 4 : 24 – 25)
Surat An Nisaa’ Ayat 4 (QS 4 : 4)
Surat Al Maa-idah Ayat 5 (QS 5 : 5)
Surat Al Mumtahanah Ayat 10 (QS 60 : 10)
Surat Al Baqarah Ayat 236 (QS 2 : 236)
Surat Al Baqarah Ayat 237 (QS 2 : 237)

e. Contoh Teladan Isteri Yang Baik & Yang Tidak Baik
• Allah membuat Isteri Nabi Nuh & Nabi Luth AS perumpamaan orang-orang kafir
• Allah membuat Isteri Fir’aun perumpamaan orang-orang beriman
• Dan Mariyam putri Imran, Ibu Nabi Isa AS seorang wanita yang memelihara kehormatan dirinya.
Surat At Tahriim Ayat 10 (QS 66 : 10)
Surat At Tahriim Ayat 11 – 12 (QS 66 : 11 – 12)

f. Nusyuz (Meninggalkan Kewajiban Suami Isteri)
• Nusyuz dari pihak Isteri seperti meninggalkan rumah tanpa izin suaminya. Cara penyelesaian agar kembali Isteri baik, yaitu mula-mula dinasehati, bila tidak berhasil maka barulah dipisahkan dari tempat tidur, bila tidak berhasil diperbolehkan memukul tanpa meninggalkan bekas. Bila terjadi persengketaan, maka perlu didatangkan 2 orang juru pendamai yang seorang dari pihak Suami, dan yang satu dari pihak Isteri.
Surat An Nisaa’ Ayat 34 – 35 (QS 4 : 34 – 35)
• Nusyuz dari pihak Suami seperti bersikap keras terhadap Isteri, tidak mau mengaulinya, atau tidak mau memberikan haknya. Penyelesaian yang baik adalah damai dengan mengadakan perbaikan terhadap dirinya, bercerai adalah langkah terakhir, bila sudah tidak mungkin berkeluarga lagi dengan baik.
Surat An Nisaa’ Ayat 128 -130 (QS 4 : 128 – 130)

g. Li’an
• Maksud Ayat 6 & 7 : Orang-orang yang menuduh isterinya berbuat zina dengan tidak mengajukan empat orang saksi, harus bersumpah dengan nama Allah empat kali, bahwa dia adalah benar dalam tuduhannya itu . Kemudian dia bersumpah sekali lagi bahwa dia akan kena laknat Allah jika dia berdusta. Masalah ini dalam Fiqih dikenal dengan sebutan ”Li’an”
Surat An Nuur Ayat 6 – 10 (QS 24 : 6 – 10)

h. Zhihar
• Perkataan Seorang Suami Dengan Maksud Mengharamkan Isterinya untuk digauli.
Surat Al Ahzab Ayat 4 (QS 33 : 4)
• Ucapan seperti itu adalah ucapan/perkataan yang mungkar & dosa. Bila si Suami hendak menggauli Isterinya itu, maka dia wajib mencabut perkataannya itu dengan memerdekakan seorang budak; bila tidak mendapatkan budak wajib baginya berpuasa 2 bulan berturut-turut; bila tidak kuasa berpuasa, wajib dia memberi makan 60 orang miskin.
Surat Al Mujaadilah Ayat 1 – 3 (QS 58 : 1 – 3)
Surat Al Mujaadilah Ayat 4 – 6 (QS 58 : 4 – 6)

i. Ilaa’ (Bersumpah tidak akan mencampuri Isteri)
• Mengilaa’ isteri maksudnya bersumpah tidak akan mencampuri isteri.
• Dengan sumpah ini menyebabkan seorang wanita menderita, karena tidak disetubuhi & tidak dicerai. Dengan turunnya ayat ini, maka 4 bulan suami harus memilih, antara kembali menyetubuhi isterinya lagi dengan membayar kafarat sumpah atau mencerainya.
Surat Al Baqarah Ayat 226 – 227 (QS 2 : 226 – 227)
j. Thalaq (Talak / Cerai)
• Cara menggauli Iateri dengan sebaik-baiknya
Surat An Nisaa’ Ayat 19 -21 (QS 4 : 19 – 21)
• Cara menjatuhkan talak dan kapan talak itu dijatuhkan.
Surat Ath Thalaaq Ayat 1 (QS 65 : 1)

k. Iddah
Adalah masa tunggu seorang isteri yang telah diceraikan suaminya atau ditinggal mati suaminya.
Surat Al Baqarah Ayat 228 – 234 (QS 2 : 228 – 234)
Surat Al Ahzab Ayat 49 (QS 33 : 49)
Surat Ath Thalaaq Ayat 4 – 5 (QS 65 : 4 – 5)
Surat Ath Thalaaq Ayat 6 – 7 (QS 65 : 6 – 7)

l. Rujuk
Surat Al Baqarah Ayat 228 – 231 (QS 2 : 228 – 231)
Surat Ath Thalaaq Ayat 2 (QS 65 : 2)

m. Mut ’ ah
Adalah pemberian (selain nafkah) dari suami kepada isteri yang diceraikannya sebagai penghibur, yang besarnya sesuai dengan kemampuannya sendiri
Surat Al Baqarah Ayat 240 – 242 (QS 2 : 240 – 242)
Surat Al Baqarah Ayat 236 (QS 2 : 236)
Surat Al Ahzab Ayat 49 (QS 33 : 49)

n. Hak Wanita (Isteri) Setelah Dicerai & Habis Masa Iddahnya
• Wanita yang telah ditalak suaminya & telah habis masa iddahnya, dia boleh menikah dengan laki-laki lain.
Surat Al Baqarah Ayat 229 – 232 (QS 2 : 229 – 232)
• Wanita yang ditinggal mati suaminya juga boleh memilih untuk berbuat terhadap dirinya sendiri menurut yang patut/pantas.
Surat Al Baqarah Ayat 234 (QS 2 : 234)
• Cara meminang wanita yang ditinggal mati suaminya.
Surat Al Baqarah Ayat 235 (QS 2 : 235)

o. Jangan Sampai Berbuat Keji
Surat Al An’aam Ayat 151 (QS 6 : 151)
Surat Al A’raaf Ayat 28 (QS 7 : 28)
Surat An Nahl Ayat 90 (QS 16 : 90)
Surat An Nuur Ayat 21 (QS 24 : 21)
Surat An Naml Ayat 54 – 55 (QS 27 : 54 – 55)
Surat An Nisaa’ Ayat 15 – 16 (QS 4 : 15 – 16)
Surat An Nuur Ayat 2 (QS 24 : 2)
Surat Ali ’Imran Ayat 135 -136 (QS 3 : 135 – 136)
Surat An Nuur Ayat 19 (QS 24 : 19)

B. ANAK & PERMASALAHANNYA
1. Doa Agar Dianugerahi Anak Yang Shaleh
Surat Al Furqaan Ayat 74 (QS 25 : 74)
 Doa Nabi Zakaria
Surat Ali ’Imran Ayat 38 (QS 3 : 38)
Surat Maryam Ayat 4 – 6 (QS 19 : 4 – 6)
 Doa Nabi Ibrahim
Surat Ibrahim Ayat 40 (QS 14 : 40)

2. Kedudukan Anak
• Harta dan anak adalah cobaan
• Harta dan anak adalah perhiasan dunia
• Kebanyakan keduanya biasanya bukan mendekatkan diri kepada Allah
• Janganlah harta dan anak melalaikan diri untuk mengingat Allah
• Harta dan anak orang kafir tidak dapat menolak siksa yang menimpanya.
Surat Al Anfaal Ayat 28 (QS 8 : 28)
Surat Al Kahfi Ayat 46 (QS 18 : 46)
Surat Saba’ Ayat 37 (QS 34 : 37)
Surat Al Munaafiquun Ayat 9 (QS 63 : 9)
Surat Ali ’Imran Ayat 10 (QS 3 : 10)

3. Anak Harus Dipelihara Dengan Baik
Surat Ath Thaghaabun Ayat 14 (QS 64 : 14)
Surat Asy Syuura Ayat 49 – 50 (QS 42 : 49 – 50)
Surat Ayat (QS 6 : 140)
Surat Al An’aam Ayat 151 (QS 6 : 151)
Surat Al Israa’ Ayat 31 (QS 17 : 31)
Surat Al Mumtahanah Ayat 12 (QS 60 : 12)

4. Menyusui & Menyusukan Anak
• Seorang ibu mengandung sampai menyapih anaknya selama 30 bulan.
Surat Al Ahqaaf Ayat 15 (QS 46 : 15)
• Menyusui anak yang sempurna adalah sampai anak umur 2 tahun.
Surat Al Baqarah Ayat 233 (QS 2 : 233)
Surat Luqman Ayat 14 (QS 31 : 14)
• Boleh juga menyusukan anak kepada orang lain.
Surat Ath Thalaaq Ayat 6 (QS 65 : 6)

5. Anak Angkat
• Hukum/kedudukan anak angkat tidak sama dengan anak kandung.
Surat Al Ahzab Ayat 4 (QS 33 : 4)
• Cara memanggil anak angkat
Surat Al Ahzab Ayat 5 (QS 33 : 5)
• Bekas isteri anak angkat boleh dinikahi
Surat Al Ahzab Ayat 37 (QS 33 : 37)

6. Anak Yatim
Surat Al Baqarah Ayat 220 (QS 2 : 220)
Surat Al Baqarah Ayat 83 (QS 2 : 83)
Surat An Nisaa’ Ayat 36 (QS 4 : 36)
Surat An Nisaa’ Ayat 10 (QS 4 : 2 – 10)
Surat An Nisaa’ Ayat 127 (QS 4 : 127)
Surat Al Israa’ Ayat 34 (QS 17 : 34)
Surat Al Fajr Ayat 17 (QS 89 : 17)
Surat Adh Dhuhaa Ayat 1 – 9 (QS 93 : 1 – 9)
Surat Al Maa’un Ayat 1 – 2 (QS 107 : 1 – 2)

7. Kebaktian Anak Kepada Orang Tua
Surat Al An’aam Ayat 151 (QS 6 : 151)
Surat Al Israa’ Ayat 23 – 25 (QS 17 : 23 – 25)
Surat Yusuf Ayat 100 (QS 12 : 100)
Surat Al Ahqaaf Ayat 15 – 18 (QS 46 : 15 – 18)
Surat Al ’Ankabuut Ayat 8 – 9 (QS 29 : 8 – 9)
Surat Luqman Ayat 14 – 15 (QS 31 : 14 – 15)
Surat Al Baqarah Ayat 215 (QS 2 : 215)
Surat Maryam Ayat 14 (QS 19 : 14)
Surat Ash Shaffaat Ayat 100 (QS 37 : 100)
Surat An Nuur Ayat 59 (QS 24 : 59)

C. HUBUNGAN ANTARA ANGGOTA KELUARGA
Keluarga Yang Bahagia Dunia & Akhirat
• Dijadikan isteri agar cenderung dan merasa tenteram dan timbul rasa kasih dan sayang.
• Harta, anak-anakmu dan isteri semuanya adalah cobaan
• Apabila semua anggota keluarga beriman & taqwa di dunia, maka mereka akan masuk surga Adn bersama-sama pula.
• Kewajiban memelihara diri & keluarga dari api neraka
Surat Ar Ruum Ayat 21 (QS 30 : 21)
Surat Ali ’Imran Ayat 14 (QS 3 : 14)
Surat Ath Thaghaabun Ayat 15 (QS 64 : 15)
Surat Ath Thuur Ayat 21 (QS 52 : 21)
Surat Ar Ra’d Ayat 22 – 24 (QS 13 : 22 – 24)
Surat At Tahriim Ayat 6 (QS 66 : 6)

D. HARTA, HAK MILIK & FARAIDZ
1. Secara Mutlak Seluruh Alam Adalah Milik Allah, Untuk Manusia
• Kepunyaan Allah-lah segala apa yang ada di langit & bumi
• Allah menciptakan langit & bumi untuk manusia, oleh karena itu jangan sampai sebagian orang memakan harta sebagian orang lain dengan jalan bathil/haram
Surat Yunus Ayat 55 (QS 10 : 55)
Surat Yunus Ayat 66 (QS 10 : 66)
Surat Al Baqarah Ayat 29 (QS 2 : 29)
Surat Al Jaatsiyah Ayat 13 (QS 45 : 13)
Surat Al Baqarah Ayat 188 (QS 2 : 188)
Surat An Nisaa’ Ayat 29 (QS 4 : 29)

2. Status Harta Bagi Manusia
• Harta adalah titipan Allah; yang merupakan perhiasan dunia, juga sebagai ujian keimanan.
• Sebagai bekal untuk beribadah, dan merupakan suatu nikmat yang perlu disyukuri bukan dikufuri.
Surat Al Hadiid Ayat 7 (QS 57 : 7)
Surat Al Kahfi Ayat 46 (QS 18 : 46)
Surat Al Anfaal Ayat 28 (QS 8 : 28)
Surat At Taubah Ayat 41 (QS 9 : 41)
Surat At Taubah Ayat 111 (QS 9 : 111)
Surat Ibrahim Ayat 7 (QS 14 : 7)

3. Naluri Manusia Adalah Cinta Harta
• Cinta Manusia terhadap harta benda secar berlebihan akan menyebabkan bakhil & tidak mau bersyukur, merasa cukup (sombong), melampaui batas di muka bumi (serakah), lupa mengingat Allah, lupa dari shalat, zakat sampai dia lupa mati.
• Bermegah-megah sehingga melupakan mereka, hingga mereka masuk liang lahat.
Surat Al Fajr Ayat 20 (QS 89 : 20)
Surat Ayat (QS 100 : 6 – 8)
Surat Al Alaq Ayat 6 (QS 96 : 6)
Surat Asy Syuura Ayat 27 (QS 42 : 27)
Surat Al Munaafiquun Ayat 9 (QS 63 : 9)
Surat An Nuur Ayat 37 (QS 24 : 37)
Surat At Takaatsur Ayat 1 – 8 (QS 102 : 1 – 8)

4. Pajak & Shadaqah
• Hasil tanaman yang sudah sampai batas nisabnya harus dipajaki/dizakati. Demikian pula harta lainnya (lihat pembahasan Zakat Harta).
• Jizyah adalah pajak kepala yang dipungut oleh pemerintahan Islam dari orang-orang yang bukan Islam, sebagai imbalan bagi jaminan keamanan diri mereka
• Untuk sampai kepada kebajikan (yang sempurna), maka harus menafkahkan sebahagian harta yang cintainya.
Surat Al An’aam Ayat 141 (QS 6 : 141)
Surat At Taubah Ayat 29 (QS 9 : 29)
Surat Ali ’Imran Ayat 92 (QS 3 : 92)

5. Berwasiat
• Wasiat Ibrahim kepada anaknya
• Berwasiatlah tentang agma yang benar
• Bila seseorang kedatangan tanda-tanda maut, maka hendaklah berwasiat kepada ibu-bapaknya & karib kerabatnya secra ma’ruf.
• Barang siapa mengubah wasiat, berdosalah dia. Oleh karena yang berwasiat berlaku adil yang disaksikan oleh 2 saksi yang adil juga.
• Allah memberikan cara mengurus harta pusaka anak yatim.
Surat Al Baqarah Ayat 132 (QS 2 : 132)
Surat Asy Syuura Ayat 13 (QS 42 : 13)
Surat Al Baqarah Ayat 180 – 182 (QS 2 : 180 – 182)
Surat Al Baqarah Ayat 240 (QS 2 : 240)
Surat Al Maa-idah Ayat 106 -108 (QS 5 : 106 – 108)
Surat An Nisaa’ Ayat 5 – 6 (QS 4 : 5 – 6)

6. Faraidz / Pembagian Harta Pusaka
• Janganlah ayah-ibu menderita karena anaknya dan sebaliknya
• Harta pusaka ada pewarisnya; mempunyai hubungan kerabat, dan hubungan darah adalah lebih berhak.
Surat Al Baqarah Ayat 233 (QS 2 : 233)
Surat An Nisaa’ Ayat 33 (QS 4 : 33)
Surat Al Anfaal Ayat 75 (QS 8 : 75)
Surat Al Ahzab Ayat 6 (QS 33 : 6)
• Mengenai aturan pembagian harta pusaka, sebagian besar dijelaskan dalam Al Qur’an dan selanjutnya dijelaskan lebih luas dalam Al Hadist
Ayat Lainnya Yang Berkaitan Dengan Harta Pusaka
Surat An Nisaa’ Ayat 7 – 10 (QS 4 : 7 – 10)
Surat An Nisaa’ Ayat 34 (QS 4 : 34)
Surat An Nisaa’ Ayat 11 – 12 (QS 4 : 11 – 12)
Surat An Nisaa’ Ayat 178 (QS 4 : 178)
Surat An Nisaa’ Ayat 13 – 14 (QS 4 : 13 – 14)

BUKU V
MENGENAL HIDUP

BUKU V
MENGENAL HIDUP

TUGAS HIDUP
PEKERJAAN POKOK DALAM HIDUP
BAB – V
MENINGKATKAN PROFESIONALISME HIDUP
SECARA ISLAMI

BAB – VI
MEMELIHARA KELUARGA HARMONIS SECARA ISLAMI
BAB – VII
MENATA, MEMELIHARA & MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN SEBUAH BANGSA
SECARA ISLAMI
BAB – V
MENINGKATKAN PROFESIONALISME HIDUP
SECARA ISLAMI

QADHA, QADAR & KEWAJIBAN BERUSAHA
• Surat Al Hadiid Ayat 22 (QS 57 : 22)
• Surat Ar Ra’d Ayat 11 (QS 13 : 11)
A. QADHA, QADAR & IKHTIAR
1. Qadha & Qadar
• Allah yang menciptakan apa yang dikehendaki & dipilih-Nya. Sekali-kali tak ada pilihan bagi mereka.
• Segala sesuatu telah ditetapkan oleh Allah sebelum diciptakan.
• Tak ada yang dapat menghilangkan mudharat dan tidak ada pula yang dapat menolak karunia Alla.
• Tak ada yang dapat menahan rahmat Allah dan tidak ada yang dapat terlepas dari sesuatu yang ditahan oleh Allah.
• Allah-lah yang melapangkan dan menyempitkan rezeki kepada yang dikehendaki-Nya.
• Tidak ada suatu umat pun yang dapat mendahului atau mengundurkan ajalnya.
• Allah mengampuni siapa yang dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya
Surat Al Qashash Ayat 68 (QS 28 : 68)
Surat Al Hadiid Ayat 22 – 23 (QS 57 : 22 – 23)
Surat Yunus Ayat 107 (QS 10 : 107)
Surat Ar Ruum Ayat 36 (QS 30 : 36)
Surat Al ’Ankabuut Ayat 62 (QS 29 : 62)
Surat Al Hijr Ayat 5 (QS 15 : 5)
Surat Ali ’Imran Ayat 26 -27 (QS 3 : 26 – 27)
Surat Al Baqarah Ayat 284 (QS 2 : 284)
2. Kewajiban Berusaha
• Allah tidak mengubah nasib sesuatu kaum bila mereka tidak mengubahnya sendiri.
• Allah telah menunjukinya jalan yang lurus kepada manusia; bahkan telah ditununjuki dua jalan (ketakwaan & kefasikan).
• Setiap diri manusia akan diminta pertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya,
• Kerusakan di di muka bumi adalah akibat perbuatan tangan manusia, maka kembalilah kepada jalan yang lurus
• Segala musibah yang menimpa manusia adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu manusia sendiri
Surat Ar Ra’d Ayat 11 (QS 13 : 11)
Surat Al Insaan Ayat 2 – 3 (QS 76 : 2 – 3)
Surat Al Balad Ayat 10 (QS 90 : 10)
Surat Al Muddatstsir Ayat 38 (QS 74 : 38)
Surat Ar Ruum Ayat 41 (QS 30 : 41)
Surat Asy Syuura Ayat 30 (QS 42 : 30)
3. Tiap Orang Hanya Dibebani Menurut Kadarnya
• Manusia tak kuasa menghambat & menahan rahmat yang dianugerahkan oleh Allah kepada manusia. Begitu pula musibahyang menimpa mereka.
• ” Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya ..”
• Allah membebani seseorang menurut kesanggupannya.
Surat Faathir Ayat 2 (QS 35 : 2)
Surat Al Hadiid Ayat 22 – 23 (QS 57 : 22 – 23)
Surat Al Baqarah Ayat 286 (QS 2 : 286)
Surat Al Mu’minuun Ayat 62 (QS 23 : 62)
4. Balasan Dari Allah Sesuai Dengan Usaha Manusia
• Azab Allah terhadap par hamba-Nya disebabkan perbuatannya sendiri.
• Allah membalas manusia sesuai dengan apa yang diniatkannya.
• Pahala bagi yang mengerjakan amal yang saleh dan dosa bagi yang berbuat jahat dan sekali-kali tidaklah Tuhanmu menganiaya hamba-hamba (Nya).
• ”Dan bagi masing-masing mereka derajat menurut apa yang telah mereka kerjakan dan agar Allah mencukupkan bagi mereka (balasan) pekerjaan-pekerjaan mereka sedang mereka tiada dirugikan.”
Surat Al Kahfi Ayat 58 – 59 (QS 18 : 58 – 59)
Surat Asy Syuura Ayat 20 (QS 42 : 20)
Surat Al Jaatsiyah Ayat 15 (QS 45 : 15)
Surat Fush shilat Ayat 46 (QS 41 : 46)
Surat Al Israa’ Ayat 7 (QS 17 : 7)
Surat Ar Ruum Ayat 41 – 43 (QS 30 : 41 – 43)
Surat Al Ahqaaf Ayat 19 (QS 46 : 19)
Surat Yaa siin Ayat 54 (QS 36 : 54)
Surat Luqman Ayat 16 (QS 31 : 16)
Surat Al Jaatsiyah Ayat 22 (QS 45 : 22)
Surat An Najm Ayat 31 (QS 53 : 31)

B. CARA-CARA BERUSAHA YANG BAIK
1. Berusaha Dengan Sungguh-sungguh
• Allah tidak mengubah nasib suatu kaum, maka hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat)
• Manusia tidak mengetahui apa & bagaimana hasil usahanya besok
• Berbuat & bekerja sunguguh-sungguh menurut kemampuanmu & keadaan.
• Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, maka bila selesai dari mengerjakan dunia maka kerjakan urusan akhirat
• Manusia diciptakan berada dalam susah payah.
Surat Ar Ra’d Ayat 11 (QS 13 : 11)
Surat Al Hasyr Ayat 18 (QS 59 : 18)
Surat Luqman Ayat 34 (QS 31 : 34)
Surat Al An’aam Ayat 135 (QS 6 : 135)
Surat Az Zumar Ayat 39 – 40 (QS 39 : 39 – 40)
Surat Alam Nasyrah Ayat 5 – 8 (QS 94 : 5 – 8)
Surat Al Balad Ayat 4 (QS 90 : 4)

2. Berusaha/Bekerja Untuk Kebahgaian Di Dunia & Akhirat
• Carilah kebahagiaan negeri akhirat, namun jangan melupakan keni`matan duniawi.
• Berkerjalah sebagai tanda syukur kepada Allah .
• Dan dari karnuai Allah & yang diusahakan manusia dapat makanan.
• Allah menjadikan malam agar manusia dapat beristirahat dan menjadikan siang agar manusia mencari karunia Allah dan agar manusia bersyukur kepada-Nya.
• Apabila telah selesai sembahyang, maka berkerjalah untuk mencari karunia Allah dan selalu ingatlah Allah banyak-banyak. Dan Apabila mendengar panggilan mu’azzin maka wajib bersegera memenuhi panggilan tersebut dan meninggalkan semua pekerjaannya.
Surat Al Qashash Ayat 77 (QS 28 : 77)
Surat Saba’ Ayat 13 (QS 34 : 13)
Surat Yaa siin Ayat 34 – 35 (QS 36 : 34 – 35)
Surat Yunus Ayat 67 (QS 10 : 67)
Surat An Naml Ayat 86 (QS 27 : 86)
Surat Al Qashash Ayat 71 – 73 (QS 28 : 71 – 73)
Surat Al Jumu’ah Ayat 9 – 10 (QS 62 : 9 – 10)

3. Bertawakkal & Bersabar
• Bertawakkallah kepada Allah. Dan cukuplah Allah sebagai Pemelihara
• Bersabarlah dalam menunggu ketetapan Tuhanmu
• Barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya.
Surat Al Ahzab Ayat 3 (QS 33 : 3)
Surat At Taghaabun Ayat 13 (QS 64 : 13)
Surat Asy Syuura Ayat 217 – 220 (QS 26 : 217 – 220)
Surat Ath Thuur Ayat 48 – 49 (QS 52 : 48 – 49)
Surat Ath Thalaaq Ayat 3 (QS 65 : 3)
4. Tidak Semua Cita-Cita Manusia Pasti Tercapai
• Tidak semua cita-cita manusia akan tercapai
• Jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu
• Manusia tidak jemu memohon kebaikan, dan jika mereka ditimpa malapetaka dia menjadi putus asa lagi putus harapan.
• Dan apabila Kami memberikan ni`mat kepada manusia, ia berpaling dan menjauhkan diri; tetapi apabila ia ditimpa malapetaka maka ia banyak berdo`a.
Surat An Najm Ayat 24 – 25 (QS 53 : 24 – 25)
Surat Al Hadiid Ayat 22 – 23 (QS 57 : 22 – 23)
Surat Fush shilat Ayat 49 – 51 (QS 41 : 49 – 51)
5. Bersyukur Terhadap Rezeki Allah
• Allah melapangkan rezki dan menyempitkannya bagi siapa yang dikehendaki-Nya, dan bahkan Allah memberi rezki kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya tanpa batas.
• Maka janganlah iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain.
• Sebagian manusia ditinggikan dari sebagian yang lain agar sebagian mereka dapat mempergunakan sebagian yang lain.
• Manusia tidak akan dapat menghitung-hitung banyaknya ni`mat Allah.
• Maka barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan Allah pasti akan menambah ni`mat, dan jika mengingkari ni`mat Allah maka akan menerima azab yang sangat pedih”.
Surat Az Zumar Ayat 52 (QS 39 : 52)
Surat Al ’Ankabuut Ayat 62 (QS 29 : 62)
Surat Al Baqarah Ayat 212 (QS 2 : 212)
Surat An Nisaa’ Ayat 32 (QS 4 : 32)
Surat Az Zukhruf Ayat 32 (QS 43 : 32)
Surat An Nahl Ayat 18 (QS 16 : 18)
Surat Ibrahim Ayat 34 (QS 14 : 34)
Surat An Naml Ayat 40 (QS 27 : 40)
Surat Luqman Ayat 12 (QS 31 : 12)
Surat Ibrahim Ayat 7 (QS 14 : 7)

C. USAHA DAGANG (BERNIAGA) & MASALAHNYA
1. Berdagang Atau Berniaga
• Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.
• Berniaga dengan asas suka sama-suka di antara kamu
• Apabila diseru untuk menunaikan sembahyang maka bersegeralah tinggalkanlah jual beli, dan apabila telah ditunaikan sembahyang, maka bertebaranlah mencari karunia Allah .
Surat Al Baqarah Ayat 275 (QS 2 : 275)
Surat An Nisaa’ Ayat 29 (QS 4 : 29)
Surat Al Baqarah Ayat 198 (QS 2 : 198)
Surat Al Jumu’ah Ayat 9 – 11 (QS 62 : 9 – 11)
2. Menakar Atau Menimbang
• Tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi neraca.
• Sempurnakanlah takaran apabila kamu menakar dan timbanglah dengan neraca yang benar.
• Janganlah merugikan hak-hak orang lain dan kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang. Ingatlah akibat kecurangan yang dilakukan oleh kaum Nabi Syuaib AS.
Surat Ar Rahmaan Ayat 7 – 9 (QS 55 : 7 – 9)
Surat Al An’aam Ayat 152 (QS 6 : 152)
Surat Al Israa’ Ayat 35 (QS 17 : 35)
Surat Asyu Syuura Ayat 181 – 184 (QS 26 : 181 – 184)
Surat Al Muthaffifiin Ayat 1 – 3 (QS 83 : 1 – 3)
Surat Huud Ayat 85 (QS 11 : 85)

3. Hutang Piutang & Gadai
• Allah memerintahkan mencatat bermu’alah (berjual beli, berhutang piutang, atau sewa menyewa dsb.) baik yang besar mapun yang kecil sampai batas waktu membayarannya, dengan saksi dua orang laki-laki atau bila tidak ada boleh 2 orang wanita. Jangan penulis & saksi saling menyulitkan.
• “Jika kamu dalam perjalanan (dan bermu`amalah tidak secara tunai) sedang kamu tidak memperoleh seorang penulis, maka hendaklah ada barang tanggungan yang dipegang (oleh yang berpiutang)”
• “Dan jika (orang berhutang itu) dalam kesukaran, maka berilah tangguh sampai dia berkelapangan. Dan menyedekahkan (sebagian atau semua utang) itu, lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.”
• Orang yang berhutang karena suatu kepentingan yang bukan untuk maksiat, maka itu mendapat hak menerima zakat.
Surat Al Baqarah Ayat 282 – 283 (QS 2 : 282 – 283)
Surat Al Baqarah Ayat 280 (QS 2 : 280)
Surat At Taubah Ayat 60 (QS 9 : 60)

4. Riba’
• Riba itu tidak sama dengan jual beli, Jual beli halal sedangkan riba haram hukumnya. Oleh karena itu jangan makan harta riba.
• Harta riba tidak ada berkahnya; maka tinggalkan sisa riba yang belum dipungut, yang masih ada pada orang lain.
• ” Dan sesuatu riba (tambahan) yang kamu berikan agar dia bertambah pada harta manusia, maka riba itu tidak menambah pada sisi Allah. Dan apa yang kamu berikan berupa zakat yang kamu maksudkan untuk mencapai keridhaan Allah, maka (yang berbuat demikian) itulah orang-orang yang melipat gandakan (pahalanya).”
Surat Al Baqarah Ayat 275 (QS 2 : 275)
Surat Ali ’Imran Ayat 130 – 131 (QS 3 : 130 – 131)
Surat Al Baqarah Ayat 276 – 279 (QS 2 : 276 – 279)
Surat Ar Ruum Ayat 39 (QS 30 : 39)
Surat An Nisaa’ Ayat 161 (QS 4 : 161)

D. USAHA PELAYARAN
1. Kapal Berlayar Dengan Perintah Allah
• Bahtera itu berlayar di lautan dengan kehendak-Nya, dengan perintah-Nya, dengan ni`mat- Nya dan dengan seizin-Nya
• Agar manusia melihat sebagian dari tanda-tanda (kekuasaan) –Nya dan dapat mencari sebagian karunia-Nya, supaya manusia sabar & banyak bersyukur.
Surat Ibrahim Ayat 32 (QS 14 : 32)
Surat Al Hajj Ayat 65 (QS 22 : 65)
Surat Luqman Ayat 31 (QS 31 : 31)
Surat Al Jaatsiyah Ayat 12 (QS 45 : 12)
2. Mencari Kurnia Allah dengan Kapal
• Dari laut manusia dapat makanan yaitu daging yang segar (ikan), perhiasan yang kamu pakai; agar manusia dapat mencari (keuntungan) dari karunia-Nya, dan supaya bersyukur.
Surat Faathir Ayat 12 (QS 35 : 12)
Surat An Nahl Ayat 14 (QS 16 : 14)
Surat Al Isaraa’ Ayat 66 (QS 17 : 66)
Surat Ar Ruum Ayat 46 (QS 30 : 46)
Surat Asy Syuura Ayat 32 – 34 (QS 42 : 32 – 34)
3. Kapal Sebagai Alat Angkutan
• Dengan kapal manusia dapat mengangkut apa saja yang berguna baginya, bahkan manusia dengan kendaraannya sekaligus dapat diangkut kapal.
• Agar manusia bertasbih & memuji “Maha Suci Tuhan yang telah menundukkan semua ini bagi kami padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya, dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami
Surat Al Baqarah Ayat 164 (QS 2 : 164)
Surat Al Mu’min Ayat 80 – 81 (QS 40 : 80 – 81)
Surat Az Zukhruf Ayat 12 – 14 (QS 43 : 12 – 14)
4. Dalam Keadaan Bahaya, Manusia Mengakui kekuasaan Allah
• “ Tidakkah kamu memperhatikan bahwa sesungguhnya kapal itu berlayar di laut dengan ni`mat Allah, supaya diperlihatkan-Nya kepadamu sebagian dari tanda-tanda (kekuasaan) -Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi semua orang yang sangat sabar lagi banyak bersyukur. “
• “Dan apabila mereka dilamun ombak yang besar seperti gunung, mereka menyeru Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya maka tatkala Allah menyelamatkan mereka sampai di daratan, lalu sebagian mereka tetap menempuh jalan yang lurus. Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami selain orang-orang yang tidak setia lagi ingkar. “
Surat Yunus Ayat 22 – 23 (QS 10 : 22 – 23)
Surat Al ’An kabuut Ayat 65 – 66 (QS 29 : 65 – 66)
Surat Luqman Ayat 31 -32 (QS 31 : 31 – 32)

E. USAHA-USAHA YANG LAIN
1. Usaha Manusia Memang Berbeda-beda
• “ ..sesungguhnya usaha kamu memang berbeda-beda ”
• “Dan masing-masing orang memperoleh derjat-derjat (seimbang) dengan apa yang dikerjakannya. Dan Tuhanmu tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan.Dan Tuhanmu Maha Kaya, lagi mempunyai rahmat …”
Surat Al Lail Ayat 1 – 4 (QS 92 : 1 – 4)
Surat Al An’aam Ayat 132 – 133 (QS 6 : 132 -133)
2. Usaha Manusia Dipengaruhi Oleh Keadaan, Tabiat & Suasana Alam Sekitarnya
• “Tiap-tiap orang berbuat menurut keadaannya masing-masing (tabiat dan pengaruh alam sekitarnya).”
• “Dialah Yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezki-Nya…”
• “…Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi,”
Surat Al Israa’ Ayat 84 (QS 17 : 84)
Surat Al Mulk Ayat 15 (QS 67 : 15)
Surat Al Baqarah Ayat 11 (QS 2 : 11 )
Surat Al Baqarah Ayat 205 (QS 2 : 205)
3. Yang Penting Adalah Mencari Ridha’ Allah
• Semua aktivitas manusia yang benar adalah dengan niat mencari ridha Allah
Surat Al An’aam Ayat 162 (QS 6 : 162)

BAB – VI
MENATA & MEMELIHARA HUBUNGAN MASYARAKAT
SECARA ISLAMI

A. HUBUNGAN KEKERABATAN
a. Hubungan Kekerabatan Yang Baik
• Hendaklah berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu
• Dan hendaklah memberi atau menafkan harta kepadanya.
• Mereka yang mampu menafkahkan kepada kerabatnya dan memberikan kepada mereka haknya.
• Dan hendaklah mereka mema`afkan dan berlapang dada.
• Menjadi penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapa dan kaum kerabatmu.
• Setiap diri harus berbuat adil, baik terhadap diri sendiri maupun terhadap kaum kerabat.
Surat An Nisaa’ Ayat 36 (QS 4 : 36)
Surat Al Baqarah Ayat 177 (QS 2 : 177)
Surat Al Baqarah Ayat 215 (QS 2 : 215)
Surat An Nuur Ayat 22 (QS 24 : 22)
Surat Ar Ruum Ayat (QS 30 : 38)
Surat An Nisaa’ Ayat 135 (QS 4 : 135)
Surat Al An’aam Ayat 152 (QS 6 : 152)

b. Batas-batas Hubungan Kekerabatan
• Berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat.
• Kita wajib memberi peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat
• Tidak boleh berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya.
• Dan jangan mengikuti kerabat yang menyeru perbuatan dosa.
• Seorang kerabat tidak dapat memikul dosa yang diperbuat saudaranya.
• Kerabat yang kafir janganlah dijadikan wali (pemimpin, orang kepercayaan)
• Jangan memintakan ampun kepada Allah bagi kerabat yang musyrik, karena dosa syirik adalah dosa yang tak terampuni.
Surat An Nahl Ayat 90 (QS 16 : 90)
Surat Asy Syuura Ayat 213 – 214 (QS 26 : 213 – 214)
Surat Al Mujaadilah Ayat 22 (QS 58 : 22)
Surat Luqman Ayat 21 (QS 31 : 21)
Surat Faathir Ayat 18 (QS 35 : 18)
Surat At Taubah Ayat 23 (QS 9 : 23)
Surat At Taubah Ayat 113 – 114 (QS 9 : 113 – 114)
B. DAKWAH
Surat Mu’min Ayat 78 (QS 40 : 78)

1. Perintah Dakwah
• Tuntutlah ilmu untuk memberi peringatan, menyeru yang baik, amar ma’ruf nahi munkar, dan beriman kepada Allah, agar menjadi orang Islam (berserah diri).
• Tugas Rasul hanya sebatas memberi peringatan kepada suatu kaum.
• Dakwah dengan ilmu dan hujjah yang nyata.
• Dakwah dengan hikmah, keteladan, dan mujadalah dengan cara baik.
• Perkataan yang paling baik adalah menyeru kepada jalan Allah.
• Dakwah adalah wajib hukumnya.
Surat At Taubah Ayat 122 (QS 9 : 122)
Surat Ali ‘Imran Ayat 104 (QS 3 : 104)
Surat Ali ‘Imran Ayat 110 (QS 3 : 110)
Surat Fush shilat Ayat 33 (QS 41 : 33)
Surat Al Hajj Ayat 49 (QS 22 : 49)
Surat Yusuf Ayat 108 (QS 12 : 108)
Surat An Nahl Ayat 125 (QS 16 : 125)
Surat Luqman Ayat 17 (QS 31 : 17)

2. Tujuan Dakwah
• Agar Manusia beriman kepada Allah dan rasul-Nya, menguatkan agama-Nya, membesarkan & bertasbih kepada-Nya.
• Agar manusia hanya mengabdi kepada Allah SWT.
• Jika penduduk suatu negeri beriman & bertaqwa, Allah akan melimpahkan barakah-Nya dari langit dan dari bumi.
• Perlu diketahui bahwa adzab Allah tidak hanya menimpa orang-orang yang dzalim saja; hendaklah beriman seperti imannya kaum Yunus, yang dapat menghilangkan/menjauhkan adzab masal.
Surat Al Fath Ayat 8 – 9 (QS 48 : 8 – 9)
Surat Al Baqarah Ayat 21 (QS 2 : 21)
Surat Al A’raaf Ayat 94 (QS 7 : 94)
Surat Al Anfaal Ayat 25 (QS 8 : 25)
Surat Huud Ayat 117 (QS 11 : 117)
Surat Yunus Ayat 98 (QS 10 : 98)

3. Sikap Da’i /Pendakwah
• Teguh pendirian dalam beragama; tidak hanya menyuruh orang berbuat baik tetapi dirinya sendiri tidak melakukan. Yang demikian itu dibenci Allah; seharusnya konsekuen.
Surat Yusuf Ayat 108 (QS 12 : 108)
Surat Al Baqarah Ayat 44 (QS 2 : 44)
Surat Ash Shaff Ayat 2 – 3 (QS 61 : 2 – 3)
4. Semangat Dakwah
• Berangkat meskipun merasa berat atau ringan, berjihad dengan harta & jiwa (contoh tenaga, pikiran, lisan)
• Hendaknya dilakukan dengan ikhlas, tidak meminta upah.
• Siap menerima ujian berupa ditangkap dan dipenjarakan atau dibunuh, atau diusir.
Surat At Taubah Ayat 41 (QS 9 : 41)
Surat Ash Shaff Ayat 10 – 12 (QS 61 : 10 – 12)
Surat Shaad Ayat 86 (QS 38 : 86)
Surat Al Anfaal Ayat 30 (QS 8 : 30)

5. Bahasa Dakwah
• Para Rasul memperingatkan dan mengajak kaumnya dengan bahasa mereka, agar kaum tersebut dapat menerima penjelasan-penjelasan dengan terang & paham
Surat Al Baqarah Ayat 151 (QS 2 : 151)
Surat Fush shilat Ayat 44 (QS 41 : 44)
Surat Ibrahim Ayat 4 (QS 14 : 4)
6. Sikap / Cara berdakwah
• Penuh kebijaksanaan, berargumen dengan cara baik, menolak kejahatan dengan cara yang baik pula
• Tidak boleh memaksa seseorang untuk masuk/memeluk Islam, karena sudah jelas antara yang benar dengan yang salah.
• Dilarang memaki sembahan orang lain, agar mereka tidak memaki Allah.
• Berlaku lembah lembut, penuh kasih sayang terhadap orang beriman, dan bersikap tegas terhadap mereka yang kafir / durhaka.
Surat An Nahl Ayat 125 (QS 16 : 125)
Surat Al ‘Ankabuut Ayat 46 (QS 29 : 46)
Surat Fush shilat Ayat 34 (QS 41 : 34)
Surat Al Baqarah Ayat 256 (QS 2 : 256)
Surat Al An’aam Ayat 104 (QS 6 : 104)
Surat Al An’aam Ayat 108(QS 6 : 108)
Surat Ali ‘Imran Ayat 159 (QS 3 : 159)
Surat Asy Syu’araa’ Ayat 215 – 216 (QS 26 : 215 – 216)
7. Teguran Allah Terhadap dakwah Yang Salah
• Dalam berdakwah hendaklahnya memberikan penghargaan yang sama terhadap orang-orang yang diberi/diajak/didakwahi.
• Tidak mementingkan orang-orang terkemuka dengan mengabaikan orang-orang yang sungguh-sungguh ingin beriman.
• Bersabarlah untuk menyeru Tuhan di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya
Surat ‘Abasa Ayat 1 – 16 (QS 80 : 1 – 16)
Surat Al Kahfi Ayat 28 (QS 18 : 28)
8. Hasil Dakwah Yang Menentukan
• Orang yang masuk Islam adalah orang yang mendapat petunjuk-Nya. dan orang yang berpaling dialah terkutuk, hati mereka keras membatu.
• Jikalau Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua orang yang di muka bumi seluruhnya. Manusia tidak dapat memaksa orang lain untuk beriman kecuali dengan izin Allah dan kemurkaan Allah akan menimpa orang-orang yang tidak menggunakan akal.
• “Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.”
Surat Ali ‘Imran Ayat 20 (QS 3 : 20)
Surat Al Maaidah Ayat 13 (QS 5 : 13)
Surat Yunus Ayat 99 – 100 (QS 10 : 99 – 100)
Surat Muhammad Ayat `16 – 17 (QS 47 : 16 – 17)
Surat Muhammad Ayat 7 (QS 47 : 7)

BAB – VII
MENATA, MEMELIHARA SERTA MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN SEBUAH BANGSA
SECARA ISLAMI

A. KHILAFAH : BERMASYARAKAT, BERBANGSA & BERNEGARA
1. Keadaan Suatu Negeri Tergantung Dari Penduduknya
• ”Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi. ”
• Ingatlah keimanan kaum Yunus yang menghilangkan adzab yang menimpanya dan mendatangkan kesenangan.
• Allah tidak akan membinasakan negeri secara zalim, bila penduduknya berbuat kebaikan.
• Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum jika mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.
• Sikap seorang pemimpin juga sangat mementukan kaumnya, jika pemimpinnya kafir maka akan menyesatkan dari jalan-Nya sehingga menjatuhkan kaumnya ke lembah kebinasaan.
• Mereka memikul dosa-dosanya dengan sepenuh-penuhnya pada hari kiamat, dan sebahagian dosa-dosa orang yang mereka sesatkan yang tidak mengetahui sedikitpun (bahwa mereka disesatkan).
• Bila suatu negeri tidak mengingkari ni’mat-ni’mat Allah maka mereka mengalami kelaparan dan ketakutan
• Musibah yang menimpa akibat kerusakan yang diperbuat tangan manusia.
• Musibah akibat perbuatan mereka, agar mereka kembali ke jalan yang benar.
• Ingatlah kehancuran Negeri Saba’yang terkenal ”baadatun thayyibatun warabbun ghafur”sbelumnya.
Surat Al A’raaf Ayat 96 (QS 7 : 96)
Surat Yunus Ayat 98 (QS 10 : 98)
Surat Huud Ayat 117 (QS 11 : 117)
Surat Ar Ra’d Ayat 11 (QS 13 : 11)
Surat Ibrahim Ayat 28 – 30 (QS 14 : 28 – 30)
Surat An Nahl Ayat 25 (QS 16 : 25)
Surat An Nahl Ayat 112 (QS 16 : 112)
Surat Ar Ruum Ayat 36 (QS 30 : 36)
Surat Ar Ruum Ayat 41 (QS 30 : 41)
Surat Ayat (QS 34 : 15 – 16)

2. Beberapa Ciri Masyarakat Yang Dikehendaki Islam
(Konsep HIMAPA : Pohon Keindahan Islam)
a). Tauhidullah / Mengesakan Allah
Surat al Ikhlas Ayat 1 – 4 (QS 112 : 1 – 4)
Surat Ali ’Imran Ayat 31 (QS 3 : 31)
Surat Al Baqarah Ayat 25 (QS 2 : 25)
Surat Al Baqarah Ayat 21 (QS 2 : 21)
Surat Muhammad Ayat 19 (QS 47 : 19)
b). Ukhuwah / Persaudaraan
Surat Al Hujuraat Ayat 10 (QS 49 : 10)
Surat Al Hasyr Ayat 8 – 9 (QS 59 : 8 – 9)
Surat Al Mu’minuun Ayat 52 (QS 23 : 52)
Surat At Taubah Ayat 71 (QS 9 : 71)
Surat Az Zukhruf Ayat 67 (QS 43 : 67)
c). Musawah / Persamaan
Surat Al Hujuraat Ayat 13 (QS 49 : 13)
d). Wa’tashimu Bihablillah / Bersatu Dalam Ikatan Tali Allah
Surat Ali ’Imran Ayat 103 (QS 3 : 103)
Surat At Taubah Ayat 165 (QS 9 : 165)
Surat Al Anfaal Ayat 46 (QS 8 : 46)
Surat Al Baqarah Ayat 259 (QS 2 : 259)
e). Ta’awun / Tolong Menolong
Surat Al Maaidah Ayat 2 (QS 5 : 2)
Surat Al An’aam Ayat 152 (QS 6 : 152)
Surat At Taubah Ayat 71 (QS 9 : 71)
f). ’Adalah / Keadilan
Surat Al Maaidah Ayat 8 (QS 5 : 8)
Surat Al An’aam Ayat 152 (QS 6 : 152)
g). Musyawarah
Surat Asy Syuuraa Ayat 38 (QS 42 : 38)
Surat Ali ’Imran Ayat (QS 3 : 159)
h). Takafulul Ijtima / Tanggung Jawab Sosial
Surat Ali ’Imran Ayat 104 (QS 3 : 104)
Surat Ali ’Imran Ayat 110 (QS 3 : 110)
Surat Al Maa’uun Ayat 1 – 3 (QS 107 : 1 – 3)
i). Ummatan Wasthan / Umat Penegak / Keharmonisan
Surat Al Baqarah Ayat 143 (QS 2 : 143)
Surat An Nisaa’ Ayat 58 (QS 4 : 58)
j). Fastabiqul Khairat / Berlomba-lomba Dalam Kebaikan
Surat Al Maa’idah Ayat 48 (QS 5 : 48)
Surat Al Baqarah Ayat 148 (QS 2 : 148)

k). Tasamuh / Toleransi
Surat Al Kaafiruun Ayat 1 – 6 (QS 109 : 1 – 6)
l). Hurriyah / Kebebasan
Surat Al Baqarah Ayat 256 (QS 2 : 256)
Surat Al Kahfi Ayat 29 (QS 18 : 29)
Surat Al Kaafiruun Ayat 1 – 6 (QS 109 : 1 – 6)
m). Istiqamah / Teguh Pendirian
Surat Fush shilat Ayat 30 (QS 41 : 30)
Surat Al Hujuraat Ayat 15 (QS 49 : 15)
Surat Huud Ayat 112 (QS 11 : 112)
n). Jihad / Meneggakkan Dan Membela Kebenaran
Surat Al Maa’idah Ayat 35 (QS 5 : 35)
Surat Ash Shaaf Ayat 10 – 11 (QS 61 : 10 – 11)
Surat Al Hujuraat Ayat 15 (QS 49 : 15)
Surat An Nisaa’ Ayat 58 (QS 4 : 58)
o). Ijtihad / Mengembangkan Fikir
Surat Al Baqarah Ayat 219 (QS 2 : 219)
Surat Al Baqarah Ayat 265 (QS 2 : 265)
Surat Ali ’Imran Ayat 90 – 91 (QS 3 : 90 – 91)
3. Tugas manusia Sebagai Khalifah / Pemimpin / Penguasa
• Perbedaan derajad (pangkat, jabatan, kekuasaan) sebagai khalifah adalah ujian dari Allah.
• Khalifah yang baik adalah mereka yang beriman, beramal shaleh, menyembah Allah (mendirikan shalat), tidak menyekutukan-Nya, dan
• Menegakan hukum dengan adil/benar dan tidak mengikuti hawa nafsunya.
• Penguasa yang durhaka/kafir, maka Allah akan mengutuknya dan murka kepadanya;
• Janganlah mengikuti orang yang mendustakan ayat-ayat Allah (kebenaran).
Surat Al An’aam Ayat 116 (QS 6 : 116)
Surat An Nuur Ayat 55 (QS 24 : 55)
Surat Shaad Ayat 26 (QS 38 : 26)
Surat Faathir Ayat 34 (QS 35 : 34)
Surat Al Qalam Ayat 8 – 16 (QS 68 : 8 – 16)

4. Kekuasaan & Pemimpin / Penguasa
• Semua kekuasaan itu sebenarnya adalah milik Allah Rabb semesta alam.
• “Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.
• Pemimpin yang baik menurut pandangan Islam adalah yang melaksanakan program kebaikan dan bermental baik, sesuai dengan perintah Allah.
• Kita wajib patuh kepada pemimpin selama dia masih memegang hukum-hukum Allah dan Rasul-Nya.
Surat Yunus Ayat 65 (QS 10 : 65)
Surat Ali ’Imran Ayat 26 (QS 3 : 26)
Surat Al Baqarah Ayat 247 (QS 2 : 247)
Surat Al Anbiyaa’ Ayat 73 (QS 21 : 73)
Surat As Sajdah Ayat 24 (QS 32 : 24)
Surat An Nisaa’ Ayat 59 – 70 (QS 4 : 59 – 70)
Surat An Nisaa’ Ayat 83 (QS 4 : 83)

5. Masyarakat terhadap Perbedaan Pendapat
• Apabila berlainan pendapat tentang sesuatu, maka hal tersebut dikembalikan kepada Allah & Rasul-Nya, yaitu Al Qur’an dan Al Hadist.
• Jangalah mengikuti thaghut yaitu orang-orang yang menetapkan hukum secara curang menurut hawa nafsu.
• Perintah Allah supaya bermusyawarah tentang urusan-urusan keduniaan.
• Kewajiban manusia menetapkan hukum di antara manusia dengan adil, dan menetapkan/memutuskan perkara dengan adil pula berdasarkan hukum Allah.
• Barangsiapa memutuskan perkara tidak berdasarkan hukum Allah maka mereka itu adalah termasuk orang-orang kafir, orang-orang zalim, orang-orang fasik.
Surat An Nisaa’ Ayat 59 – 60 (4 : 59 – 60)
Surat Asy Syuura Ayat 38 (QS 42 : 38)
Surat Ali ’Imran Ayat 159 (QS 3 : 159)
Surat An Nisaa’ Ayat 58 (QS 4 : 58)
Surat Al Maa-idah Ayat 42 (QS 5 : 42)
Surat An Nisaa’ Ayat 105 (QS 4 : 105)
Surat Ayat (QS 5 : 43 – 50)

6. Yang Patut Dijadikan Wali (Pemimpin, Penolong, Pelindung, Teman Akrab)
a). Bukan Orang Kafir
• Tipe manusia (pemimpin) yang meneyababkan kehancuran umat : orang-orang yang telah menukar ni`mat Allah dengan kekafiran; Orang-orang kafir itu telah menjadikan sekutu-sekutu bagi Allah supaya mereka menyesatkan (manusia) dari jalan-Nya
• Janganlah menjadikan pemimpin orang kafir, termasuk orang tua dan saudara yang kafir, agar mendapat pertolongan Allah; kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka
Surat Ibrahim Ayat 28 – 30 (QS 14 : 28 – 30)
Surat Ali ’Imran Ayat 28 (QS 3 : 28)
Surat An Nisaa’ Ayat 144 (QS 4 : 144)
Surat At Taubah Ayat 23 (QS 9 : 23)
Surat Al Mujaadilah Ayat 22 (QS 58 : 22)

b). Bukan Yahudi Dan Nasrani
• Janganlah orang-orang Yahudi dan Nasrani dijadikan sebagai pemimpin, sebab mereka tidak memberikan kebajikan sedikit jua, mereka akan membuta buah ejekan dan permainan terhadap agama Allah, mereka tidak akan senang sebelum kita mengikuti mereka.
Surat Al Maa-idah Ayat 51 (QS 5 : 51)
Surat An Nisaa’ Ayat 49 – 50 (QS 4 : 49 – 54)
Surat Al Maa-idah Ayat 57 (QS 5 : 57)
Surat Al Baqarah Ayat 120 (QS 2 : 120)
c). Bukan Musuh-Musuh Islam
• Jangan menjadikan teman orang-orang yang memusuhi Islam, karena mereka itu selalu mengingkari kebenaran dan mereka itu mengusir orang-orang yang beriman; semuanya itu merupakan ujian keimanan bagi kita untuk memilih dan mencari teman (wali).
Surat Al Mujaadilah Ayat 14 – 17 (QS 58 : 14 – 17)
Surat Al Mumtahanah Ayat 1 (QS 60 : 1)
Surat Al Mumtahanah Ayat 8 – 9 (QS 60 : 8 – 9)
Surat At Taubah Ayat 16 (QS 9 : 16)
d). Pililah Wali Yang Beriman & Bertaqwa
• Apabila memilih wali janganlah meninggalkan teman-teman kepercayaan dari golongan sendiri yaitu orang-orang beriman.
• Sesungguhnya hanya Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang berimanlah yang harus dijadikan penolong.
• Sesungguhnya wali Allah adalah orang-orang beriman yang selalu bertaqwa.
Surat Ali ’Imran Ayat 118 – 119 (QS 3 : 118 – 119)
Surat An Nisaa’ Ayat 138 – 139 (QS 4 : 138 – 139)
Surat Al Maa-idah Ayat 55 – 56 (QS 5 : 55 – 56)
Surat Al Baqarah Ayat 257 (QS 2 : 257)
Surat Yunus Ayat 62 – 63 (QS 10 : 62 – 63)
7. Waspadalah Terhadap Orang-orang Kafir Dalam Negeri Dan Perundingan Untuk Memusuhi Islam
• Celaan terhadap perundingan dan mufakat untuk memusuhi Islam.
• Orang-orang kafir membuat rencana jahat, Allah juga membuat rencana yang sebenarnya, tidak akan meleset.
• Adzab bagi pembuat rencan kejahatan
• Rencana jahat pasti hancur, dan akan menimpa pembuatnya.
• Marilah lebih waspada terhadap ajakan orang-orang kafir; janganlah terpedaya oleh ajakan orang-orang kafir dan kebebasan orang akfir di dalam negeri, dan bersiagalah di perbatasan negeri.
Surat Al Mujaadilah Ayat 7 – 10 (QS 58 : 7 – 10)
Surat Ath Thaariq Ayat (QS 86 : 15 – 17)
Surat Faathir Ayat 10 (QS 35 : 10)
Surat Faathir Ayat 43 (QS 35 : 43)
Surat Ali ’Imran Ayat 149 – 151 (QS 3 : 149 – 151)
Surat Ali ’Imran Ayat 196 (QS 3 : 196)
B. JINAYAT
Adalah beberapa hukum yang meliputi hukum membunuh orang, melukai, memotong, menghilangkan manfaat anggota badan, seperti menghilangkan salah satu panca indera.
HAK HIDUP
Surat Al Isaraa’ Ayat 31 (QS 17 : 31)
Surat Al Isaraa’ Ayat 33 (QS 17 : 33)
Surat An Nisaa’ Ayat 93 (QS 4 : 93)
Surat Al Baqarah Ayat 195 (QS 2 : 195)
Surat Al Maa-idah Ayat 32 (QS 5 : 32)
1. Qishash
Adalah mengambil pembalasan hukum yang sama, yaitu suatu hukum yang sama dijatuhkan kepada seseorang yang melakukan kesalahan.
• Qisash berlaku pada peperangan, meskipun pada bulan haram.
• Qisash berlaku pada pembunuhan sengaja.
• ” jiwa (dibalas) dengan jiwa, mata dengan mata, hidung dengan hidung, telinga dengan telinga, gigi dengan gigi, dan luka-luka (pun) ada kisasnya”, dan janganlah zalim.
• Bila membalas maka balaslah dengan balasan yang sama, tetapi bersabar adalah lebih baik dari yang seperti itu.
Surat Al Baqarah Ayat 194 (QS 2 : 194)
Surat Al Isaraa’ Ayat 33 (QS 17 : 33)
Surat Al Maa-idah Ayat 45 (QS 5 : 45)
Surat An Nahl Ayat 126 (QS 16 : 126)
2. Diyat
Adalah pembayaran sejumlah harta sebagi ganti rugi karena suatu tindakan pidana terhadap suatu jiwa atau anggota badan.
• ” Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu qishaash berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh; ”
• ” Dan tidak layak bagi seorang mu’min membunuh seorang mu’min (yang lain), kecuali karena tersalah (tidak sengaja), dan barangsiapa membunuh seorang mu’min karena tersalah (hendaklah) ia memerdekakan seorang hamba sahaya yang beriman serta membayar diat yang diserahkan kepada keluarganya (si terbunuh itu), kecuali jika mereka (keluarga terbunuh) bersedekah ”
• Tidak ada dosa waris ” dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain.”
• ” Dan barangsiapa yang membunuh seorang mu’min dengan sengaja, maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya.”
• Oleh karena itu kita harus teliti dalam mengambil tindakan.
Surat Al Baqarah Ayat 178 – 179 (QS 2 : 178 – 179)
Surat An Nisaa’ Ayat 92 (QS 4 : 92)
Surat Al An’aam Ayat 164 (QS 6 : 164)
Surat An Nisaa’ Ayat 93 (QS 4 : 93)
Surat An Nisaa’ Ayat 94 (QS 4 : 94)
C. HUDUD
Yaitu hukuman-hukuman tertentu yang diwajibkan atas orang yang melanggar larangan-larangan yang tertentu, sepert zina, menuduh berzina, minum minuman keras, mencuri, merampok.
1. Zina
Zina adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.
• Barangsiapa yang melakukan ziana akan mendapat pembalasan dari dosanya.
• Janganlah memaksa wanita untuk melakukan pelacuran karena mencari keuntungan duniawi.
• Orang merdeka (perawan & bujang) yang berzina dihukum dera 100 kali, yang disaksikan sekumpulan orang beriman.
Surat Al Israa’ Ayat 32 (QS 17 : 32)
Surat Al Furqaan Ayat 68 – 70 (QS 25 : 68 – 70)
Surat An Nuur Ayat 33 (QS 24 : 33)
Surat An Nuur Ayat 1 -2 (QS 24 : 1 – 2)
Surat An Nuur Ayat 25 (QS 24 : 25)
2. Menuduh Zina
• Hukuman orang yang menuduh orang lain berzina adalah 80 kali dera, jika tidak mendatangkan empat saksi : atau dengan jalan Li’an. (lihat hal. )
• Kisah tuduhan yang bohong terhadap Aisyah ra. Ummul Mukminun, Isteri Nabi.
• Persaksian dengan saksi yang adil.
Surat An Nuur Ayat (QS 24 : 4 – 5)
Surat An Nuur Ayat (QS 24 : 6 – 10)
Surat An Nuur Ayat (QS 24 : 11 – 23)
Surat An Nuur Ayat 25 (QS 24 : 25)
Surat Ath Thalaaq Ayat 2 (QS 65 : 2)
3. Mencuri & Merampok
Surat Ayat (QS 5 : 33 – 34)
Surat Ayat (QS 5 : 38 : 39)
4. Meminum Minuman Keras / Khamar
Lihat Buku IV : Berkaca diri Hal.
Hadist HR. Muslim :
”Bahwasannya Rasulullah SAW. telah mendera orang yang meminum-minuman keras, dengan dua pelepah tamar, 40 kali ”

D. JIHAD DAN QITAL
Jihad berarti berusaha dengan sungguh-sungguh untuk menegakkan syariat Islam; sedangkan qital berarti peperangan, yang merupakan bagian dari jihad.

1. Jiwa Jihad
” Rasul dan orang-orang yang beriman bersama dia, mereka berjihad dengan harta dan diri mereka. Dan mereka itulah orang-orang yang memperoleh kebaikan; dan mereka itulah (pula) orang-orang yang beruntung. Allah telah menyediakan bagi mereka syurga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar ”
Surat Al Baqarah Ayat 218 (QS 2 : 218)
Surat Al Baqarah Ayat 244 (QS 2 : 244)
Surat Al Maaidah Ayat 35 (QS 5 : 35)
Surat At Taubah Ayat 24 (QS 9 : 24)
Surat At Taubah Ayat 87 – 89 (QS 9 : 87 – 89)
Surat Ash Shaaf Ayat 10 – 13 (QS 61 : 10 – 13)

2. Semangat Jihad
” Hai Nabi, kobarkanlah semangat para mu’min itu untuk berperang. Jika ada dua puluh orang yang sabar di antara kamu, niscaya mereka dapat mengalahkan dua ratus orang musuh. Dan jika ada seratus orang (yang sabar) di antaramu, mereka dapat mengalahkan seribu daripada orang-orang kafir, disebabkan orang-orang kafir itu kaum yang tidak mengerti. ”
Surat At Taubah Ayat (QS 9 : 38 – 43)
Surat Al Baqarah Ayat 216 (QS 2 : 216)
Surat An Nisaa’ Ayat 84 (QS 4 : 84)
Surat Al Anfaal Ayat 65 – 66 (QS 8 : 65 – 66)
Surat Al ’Ankabuut Ayat 6 (QS 29 : 6)

3. Hukum Jihad
Berjihad hukumnya fardhu áin bila bertemu dan berhadapan dengan pasukan musuh, bila Imam (pemimpin) memerintahkan untuk pergi berperang, dan atau bila kaum kafir telah datang di negeri Islam untuk menyebarkan fitnah yang membahayakan kedudukan Islam di negeri itu.
Surat Al Anfaal Ayat 15 (QS 8 : 15)
Surat Al Anfaal Ayat 45 (QS 8 : 45)
Surat At Taubah Ayat 38 (QS 9 : 38)
Surat Al Anfaal Ayat 30 – 39 (QS 8 : 30 – 39)
Surat Al Baqarah Ayat 191 – 193 (QS 2 : 191 – 193)

4. Uzur / Halangan Untuk Berjihad
• Beberapa uzur atau halangan yang dibenarkan oleh syariat untuk tidak ikut berjihad/berperang tercantum dalam ayat-ayat di bawah ini.
• Surat 9 ayat 122 – 123, ayat ini bukan menunjukkan uzur untuk tidak berperang., tetapi memang harus ada diantara orang-orang beriman yang tidak ikut berperang untuk menuntut ilmu, berjihad ke dalam diri kaum mukmini sendiri.
Surat At Taubah Ayat 90 – 96 (QS 9 : 90 – 96)
Surat Al Fath Ayat 17 (QS 48 : 17)
Surat At Taubah Ayat 122- 123 (QS 9 : 122 – 123)

5. Waspada Terhadap Musuh
• Jangan terpedaya oleh kebebasan orang kafir dalam negeri dan hendaklah selalu siap siaga untuk memerangi orang-orang kafir, dengan segala kekuatan/kemampuan yang ada.
• Mereka harus kita oerangi jika mereka memerangi kita, waspadalah usahanya sangatlah halus.
Surat Ali ’Imran Ayat 196 – 200 (QS 3 : 196 – 200)
Surat At Taubah Ayat 29 (QS 9 : 29)
Surat Al Anfaal Ayat 60 (QS 8 : 60)
Surat Al Baqarah Ayat 190 – 193 (QS 2 : 190 – 193)

6. Peraturan Perang
• Kita boleh memerangi jika diperangi; adil terhadap orang yang tidak memerangi.
• Siap siaga untuk maju berkelompok, dalam barisan yang teratur, seperti bangunan kokoh; teliti terhadap yang akan dibunuh, orang yang beriman jangan dibunuh.
• Janganlah berhati lemah, hendaklah berteguh hati dan jangan berbantahan sesama teman, yang akan menyebabkan perpecahan.
• Jangan mundur kecuali untuk bersiasatsaja, bukan lari darinya.
• Kita lumpuhkan dulu kekuatan musuh, setelah itu barulah menawan sisa-sisa musuh yang masih tertinggal.
Surat Al Hajj Ayat 39 (QS 22 : 39)
Surat Al Anaam Ayat 7 – 9 (QS 6 : 7 – 9)
Surat An Nisaa’ Ayat 71 (QS 4 : 71)
Surat Ash Shaaf Ayat 4 (QS 61 : 4)
Surat An Nisaa’ Ayat 94 (QS 4 : 94)
Surat An Nisaa’ Ayat 104 (QS 4 : 104)
Surat Al Anfaal Ayat 45 – 47 (QS 8 : 45 – 47)
Surat Al Anfaal Ayat 15 – 19 (QS 8 : 15 – 19)
Surat Al Anfaal Ayat 67 (QS 8 : 67)

7. Cinta Terhadap Perdamaian
• Dalam peperangan kaum mukminin dilarang mengajak damai lebih dahulu; tetapi jika pihak musuh condong kepada perdamaian (menyetujui perdamaian itu);
• Kita dilarang memerangi kaum yang sudah ada perjanjian damai dengan mereka,
• Jika suatu golongan mengkhianati perjanjiannya, hendaklah dikembalikannya dengan baik;
• Orang Islam bebas dari tanggung jawab terhadap perjanjian dengan kaum musyrikin, apabila orang musryik itu tidak memegang perjanjian damai, inilah sebab-sebab dibatalkannya perjanjian.
Surat Muhammad Ayat 31 – 35 (QS 47 : 31 – 35)
Surat Al Anfaal Ayat 61- -64 (QS 8 : 61 – 64)
Surat An Nisaa’ Ayat 88 – 91 (QS 4 : 88 – 91)
Surat Al Anfaal Ayat 58 – 60 (QS 8 : 58 – 60)
Surat At Taubah Ayat 1 – 6 (QS 9 : 1 – 6)
Surat At Taubah Ayat 7 – 15 (QS 9 : 7 – 15)

8. Bulan-Bulan Haram
• Allah mengharamkan berperang pada bulan haram yaitu Muharam, Rajab, Zulhijah dan Zulkaidah (Empat bulan)
• Berperang pada bulan itu dosa besar, maka jangan melanggar kehormatan bulan itu.
• Mengundur-undurkan bulan haram itu dengan bulan yang lain adalah haram juga hukumnya (berdosa).
• Tetapi bila diserang pada bulan itu, maka wajib memberikan serangan balasan, sebab berlaku pula hukum qishash, Allah-lah yang menjadikan bulan-bulan haram itu.
Surat At Taubah Ayat 36 (QS 9 : 36)
Surat Al Baqarah Ayat 217 (QS 2 : 217)
Surat Al Maaidah Ayat 2 (QS 5 : 2)
Surat At Taubah Ayat 37 (QS 9 : 37)
Surat Al Baqarah Ayat 194 (QS 2 : 194)
Surat Al Maaidah Ayat 97 (QS 5 : 97)
9. Perlengkapan / Kekuatan Perang
• Allah bersumpah dengan sesuatu yang berlari kencang pada peperangan (kuda atau senjata-senjata lain yang sangat potensial waktu itu).
• Besi (senjata & peralatan perang), ingatlah Nabi Daud membuat baju perang dari besi (sekarang dapat berbentuk kendaraan tank).
• Dan mempersiapkan segal kekuatan yang disanggupi dan memohon bantuan dari Allah yang manusia tidak mengetahui.
Surat Al ’Aadiyaat Ayat 1 – 5 (QS 100 : 1 – 5)
Surat Al Hadiid Ayat 25 (QS 57 : 25)
Surat Al Anbiyaa’ Ayat 80 (QS 21 : 80)
Surat Al Anfaal Ayat 60 (QS 8 : 60)

10. Ghanimah Dan Fa’i
Ghanimah adalah harta yang diperoleh dari orang-orang kafir dengan melalui pertempuran, sedang yang diperoleh tidak dengan pertempuran dinamai fa’i.
• Pembagian ghanimah telah diatur oleh Allah dan rasul-Nya, yang tertera dalam ayat-ayat di bawah ini.
• Ghanimah termasuk makanan yang halal, ayat-ayat di bawah juga menjelaskan cara pembagian fa’i dan manfaat-manfaatnya.
Surat Al Anfaal Ayat 1 (QS 8 : 1)
Surat Al Anfaal Ayat 41 (QS 8 : 41)
Surat Al Anfaal Ayat 69 (QS 8 : 69)
Surat Al Hasyr Ayat 6 – 8 (QS 59 : 6 – 8)

11. Tawanan Perang
• Menawan musuh setelah mengalahkan mereka, boleh membebaskan atau menerima tebusan dari mereka hingga perang berhenti
• Jangan menawan sebelum melumpuhkan kekutannya sebab hanya ingin mencari keuntungan duniawi semata; berdakwahlah kepada para tawanan.
Surat Muhammad Ayat 1 – 4 (QS 47 : 1 – 4)
Surat Al Anfaal Ayat 67 – 69 (QS 8 : 67 – 69)
Surat Al Anfaal Ayat 70 – 71 (QS 8 : 70 – 71)

12. Syuhada’
• Allah membeli diri dan harta orang yang berperang dijalan –Nya dengan surga.
• Pahala yang besar bagi orang yang ikut berperang; baik mereka itu menang maupun kalah, baik membunuh atau terbunuh.
• Orang yang gugur itu hidup di alam lain dengan penuh kenikmatan yang menggirangkan hati; dan mereka termasuk golongan orang-orang yang dianugerahi nikmat Allah.
Surat At Taubah Ayat 111 (QS 9 : 111)
Surat Al Ahzab Ayat 23 (QS 33 : 23)
Surat An Nisaa’ Ayat 74 (QS 4 : 74)
Surat Al Baqarah Ayat 154 (QS 2 : 154)
Surat Ali ’Imraan Ayat 169 – 172 (QS 3 : 169 – 172)
Surat An Nisaa’ Ayat 69 (QS 4 : 69)

13. Shalat Dalam Peperangan
Dalam keadaan bagaimanpun manusia wajib melaksanakan shalat; adapun cara-cara melaksanakan shalat pada waktu perang dijelaskan dalam ayat-ayat berikut :
Surat An Nisaa’ Ayat 101 – 104 (QS 4 : 101 – 104)

14. Keengganan Berperang
Ada sebagian orang yang apabila diperintah untuk berperang/berjihad merasa enggan, tidak mau berangkat. Jika pihak mukmin menang mereka iri dan mengatakan jika mereka ikut tentu akan mendapat kemenangan besar. Dan apabila mukmin mendapat kekalahan dia senang, dan tidak sedih sedikitpun
Surat An Nisaa’ Ayat 72 – 74 (QS 4 : 72 – 74)
Surat An Nisaa’ Ayat 75 – 76 (QS 4 : 75 – 76)
Surat At Taubah Ayat 38 – 52 (QS 9 : 38 – 52)
Surat At Taubah Ayat 56 – 57 (QS 9 : 56 – 57)
Surat At Taubah Ayat 81 – 83 (QS 9 : 81 – 83)
Surat At Taubah Ayat 86 – 87 (QS 9 : 86 – 87)
Surat Al Ahzab Ayat 13 – 20 (QS 33 : 13 – 20)
Surat Al Fath Ayat 11 – 16 (QS 48 : 11 – 16)
15. Masa Kejayaan & Kehancuran Umat
Surat Ali ’Imran Ayat 140 – 141 (QS 3 : 140 – 141)
16. Kisah Perang & Perdamaian
a). Perang Badar (tahun 2 H)
• Kaum Muslimin menerima perintah untuk berperang melawan orang-orang kafir., dan Allah melimpahkan rahmat-Nya kepada kaum muslimin, dan melunakkan tipu daya orang-orang kafir.
• Allah memberikan bantuan kepada kaum muslimin berupa hujan, perasaan mengantuk, dan para malaikat untuk meneguhkan pendirian kaum muslimin.
• Dan akhir peperangan ini di pihak kaum musliminlah yang mendapat kemenangan.
Surat Al Anfaal Ayat 5 – 6 (QS 8 : 5 – 6)
Surat Al Anfaal Ayat 42 – 44 (QS 8 : 42 – 44)
Surat Ali ’Imran Ayat 13 (QS 3 : 13)
Surat Al Anfaal Ayat 7 – 14 (QS 8 : 7 – 14)
Surat Ali ’Imran Ayat 123 – 129 (QS 3 : 123 – 129)
b). Kisah Perang Uhud (tahun 3 H)
• Allah mengingatkan kaum muslimin pada saat perang Uhud atas bantuan yang diberikan Allah pada perang Badar, oleh karenanya diharapkan kaum muslimin bersabar.
• Allah memperingatkan kaum muslimin untuk tidak mendustakan Rasul-Nya.
• Allah pun memerintahkan kepada kaum muslimin untuk selalu waspada terhadap orang kafir.
• Karena orang muslimin berselis pendapat tentang urusan perang dan tidak mau menurut perintah Nabi dan ada sebagian yang hanya menginginkan harta rampasan, maka Allah belum mengizinkan kaum muslimin menang dalam perang.
• Allah mengingatkan Nabi untuk memaafkan kaum muslimin dan memohon ampun, bermusyawarah dalam urusan perang tersebut.
• Allah memberikan penghargaan terhadap kaum muslimin yang ikut berperang dalam peperangan ”Badar Kecil ” yang terjadi setelah perang Uhud, sekitar tahun 4 Hijrah.
Surat Ali Imraan Ayat 121 – 129 (QS 3 : 121 – 129)
Surat Ali Imraan Ayat 137 – 148 (QS 3 : 137 – 148)
Surat Ali Imraan Ayat 149 – 151 (QS 3 : 149 – 151)
Surat Ali Imraan Ayat 152 – 155 (QS 3 : 152 – 155)
Surat Ali Imraan Ayat 159 – 164 (QS 3 : 159 – 164)
Surat Ali Imraan Ayat 169 – 175 (QS 3 : 169 – 175)
e). Pengusiran Terhadap Orang Yahudi Bani Qaninuqa dan Bani Nadir
• Tujuan orang Yahudi ingin mengembalikan orang-orang mukminin menjadi kafir;
• Orang Yahudi Bani Nadhir ingin membunuh Nabi Muhammad SAW, tetapi ketahuan. Akhirnya Bni Nadhir pun diusir oleh kaum muslimin dari Madinah.
• Orang munafik tidak menepati janjinya, yakni mereka tidak ikut pergi bersama orang Bani Nadhir setelah mereka diusir dari Madinah.
• Pengusiran terhadap Bani Nadhir itu (pada tahun 4 H) seperti pengusiran yang pernah dilakukan terhadap Bani Qainuqa (pada tahu 2 H).
Surat Al Baqarah Ayat 109 (QS 2 : 109)
Surat Al Maaidah Ayat 11 (QS 5 : 11)
Surat Al Hasyr Ayat 1 – 5 (QS 59 : 1 – 5)
Surat Al Hasyr Ayat 11 – 14 (QS 59 : 11 – 14)
Surat Al Hasyr Ayat 15 – 19 (QS 59 : 15 – 19)
f). Perang Ahzab / Perang Khandaq (tahu 5 tahun)
• Bantuan Allah kepada kaum muslimin pada perang Ahzb berupa angin dan tentara malaikat.
• Pada perang Ahzab itu pun banyak orang munafik yang enggan ikut maju kemedan laga.
• Saat perang itu pun pihak mukmin menyaksikan tanda-tanda kemenangan yang dijanjikan oleh Allah
Surat Al Ahzab Ayat 9 – 12 (QS 33 : 9 – 12)
Surat Al Ahzab Ayat 13 – 21 (QS 33 : 13 – 21)
Surat Al Ahzab Ayat 22 – 25 (QS 33 : 22 – 25)
g). Perang Dengan Bani Quraizhah (tahun 5 tahun)
• Allah memerintahkan kaum mukminin untuk menghancurkan Bani Quraizhah dan menghalau mereka dari benteng-benteng mereka, kemudian seluruh lelaki yang ikut berperang dibunuh, perempuan dan anak-anak ditawan.
• Allah mewariskan peninggalan mereka kepada kaum muslimin.
Surat Al Ahzab Ayat 26 (QS 33 : 26)
Surat Al Ahzab Ayat 27 (QS 33 : 27)
h). Bai’aturridhwan & Perjanjian Hudaibiyyah (tahun 6 H)
• Kabar gembira kepada Nabi dan kaum muslimin tentang perdamaian Hudabaiyyah yang merupakan kemenangan besar bagi kaum muslimin, ampunan, pertolongan, dan keteguhan iman serta surga.
• Terjadinya Bai’turridhwan (janji setia) orang mukmin terhadap Nabi untuk menyerang kafir Quraisy, setelah mendengar berita bahwa Ustman yang diutus Nabi (untuk menyampaikan berita kedatangan kaum muslimin ke Makkah dalam rangka ber-umrah) ditangkap dan tersiar berita telah dibunuh.
• Bai’turridhwan ini menggetarkan orang musryik Wuraisy sehingga dilepaskannya Ustman, dan terjadilah perjanjian damai yang diberi nama/terkenal dengan nama ”Shulhul Hudaibiyyah ”.
• Sangatlah tercela orang-orang yang tidak ikut ke Hudaibiyyah, mereka adalah orang-orang munafik.
• Allah meridhai Bai’turridhwan orang-orang mukmin dan menjadikan kemenangan kepada kaum muslimin.
• Kebenaran mimpi Nabi memasuki kota Makkah dengan aaman terbuktillah.
Surat Al Fath Ayat 1 – 7 (QS 48 : 1 – 7)
Surat Al Fath Ayat 8 – 10 (QS 48 : 8 – 10)
Surat Al Fath Ayat 11 – 17 (QS 48 : 11 – 17)
Surat Al Fath Ayat 18 – 26 (QS 48 : 18 – 26)
Surat Al Fath Ayat 27 (QS 48 : 27)
i). Perang Hunaian (tahun 8 H)
• Allah memberikan bantuan kepada kaum muslimin dan menimpakan bencana kepada orang-orang kafir dan dipihak umat Islamlah kemenangan perang.
Surat At Taubah Ayat 25 – 29 (QS 9 : 25 – 29)

j). Perang Tabuk (tahun 9 H)
• Perintah Allah untuk berjihad/berperang dalam perang Tabuk kepada orang-orang yang beriman. Namun banyak pula orang-orang munafik yang enggan untuk ikut berperang, dengan bermacam-macam alasan untuk mendustakan Rasul dan melemahkan keimanan kaum muslimin.
• Kebakhilan, sifat dan sikap orang-orang munafik tampak dalam pembagian sadaqah dan zakat.
• Bermacam-macam ejekan dan tuduhan orang munafik terhadap Nabi, dan mereka itu diancam Allah dengan adzab-Nya.
• Allah menganjurkan kepada orang-orang mukmin untuk menjadi penolong abntara sesama mukmin, dan balasan baginya adalah Surga ’Adn.
• Perintah Allah agar umat Islam bersikap tegas terhadap orang kafir dan orang munafik.
• Janji orang munafik tidak dapat dipercaya sama sekali.
• Dosa kemunafikan itu tidak akan diampuni, maka jangan memintakan ampun.
Surat At Taubah Ayat 38 – 41 (QS 9 : 38 – 41)
Surat At Taubah Ayat 42 – 47 (QS 9 : 42 – 47)
Surat At Taubah Ayat 48 – 52 (QS 9 : 48 – 52)
Surat At Taubah Ayat 53 – 61 (QS 9 : 53 – 61)
Surat At Taubah Ayat 61 – 70 (QS 9 : 62 – 70)
Surat At Taubah Ayat 71 – 72 (QS 9 : 71 – 72)
Surat At Taubah Ayat 73 – 74 (QS 9 : 73 – 74)
Surat At Taubah Ayat 75 – 78 (QS 9 : 75 – 78)
Surat At Taubah Ayat 79 – 80 (QS 9 : 79 – 80)
Surat At Taubah Ayat 81 – 83 (QS 9 : 81 – 83)
Surat At Taubah Ayat 84 (QS 9 : 84)

BUKU VI
MENGENAL HIDUP

BUKU VI
MENGENAL HIDUP

TUGAS HIDUP
PEKERJAAN POKOK DALAM HIDUP

BAB – VIII
MENATA DAN MEMELIHARA
PERDAMAIAN DUNIA

BAB – IX
MEMETIK HIKMAH & PELAJARAN
DARI KEHIDUPAN
PARA NABI & RASUL
BAB – VIII
MENATA & MEMELIHARA
PERDAMAIAN DUNIA

Hubungan Antar Suku & Antar Bangsa
A. Gambaran Suasana Negara Yang Tidak Menganut Aturan Allah
Surat Al Baqarah Ayat 83 – 86 (QS 2 : 83 – 86)

B. Allah Menjadikan Manusia Di Bumi Ini Berlainan Bahasa Dan Warna Kulitnya.
Surat Ar Ruum Ayat 22 (QS 30 : 22)

C. Dan Dari Hamba-Hamba Allah Yang Berlainan Itu, Hanya Ulama (yang berilmulah) Yang Takut Kepada Allah.
Surat Faathir Ayat 28 (QS 35 : 28)

D. Dijadikan Manusia Bersuku-suku Dan Berbangsa-bangsa Agar Saling Mengenal. Dan Orang Yang Paling Mulia Diantara Semua Manusia Di Sisi Allah Hanya Orang Yang Bertaqwa.
Surat Al Hujuraat Ayat 13 (QS 49 : 13)

BAB – IX
MEMETIK HIKMAH & PELAJARAN
DARI KEHIDUPAN
PARA NABI & RASUL
A. NABI, RASUL DAN TUGASNYA
1. Nabi & Rasul Adalah Manusia Biasa
 Rasul itu manusia biasa; mereka makan juga berjalan seperti kita
Surat Al Furqaan Ayat 20 (QS 25 : 20)
Surat Al Mu’minuun Ayat 51 (QS 23 : 51)
 Allah tidak mengutus seorang Rasul kepada suatu kaum, melainkan dia itu seorang laki-laki yang diberi wahyu-Nya (jadi tidak ada seorang rasul wanita)
Surat Yusuf Ayat 109 (QS 12 : 109)
Surat An Nahl Ayat 43 (QS 16 : 43)
Surat Al Anbiyaa’ Ayat 7 (QS 21 : 7)
 Rasul juga tidak bukan dari golongan Malaikat, agar dapat dicontoh oleh manusia dengan tidak mengemukakan banyak alasan.
Surat Al Israa’ Ayat 94 – 95 (QS 17 : 94 – 95)

2. Kisah Nabi Ada Yang Diceritakan & Ada Pula Yang Tidak Diceritakan Dalam Al Qur’an
 Diantara yang diceritakan adalah ke dua puluh lima orang Rasul yang telah kita ketahui namanya.
Surat Al Mu’min Ayat 78 (QS 40 : 78)
Surat an Nisaa Ayat 164 (QS 4 : 164)
Surat Shaad Ayat 48 (QS 38 : 48)
 Diantara para Rasul tersebut dilebihkan sebagian dengan sebagian yang lainnya.
Surat Al Baqarah Ayat 253 (QS 2 : 253)
Surat Al Israa’ Ayat 55 (QS 17 : 55)

3. Nabi & Rasul Berasal Dari Kalangan Kaumnya
 Para Rasul adalah dari kalangan kaumnya, tetapi masih juga didustakan; mereka merasa heran dengan datangnya rasul tersebut. Padahal rasul menggunakan bahasa yang dipergunakan oleh kaumnya.
 Tiap umat mempunyai rasul, pembawa peringatan diantaranya :
• Nabi Nuh dari dan untuk umatnya
• Nabi Huud dari dan untuk kaum ’Aad
• Nabi Shaleh dari dan untuk kaum Tsamud
• Nabi Syuaib dari dan untuk kaum Mad-yan
• Nabi Luth dari dan untuk kaum Sodom
• Nabi Musa dari dan untuk kaum Yahudi
• Nabi Isa dari dan untuk Bani Israil, bukan untuk kaum yang lainnya
• Nabi Muhammad dari Arab untuk semua manusia tak terkecuali setelah kenabiannya.
Surat An Nahl Ayat 113 (QS 16 : 113)
Surat Shaad Ayat 4 – 5 (QS 38 : 4 – 5)
Surat Ibrahim Ayat 4 (QS 14 : 4)
Surat Yunus Ayat 47 (QS 10 : 47)
Surat Faathir Ayat 24 (QS 35 : 24)
Surat Al A’raaf Ayat 59 (QS 7 : 59)
Surat Al A’raaf Ayat 65 (QS 7 : 65)
Surat Al A’raaf Ayat 73 (QS 7 : 73)
Surat Al A’raaf Ayat 85 (QS 7 : 85)
Surat Al A’raaf Ayat 80 (QS 7 : 80)
Surat Ibrahim Ayat 5 (QS 14 : 5)
Surat Ali ’Imran Ayat 48 – 49 (QS 3 : 48 – 49)
Surat Saba’ Ayat 28 (QS 34 : 28)

4. Tugas Nabi & Rasul
 Tugas Nabi & Rasul adalah hanya memberi peringatan kaumnya untuk diajak ke jalan yang benar, tidak dapat memaksa atau mendatangkan petunjuk untuk beriman, karena tidak ada seorangpun beriman kecuali dengan izin Allah.
Surat Al An’aam Ayat 48 (QS 6 : 48)
Surat Ar Ra’d Ayat 7 (QS 13 : 7)
Surat Ar Ra’d Ayat 40 (QS 13 : 40)
Surat An Nahl Ayat 35 (QS 16 : 35)
Surat An Nahl Ayat 82 (QS 16 : 82)
Surat Al Hajj Ayat 49 (QS 22 : 49)
Surat Al Furqaan Ayat 51 (QS 25 : 51)
Surat An Nuur Ayat 54 (QS 24 : 54)
Surat Saba’ Ayat 28 (QS 34 : 28)
Surat Yaa siin Ayat 11 (QS 36 : 11)
Surat Asy Syuura Ayat 48 (QS 42 : 48)
Surat Al Fath Ayat 8 (QS 48 : 8)
Surat Al Jin Ayat 23 (QS 72 : 23)
Surat Al Ghaasyiyah Ayat 21 – 22 (QS 88 : 21 – 22)
5. Semua Rasul Membawa Ajaran Tauhid
 Semua Rasul mengajak kaumnya untuk menyembah Allah saja. Neraka jahanam bagi yang mengatakan dirinya Ilah selain Allah, atau menyekutukan Allah.
 Semua Nabi membawa ajaran yang satu yaitu Tahuid.
 Manusia dahulu adalah umat yang satu, kemudia berselisih dalam agama. Padahla Nabi/Rasul tidak mengajarkan kemusyrikan kepada kaumnya.
Surat An Nahl Ayat 36 (QS 16 : 36)
Surat Al Anbiyaa’ Ayat 29 (QS 21 : 29)
Surat Al Mu’minuun Ayat 52 (QS 23 : 52)
Surat Al Anbiyaa’ Ayat 25 (QS 21 : 25)
Surat Yunus Ayat 19 (QS 10 : 19)
Surat Az Zukhruf Ayat 45 (QS 43 : 45)
Surat Al Qashash Ayat 88 (QS 28 : 88)

6. Ujian Perjuangan Para Rasul
 Tak seorangpun dari para Rasul yang diutus oleh Allah, melainkan mereka diejek, dicaci maki, dicela, diolok-olok, didustakan, bahkan mereka tersebut sampai mengatakan bahwa para Rasul itu adalah orang yang gila, tetapi penentang-penentang para rasul itu semuanya hancur binasa dan penyesalan bagi mereka di akhirat kelak.
Surat Al Hijr Ayat 11 (QS 15 : 11)
Surat Al Kahfi Ayat 56 (QS 18 : 56)
Surat Al Anbiyaa’ Ayat 41 (QS 21 : 41)
Surat Ayat 6 – 7 (QS 43 : 6 – 7)
Surat Adz Dzaariyaat Ayat 52 (QS 51 : 52)
Surat Ar Ra’d Ayat 32 (QS 13 : 32)
Surat Yaa siin Ayat 30 (QS 36 : 30)

7. Adzab Allah Bagi Yang Mendustakan Rasul
 ” Kami tidaklah mengutus seseorang nabipun kepada sesuatu negeri, (lalu penduduknya mendustakan nabi itu), melainkan Kami timpakan kepada penduduknya kesempitan dan penderitaan supaya mereka tunduk dengan merendahkan diri.”
 ” Tak ada suatu negeripun (yang durhaka penduduknya), melainkan Kami membinasakannya sebelum hari kiamat atau Kami azab (penduduknya) dengan azab yang sangat keras. Yang demikian itu telah tertulis di dalam kitab (Lauh Mahfuzh).”
Surat Al A’raaf Ayat 36 (QS 7 : 36)
Surat Al A’raaf Ayat 41 (QS 7 : 41)
Surat Al A’raaf Ayat 94 – 95 (QS 7 : 94 – 95)
Surat Al An’aam Ayat 10 – 11 (QS 6 : 10 – 11)
Surat Al Israa’ Ayat 58 (QS 17 : 58)
Surat Asy Syuuraa Ayat 208 – 209 (QS 26 : 208 – 209)

8. Kaum Mutraffin (Orang Yang Hidup Mewah) Yang Mendustakan Rasul
Surat Az Zukhruf Ayat 23 – 25 (QS 43 : 23 – 25)
Surat Al Muzzammil Ayat 11 (QS 73 : 11)
Surat Saba ’Ayat 34 – 35 (QS 34 : 34 – 35)
Surat Al Israa’ Ayat 16 (QS 17 : 16)
Surat Yaa siin Ayat 14 – 15 (QS 36 : 14 – 15)

9. Peringatan Hanya Bermanfaat Bagi Yang Beriman
Surat Yusuf Ayat 2 (QS 10 : 2)
Surat Ayat 8 – 10 (QS 65 : 8 – 10)
Surat Al A’laa Ayat 8 – 11 (QS 87 : 8 – 11)
Surat Al A’raaf Ayat 187 (QS 7 : 187)
Surat Ar Ra’d Ayat 19 (QS 13 : 19)
Surat An Nahl Ayat 89 (QS 16 : 89)
Surat Yaa siin Ayat 11 (QS 36 : 11)

10. Allah Pasti Menolong Rasul & Pengikutnya
Surat An Nahl Ayat 63 (QS 16 : 63)
Surat Yusuf Ayat 110 (QS 12 : 110)
Surat Al An’aam Ayat 34 (QS 6 : 34)
Surat Al Mu’min Ayat 51 (QS 40 : 51)
Surat An Nisaa’ Ayat 151 (QS 4 : 151)

B. KISAH PARA NABI
1. Nabi Adam AS
a). Adam AS dan Pembakangan Iblis
 Allah menciptakan Adam dan mengajarinya dengan ilmu pengetahuan
 Iblis membangkang perintah Allah untuk menghormat kepada Adam ciptaan-Nya
 Iblis dikeluarkan dari surga, dan minta diberi hidup hingga hari kiamat
 Adam dan Hawa dalam surga, dan Allah memberinya satu larangan
 Iblis menggoda keduanya hingga mereka mengikuti bujuk rayunya
 Keduanya menyesal dan bertaubat. Allah menerima taubatnya dan memberi petunjuk dan memimpinnya
 Kemudian Allah menurunkan mereka berdua dari surga dan diperingatkan agar senantiasa mengikuti petunjuk-Nya dalam mengarungi hidup.
Surat Al Baqarah Ayat 30 – 34 (QS 2 : 30 -34)
Surat Al A’raaf Ayat 11 – 18 (QS 7 : 11 – 18)
Surat Al Israa’ Ayat 61 – 65 (QS 17 : 61 – 65)
Surat Thaahaa Ayat 115 – 120 (QS 20 : 115 – 120)
Surat Al a’raaf Ayat 19 – 25 (QS 7 : 19 – 25)
Surat Thaahaa Ayat 121 – 127 (QS 20 : 121 – 127)
Surat Al Baqarah Ayat 35 – 39 (QS 2 : 35 – 39)
b). Habil & Qabil
 Habil dibunuh oleh Qabil saudaranya sendiri yang mempunyai watak yang kurang baik. Kemudian dikuburkan oleh Qabil setelah melihat peristiwa dan pelajaran yang diberikan oleh burung gagak.
Surat Al Maaidah Ayat 27 – 30 (QS 5 : 27 – 30)
Surat Al Maaidah Ayat 31 – 32 (QS 5 : 31 – 32)
2. Nabi Idris AS
 Sesungguhnya nabi Idris adalah seorang yang membenarkan
 Dan dia adalah seorang Nabi; juga orang yang saleh.
Surat Maryam Ayat 56 – 57 (QS 19 : 56 – 57)
Surat Al Anbiyaa’ Ayat 85 – 86 (QS 21 : 85 – 86)
3. Nabi Nuh AS
• Seruan Nabi Nuh Kepada Umatnya
 Nabi Nuh menyeru dan mengajak kaumnya untuk menyembah Allah, tetapi kaumnya senantiasa mendustakannya, membantah seruan dan nasihat nabi Nuh.
 Mereka berkata bahwa jika Allah menghendaki akan mengutus malaikat sebagai rasul untuk kaum tersebut, dan dengan beberapa alasan yang lain
 Nabi Nuh diancam akan dirajam jika tidak mau berhenti dakwah
 Nabi Nuh mengadu kepada Allah tentang keingkaran kaumnya itu. Pengaduan nabi Nuh didengar Allah, dan doanyapun dikabulkan
Surat Al A’raaf Ayat 59 – 63 (QS 7 : 59 – 63)
Surat Yunus Ayat 71 – 72 (QS 10 : 71 – 72)
Surat Huud Ayat 25 – 35 (QS 11 : 25 – 35)
Surat Al Mu’minuun Ayat 23 – 25 (QS 23 : 23 – 25)
Surat Asy Syu’araa’ Ayat 105 – 116 (QS 26 : 105 – 116)
Surat Nuh Ayat 5 – 28 (QS 71 : 5 – 28)
b). Nabi Nuh Menerima Wahyu Membuat Kapal
 Nabi Nuh memohon agar orang-orang kafir dimusnahkan dari muka bumi; dan mohon agar orang-orang beriman bersamanya diselamatkandari azab
 Nabi Nuh menerima wahyu untuk membuat kapal yang besar; banyak cacian dan berbagai macam olok-olokan dari kaumnya
 Nabi Nuh menerima wahyu untuk memuatkan binatang-binatang secara berpasangan di atas kapal yang dibuat.
 Dari langit turun hujan dan bumipun memancarkan air dari perutnya; nabi Nuh berlayar bersama kaumnya yang beriman, dan memanggil-manggil anaknya yang tak beriman
 Allah menyelamatkan nabi Nuh dan para pengikutnya.
Surat Nuh Ayat 25 – 28 (QS 71 : 25 – 28)
Surat Asy Syu’araa’ Ayat 117 – 122 (QS 26 : 117 – 122)
Surat Huud Ayat 37 (QS 11 : 37)
Surat Al Mu’minuun Ayat 26 – 31 (QS 23 : 26 – 31)
Surat Al Qamar Ayat 11 – 15 (QS 54 : 11 – 15)
Surat Huud Ayat 40 – 41 (QS 11 : 40 – 41)
Surat Ash Shaaffaat Ayat 78 – 82 (QS 37 : 78 – 82)
c). Kehancuran Kaum Nuh AS
 Allah meneggelamkan orang-orang yang tak beriman itu dalam banjir bah yang melanda seluruh negeri; Demikian itulah kaum yang mendustakan Allah dan Rasul-Nya
 Kejadian itu dapat diambil sebagai pelajaran bagi yang hidup dikemudian hari; sesungguhnya nabi Nuh tinggal bersama kaumnya selama 960 tahun lamanya.
Surat Al A’raaf Ayat 64 (QS 7 : 64)
Surat Yunus Ayat 73 – 74 (QS 10 : 73 – 74)
Surat Furqaan Ayat 37 (QS 25 : 37)
Surat Al ’Ankabuut Ayat 14 – 15 (QS 29 : 14 – 15)

4. Nabi Huud AS
a). Seruan Nabi Huud Kepada Kaumnya
 Nabi Huud menyeru kepada kaumnya untuk menyembah Allah, bukan yang lain
 Nabi Huud menyeru kepada kaumnya untuk bertaubat atas segala kesalahannya, tetapi mereka tetap menentangmya dan mendustakan adanya hari akhir/kebangkitan, mereka itu kaum yang kejam dan bengis.
Surat Al A’raaf Ayat 65 – 71 (QS 7 : 65 – 71)
Surat Huud Ayat 50 – 57 (QS 11 : 50 – 57)
Surat Asy Syu’araa’ Ayat 123 – 140 (QS 26 : 123 – 140)
b). Kehancuran Kaum ’Aad
 Kaum ’Aad (kaumnya nabi Huud) diazab Allah dengan suara yang mengguntur keras; suara itu berasal dari awan yang membawa angin dingin dan sangat kencang
 Hari itulah hari naas yang berjalan terus menerus tak henti-hentinya selama 7 malam dan 8 hari.
Surat Al Mu’minuun Ayat 39 – 42 (QS 23 : 39 – 42)
Surat Al Ahqaaf Ayat 24 (QS 46 : 24)
Surat Al Qamar Ayat 18 – 21 (QS 54 : 18 – 21)
Surat Al Haaqqah Ayat 6 – 8 (QS 69 : 6 – 8)
Surat Adz Dzaariyaat Ayat 41 – 42 (QS 51 : 41 – 42)
Surat Al Fajr Ayat 6 – 8 (QS 89 : 6 – 8)
Surat Huud Ayat 58 – 60 (QS 11 : 58 – 60)
Surat Al A’raaf Ayat 72 (QS 7 : 72)

5. Nabi Shaleh AS
a. Seruan Nabi Shaleh Kepada Umatnya
 Nabi Shaleh menyeru kepada kaumnya untuk menyembah Allah
 Nabi Shaleh melarang kaumnya untuk membunuh unta betina dari Allah yang hidup di negerinya; tetapi mereka mendustakan Rasul-Nya dan membunuh unta tersebut tanpa pikir panjang
 Sebenarnya unta tersebut sebagai mu’jizat dan cobaan bagi mereka; tetapi mereka kaum yang melampui batas dan mendustakan rasul yang menyerunya kepada jalan yang benar
 Nabi Shaleh menyuruh kaumnya untuk meminta ampunkepada Allah; tetapi mereka malah membuat makar (rencana yang jahat).
Surat Al A’raaf Ayat 73 – 77 (QS 7 : 73 – 77)
Surat Huud Ayat 61 – 65 (QS 11 : 61 – 65)
Surat Asy Syu’araa’ Ayat 141 – 159 (QS 26 : 141 – 159)
Surat Al Qamar Ayat 27 – 30 (QS 54 : 27 – 30)
Surat Asy Syams Ayat 11 – 14 (QS 91 : 11 – 14)
Surat An Naml Ayat 45 – 50 (QS 27 : 45 – 50)
b. Kehancuran Kaum Tsamud
 Kaum Tsamud (kaumnya nabi Shaleh) dibinasakan oleh Allah dengan kejadian yang luar biasa yaitu sambaran petir yang menghinakan
 Suara yang mengguntur yang telah dijanjikan 3 hari sebelumnya; maka jadilah mereka seperti rumput-rumput kering
 Seperti itulah akibat orang-orang yang membuat makar; dan Allah pun menyelamatkan nabi Shaleh beserta orang-orang yang beriamn.
Surat Al Haaqqah Ayat 4 – 5 (QS 69 : 4 – 5)
Surat Adz`Dzaariyaat Ayat 43 – 46 (QS 51 : 43 – 46)
Surat Huud Ayat 66 – 68 (QS 11 : 66 – 68)
Surat Al Qamar Ayat 31 (QS 54 : 31)
Surat An Naml Ayat 51 – 53 (QS 27 : 51 – 53)
Surat Al A’raaf Ayat 78 – 79 (QS 7 : 78 – 79)
6. Nabi Luth AS
a). Seruan Nabi Luth Kepada Kaumnya
 Nabi Luth melarang kaumnya melakukan faahisyah yang termasuk perbuatan keji, yaitu mengadakan hubungan antara kaum lelaki dengan kaum lelaki
 Hal tersebut belum pernah dilakukan umat-umat sebelumnya, tetapi mereka mendustakan Rasul-Nya bahkan ingin mengusir nabi Luth
 Nabi Luth kedatangan Malaikat yang menjelma sebagai pemuda rupawan, untuk menyampaikan wahyu Allah bahwa mereka akan ditumpas habis di waktu subuh
 Kaum nabi Luth berdatangan untuk meminta nabi Luth menyerahkan tamunya yang rupawan itu, maka Allah membutakan mata mereka dan keesokan harinya mereka ditimpa azab.
Surat Al A’raaf Ayat 80 – 83 (QS 7 : 80 – 83)
Surat An Naml Ayat 54 – 56 (QS 27 : 54 – 56)
Surat Al ’Ankabuut Ayat 28 – 29 (QS 29 : 28 – 29)
Surat Asy Syu’araa’ Ayat 160 – 168 (QS 26 : 160 – 168)
Surat Huud Ayat 77 – 81 (QS 11 : 77 – 81)
Surat Al Hijr Ayat 61 – 66 (QS 15 : 61 – 66)
Surat Al Hijr Ayat 67 – 72 (QS 15 : 67 – 72)
Surat Al Qamar Ayat 37 – 39 (QS 54 : 37 – 39)
b). Kehancuran Kaum Sadom
 Malaikat yang bertamu itu sebelumnya juga bertamu kepada nabi Ibrahim untuk mengabarkan akan kehancuran penduduk Sodom (kaum nabi Luth)
 Nabi Luth berdoa agar diselamatkan dari akibat perbuatan kaumnya yang menjijikkan itu, maka nabi Luth berserta pengikutnya diselamtakan oleh Allah, kecuali isterinya
 Kaum nabi Luth diazab dengan hujan batu yang dibawa oleh angin
 Akibat dibaliknya tanah oleh Allah, batu yang terdiri dari tanah terbakar itu menghujaninya; kaum nabi Luth tersebut dibinasakan dengan suara mengguntur sebelum matahari terbit, dan bekas-bekas kota yang runtuh itu dilalui penduduk Makkah pada pagi hari.
Surat Al ’Ankabuut Ayat 31 – 35 (QS 29 : 31 – 35)
Surat Asy Syu’araa’ Ayat 169 – 175 (QS 26 : 169 – 175)
Surat Al Israa’ Ayat 83 – 84 (QS 7 : 83 – 84)
Surat Al Anbiyaa’ Ayat 74 – 75 (QS 21 : 74 – 75)
Surat An Naml Ayat 57 – 58 (QS 27 : 57 – 58)
Surat Al Qamar Ayat 33 – 35 (QS 54 : 33 – 35)
Surat Huud Ayat 82 – 83 (QS 11 : 82 – 83)
Surat Al Hijr Ayat 73 – 76 (QS 15 : 73 – 76)
Surat Ash Shaaffat Ayat 34 (QS 37 : 34 )
Surat Ash Shaaffat Ayat 138 (QS 37 : 138)

7. Nabi Ibrahim AS
a). Seruan/dakwah Nabi Ibrahim AS
 Nabi Nuh berupaya agar bapaknya dan kaumnya tidak menyembah berhala dan agar menyembah Allah Rabb semesta alam saja
 Dan (Ibrahim) menjadikan kalimat tauhid itu kalimat yang kekal pada turunannya supaya mereka kembali kepada kalimat tauhid itu.
Surat Al An’aam Ayat 79 – 83 (QS 6 : 79 – 83)
Surat Maryam Ayat 42 – 47 (QS 19 : 42 – 47)
Surat Asy Syu’araa’ Ayat 69 – 82 (QS 26 : 69 – 82)
Surat Az `Zukhruf Ayat 26 – 30 (QS 43 : 26 – 30)
b). Nabi Ibrahim AS Dibakar Setelah Menghancurkan Berhala
 Nabi Ibrahim berdebat dengan Namrudz tentang yang menghancurkan semua berhala kecuali yang paling besar
 Banyak cara yang digunakan nabi Ibrahim untuk menjawab semua pertanyaan orang kafir setelah dia menghancurkan berhala-berhala
 Namrudz menghukum nabi Ibrahim dengan dibakar, namun Allah menyelamtakan nabi Ibrahim dengan mewahyukan kepada api agar menjadi dingin
 Nabi Ibrahim selamat dan akhirnya pindah ke Syam atas perintah Allah SWT.
Surat Al Anbiyaa’ Ayat 51 – 67 (QS 21 : 51 – 67)
Surat Ash Shaaffat Ayat 83 – 99 (QS 37 : 83 – 99)
Surat Al ’Ankabuut Ayat 16 – 24 (QS 29 : 16 – 24)
Surat Al Anbiyaa’ Ayat 68 – 70 (QS 21 : 68 – 70)
Surat Al ’Ankabuut Ayat 25 – 27 (QS 29 : 25 – 27)
c). Beberapa Doa Nabi Ibrahim AS
 Doa nabi Ibrahim untuk anak cucunya dan umatnya hingg akhir zaman
 Doa nabi Ibrahim untuk orang-orang mukmin agar diampuni dosanya di hari terjadinya hisab
 Doa nabi Ibrahim untuk dirinya dan keluarganya agar dijadikan buah bibir yang baik bagi bagi umat yang kemudian
 Doa nabi Ibrahim agar tidak dijadikan sasaran fitnah orang-orang kafir.
Surat Al Baqaraah Ayat 126 – 129 (QS 2 : 126 – 129)
Surat Ibrahim Ayat 35 – 41 (QS 14 : 35 – 41)
Surat Asy Syu’araa’ Ayat 83 – 104 (QS 26 : 83 – 104)
8. Nabi Ishaq AS & Nabi Ya’qub AS
a). Kelahiran Ishaq Dan Ya’qub
 Nabi Ibrahim berpisah dengan bapaknya setelah berbeda pendapat tentang keyakinan (aqidah)
 Nabi Ibrahim dan isterinya kedatangan seorang tamu yang membawa kabar gembira tentang kelahiran Ishaq, yang kemudian disusul dengan Ya’qub (putera Ishaq)
 Isteri nabi Ibrahim merasa heran karena dirinya sudah sangat tua lagi pula seorang wanita yang mandu
 Tamu itu seorang Malaikat yang juga akan pergi ke nabi Luth untuk memberitahukan kehancuran kaum nabi Luth AS.
Surat Maryam Ayat 44 – 49 (QS 19 : 44 – 49)
Surat Huud Ayat 69 – 76 (QS 11 : 69 – 76)
Surat Al Hijr Ayat 51 – 56 (QS 15 : 51 – 56)
Surat Adz Dzaariyaat Ayat 24 – 30 (QS 51 : 24 – 30)
Surat Al Hjir Ayat 57 – 60 (QS 15 : 57 – 60)
b). Kenabian Ishaq Dan Ya’qub
 ”Dan Kami anugrahkan kepada Ibrahim, Ishak dan Ya`qub, dan Kami jadikan kenabian dan Al Kitab pada keturunannya, dan Kami berikan kepadanya balasannya di dunia; dan sesungguhnya dia di akhirat, benar-benar termasuk orang-orang yang saleh.”(QS 29 : 27)
Surat Ash Shaaffat Ayat 112 – 113 (QS 37 : 112 – 113)
Surat Al ’Ankabuut Ayat 27 (QS 29 : 27)
Surat Al Anbiyaa’ Ayat 72 – 73 (QS 21 : 72 – 73)
Surat Shaad Ayat 47 – 48 (QS 38 : 47 – 48)

9. Nabi Ismail AS
 Kisah penyembelian nabi Ismail oleh nabi Ibrahim ayahnya, atas perintah Allah Rabb semesta alam sebagai ujian bagi mereka
 Nabi Ibrahim dan nabi Ismail membangun Ka’bah, dan Masjidil haram yang merupakan tempat ibadah yang tertua.
Surat Ash Shaaffat Ayat 100 – 110 (QS 37 : 100 – 110)
Surat Al Baqarah Ayat 124 – 126 (QS 2 : 124 – 126)
Surat Ali ’Imraan Ayat 96 – 97 (QS 3 : 96 – 97)

10. Nabi Yusuf AS
 Nabi Yusuf bermimpi melihat 11 bintang, matahari dan bulan; dan Allah mengajarinya sebagian tabir mimpi
 Nabi Yusuf dibawa oleh saudara-saudaranya dan dimasukkan ke dasar sumur, akhirnya dipungut oleh seorang musafir,
 Saudara-saudara nabi Yusuf datang kepada ayahnya (nabi Ya’qub) dan berkata bahwa nabi Yusuf dimakan serigala dengan membawa bukti baju gamisnya yang berlumuran darah palsu
 Nabi Yusuf dijual, dipelihara, dan digoda Zulaikha, isteri Raja Mesir yang membelinya, tapi akhirnya nabi Yusf-lah yang dipenjara
 Dalam penjara Nabi Yusuf-pun berdakwah kepada teman-temanya yang ada di penjara itu
 Nabi Yusuf mena’birkan mimpi Raja, setalah mena’birkan mimpi temanya sebelumnya
 Akhirnya Nabi Yusuf dibebaskan dari penjara dan diangkat menjadi bendaharawan negara Mesir
 Allah mempertemukan Nabi Yusuf dengan saudara-saudaranya, dan orang tuanya mengadukan kesedihannya kepada Allah maka akhirnya Nabi Yusuf dipertemukan oleh Allah dengan kedua orang tuanya yang sudah tua di negeri Mesir
 Doa nabi Yusuf : ” Ya Tuhan …wafatkanlah aku dalam keadaan Islam dan gabungkanlah aku dengan orang-orang yang saleh. ”
Surat Yusuf Ayat 4 – 6 (QS 12 : 4 – 6)
Surat Yusuf Ayat 7 – 19 (QS 12 : 7 – 19)
Surat Yusuf Ayat 20 – 29 (QS 12 : 20 – 29)
Surat Yusuf Ayat 33 (QS 12 : 33)
Surat Yusuf Ayat 37 – 42 (QS 12 : 37 – 42)
Surat Yusuf Ayat 46 – 49 (QS 12 : 46 – 49)
Surat Yusuf Ayat (QS 12 : 53 – 57)
Surat Yusuf Ayat 58 – 69 (QS 12 : 58 – 69)
Surat Yusuf Ayat 90 – 99 (QS 12 : 90 – 99)
Surat Yusuf Ayat 101 (QS 12 : 101)

11. Nabi Ayyub AS
 Nabi Ayyub diganggu syaitan dengan kepayahan dan siksaan
 Nabi Ayyub menerima wahyu dari Allah untuk kesembuhanya
 Allah menyembuhkan dan mengembalikan keluarganya kepadanya
 Nabi Ayyub melaksanakan janji untuk memukul isterinya dengan seikat rumput, dan dia termasuk orang yang sabar.
Surat Shaad Ayat 41 (QS 38 : 41)
Surat Shaad Ayat 43 (QS 38 : 43)
Surat Al ’Anbiyaa’Ayat 84 (QS 21 : 84)
Surat Shaad Ayat 44 (QS 38 : 44)

12. Nabi Syuaib AS
a. Seruan Nabi Syuaib Kepada Kaumnya
 Nabi Syuaib menyeru kepada kaumnya agar menyembah Allah Rabb semesta alam, dan agar menyempurnakan takaran dan timbangan; tetapi mereka mendustakan dan meminta agar didatangkan azab dari langit
Surat Al A’raaf Ayat 85 – 90 (QS 7 : 85 – 90)
Surat Huud Ayat 84 – 93 (QS 11 : 84 – 93)
Surat Asy Syu’araa’ Ayat 181 – 183 (QS 26 : 181 – 183)
Surat Asy Syu’araa’ Ayat 187 (QS 26 : 187)
Surat Asy Syu’araa’ Ayat 190 (QS 26 : 190)
b. Kehancuran Kaum Syu’aib, Penduduk Madyan
 Nabi Syuaib dan pengikutnya diselamtkan oleh Allah
 Orang yang zalim dibinasakan dengan suara guntur, pada hari mereka dinaungi awan; mereka ditimpa oleh gempa yang dasyat
 Nabi Syuaib dan beserta orang beriman meninggalkan orang-orang yang mendustakan peringatan sebelum datangnya azab itu
 Kota Sodom dan Aika di Madyan terletak pada jalan raya yang terang
Surat Huud Ayat 94 – 95 (QS 11 : 94 – 95)
Surat Asy Syu’araa’ Ayat 189 – 190 (QS 26 : 189 – 191)
Surat Al ’Ankabuut Ayat 36 – 37 (QS 29 : 36 – 37)
Surat Al A’raaf Ayat 91 – 93 (QS 7 : 91 – 93)
Surat Al Hijr Ayat 78 – 79 (QS 15 : 78 – 79)

13. Nabi Musa AS & Nabi Harun AS
a). Kelahiran Nabi Musa Sampai Diangkat Menjadi Rasul
 Nabi Musa dilahirkan ibunya, dihanyutkan di sungai Nil, dipelihar oleh isteri Fir’aun, hingga bertemu Nabi Syuaib dan anak-anaknya
 Nabi Musa menerima wahyu permulaan di lembah Thuwa
 Nabi Musa menerima 2 mu’jizat yaitu tongkat yang dapat berubah menjadi ular dan kepentingan lainnya (membelah laut, memukul batu dll) dan cahaya putih pada tangannya.
Surat Al Qashash Ayat 7 – 13 (QS 28 : 7 – 13)
Surat Al Qashash Ayat 23 – 28 (QS 28 : 23 – 28)
Surat Thaahaa Ayat 11 – 16 (QS 20 : 11 – 16)
Surat Al Qashash Ayat 31 – 32 (QS 28 : 31 – 32)
Surat Thaahaa Ayat 17 – 23 (QS 20 : 17 – 23)
b). Perintah Allah Kepada Nabi Musa dan Permohonan Nabi Musa Kepada Allah
 Nabi Musa mendapat wahyu yang berisi tugas untuk menyeru fir’aun
 Nabi Musa berdoa dan memohon agar Haru saudaranya dijadikan teman/pembantunya dalam dakwah, Allah mengabulkan permohonannya
 Keduanya berangkat menyeru Fir’aun yang mengangkat dirinya sebagai Rabb untuk disembah.
Surat Asy Syua’raa’ Ayat 10 – 11 (QS 26 : 10 – 11)
Surat Thaahaa Ayat 29 – 36 (QS 20 : 29 – 36)
Surat Al Qashash Ayat 34 – 35 (QS 28 : 34 – 35)
Surat Thaahaa Ayat 42 – 44 (QS 20 : 42 – 44)
Surat Al Qashash Ayat 38 (QS 28 : 38)
c). Musa & Harun Menyeru Fir’aun
 Diserunya Fir’aun dan pengikut setianya untuk mengakui dan taat kepada Allah Rabb Semesta Alam :
Surat Thaahaa Ayat 47 – 56 (QS 20 : 47 – 56)
Surat Asy Syu’araa ’ Ayat 15 – 17 (QS 26 : 15 – 17)
Surat Asy Syu’araa ’ Ayat 23 – 33 (QS 26 : 23 – 33)
Surat Al Qashash Ayat (QS 28 : 36 – 39)
Surat Al Mu’min Ayat 23 – 44 (QS 40 : 23 – 44)
 Nabi Musa menundukkan tukang sihir dengan mu’jizat Allah, akhirnya tukang sihir pun beriman dan mengikuti nabi Musa :
Surat Al A’raaf Ayat 125 -129 (QS 7 : 125 – 129)
Surat Thaahaa Ayat 58 – 60 (QS 20 : 58 – 60)
Surat Thaahaa Ayat 61 – 69 (QS 20 : 61 – 69)
Surat Thaahaa Ayat 70 – 76 (QS 20 : 70 – 76)
Surat Asy Syu’araa’ Ayat 36 – 51 (QS 26 : 36 – 51)
 Fir’aun dan pengikutnya mendustakan seruan nabi Musa, kendati telah diberi tangguh beberapa lamanya :
Surat Az Zukhruf Ayat 46 – 56 (QS 43 : 46 – 56)
Surat Yunus Ayat 83 – 89 (QS 10 : 83 – 89)
Surat Al A’raaf Ayat 133 – 135 (QS 7 : 133 – 135)
Surat Ad Dukhaan Ayat 17 – 32 (QS 44 : 17 – 32)
d). Fir’aun Tenggelam Dalam Laut.
 Nabi Musa pergi pada malam hari dari Mesir ke Palestina beserta pengikutnya, yang kemudian disusul oleh Fir’aun dan bala tentaranya pada waktu matahari terbit
 Nabi Musa membelah laut dengan tongkatnya untuk jalan, Fir’aun dan bala tentaranya mengejarnya namun tenggelam dalam laut tersebut
 Saat tenggelam itulah Fir’aun menyatakan keimanannya, tetapi pengakuan itu sudah terlambat
 Tubuh (raga) Fir’aun diselamatkan oleh Allah agar menjadi pelajaran bagi orang-orang yang kemudian
 Dalam kubur ditampakkan kepada Fir’aun neraka pada pagi dan petang
 Pada hari kiamat, dia berjalan di muka pengikutnya menuju neraka
 Dalam neraka mereka berbantahan untuk membela diri dan saling menyalahkan yang lainnya
 Negeri Syam dan negeri Mesir yang pernah dikuasai Fir’aun diwariskan kepada Bani Israil
Surat Asy Syu’araa’ Ayat 52 – 66 (QS 26 : 52 – 66)
Surat Thaahaa Ayat 77 – 79 (QS 20 : 77 – 79)
Surat Al Qashash Ayat 40 – 42 (QS 28 : 40 – 42)
Surat Yunus Ayat 90 – 91 (QS 10 : 90 – 91)
Surat Al A’raaf Ayat 136 (QS 7 : 136)
Surat Yunus Ayat 92 (QS 10 : 92)
Surat Al Mu’min Ayat 45 – 46 (QS 40 : 45 – 46)
Surat Huud Ayat 96 – 99 (QS 11 : 96 – 99)
Surat Al Mu’min Ayat 47 – 52 (QS 40 : 47 – 52)
Surat Al A’raaf Ayat 137 (QS 7 : 137)
Keterangan Tambahan :
 Ayat-ayat Al Qur’an yang lain yang berhubungan dengan kisah nabi Musa dan Fir’aun
Surat Ibrahim Ayat 5 – 7 (QS 14 : 5 – 7)
Surat Thaahaa Ayat (QS 20 : 80 – 82)
Surat Al Mu’minuun Ayat 45 – 48 (QS 23 : 45 – 48)
Surat Al Naml Ayat 7 – 14 (QS 27 : 7 – 14)
Surat An Naazi’aat Ayat 15 – 26 (QS 79 : 15 – 26)
 Fir’aun adalah gelar raja-raja Mesir pubakala. Menurut sejarah, Fir’aun pada zaman Nabi Musa itu adalah Menephthah yang hidup tahun 1232 – 1224 SM, dia anak Ramses

e). Kisah Pengkhinatan Samiri Dan Bani Israil
 Nabi Musa dan Bani Israil bermunajat di sebelah kanan gunung Sinai
 Nabi Musa menerima wahyu Taurat setelah 40 malam lamanya
 Kaum yang ditinggalkan nabi Musa dipimpin oleh nabi Hatun. Mereka disesatkan oleh Samiri, yang membuat patung anak lembu dari emas untuk disembah
 Nabi Musa kembali kepada kaumnya dengan hati yang marah. nabi Musa menegur dengan nabi Harun, dan nabi Harun-pun menjawab dan menjelaskan kepada nabi Musa
 Nabi Musa menghardik Samiri dan menyuruhnya pergi supaya Samiri hidup terpencil sendiri sebagai hukuman di dunia
 Nabi Musa memilih 70 orang untuk meminta taubat kepada-Nya
 Bani Israil diingatkan dengan ditunjuki nikmat-nikmat Allah yang telah diberikan kepadanya
 Tetapi mereka juga tetap tidak mau beriman dan bertaubat sebelum melihat Allah dengan mata kepalanya sendiri. Akhirnya Allah-pun membangkitkan mereka setelah mereka disambar petir karena permintaannya.
 Untuk menebus dosa dan kesalahannya maka Allah memerintahkan mereka untuk pergi ke Palestina (Baitul Maqdis)
 Tetapi mereka enggan dan banyak alasan hingga mereka disesatkan oleh Allah di padang Tiih selama 40 tahun
 Nabi Musa memohon air untuk kaumnya, dan diperintahkan untuk memukul batu maka keluarlah air dari dalam batu itu
 Nabi Musa memerintahkan kaumnya untuk tetap tinggal di Baitu Maqdis, tetapi mereka juga tidak sabar, hingga mereka melanggar peraturan hari peribadatan
Surat Thaahaa Ayat 80 – 81 (QS 20 : 80 – 81)
Surat Al A’raaf Ayat 142 (QS 7 : 142)
Surat Thaahaa Ayat 85 – 91 (QS 20 : 85 – 91)
Surat Al A’raaf Ayat 150 (QS 7 : 150)
Surat Thaahaa Ayat 92 – 94 (QS 20 : 92 – 94)
Surat Thaahaa Ayat 95 – 97 (QS 20 : 95 – 97)
Surat Al A’raaf Ayat 151 (QS 7 : 151)
Surat Al Baqarah Ayat 47 – 56 (QS 2 : 47 – 56)
Surat Al Baqarah Ayat 58 – 59 (QS 2 : 58 – 59)
Surat Al Maaidah Ayat 20 – 26 (QS 5 : 20 – 26)
Surat Al Baqarah Ayat 60 (QS 2 : 60)
Surat Al A’raaf Ayat 161 – 162 (QS 7 : 161 – 162)
Surat Al Baqarah Ayat 61 – 62 (QS 2 : 61 – 62)
f). Kisah Hari Sabtu
 Pelanggaran Bani Israil sewaktu memasuki Baitu Maqdis disusul dengan pelanggaran terhadap peraturan hari sabtu yang wajib dihormati sebagai hari peribadatan
 Karena sombong terhadap pelanggaran itulah maka Allah menjadikan mereka kera yang hina
 …Allah akan mengirim kepada mereka (orang-orang Yahudi) sampai hari kiamat orang-orang yang akan menimpakan kepada mereka azab yang seburuk-buruknya…
Surat Al Baqarah Ayat 63 – 64 (QS 2 : 63 – 64)
Surat Al A’raaf Ayat 161 – 163 (QS 7 : 161 – 163)
Surat An Nahl Ayat 124 (QS 16 : 124)
Surat Al Baqarah Ayat 65 – 66 (QS 2 : 65 – 66)
Surat Al A’raaf Ayat (QS 7 : 166 – 167)
g). Kisah Penyembelihan Sapi Betina
 Kisah yang menceritakan penyelesaian pertengkaran antara orang-orang Bani Israil, diantara mereka saling menuduh tentang siapa yang melakukan pembunuhan. Nabi Musa menyuruh mereka untuk menyembelih sapi betina, mereka hampir saja tidak melaksanakan karena sapi yang menurut syarat sulit diperoleh. Kemudia nabi Musa memukul mayat itu dengan sebagian anggota sapi betina itu maka Allah memperlihatkan tanda-tanda kekuasaan-Nya dengan menghidupkan kembali orang-orang yang telah mati, dan orang tersebut menerangkan siapa yang membunuh.
Surat Al Baqarah Ayat 67 – 74 (QS 2 : 67 – 74)

h). Kisah Musa Menuntut Ilmu Kepada Khidir
 Nabi Musa bertemu dengan Khidir untuk menuntut ilmu kepadanya
 Khidir menyuruh Nabi Musa bersabar dengan melarang untuk menayakan sesuatu sebelum sebelum diterangkan sendiri oleh Khidir
 Khidir melobangi perahu yang masih baik, Nabi Musa-pun bertanya kepada Khidir
 Khidir membunuh seorang anak, melihat itu Nabi Musa-pun bertanya kepada Khidir
 Khidir membetulkan dinding yang hampir roboh dari rumah penduduk yang dilalui, melihat itu Nabi Musa-pun bertanya kembali kepada Khidir
 Barulah Khidir menerangkan hikmah apa-apa yang dilakukannya itu. Karena nabi Musa tidak sabar maka merekapun berpisah.
Surat Al Kahfi Ayat 60 – 70 (QS 18 : 60 – 70)
Surat Al Kahfi Ayat 71 – 73 (QS 18 : 71 – 73)
Surat Al Kahfi Ayat 74 – 76 (QS 18 : 74 – 76)
Surat Al Kahfi Ayat 77 (QS 18 : 77)
Surat Al Kahfi Ayat 78 – 82 (QS 18 : 78 – 82)
i). Kisah Musa & Qarun
 Qarun adalah saudara sepupu Musa, anak pamannya dan Qarun juga dari Bani Israil.
 Karena banyak harta maka kunci-kunci gudangnya sangat berat untuk dipikul oleh sejumlah orang-orang kuat
 Qarun sombong, harta yang diperoleh itu karena ilmunya.
 Qarun keluar dengan satu iring-iringnan untuk memperlihatkan kemegahan kepada kaumnya (Bani Israil), sehingga banyak orang yang ingin seperti dia
 Maka Allah membenamkan Qarun beserta rumahnya ke dalam bumi, maka sadar orang-orang itu bahwa Allah-lah yang melapangkan dan menyempitkan rezki atas kehendak-Nya dan celakalah orang mengikari nikmat-Nya.
Surat Al Ánkabuut Ayat 39 (QS 29 : 39)
Surat Al Qashash Ayat 76 – 77 (QS 28 : 76 – 77)
Surat Ayat (QS 28 : 78 – 79)
Surat Ayat (QS 28 : 80 – 83)

14. Nabi Ilyasa’ & Nabi Dzulkifli AS
 Nabi Ilyasa’ dan masing-masing Nabi dilebihkan derajadnya di atas umatnya dimasanya
 Nabi Dzulkifli termasuk orang yang baik dan orang yang sabar
Surat Al An’aam Ayat 86 (QS 6 : 86)
Surat Shaad Ayat 48 (QS 38 : 48)
Surat Al Anbiyaa’ Ayat 85 (QS 21 : 85)

15. Nabi Daud AS
 Allah mengangkat Thalut menjadi raja; dengan tanda kembalinya Tabut kepada Bani Israil yang dibawa oleh Malaikat
 Thalut memimpin tentaranya untuk melawan jalut dan tentaranya. Bala tentara Thalut diuji dengan sebuah sungai yang diseberangi
 Tentara Thalut mengalahkan tentara jalut dengan izin-Nya, dan nabi Daud-lah yang membunuh Jalut
 Allah memberikan kepda nabi Daud pemerintahan dan hikmah (kenabian dan Kitab Zabur)
 Nabi Daud memutuskan perkara tentang adanya sekolompok kambing seseorang yang merusak tanaman dan lahan orang lai
 Allah mengajarkan nabi Daud membuat baju besi untuk keprluan perang
 Gunung-gunung dan burung-burungpun ditaklukan oleh allah untuk bertasbih bersama-sama dengan nabi Daud
 Cobaan Allah kepda nabi Daud untuk memutuskan perkara dengan adil, yaitu perkara seorang yang memilki 99 kambing dan seorang yang memiliki seekor kambing
Surat Al Baqarah Ayat 246 – 248 (QS 2 : 246 – 248)
Surat Ayat (QS 2 : 249)
Surat Al Baqarah Ayat 251 (QS 2 : 251)
Surat Al Baqarah Ayat 252 (QS 2 : 252)
Surat Al Anbiyaa’ Ayat 78 – 79 (QS 21 : 78 – 79)
Surat Al Anbiyaa’ Ayat 80 (QS 21 : 80)
Surat Saba’ Ayat 11 (QS 34 : 11)
Surat Saba’ Ayat 10 (QS 34 : 10)
Surat Shaad Ayat 17 (QS 38 : 17)
Surat Shaad Ayat 20 (QS 38 : 20)
Surat Al Hajj Ayat 22 – 28 (QS 38 : 22 – 28)

16. Nabi Sulaiman AS
 Allah menundukkan angin dan syaitan bagi nabi Sulaiman
 Perjalanan dengan angin di waktu sore sama dengan 1 bulan waktu yang diperlukan untuk menempuh perjalanan itu
 Orang-orang Yahudi menuduh nabi Sulaiman melakukan sihir
 Nabi Sulaiman mewarisi kerajaan nabi Daud, ayahnya
 Pembicaraan nabi Sulaiman dengan burung hud-hud yang telah dinanti kedatangannya, hud-hud menceritakan berita tentang negeri Saba yang disakasikan
 Nabi Sulaiman mengirim surat kepada Balqis, ratu negeri Saba yang kafir
 Ratu Balqis mengutus dutanya kepada nabi Sulaiman dengan membawa hadiah harta tapi ditolak oleh nabi Sulaiman
 Nabi Sulaiman memerintahkan membawa singgasana ratu Bilqis kepadanya sebelum kedatang ratu Bilqis; Jin ’Ifrit sanggup membawa singgasana itu sebelum nabi Sulaiman berdiri dari tempat dudukmu; dan orang berilmu sanggup membawa singgasana itu sebelum mata nabi Sulaiman berkedip
 Balqis keheranan dan masuk Islam
 Keingkaran kaum Saba’atas nikmat Allah yang diberikan kepadanya, sehingga azab Allah berupa banjir yang besar menimpanya
 Nabi Sulaiman mendapat cobaan dari Allah berupa kenikmatan dan sakit
 Tidak ada yang menujukkan kematian nabi Sulaiman kecuali rayap yang memakan tongkatnya. Jinpun tidak tahu tentang yang ghaib.
Surat Al Anbiyaa’ Ayat 81 – 82 (QS 21 : 81 – 82)
Surat Saba’ Ayat 12 – 13 (QS 34 : 12 – 13)
Surat Al Baqarah Ayat 102 (QS 2 : 102)
Surat An Naml Ayat 16 – 17 (QS 27 : 16 – 17)
Surat An Naml Ayat 20 – 26 (QS 27 : 20 – 26)
Surat An Naml Ayat 28 -31 (QS 27 : 28 – 31)
Surat An Naml Ayat 35 – 37 (QS 27 : 35 – 37)
Surat An Naml Ayat 38 – 40 (QS 27 : 38 – 40)
Surat An Naml Ayat 42 – 44 (QS 27 : 42 – 44)
Surat Saba’ Ayat 15 – 16 (QS 34 : 15 – 16)
Surat Shaad Ayat 34 – 39 (QS 38 : 34 – 39)
Surat Saba’ Ayat 14 (QS 34 : 14)

17. Nabi Ilyas AS
 Nabi Ilyas menyeru kaumnya yang menyembah Ba’l (berhala orang Phunicia) agar menyembah Allah Rabb semesta alam, tetapi mereka mendustakannya.Oleh karena itu mereka dibalasi neraka
 Nama Ilyas diabadikan di kalangan orang-orang kemudian dan dia adalah orang saleh
Surat Ash Shaaffaat Ayat 125 – 132 (QS 37 : 125 – 132)
Surat Al An’aam Ayat 85 (QS 6 : 85)

18. Nabi Yunus AS
 Nabi Yunus ditimpa azab setelah ditinggalkan nabi Yunus karena mereka mendustakan seruannya, kemudia dihilangkan azab itu stelah mereka sadar dan beriaman
 Nabi Yunus lari meninggalkan kaumnya (meninggalkan kewajibannya) dengan kapal yang penuh muatan
 Untuk mengurangi muatan kapal agar tidak tenggelam maka diundi, Nabi Yunus ikut berundi dan kalah sehingga diceburkan ke laut dan telan ikan besar
 Nabi Yunus menyeru Allah di dalam perut ikan itu, karena ia termasuk hamba yang banyak ingat kepada-Nya, maka Allah mengabulkan permohonannya
 Akhirnya nabi Yunus diselamatkan dan kemudian melanjutkan misi dakwahnya
 Kisah nabi Yunus dapat diambil hikmahnya, bersabarlah terhadap ketetapan Tuhanmu dan jangan berdo’a dalam keadaan marah.
Surat Yunus Ayat 98 – 103 (QS 10 : 98 – 103)
Surat Ash Shaaffaat Ayat 140 – 142 (QS 37 : 140 – 142)
Surat Al Anbiyaa’ Ayat 87 – 88 (QS 21 : 87 – 88)
Surat Ash Shaaffaat Ayat (QS 37 : 143 – 148)
Surat Al Qalam Ayat 48 – 50 (QS 68 : 48 – 50)

19. Nabi Zakaria AS & Nabi Yahya AS
 Nabi Zakaria berdoa agar dikaruniai anak sebagai penerus risalahnya, karena dia belum dianugerahi anak sedang usianya telah tua dan isterinya mandul
 Allah mendengarkan permohonnanya dan mengabulkan doanya dengan tanda yaitu nabi Zakaria tidak dapat bercakap-cakap dengan orang lain selama 3 malam padahal dia sehat
 Allah menggembirakannya dengan kelahiran seorang puteranya (Yahya), yang menjadi ikutan dan seorang Nabi.
Surat Maryam Ayat 2 – 8 (QS 19 : 2 – 8)
Surat Al Anbiyaa’ Ayat 89 – 90 (QS 21 : 89 – 90)
Surat Maryam Ayat 7 – 11 (QS 19 : 7 – 11)
Surat Ali ’Imran Ayat 38 – 41 (QS 3 : 38 – 41)
Surat Maryam Ayat 12 – 15 (QS 19 : 12 – 15)

20. Nabi Isa AS
a). Kelahiran Maryam Putri Imran
 Isteri `Imran bernazarkan kepada Allah, anak yang dalam kandungannya menjadi hamba yang saleh dan berkhidmat di Baitul Maqdis.
 Maka isteri `Imran melahirkan seorang anak perempuan dan menamai dia Maryam dan Allah menjadikan Zakariya pemeliharanya.
 Banyak orang yang ingin memelihara Maryam, putri Imran, sehingga terjadi sengketa dan akhirnya diundi.
 Jibril menyampaiakan berita dari Allah kepada Maryam tentang kesuciannya dan kelebihannya sebagai wanita. Maryam menerima berita tentang kehamilan dirinya
 Maryam adalah wanita yang menjaga kehormatan dirinya
Surat Ali ’Imran Ayat 35 – 37 (QS 3 : 35 – 37)
Surat Ali ’Imran Ayat 37 – 38 (QS 3 : 37 – 38)
Surat Ali ’Imran Ayat 44 (QS 3 : 44)
Surat Ali ’Imran Ayat 42 – 43 (QS 3 : 42 – 43)
Surat Maryam Ayat 16 – 21 (QS 19 : 16 – 21)
Surat At Tahrim Ayat 12 (QS 66 : 12)
b). Kelahiran Al Masih Isa Putra Maryam
 Malaikat menyampaikan berita dari Allah kepada Maryam tentang kelahiran seorang puteranya namanya Al Masih `Isa putera Maryam,
 Maryam heran bagaimana mungkin sednng ia belum pernah disentuh oleh seorang laki-lakipun. Apabila Allah berkehendak menetapkan sesuatu, maka Allah hanya cukup berkata kepadanya: “Jadilah”, lalu jadilah dia.
 Kemudian Maryam menyisihkan diri dengan kandungannya itu ke tempat yang jauh.
 Maryam merasa sakit dan sedih hati, ketika akan melahirkan anaknya ia bersandar pada pangkal pohon kurma di suatu tempat di Palestina
 Banyak tuduhan keji yang disampaikan kepada maryam, dengan kehendak Allah, Isa yang masih dalam buaian itu menjawab tuduhan itu sebagai pembelaan terhadap ibunya
 Kejadian nabi Isa dan kesucian Maryam adalah bukti kekuasaan-Nya.
Surat Ali ’Imran Ayat 45 – 48 (QS 3 : 45 – 48)
Surat Maryam Ayat 22 (QS 19 : 22)
Surat Maryam Ayat 23 – 26 (QS 19 : 23 – 26)
Surat Al Mu’minuun Ayat 50 (QS 23 : 50)
Surat Maryam Ayat 27 – 31 (QS 19 : 27 – 31)
Surat Al Anbiyaa’ Ayat 91 (QS 21 : 91)
c). Seruan Isa Kepada Kaumnya, Bani Israil
 Allah memberikan beberapa mu’jizat kepada nabi Isa dan ia membenarkan kitab-kitab sebelumnya serta memberi kabar gembira akan datangnya Rasul sesudahnya
 Isa adalah hamba Allah dan seorang Nabi untuk Bani Israil
 Kelbihan mu’jizat nabi Isa memperkuat kerasulannya dalam berdakwah menyampaikan kebenaran
 Nabi Isa tidak pernah mendakwahkan dirinya sebagai ilah selah Allah
 Nabi Isa menyaksikan pula saat-saat bani Israil mulai mendustakan dirinya, dan berusaha membunuhnya
 Nabi Isa tidak mati dibunuh dan tidak pula disalib. Yang mati dibunuh dan disalib adalah orang yang diserupakan dengannya. Banyak pelajaran yang dapat diambil hikmah dari kisah nabi Isa.
Surat Ali ’Imran Ayat 39 – 51 (QS 3 : 49 – 51)
Surat Ash Shaaf Ayat 6 (QS 61 : 6)
Surat Az Zukhruf Ayat 59 – 63 (QS 43 : 59 – 63)
Surat Al Maaidah Ayat 110 (QS 5 : 110)
Surat Al Maaidah Ayat 116 – 118 (QS 5 : 116 – 118)
Surat Ali ’Imran Ayat 52 – 54 (QS 3 : 52 – 54)
Surat An Nisaa’ Ayat 156 –159 (QS 4 : 156 – 159)
Surat Ali ’Imran Ayat 58 – 62 (QS 3 : 58 – 62)
 Pandangan Islam terhadap Trinitas
 Tidak ada seorang Nabi-pun yang menyuruh manusia menyembah dirinya
 Isa putra Maryam adalah hamba Allah, seorang Nabi untuk Bani Israil
 Allah bukanlah ”salah satu dari yang tiga”, yang biasa disebut trinitas. ”Sekali-kali tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Tuhan Yang Esa.”
 Isa dan Maryam bukan dua orang tuhan selain Allah
 Orang yahudi berkata : ” Uzair putera Allah ” dan orang Nasrani berkata : ” Al Masih putera Allah ”
 Sesungguhnya mereka hanya menurutkan perkataan orang kafir yang terdahulu dan kafirlah orang yang berkata seperti itu.
 Tidak layak bagi Rabb Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak
 Orang-orang Yahudi dan orang-orang Nasrani banyak yang berselih dan berbeda tentang Isa As.
Surat Ali ’Imran Ayat 79 – 80 (QS 3 : 79 – 80)
Surat Al Maaidah Ayat 73 (QS 5 : 73)
Surat Al Maaidah Ayat 116 – 117 (QS 5 : 116 – 117)
Surat At Taubah Ayat 30 – 32 (QS 9 : 30 – 32)
Surat Al Maaidah Ayat 17 – 18 (QS 5 : 17 – 18)
Surat Maryam Ayat 35 – 36 (QS 19 : 35 – 36)
Surat Maryam Ayat 37 (QS 19 : 37)

21. Nabi Muhammad SAW
(Diuraikan tersendiri dalam BUKU VII Bab IX)

22. Kisah-Kisah Yang Lain
a). Kisah Ashhabul Kahfi
 Beberapa pemuda yang mempunyai keteguhan iman menghadap Raja Dikyanus yang zalim dan sombong untuk menyampaikan kebenaran. Mereka mencari tempat berlindung ke dalam gua dan ditidurkan oleh Allah
 Mereka bingung dan saling bertanya berapa lama mereka tinggal di dalam gua
 Salah seorang dari mereka pergi ke kota untuk membeli makanan karena lapar. Dengan rahmat Allah, mereka dipertemukan dengan penguasa disebabkan mata uang yang mereka bawa untuk membeli makanan.
 Allah yang lebih tahu jumlah pemuda itu, mereka tidur di dalam gua selama 309 tahun qomariah
Surat Al Kahfi Ayat 9 – 14 (QS 18 : 9 – 14)
Surat Al Kahfi Ayat 16 – 21 (QS 18 : 16 – 21)
Surat Al Kahfi Ayat 22 – 26 (QS 18 : 22 – 26)
b). Kisah Dua Orang Yahudi
 Kisah ini menceritakan 2 orang yahudi, yang satu kafir dan yang lainnya mukmin/beriman. Kisah ini memberikan pelajaran agar manusia tidak tertipu dan terpedaya oleh kehidupan dunia yang gemerlapan.
Surat Al Kahfi Ayat 32 – 46 (QS 18 : 32 – 46)
c). Dzulqarnain Dengan Ya’juj dan Ma’juj
Ya’juj dan Ma’juj adalah dua bangsa yang membuat kerusakan di muka bumi, sebagai yang telah dilakukan oleh bangsa Tarta dan Mongol.
 Perjuangan hidup Dzulkarnain menjumpai bermacam-macam keadaan suatu bangsa
 Dzulkarnain mendirikan tembok Ya’juj dan Ma’juj sebagai batas dua negara
 Hancurnya tembok Ya’juj dan Ma’juj menunjukkan dekatnya hari kiamat
 Ya’juj dan Ma’juj akan hancur di hari hancurnya alam semesta nanti
Surat Al Kahfi Ayat 83 – 91 (QS 18 : 83 – 91)
Surat Al Kahfi Ayat 95 – 98 (QS 18 : 95 – 98)
Surat Al Anbiyaa’ Ayat 95 – 97 (QS 21 : 95 – 97)
Surat Al Kahfi Ayat 99 (QS 18 : 99)
d). Kisah Dari Bangsa Romawi
(Bangsa Romawi timur yang berpusat di Konstantinopel)
 Bangsa Romawi yang beragama Nasrani dikalahkan oleh bangsa Persia yang beragam Majusi antara tahun 614 – 615 M. Pada tahun 622 M bangsa Romawi menebus kekalahannya. Berita kemenangan ini telah diwahyukan sebelumnya kepada nabi Muhammad. Yang demikan itu membuktikan kebenaran Al Qur’an sebagai firman Allah dan kebenaran Muhammad sebagai Rasul-Nya.
Surat Ayat (QS 30 : 1 – 7)

e). Kisah Lukman
 Kisah ini memberikan pelajaran agar orang tua menasehati anaknya (seperti Luqman telah menasehati anaknya) yaitu untuk taat kepada Allah dengan mendirikan shalat, dan tidak menyekutukan-Nya, berbakti kepada orang tua, melaksanakan kewajiban dakwah, dan berbudi pekerti luhur di hadapan semua orang.
Surat Ayat (QS 31 : 12 – 13)
Surat Ayat (QS 31 : 14 – 19)
f). Kisah Pasukan Bergajah
 Pasukan gajah dipimpin oleh Abrahah, Gubernur Yaman, hendak menghancurkan Ka’bah, namun Allah tidak mengizinkan. Sebelum masuk kota Makkah, tentara tersebut diserang oleh burung-burung yang melemparinya dengan batu-batu kecil dari tanah yang terbakar hingga hancur seperti daun dimakan ulat.
Surat Ayat (QS 105 : 1 – 2)
Surat Ayat (QS 105 3 – 5)

C. PELAJARAN DARI KISAH PARA RASUL
1. Perhatikan Akibat Umat Yang Mendustakan Rasul
” Belumkah datang kepada mereka berita penting tentang orang-orang yang sebelum mereka, (yaitu) kaum Nuh, `Aad, Tsamud, kaum Ibrahim, penduduk Madyan, dan (penduduk) negeri-negeri yang telah musnah? Telah datang kepada mereka rasul-rasul dengan membawa keterangan yang nyata; maka Allah tidaklah sekali-kali menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.” (QS 9 : 70)
Surat Al Haaqqah Ayat 1 – 12 (QS 69 : 1 – 12)
Surat Qaaf Ayat 12 – 15 (QS 50 : 12 – 15)
Surat Shaad Ayat 12 – 16 (QS 38 : 12 – 16)
Surat Al Ankabuut Ayat 38 – 42 (QS 29 : 38 – 42)
Surat Al Hajj Ayat 46 (QS 22 : 46)
2. Pelajaran Yang Dapat Kita Ambil
” Dan semua kisah dari rasul-rasul Kami ceritakan kepadamu, ialah kisah-kisah yang dengannya Kami teguhkan hatimu; dan dalam surat ini telah datang kepadamu kebenaran serta pengajaran dan peringatan bagi orang-orang yang beriman. Dan katakanlah kepada orang-orang yang tidak beriman: “Berbuatlah menurut kemampuanmu; sesungguhnya kami-pun berbuat (pula).” Dan tunggulah (akibat perbuatanmu); sesungguhnya kamipun menunggu (pula).” (QS 11 : 120 – 122)
Surat At Taubah Ayat 70 (QS 9 : 70)
Surat Huud Ayat 100 – 104 (QS 11 : 100 – 104)
Surat Al Mu’miin Ayat 21 – 22 (QS 40 : 21 – 22)
Surat Al Mu’miin Ayat 82 – 85 (QS 40 : 82 – 85)
Surat Huud Ayat 120 -122 (QS 11 : 120 – 122)
3. Sangatlah Merugi Orang Yang Mendustakan Nabi Muhammad SAW Sebagai Nabi Terakhir
” Demikianlah Kami kisahkan kepadamu (Muhammad) sebagian kisah umat yang telah lalu, dan sesungguhnya telah Kami berikan kepadamu dari sisi Kami suatu peringatan (Al Qur’an). Barangsiapa berpaling daripada Al Qur’an maka sesungguhnya ia akan memikul dosa yang besar di hari kiamat,” (QS 29 : 99 – 100)
Surat Ayat (QS 20 : 99 – 104)
Surat Al Anbiyaa’ Ayat (QS 21 : 105 – 112)

BUKU VII
MENGENAL HIDUP

BUKU VII
MENGENAL HIDUP

TUGAS HIDUP
PEKERJAAN POKOK DALAM HIDUP

BAB – IX
MEMETIK HIKMAH & PELAJARAN
DARI KEHIDUPAN
PARA NABI & RASUL

D. NABI MUHAMMAD SAW

BAB – IX
MEMETIK HIKMAH & PELAJARAN
DARI KEHIDUPAN
PARA NABI & RASUL

A. NABI, RASUL DAN TUGASNYA
B. KISAH PARA NABI BUKU VI Bab IX
C. PELAJARAN DARI KISAH PARA RASUL
D. NABI MUHAMMAD SAW

1. Sejarah Ringkas Nabi Muhammad SAW
a). Kelahiran Nabi
Tanggal 20 April 571 M atau 12 Rabiulawwal tahun Gajah di kota Mekkah lahir seorang bayi baernama Muhammad.
Tujuh bulan sebelum Muhammad lahir, Abdullah bin Abdul Muthalib ayahnya meninggal dunia, jadi Muhammad adalah anak yatim.
b). Yang Merawat & Mengasuh Nabi
Sejak kecil/bayi Muhammmad dirawat oleh halimah Sa’diyah dari Bani Sa’ad kabilah Hawazin, tak jauh dari Mekkah.
Usia 5 tahun, beliau diantarkannya ke Mekkah kembali kepada Ibunya Siti Aminah binti Wahab.
c). Wafat Ibu & Kakek Nabi
Usia 6 tahun, berziarah ke makam Ayahnya di Madinah bersama Ibunya dan Ummu Aiman.
Sebulan kemudian Ibunya-pun wafat di Abwa, dalam perjalanan kembali ke Mekkah. Sejak itu Muhammad menjadi yatim piatu dan diasuh oleh Kakeknya.
Usia 8 tahun, Abdul Muthalib kakeknya wafat dan selanjutnya di bawah asuhan Abu Thalib pamannya.
d). Nabi Berdagang
Usia 12 tahun, beliau sudah ikut berdagang bersama pamannya ke Syam. Di Bushra, sebelum kota Syam mereka bertemu dengan pendeta yang beranama Bukhaira.
Usia 15 tahun, beliau sudah aktif membantu pamannya dalam peperangan suku Quraisy dan Kinanah melawan suku Qais ’Ailan, yaitu menyediakan keperluan peperangan.

e). Perkawinan Nabi
Umur 25 tahun, Muhammad dilamar oleh Khadijah, janda kaya raya yang berumur 40 tahun, yang sebelumnya telah mempercayainya untuk menjualkan barang dagangannya ke Syam, maka setelah itu pernikahanpun dilangsungkan.
f). Diangkat Menjadi Rasul
Usia 40 tahu, pada tanggal 17 Ramadhan atau 6 Agustus 610 M belaiu diangkat menjadi Rasul, ketika bertahannus di Gua Hira’yang terletak di Jabal Nur.
g). Hijrah Ke Habsyah
Usia 45, tahun ke lima dari masa kenabiannya, para sahabat hijrah ke Habsyah setelah mendapat bermacam-macam gangguan, penghinaan dan penyiksaan yang luar biasa.
h). Tahun Kesedihan (Aamul Huzni)
Usia 50 tahun, tahun ke 10 dari masa kenabiannya terjadilah tahun kesedian ” Aamul Huzni ”, yakni wafatnya Abu Thalib (Pamannya) dan Siti Khadijah (Isterinya). Abu Thalib sebagai perisai dan Khadijah sebagai motivator ekstrinsik dalam perjuangan.
i). Israa’ Mijra’
Tanggal 27 Rajab tahun ke 11 dari masa kenabiannya, beliau di-israa’ mi’raj –kan oleh Allah dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha di Palestina terus ke Sidratul Muntaha.
j). Hijrah Ke Yatsrib (Tahun Hijrah)
Tanggal 12 Rabiulawwal 1 H atau 24 September 622 M, Nabi Muhammad dan Abu Bakar memasuki kota Yatsrib, dan sejak itu kota Yatsrib berubah namanya menjadi Madinatun Nabiy, yang selanjutnya disebut Madinah.
k). Nabi Wafat
Tanggal 12 Rabiulawwal 11 H atau 8 Juni 632 M, Nabi Muhammad kembali kehadirat Allah dalam usia 63 tahun, dengan meninggalkan dua pusaka kepada seluruh umatnya :
” Kutinggalkan untukmu dua perkara, tidaklah kamu sesat selama-lamanya, selama kamu masih berpegang kepada keduanya, yaitu Kitabullah (Al Qur’an) dan Sunnah Rasul-Nya (Al Hadist) ”

2. Kerasulan Nabi Muhammad SAW

a). Berita Kelahiran Muhammad
 Janji para Nabi tentang kenabian Muhammad SAW
Surat Ali ’Imran Ayat 81 – 83 (QS 3 : 81 – 83)
 Kelahiran Nabi Muhammad diceritakan Musa AS kepada kaumnya, demikian pula diceritakan oleh Isa AS kepada pengikutnya, Bani Israil.
Surat Al A’raaf Ayat 157 – 158 (QS 7 : 157 – 158)
Surat Ash Shaff Ayat 6 (QS 61 : 6 )
 Orang Yahudi & Nasrani banyak yang mendustakan kenabian Muhammad.
Surat Al Maa-idah Ayat 18 – 19 (QS 5 : 18 – 19)
 Hanya sebagian kecil saja diantara mereka itu yang mengakui kenabian Muhammad dan masuk ke dalam agama Islam.
Surat Al An’aam Ayat 20 – 21 (QS 6 : 20 – 21)
 Allah memberikan petunjuk cara menghadapi orang Yahudi & Nasrani
Surat Al ’Ankabuut Ayat 46 – 57 (QS 29 : 46 – 57)
 Siksa Allah adalah balasan bagi orang yang senantiasa mendustakan kenabian Muhammad SAW.
Surat Ali ’Imran Ayat 184 – 186 (QS 3`: 184 – 186)

b). Muhammad Adalah Seperti Nabi Lainnya
 Muhammad adalah manusia biasa, seperti kita ( juga makan, minum, tidur dll.), beliau diberi wahyu oleh Allah.
Surat Al Furqaan Ayat 7 (QS 25 : 7)
Surat Al Kahfi Ayat 110 (QS 18 : 110)
 Bahkan beliau adalah Nabi yang Ummi (tidak tahu baca tulis)
Surat Al ’Ankabuut Ayat 48 – 49 (QS 29 : 48 – 49)
 Dan kalaupun Allah itu mengutus Nabi dari golongan Malaikat, maka selesailah segala urusan; Muhammad bukan Malaikat.
Surat Al An’aam Ayat 8 – 11 (QS 6 : 8 – 11)

c). Muhammad Adalah Nabi Terakhir
 Muhammad adalah Nabi yang terkhir dan telah berlalu beberapa Rasul sebelumnya.
Surat Al Ahzab Ayat 40 (QS 33 : 40)
Surat Ali ’Imran Ayat 144 (QS 3 : 144)
 Allah dan Malikat membaca shalawat untuk Nabi Muhammad, kitapun diharapkan demikian juga. (Nama ”Muhammad ” ditinggikan oleh Allah, digunakan secara bersama-sama dengan Nama ”Allah ” )
Surat Al Ahzab Ayat 56 – 57 (QS 33 : 56 – 57)

d). Muhammad Diutus Untuk Seluruh Umat Manusia
 Muhammad diutus untuk segenap manusia (walaupun belaiau dilahirkan di Arab & bebahasa Arab); untuk membawa rahmat bagi seluruh alam, termasuk alam jin, binatang dan tumbuhan, dan mengajarkan kepada manusia Al Kitab (Al Qur’an) dan hikmah.
Surat An Nisaa’ Ayat 97 (QS 4 : 79)
Surat Al Anbiyaa’ Ayat 107 – 109 (QS 21 : 107 – 109)
Surat Saba’ Ayat 28 (QS 34 : 28)
Surat Al Jumu’ah Ayat 2 – 4 (QS 62 : 2 – 4)

e). Muhammad Bertugas Menyampaikan Kebenaran
 Menyeru kepada manusia agar mengabdi kepada Allah SWT dan menjauhkan dari taghut.
Surat An Nahl Ayat 36 (QS 16 : 36)
 Menyeru kepada manusia kepada jalan yang lurus dan agar jangan mengikuti jalan-jalan lain yang dapat mencerai-beraikan mereka dari jalan-Nya.
Surat Al An’aam Ayat 153 (QS 6 : 153)
 Kewajiban Nabi Muhammad SAW hanyalah menyampaikan (amanat Allah) dengan terang, tidak dapat memberi taufik dan hidayah kepada seseorang sehingga dia beriman.
Surat An Nahl Ayat 82 (QS 16 : 82)
Surat Al Maa-idah Ayat 67 (QS 5 : 67)
Surat Ar Ra’d Ayat 7 (QS 13 : 7)
Surat Saba’ Ayat 46 – 49 (QS 34 : 46 – 49)
Surat Al Maa-idah Ayat 99 (QS 5 : 99)
 Allah mengutusmu Nabi Muhammad SAW dengan kebenaran; sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan
Surat Al Baqarah Ayat 119 (QS 2 : 119)
Surat Huud Ayat 2 – 3 (QS 11 : 2 – 3)
Surat Ar Ra’d Ayat 40 (QS 13 : 40)
Surat Al Furqaan Ayat 56 – 57 (QS 25 : 56 – 57)
Surat An Naml Ayat 92 (QS 27 : 92)
 Tugas para Nabi hanyalah memberi peringatan dan bukan mendatangkan iman, dan tidak juga memaksanya.
Surat Ali ’Imran Ayat 49 (QS 3 : 49)
Surat Shaad Ayat 65 – 70 (QS 38 : 65 – 70)
 Bermacam sikap manusia terhadap Nabi Muhammad SAW & Al Qur’an, diantara mereka ada yang beriman, ada juga yang kafir, ada yang munafik, ada juga yang fasik, ada juga yang yakin dan ada pula yang ragu-ragu.
Surat Yaa siin Ayat 1 – 6 (QS 36 : 1 – 6)
Surat Al Hajj Ayat 49 – 57 (QS 22 : 49 – 57)
Surat An Naml Ayat 76 – 81 (QS 27 : 76 – 81)

3. Beberapa Peristiwa Penting Pada Masa Nabi
a). Peristiwa Pada Masa Kelahiran Muhammad
 Hancurnya pasukan bergajah yang dipimpin Abrahah oleh karena itulah tahun itu disebut ”Tahun Gajah ”.
Surat Al Fiil Ayat 1 – 5 (QS 105 : 1 – 5)

b). Muhammad Bertahannus Dan Diangkat Menjadi Rasul
 Kebingungan untuk mendapat kebenaran yang tidak dapat dicapai oleh akal, lalu Allah menurunkan wahyu kepada Muhammad SAW.
Surat Adh Dhuhaa Ayat 7 (QS 93 : 7)
 Sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah Al Kitab (Al Qur’an) dan tidak pula mengetahui apakah iman itu, tetapi Kami menjadikan Al Qur’an itu cahaya.
Surat Asy Syuura Ayat 51 – 53 (QS 42 : 51 – 53)
 Diturunkan Al Qur’an pada tanggal 17 Ramadhan, malam kemuliaan.
Surat Al Baqarah Ayat 185 (QS 2 : 185)
Surat Al Qadr Ayat 1 (QS 97 : 1)
 Ayat-ayat yang menggambarkan suasana turunnya wahyu yang pertama
Surat An Najm Ayat 4 – 11 (QS 53 : 4 – 11)
 Surat yang turun pertama kali saat Nabi bertahannus di Goa Hira’.
Surat Al ’Alaq Ayat 1 – 5 (QS 96 : 1 – 5)
 Surat yang turun ke tiga kalinya, dengan isi pokok tugas yang harus diemban Nabi Muhammad SAW untuk menyampaikan risalah-Nya.
Surat Al Muddatstsir Ayat 1 – 7 (QS 74 : 1 – 7)

c). Peristiwa Isra’ Mi’raj
 Nabi di-israa’ mi’raj-kan Allah dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqshadi Palestina pada suatu malam, kemudian di-mi’raj-kan ke Sidratul Muntaha. Di sanalah Nabi Muhammad SAW menyaksikan Jibril dalam rupa aslinya yang kedua kalinya.
Surat Al Israa’ Ayat 1 (QS 17 : 1)
Surat An Najm Ayat 13 – 18 (QS 53 : 13 – 18)

d). Peristiwa Hijrah
1). Kewajiban Hijrah
 Orang yang berhijrah karena Allah sesudah mereka dianiaya, pasti Kami akan memberikan tempat yang bagus, rezki yang banyak, pahala akhirat dan ampunan, derajad yang lebih tinggi di sisi Allah dan surga yang penuh kenikmatan.
Surat An Nahl Ayat 41 (QS 16 : 41)
Surat An Nisaa’ Ayat 100 (QS 4 : 100)
Surat Ali ’Imran Ayat 195 (QS 3 : 195)
Surat At Taubah Ayat 20 – 22 (QS 9 : 20 – 22)
 Sesungguhnya orang yang mati dalam keadaan menganiaya diri sendiri / tidak mau berhijrah sesudah teraniaya, maka tempat mereka adalah dalam neraka jahanam; kecuali mereka yang tertindas dan tidak mampu berdaya upaya dan tidak mengetahui jalan untuk berhijrah.
Surat An Nisaa’ Ayat 97 (QS 4 : 97)
Surat An Nisaa’ Ayat (QS 4 : 98 – 99)

2). Hijrah Nabi Dari Makkah Ke Madinah
 Allah menggagalkan tipu daya orang kafir terhadap diri Nabi Muhammad SAW.
Surat Al Anfaal Ayat 30 (QS 8 : 30)
 Nabi Muhammad SAW dan Abu Bakar besembunyi dalam Goa di Bukit Tsur, dalam perjalan hijrahnya ke Madinah.
Surat At Taubah Ayat 40 (QS 9 : 40)

3). Allah Menolong Orang Yang Berhijrah
 Allah menolong orang-orang mu’min Mekkah yang berhijrah, berupa tempat di Madinah dan saudaranya kaum Anshar, dan diampuni dosa keduanya (Muhajirin & Anshar) jika benar-benar beriman kepada Allah.
Surat Al Anfaal Ayat 26 (QS 8 : 26)
Surat Al Hasyr Ayat 9 – 10 (QS 59 : 9 – 10)
Surat Al Anfaal Ayat 72 – 75 (QS 8 : 72 – 75)
 Orang-orang munafik berusaha memecah belah kaum Muhajirin & Anshar
Surat Al Munaafiquun Ayat 1 – 8 (QS 63 : 1 – 8)

e). Saat-saat Berakhirnya Perjuangan Nabi Muhammad SAW.
 Tahun 9 Hijrah, para utusan Kabilah Arab datang menghadap Nabi untuk menjadi pemeluk agama Islam, dan Nabi diminta memohonkan ampunan untuk mereka.
Surat Ayat (QS 110 : 1 – 3)
 Allah menyatakan kesempurnaan Islam kepada Nabi Muhammad SAW ketika beliau berhaji Wada’ (haji penghabisan) pada tahun 10 H, dan tiga bulan sesudahnya pada tanggal 12 Rabiulawwal tahun 11 H beliau wafat.
Surat Al Maa-idah Ayat 3 (QS 5 : 3)
NABI
Kisah 25 Nabi Yang Diceritakan Dalam Al Qur’an

Ulul-‘Azmi : Nuh, Ibrahim, Musa, Isa & Muhammad (NIMIM)
Mereka disebut Ulul-‘Azmi karena mempunyai kemauan yang kuat, menghadapi cobaan berat dan berjuang secara gigih

BUKU VIII

AYAT-AYAT AL QUR’AN
TENTANG
MENGENAL ALLAH
dikelompokan dengan pertimbangan sebagai berikut :
1. Bahwa Allah Maha Besar yang meliputi seluruh aspek kehidupan makhluk-Nya sejak ketiadaan, penciptaan, pemeliharaan, prosesnya secara terus menerus terhadap seluruh ciptaan-Nya yang tak terbatas jumlahnya. Untuk mengenal secara baik perlu dikumpulkan ayat-ayat Al Qur’an yang berhubungan dengan Allah sebagai pribadi-Nya yang menyeluruh, agar tidak keliru dalam memahami Allah dan tidak terjebak dalam kemusyirkan.
2. Memahami Ke-Maha-Besaran Allah harus dilakukan dengan perenungan melalui tanda-tanda kekuasaan-Nya pada kehidupan. Semua kehidupan nyata dan makhluk ghaib adalah ciptaan-Nya. Dengan kehidupan dan makhluk ini kita akan memahami Ke-Maha-Besaran Allah.

BUKU VIII
BAB – I
MENGENAL ALLAH
A. MENGENAL ALLAH MELALUI ALAM SEMESTA CIPTAAN-NYA
Surat Al Baqarah Ayat 190 – 191 (QS 3 : 190 -191)
Surat An Nahl Ayat 65 – 83 (QS 16 : 65 – 83)
Surat Adz`Dzaariyaat Ayat (QS 51 : 20 – 21)
B. MENGENAL ALLAH DAN SIFAT-NYA MELALUI FIRMAN-NYA
a. Allah Itu Ada (Wujud)
Surat Ar Ra’d Ayat 2 – 5 (QS 13 : 2 – 5)
Surat Al Hadiid Ayat 1 – 4 (QS 57 : 1 – 4)
Surat Al Baqarah Ayat 186 (QS 2 : 186)
Surat Qaaf Ayat 16 (QS 50 : 16)
Surat Al An’áam Ayat “103 (QS 6 : 103)
Surat Al A’raaf Ayat 143 (QS 7 : 143)
Surat Al Mulk Ayat 12 – 14 (QS 67 : 12 – 14)
Surat Qaaf Ayat 32 – 33 (QS 50 : 32 – 33)
b. Allah Itu Esa (Wahdaniyah)
Surat Al Ikhlas Ayat 1 – 4 (QS 112 : 1 – 4)
Surat An Nahl Ayat 51 – 52 (QS 16 : 51 – 52)
Surat Al Mu’minuun Ayat 91 (QS 23 : 91)
Surat Al Anbiyaa’ Ayat 21 – 22 (QS 21 : 21 – 22)
Surat Ayat ( QS 21 : 24 – 25)
c. Allah Yang Awal & Yang Akhir
Surat Al Hadiid Ayat 3 ( QS 57 : 3)
Surat Ar Rahmaan Ayat 26 – 27 ( QS 55: 26 – 27)
Surat Al Qashash Ayat 88 (QS 28 : 88)
d. Allah Berlainan Dengan Makhluk-Nya
Surat Asy Syuura Ayat 11 (QS 42 : 11)
Surat Al Ikhlas Ayat 1 – 4 (QS 112 : 1 – 4)
e. Allah Maha Berkuasa (Qodrat)
Surat Al Qamar Ayat 49 –50 (QS 54 : 49 – 50)
Surat Yaa siin Ayat 83 (QS 36 : 83)
Surat Qaaf Ayat 38 (QS 50 : 38)
Surat Al Furqaan Ayat 1 –2 (QS 25 : 1 – 2)
Surat Al Qamar Ayat 49 (QS 54 : 49)
Surat Al Hajj Ayat 5 – 6 (QS 22 : 5 – 6)
Surat An Nuur Ayat 45 (QS 24 : 45)
Surat Fathiir Ayat 44 – 45 (QS 35 : 44 – 45)
Surat Al Baqarah Ayat 255 (QS 2 : 255)

f. Allah Maha Berkehendak (Iradah)
Surat Al Qashash Ayat 68 (QS 28 : 68)
Surat Al Baqarah Ayat 34 (QS 2 : 34)
Surat Ali ‘Ímran Ayat (QS 3 : 26 – 27)
Surat Asy Syuura Ayat 49 –50 (QS 42 : 49 – 50)
Surat Al Baqarah Ayat 117 (QS 2 : 117)
Surat Ali ‘Ímran Ayat 47 (QS 3 : 47)
Surat Yaa siin Ayat 82 (QS 36 : 82)
Surat Al Mu’min Ayat (QS 40 : 68)
g. Allah Hidup Dan Berdiri Sendiri
Surat Al Mu’min Ayat 64 – 65 (QS 40 : 64 – 65)
Surat Al Furqaan Ayat 58 (QS 25 : 58)
Surat Al Baqarah Ayat 255 (QS 2 : 255)
Surat Thaahaa Ayat 111 (QS 20 : 111 )
Surat Ali ‘Ímran Ayat 1 – 2 (QS 3 : 1 – 2)
h. Allah Maha Mengetahui (Ilmu)
Surat Yunus Ayat 61 (QS 10 : 61)
Surat Luqman Ayat 27 (QS 31 : 27)
i. Allah Maha Berfirman (Kalam)
Surat An Nisaa’ Ayat 164 (QS 4 : 164)
Surat Al A’raaf Ayat 143 (QS 7 : 143)
Surat Asy Syuura Ayat 51 (QS 42 : 51)
j. Allah Maha Mendengar & Maha Melihat (Sama’& Bashar)
Surat Asy Syuura Ayat 11 (QS 42 : 11)
Surat Thaahaa Ayat 46 (QS 20 : 46)
Surat Al Mujaadilah Ayat 1 (QS 58 : 1)
Surat Fush shilat Ayat 36 (QS 41 : 36)
Surat Asy Syuura Ayat 27 (QS 42 : 27)
Surat Al Hajj Ayat 61 (QS 22 : 61)
Surat Al An’áam Ayat (QS 6 : 103)

C. MENGENAL ASMA DAN SIFAT ALLAH
1. Allah
Surat Al Qashash Ayat 70 ( QS 28 : 70 )
Surat Al Thaahaa Ayat 14 ( QS 20 : 14 )
2. Ar Rahman (Maha Pengasih)
Surat Al Baqarah Ayat 163 ( QS 2 : 163 )
Surat Ar Ra’d Ayat 30 ( QS 13 : 30 )
3. Ar Rahim (Maha Penyayang)
Surat Al Faatihah Ayat 3 ( QS 1 : 3 )
Surat An Nisaa’ Ayat 64 ( QS 4 : 64 )
4. Ar Rauuf (Maha Belas Kasih/Penyantun)
Surat Al Baqarah Ayat 207 ( QS 2 : 207 )
Surat Al Hasyr Ayat 10 ( QS 59 : 10 )
5. Al Lathiif (Maha Halus/Lembut)
Surat Al An’aam Ayat 103 (QS 6 : 103)
Surat Yusuf Ayat 100 (QS 12 : 100)
6. Al Halim (Maha Penyantun)
Surat Al Israa’ Ayat 44 ( QS 17 : 44 )
Surat Taghaabun Ayat 17 ( QS 64 : 17 )

7. As Salaam ( Maha Pemberi Ketenteraman)
Surat Al Hasyr Ayat 23 (QS 59 : 230
8. Asy Syakuur (Maha Pembalas Jasa)
Surat Faathir Ayat 30 (QS 35 : 30)
Surat At Taghaabun Ayat 17 (QS 64 : 17)
9. Al ’Afuwwu (Maha Pemaaf)
Surat An Nisaa’ Ayat 43 (Qs 4 : 43)
Surat An Nisaa’ Ayat 99 (QS 4 : 99)
10. At Tawwaab (Maha Penerima Taubat)
Surat Al Baqarah Ayat 54 (QS 2 : 54)
Surat At Taubah Ayat 104
11. Al Ghafuur (Maha Pengampun)
Surat Al Baqarah Ayat 235 (QS 2 : 235)
Surat Saba’ Ayat 2 (QS 34 : 2)
12. Al Gaffaar (Maha Pemberi Ampunan)
Surat Shaad Ayat 66 (QS 38 : 66)
Surat Az Zumar Ayat 5 (QS 39 : 5)

13. Ash Shabuur (Maha Penyabar)
Surat Al Baqarah Ayat 153 (QS 2 : 153)
14. Ar Rasyiid (Maha Penuntun/Petunjuk)
Surat Al Kahfi Ayat 10 (QS 18 : 10)
Surat Al Kahfi Ayat 17 (QS 18 : 17)
15. Al Waduud (Maha Mengasihi)
Surat Huud Ayat 90 (QS 11 : 90)
Surat Al Buruuj Ayat 14 (QS 85 : 14)

16. Al Fattaah (Maha Pembuka)
Surat Saba’ Ayat 26 (QS 34 : 26)
17. Ar Razzaaq (Maha Pemberi Rezki)
Surat Adz Dzaariyaat Ayat 58 (QS 51 : 58)
18. Al Wahhaab (Maha Pemberi)
Surat Ali ’Imran Ayat 8 (QS 3 : 8)
Surat Shaad Ayat 9 (QS 38 : 9)
19. Al Waasi’ (Maha Luas)
Surat Al Baqarah Ayat 247 (QS 2 : 247)
Surat An Nuur Ayat 32 (QS 24 : 32)
20. Ar Raafi’ (Maha Meninggikan)
Surat Al Baqarah Ayat 253 (QS 2 : 253)
Surat Ali ’Imran Ayat 55 (QS 3 : 55)
21. Al Barru (Maha Dermawan)
Surat Ath Thuur Ayat 28 (QS 52 : 28)

22. Al Malik (Maha Raja)
Surat Ali ’Imran Ayat 26 ( QS 3 : 26)
Surat Al Hasyr Ayat 23 (QS 59 : 23)
23. Malikul Mulk (Maha Raja Diraja)
Surat Ali ’Imran Ayat 26 (QS 3 : 26)
24. Dzul Jalaali Wal ikraam (Yang Memiliki Keagungan & Kemuliaan)
Surat Ar Rahmaan Ayat 27 (QS 55 : 27)
25. Al Kabiir (Maha Besar)
Surat Ar Ra’d Ayat 9 (QS 13 : 9)
Surat Al Hajj Ayat 62 (QS 22 : 62)
26. AL Kariim (Maha Pemurah/Mulia)
Surat An Naml Ayat 40 (QS 27 : 40)
27. Al Muktakabbir (Maha Megah)
Surat Al Hasyr Ayat 23 (QS 59 : 23)

28. Al Hamiid (Maha Terpuji)
Surat Huud Ayat 73 (QS 11 : 73)
Surat Ibrahim Ayat 1 (QS 14 : 1)
29. Al Majiid (Maha Mulia)
Surat Huud Ayat 73 (QS 11 : 73)
Surat Al Buruuj Ayat 15 (QS 85 : 15)
30. Al ’Azhiim (Maha Agung)
Surat Ali ’Imran Ayat 74 (QS 3 : 74)
Surat Al Waaqi’ah Ayat 96 (QS 56 : 96)
31. Al ’Aziiz (Maha Perkasa)
Surat Ali ’Imran Ayat 4 (QS 2 : 4)
Surat Huud Ayat 66 (QS 11 : 66)
32. Al ’Aliyyu (Maha tinggi)
Surat Al Baqarah Ayat 255 (QS 2 : 255)
Surat An Nisaa’ Ayat 43 (QS 4 : 43)
33. Al Muta’aali (Yang Tertinggi)
Surat Ar Ra’d Ayat 9 (QS 13 : 9)

34. Al Hayyu (Maha Hidup)
Surat Al Baqarah Ayat 255 (QS 2 : 255)
Surat Ali ’Imran Ayat 2 (QS 3 : 2)
35. Al Qayyum (Maha Berdiri Sendiri)
Surat Al Baqarah Ayat 255 (QS 2 : 255)
Surat Ali ’Imran Ayat 2 (QS 3 : 2)
36. Al Qudduus ( Maha Suci)
Surat Al Hasyr Ayat 23 (QS 59 : 23)
Surat Al Jumu’ah Ayat 1 (QS 62 : 1)
37. Al Ash Shamad (Maha dibutuhkan)
Surat Al Ikhlas Ayat 2 (QS 112 : 2)
38. Al Muhyii (Yang Menghidupkan)
Surat Ar Ruum Ayat 50 (QS 30 : 50)
Surat Ad Dukhaan Ayat 8 (QS 44 : 8)

39. Al ’Alim (Maha Mengetahui)
Surat Al Baqarah Ayat 247 (QS 2 : 247)
Surat Al Baqarah Ayat 181 (QS 2 : 181)
40. As Saami’ (Maha Mendengar)
Surat Al Baqarah Ayat 181 (QS 2 : 181)
Surat Al An’aam Ayat 13 (QS 6 : 13)

41. Al Bashiir (Maha Melihat)
Surat An Nisaa’ Ayat 58 (QS 4 : 58)
Surat Al Israa’ Ayat 1 (QS 17 : 1)
42. Al Raqiib (Maha Mengawasi)
Surat An Nisaa’ Ayat 1 (QS 4 : 1)
Surat Al Ahzab Ayat 52 (QS 33 : 52)
43. Asy Syahiid (Maha Manyaksikan)
Surat Al Ahzab Ayat 55 (QS 33 : 55)
44. Al Khabiir (Maha Mengetahui)
Surat Al An’aam Ayat 18 (QS 6 : 18)
Surat Al An’aam Ayat 103 (QS 6 : 103)
45. Al Muhshii (Maha Penghitung)
Surat Maryam Ayat 94 (QS 19 : 94)
Surat Al Jin Ayat 28 (QS 72 : 28)

46. Al Wakiil (Maha Mewakili/Melindungi)
Surat An Nisaa’ Ayat 81 (QS 4 : 81)
Surat Al Isaraa’ Ayat 65 QS 17 : 65)
47. Al Waali (Maha Menguasai)
Surat Ar Ra’d Ayat 11 (QS 13 : 11)
48. Al Hafizh (Maha Pemelihara)
Surat Huud Ayat 57 (QS 11 : 57)
Surat Yusuf Ayat 64 (QS 12 : 64)
49. Al Muhaimin (Maha Pelindung & Pengawas)
Surat Al Maa-idah Ayat 48 (QS 5 : 48)
Surat Al Hasyr Ayat 23 (QS 59 : 23)
50. Al Mu’min (Maha Pemberi Keamanan)
Surat Al Hasyr Ayat 23 (Qs 59 : 23)

51. Al Badii (Pencipta Keindahan)
Surat Al Baqarah Ayat 117 (QS 2 : 117)
Surat Al An’aam Ayat 101 (QS 6 : 101)
52. Al Baari’ (Maha Pembuat)
Surat Al Baqarah Ayat 54 (QS 2 : 54)
Surat Al Hasyr Ayat 24 (QS 59 : 24)
53. Al Mu’iid (Maha Mengembalikan)
Surat Al Buruuj Ayat 13 (QS 85 : 13)
54. Al Mushawwir (Maha Pembentuk)
Surat Ali ’Imran Ayat 6 (QS 3 : 6)
Surat Al Mu’miin Ayat 64 (QS 40 : 64)
55. Al Khaaliq (Maha Pencipta)
Surat Al An’aam Ayat 102 (QS 6 : 102)
Surat Al Hijr Ayat 28 (QS 15 : 280

56. Al Ghaniyyu (Maha Kaya)
Surat An Nisaa’ Ayat 131 (QS 4 : 131)
Surat Al An’aam Ayat 133 (QS 6 : 133)
57. Al Mughniy (Yang memberi Kekayaan)

58. Al Waajid (Maha Menemukan)
Surat Adh Dhuhaa Ayat 6 –8 (QS 93 : 6 – 8)
59. Al Muqiit (Maha Cukup)

60. Al Mu’izz (Maha Memuliakan)
Surat Ali ’Imran Ayat 26 (QS 3 : 26)
61. Al Mujiib (Maha Mengabulkan)
Surat Al Baqarah Ayat 186 (QS 2 : 186)
Surat Huud Ayat 61 (QS 11 : 61)
62. Al Waliyyu (Maha Pelindung/Penolong)
Surat An Nisaa’ Ayat 45) (QS 4 : 45)
Surat Asy Syuura Ayat 28 (QS 42 : 28)

63. An Nuur (Yang Memberi Cahaya)
Surat Az Zumar Ayat 22 (QS 39 : 22)
64. An Naafi’ (Pemberi Manfaat)
Surat Al Fath Ayat 11 (QS 48 : 11)
65. Al Haadiy (Pemberi Petunjuk)
Surat Az Zumar Ayat 23 (QS 39 : 23)
66. Al Basiith (Maha Pelepas)
Surat Al Israa’ Ayat 30 (Qs 17 : 30)
67. Al Baa’its (Maha Pembangkit)
Surat Al Baqarah Ayat 56 (QS 2 : 56)
Surat Al Naml Ayat 89 (QS 27 : 89)
68. Al Waarits (Maha Mewarisi)
Surat Al Hijr Ayat 23 (QS 15 : 23)
69. Al Mubdi’ (Maha Pemula)
Surat Al Ahzab Ayat 37 (QS 33 : 37)
Surat Al Buruuj Ayat 13 (QS 85 : 13)
70. Al Jaami’ (Maha Penghimpun)
Surat Ali ’Imran Ayat 9 (QS 3 : 9)
Surat An Nisaa’ Ayat 172 (QS 4 : 172)

71. Al Hakiim (Maha Bijaksana)
Surat Al An’aam Ayat 83 (QS 6 : 83)
Surat Huud Ayat 1 (QS 11 : 1)
72. Al Hakam (Maha Penghukum)
Surat Al Maa-idah Ayat 45 (QS 5 : 45)
73. Al Hasiib (maha Penghitung)
Surat An Nisaa’ Ayat 6 (QS 4 : 6)
Surat Al An’aam Ayat 62 (QS 6 : 62)
74. Al Muqsith (Maha Adil)
Surat Ali ’Imran Ayat 18 (QS 3 : 18)
75. Al Adl (Maha Adil)
Surat Al Maa-idah Ayat 8 (QS 5 : 8)

76. Al Jabbaar (Maha Agung/Kuasa)
Surat Al Hasyr Ayat 23 (QS 59 : 23)
77. Al Qahhaar (Maha Menentukan)
Surat Ar Ra’d Ayat 16 (QS 13 : 16)
Surat Shaad Ayat 65 (QS 38 : 65)
78. Al Qawiyyu (Maha Kuat)
Surat Al Anfaal Ayat 52 (QS 8 : 52)
Surat Huud Ayat 66 (QS 11 : 66)
79. Al Qaadir (Maha Kuasa/Mampu)
Surat Ar Ruum Ayat 50 (QS 30 : 50)
Surat Ar Ruum Ayat 54 (QS 30 : 54)
80. Al Jaliil (Maha Sempurna)
Surat Ar Ramaan Ayat 27 (QS 55 : 27)
81. Al Matiin (Maha Kokoh)
Surat Al A’raaf Ayat 183 (QS 7 : 183)
Surat Adz Dzariyaat Ayat 58 (QS 51 : 58)
82. Al Muqtadir (Maha Berkuasa)
Surat Al Kahfi Ayat 45 (QS 18 : 45)

83. Al Mudziil (Maha Menghinakan)
Surat Ali ’Imran Ayat 26 (QS 3 : 26)
Surat Al An’aam Ayat 114 (QS 6 : 114)
84. Al Mumiit (Yang Mematikan)
Surat Ad Dukhaan Ayat 8 (QS 44 : 8)
85. Al Maani’ (Yang Menolak/Mencegah)

86. Al Muntaqim (Maha Penyiksa)
Surat Az Zumar Ayat 37 (QS 39 : 37)
Surat Az Zukhruf Ayat 41 (QS 43 : 41)
87. Al Khaafidl (Maha Merendahkan)
Surat Al Waaqi’ah Ayat 3 (QS 56 : 3)
88. Al Qaabidl (Maha Pemegang/Penahan)
Surat Al Baqarah Ayat 245 (QS 2 : 245)
89. Al Dlaarru (Yang Memberi Mudharat)
Surat Al Fath Ayat 11 (QS 48 : 11)

90. Al Awwal (Yang Awal)
Surat Al Hadiid Ayat 3 (QS 57 : 3)
91. Al Aakhir (Yang Akhir)
Surat Al Hadiid Ayat 3 (QS 57 : 3)
92. Ahad (Maha Esa)
Surat Al Ikhlas Ayat 1 – 4 ( QS 112 : 1 – 4 )
93. Al Wahid (Tunggal)
Surat Ar Ra’d Ayat 16 (QS 13 : 16)
Surat Al Anbiyaa’ Ayat 108 (QS 21 : 108)
94. Azh Zhaahir (Yang Jelas Kekuasaan-Nya)
Surat Al Hadiid Ayat 3 (QS 57 : 3)
95. Al Baathin (Yang Tersembunyi)
Surat Al Hadiid Ayat 3 (QS 57 : 3)

96. Al Muqaddim (Maha Mendahulukan)
Surat Al Hijr Ayat 24 (QS 15 : 24)
97. Al Muakhkhir (Maha Mengakhiri)
Surat Al Hijr Ayat 24 (QS 15 : 24)
Surat Huud Ayat 104 (QS 11 : 104)
98. Al Haqq (Maha Benar)
Surat Al Hajj Ayat 62 (QS 22 : 62)
Surat Luqman Ayat 30 (QS 31 : 30)
99. Al Baqqiy (Yang Kekal)
Surat Ar Rahmaan Ayat 27 (QS 55 : 27)

D. ILMU ALLAH MELIPUTI SEGALA SESUATU
Surat Al Kahfi Ayat 109 (QS 18 : 109)
Surat Luqman Ayat 27 (QS 31 : 27)
Surat Thaahaa Ayat 98 (QS 20 : 98)
Surat Al Baqarah Ayat 33 (QS 2 : 33)
Surat Al Hajj Ayat 70 (QS 22 : 70)
Surat Al An’áam Ayat (QS 6 : 59)
Surat Al An’áam Ayat 73 (QS 6 : 73)
Surat An Naml Ayat 65 (QS 27 : 65)
Surat As Sajdah Ayat 6 (QS 32 : 6)
Surat An Naml Ayat 74 (QS 27 : 74)
Surat Al Qashash Ayat 69 (QS 28 : 69)
Surat Ali ’Imran 29 (QS 3 : 29)
Surat Al An’äam Ayat (QS 6 : 3)
Surat Al Hijr Ayat 24 (QS 15 : 24)
Surat Saba’ Ayat (QS 34 : 1 – 2)

BAB – II
SUNNATULLAH

A. SETIAP CIPTAAN ALLAH DITENTUKAN HUKUMNYA
Surat Al Furqaan Ayat 2 (QS 25 : 2)
Surat Al Baqarah Ayat 31 (QS 2 : 31)
Surat Al Mulk Ayat 3 – 4 (QS 67 : 3 – 4)

B. WUJUD DAN CIRI HUKUM ALLAH / SUNNATULLAH
1. Hukum Yang Diwahyukan / Tertulis
Hukum terulis adalah hukum yang diwahyukan –Nya kepada Nabi & Rasul yang terhimpun dalam Kitab Suci, dengan ciri-ciri sbb. :
Surat Al Anbiyaa’ Ayat 105 (QS 21 : 105)
Surat Al Ahzab Ayat 38 –39 (QS 33 : 38 – 39)

Ciri-ciri hukum tertulis tersebut adalah :
a. Melibatkan manusia dengan hak pilihnya (yang baik & yang buruk)
b. Reaksi waktunya panjang, mungkin lebih panjang dari usia manusia, bahkan sampai masa kehidupan akhirat oleh karena itu perlu Iman (percaya)
c. Sebagiannya terlihat dari perjalanan sejarah manusia

Akibat orang yang durhaka dan yang berlaku taqwa :
Surat Ali ’Imran 137 Ayat (QS 3 : 137)
Surat Ath Thalaaq Ayat 2 – 3 (QS 65 : 2 – 3)
2. Hukum Yang Tidak Diwahyukan / TidakTertulis
Hukum yang terulis adalah hukun yang tidak diwahyukan –Nya kepada Nabi & Rasul yang terhimpun dalam Kitab Suci, dengan ciri-ciri sbb. :
Ciri-ciri tersebut adalah :
a. Tidak melibatkan manusia dalam proses berlakunya, kemerdekaan manusia tidak mempengaruhi hukum itu
b. Reaksi waktunya pendek, lebih pendek dari usia manusia.
c. Dapat dibuktikan dengan pengamatan manusia dan dengan jalan eksperimen
Oleh karena itu Allah memerintahkan manusia untuk mengadakan penyelidikan-penyelidikan terhadap kejadian dan keadaan alam ini :
Surat Yunus Ayat 101 (QS 10 : 101)
Surat Al A’raaf Ayat 185 (QS 7 : 185)

C. SIFAT-SIFAT SUNNATULLAH
1. Hukum Kepastian (Pasti berlaku) / Eksak
Surat Al Qamar Ayat 49 (QS 54 : 49)
Surat Ali ’Imran Ayat 137 (QS 3 : 137)
Surat Ath Thalaaq Ayat 2 –3 (QS 65 : 2 – 3)

2. Hukum Ketidak-berubahan (Tetap, Tak Berubah) / Immutable
Surat Al israa’ Ayat 77 (QS 17 : 77)
Surat Al Ahzab Ayat 62 (QS 33 : 62)
Surat Al An’aam Ayat 115 (QS 6 : 115)
Surat Al Fath Ayat 23 (QS 48 : 23)

3. Hukum Objektif (Berlaku untuk siapa saja)
Surat Al Hijr Ayat 21 (QS 15 : 21)
Surat Al Anbiyaa’ Ayat 105 (QS 21 : 105)
Surat Al Hujuraat Ayat 13 (QS 49 : 13)

4. Hukum Sebab-Akibat (Sababiyah) / The Law of Cause and Effect
Surat Ali ’Imran Ayat 117 (QS 3 : 117)
Surat At Taubah Ayat 70 (QS 9 : 70)
Surat Al ’Ankabut Ayat 40 (QS 29 : 40)
Surat Ar Ruum Ayat 9 (QS 30 : 9)
Surat Asy Syuura Ayat 30 –31 (QS 42 : 30 – 31)
Surat An Nisaa’ Ayat 79 (QS 4 : 79)
Surat Ali ’Imran Ayat 25 (QS 3 : 25)
Surat Ali ’Imran Ayat 161 (QS 3 : 161)
Surat An Nisaa’ Ayat 40 (QS 4 : 40)
Surat Al An’aam Ayat 160 (QS 6 : 160)
Surat An Nahl Ayat 111 (QS 16 : 111)
Surat Al Mu’minuun Ayat 62 (QS 23 : 62)
Surat Al Jaatsiyah Ayat 22 (QS 45 : 22)
Surat Al Israa’ Ayat 13 – 14 (QS 17 : 13 – 14)

5. Hukum Keseimbangan / Balance
Surat Ar Rahmaan Ayat 7 – 9 (QS 55 : 7 – 9)
Surat Al Mulk Ayat 3 (QS 67 : 3)

6. Hukum Perpasangan / Partnership
Surat Yaa siin Ayat 36 (QS 36 : 36)
7. Hukum Keragaman / Hukum Variasi
Surat Al Baqarah Ayat 47 (QS 2 : 47)
Surat Ali ’Imran Ayat 42 (QS 3 : 42)
Surat Ali ’Imran Ayat 110 (QS 3 : 110)
Surat Al Maa-idah Ayat 48 (QS 5 : 48)
Surat Huud Ayat 118 (QS 11 : 118)
Surat Yunus Ayat 99 (QS 10 : 99)

Catatan :
Ketujuh hukum itulah yang ditetapkan oleh Tuhan di alam raya ini. Untuk dapat mencapai kehidupan yang penuh berkat, kehidupan yang diridhai Tuhan, manusia harus bertindak, berbuat dan bekerja dengan mematuhi hukum-hukum Tuhan tersebut. Jika ada penyimpangan, tidak berarti suatu kejadian berada di luar hukum-hukum tadi. Semua terjadi sebagai akibat interaksi antar hukum-hukum tersebut, namun ada faktor yang dominan atau kuat dalam interaksinya.

D. ADAKAH PENYIMPANGAN TERHADAP HUKUM ALLAH
Surat Al Anbiyaa’ Ayat 68 – 71 (QS 21 : 68 – 71)
Surat Maryam Ayat 22 – 26 (QS 19 : 22 – 26)
Surat Maryam Ayat 27 –36 (QS 19 : 27 – 36)

Catatan :
Hal-hal yang merupakan Sunatullah, untuk memperlihatkan kekuasaan & kebesaran – Nya :
 Mukjijat, kelebihan yang diberikan Allah kepada Nabi
 Karomah , kelebihan yang diberikan Allah kepada Waliullah
 Maunat, kelebihan yang diberikan Allah kepada orang saleh
 Istijrat, kesaktian yang diperoleh orang jahat

BAB – III
ALAM SEMESTA

A. PENCIPTAAN ALAM SEMESTA
Surat Asy Syu’araa’ Ayat 23 – 24 (QS 26 : 23 – 24)
Surat Al Anbiyaa’ Ayat 56 (QS 21 : 56)
Surat Ash Shaaffaat Ayat 4 (QS 37 : 4)
Surat Az Zumar Ayat 38 (QS 39 : 38)
Surat Al Baqarah Ayat 117 (QS 2 : 117)
Surat Ar Ruum Ayat 25 (QS 30 : 25)
Surat Fathiir Ayat 40 (QS 35 : 40)
Surat Al Ahqaaf Ayat 4 (QS 46 : 4)
Surat An Naazi’at Ayat 27 – 28 (QS 79 : 27 – 28)
Surat Ad Dukhaan Ayat 7 (QS 44 : 7)
Surat An Naba’ Ayat 37 (QS 78 : 37)
Surat Fathiir Ayat 41 (QS 35 : 41)

B. MASA KEJADIAN ALAM SEMESTA
Surat Al Mu’min Ayat 57 (QS 40 : 57)
Surat As Sajdah Ayat4 (QS 32 : 4)
Surat Qaaf Ayat 38 (QS 50 : 38)
Surat Fush shilat Ayat 9 –12 (QS 41 : 9 – 12)
Surat As`Sajdah Ayat 5 (QS 32 : 5)
Surat Al Ma’aarij Ayat 4 (QS 70 : 4)
Surat Al A’raaf Ayat 54 (QS 7 : 54)

C. KEJADIAN ALAM SEMESTA
Surat Al Anbiyaa’ Ayat 30 (QS 21 : 30)
Surat Al Anbiyaa’ Ayat 104 (QS 21 : 104)
Surat An Naba’ Ayat 12 (QS 78 : 12)
Surat Ath Thalaaq Ayat 12 (QS 65 : 12)
Surat Al Mu’min Ayat 64 (QS 40 : 64)
Surat Al Mu’minuun Ayat 17 (QS 23 : 17)
Surat Al Anbiyaa’ Ayat 33 (QS 21 : 33)
Surat Qaaf Ayat 6 (QS 50 : 6)
Surat Ash Shaaffaat Ayat 6 (QS 37 : 6)
Surat Al Furqaan Ayat 61 (QS 25 : 61)
Surat At Takwiir Ayat 16 (QS 81 : 16)
Surat Adz Dzaariyaat Ayat 7 (QS 51 : 7)
Surat Al Anbiyaa’ Ayat 33 (QS 21 : 33)
Surat Ibrahim Ayat 33 (QS 14 : 33)
Surat Yunus Ayat 5 (QS 10 : 5)

D. FUNGSI ALAM SEMESTA
Surat Al An’aam Ayat 97 (QS 6 : 97)
Surat An Nahl Ayat 16 (QS 16 : 16)
Surat Al Mulk Ayat 5 (QS 67 : 5)
Surat Ash Shaaffaat Ayat 8 (QS 37 : 8)
Surat Al Hijr Ayat 16 – 18 (QS 15 : 16 – 18)

E. HUBUNGAN PERGESERAN WAKTU & PEREDARAN BENDA LANGIT
Surat Al Furqaan Ayat 45 – 46 (QS 25 : 45 – 46)
Surat An Nahl Ayat 48 (QS 16 : 48)
Surat Al Hajj Ayat 61 (QS 22 : 61)
Surat Yaa siin Ayat 37 – 40 (QS 36 : 37 – 40)
Surat Al Insyiqaaq Ayat 18 (QS 84 : 18 )
Surat Ar Rahmaan Ayat 17 (QS 55 : 17)
Surat At Taubah Ayat 36 (QS 9 : 36)
Surat Al Israa’ Ayat (QS 17 : 12)
Surat Ar Ra’d Ayat 2 (QS 13 : 2)
Surat Ar Rahmaan Ayat 5 (QS 55 : 5)

F. PADA BENDA LANGIT ADA KEHIDUPAN
Surat Al Maa-idah Ayat 120 (QS 5 : 120)
Surat Ayat 29 (QS 42 : 29)
Surat Ayat 93 (QS 19 : 93)
Surat Ayat 33 (QS 55 : 33)

G. SEGALA TUNDUK KEPADA ALLAH
Surat Al Hajj Ayat 18 (QS 22 : 18)
Surat Al Israa’ Ayat 44 (QS 17 : 44)
Surat Ar Rahmaan Ayat 6 (QS 55 : 6)
Surat Ar Ra’d Ayat 13 (QS 13 : 13 )
Surat An Nahl Ayat 49 (QS 16 : 49)
Surat An Nuur Ayat 41 (QS 24 : 41)

H. KESEMPURNAAN ALAM SEMESTA
Surat Ath Thalaaq Ayat 3 – 4 (QS 67 : 3 – 4)
Surat Ath Thaariq Ayat 1 – 4 (QS 86 : 1 – 4)
Surat Nuh Ayat 15 – 16 (QS 71 : 15 – 16)
Surat Al Ghaasyiyah Ayat 18 – 20 (QS 88 : 18 – 20)
Surat An Naba’ Ayat 8 – 16 (QS 78 : 8 – 16)

I. TUJUAN DICIPTAKAN ALAM SEMESTA
Surat Al Anbiyaa’Ayat 16 (QS 21 : 16)
Surat Ayat 44 (QS 29 : 44)
Surat Al Ahqaaf Ayat 3 (QS 46 : 3)
Surat Ali ‘Imran Ayat 190 (QS 3 : 190)
Surat Ar Ruum Ayat 22 (QS 30 : 22)
Surat Yunus Ayat 6 (QS 10 : 6)
Surat An Nahl Ayat 65 (QS 16 : 65)
Surat Ar Ra’d Ayat 3 (QS 13 : 3)
Surat Al Baqarah Ayat 29 (QS 2 : 29)
Surat Al Jaatsiyah Ayat 13 (QS 45 : 13)
Surat Luqman Ayat 20 (QS 31 : 20)
Surat Huud Ayat 7 (QS 11 : 7)
Surat Al Mulk Ayat 2 (QS 67 : 2)

J. KEHANCURAN TOTAL ALAM SEMESTA
1. Kehancuran Alam Semesta Pasti Terjadi
Surat Ar Ruum Ayat 8 (QS 30 : 8)
Surat Faathir Ayat 41 (QS 35 : 41)
Surat Al Qashash Ayat 88 (QS 28 : 88)
Surat Al A’raaf Ayat 187 – 188 (QS 7 : 187 – 188)
Surat Huud Ayat 123 (QS 11 : 123)

2. Keadaan Manusia
Surat Al Qiyaamah Ayat 6 – 7 (QS 75 : 6 -7)
Surat Al Qaari’ah Ayat 3 – 4 (QS 101 : 3 – 4)
Surat Al Zalzalah Ayat 3 – 4 (QS 99 : 3 – 4)
Surat Al Zalzalah Ayat 6 (QS 99 : 6)

3. Keadaan Langit
Surat Al Anbiyaa’ Ayat 103 – 104 (QS 21 : 103 -104)
Surat Al Furqaan Ayat 25 (QS 25 : 25)
Surat Ar Rahmaan Ayat 37 (QS 55 : 37)
Surat Al Insyiqaaq Ayat 1 – 2 (QS 84 : 1 – 2)
Surat At Takwiir Ayat 11 (QS 81 : 11)

4. Keadaan Bintang, Bulan & Matahari
Surat At Takwiir Ayat 1 – 2 (QS 81 : 1- 2)
SuratAl Infithaar Ayat 2 (QS 82 : 2)
Surat Al Qamar Ayat 1 (QS 54 : 1)
Surat Al Qiyaamah Ayat 8 – 9 (QS 75 : 8 – 9)

5. Keadaan Bumi
Surat At Takwiir Ayat 3 (QS 81 : 3)
Surat Al Qaari’ah Ayat 5 (QS 101 : 5)
Surat Thaahaa Ayat 105 – 107 (QS 20 : 105 – 107)
Surat At Takwiir Ayat 6 (QS 81 : 6)
Surat Al Zalzalah Ayat 1 – 2 (QS 99 : 1 – 2)
Surat Al Insyiqaaq Ayat 3 – 5 (QS 84 : 3 – 5)

BAB – IV
BUMI & TUMBUHAN

A. KEADAAN BUMI DAN GUNUNG
Surat Al Nahl Ayat 15 (QS 16 : 15)
Surat Thaahaa Ayat 53 (QS 20 : 53)
Surat Al Anbiyaa’ Ayat 31 (QS 21 : 31)
Surat Luqman Ayat 10 (QS 31 : 10)
Surat Faathir Ayat 27 – 28 (QS 35 : 27 – 28)
Surat An Naba’ Ayat 6 – 8 (QS 78 : 6 – 8)
Surat Ar Ra’d Ayat 3 (QS 13 : 3)

B. BERMACAM-MACAM KEADAAN TANAH & TUMBUHAN
Surat Al a’raaf Ayat 58 (QS 7 : 58)
Surat Al Kahfi Ayat 8 (QS 18 : 8)
Surat Al Baqarah Ayat 155 (QS 2 : 155)
Surat Ar Rahmaan Ayat 6 (QS 55 : 6)
Surat As Sajdah Ayat 27 (QS 32 : 27)
Surat Al Baqarah Ayat 164 (QS 2 : 164)
Surat Al Furqaan Ayat 49 (QS 25 : 49)
Surat An Nahl Ayat 65 (QS 16 : 65)
Surat An Naba’ Ayat 14 –16 (QS 78 : 14 – 16)

C. PROSES TERJADINYA HUJAN
Surat Ar Ra’d Ayat 12 – 13 (QS 13 : 12 – 13)
Surat Al Furqaan Ayat 48 (QS 25 : 48)
Surat Faathir Ayat 9 (QS 35 : 9)
Surat Ar Ruum Ayat 48 (QS 30 : 48)
Surat An Nuur Ayat 43 (QS 24 : 43)
Surat Al Mu’minuun Ayat 18 (QS 23 : 18)
Surat Surat Ath Thaariq Ayat 11 (QS 86 : 11)
Surat Al Waaqi’ah Ayat 68 – 70 (QS 56 : 68 – 70)
Surat Al Furqaan Ayat 50 (QS 25 : 50)

D. PROSES PERKEMBANG-BIAKAN TUMBUHAN
Surat Al Anbiyaa’ Ayat 30 (QS 21 : 30)
Surat Al Baqarah Ayat 22 (QS 2 : 22)
Surat Ar Rahmaan Ayat 10 – 12 (QS 55 : 10 – 12)
Surat Ar Ra’d Ayat 3 (QS 13 : 3)
Surat Al Hijr Ayat 22 (QS 15 : 22)
Surat Fush shilat Ayat 47 (QS 41 : 47)
Surat Al An’aam Ayat 99 (QS 6 : 99)
Surat Ar Ra’d Ayat 4 (QS 13 : 4)
Surat Al Hijr Ayat 19 (QS 15 : 19)
Surat Al An’aam Ayat 59 (QS 6 : 59)
Surat Al A’laa Ayat 4 – 5 (QS 87 : 4 – 5)
Surat Az Zumar Ayat 21 (QS 39 : 21)
Surat Al Furqaan Ayat 50 (QS 25 : 50)
Surat An Naba’ Ayat 14 – 16 (QS 78 : 14 – 16)

E. MUKA BUMI ADALAH SUMBER PENGHIDUPAN
Surat Al Hijr Ayat 20 (QS 15 : 20)
Surat Al A’raaf Ayat 10 (QS 7 : 10)
Surat An Nahl Ayat 10 (QS 16 : 10)
Surat Al Mu’minuun Ayat 19 –20 (QS 23 : 19 – 20)
Surat Luqman Ayat 10 (QS 31 : 10)
Surat Yaa siin Ayat 78 – 80 (QS 36 : 79 – 80)
Surat Al Mulk Ayat 3 (QS 67 : 3)
Surat Huud Ayat 61 (QS 11 : 61)
Surat Al Baqarah Ayat 30 (QS 2 : 30)
Surat Ar Ruum Ayat 41 (QS 30 : 41)

BAB – V
HEWAN / BINATANG

A. PENCIPTAAN DAN PERKEMBANGAN HEWAN
Surat An Nuur Ayat 45 (QS 24 : 45)
Surat Asy Syuura Ayat 11 (QS 42 : 11)
Surat Luqman Ayat 10 (QS 31 : 10)
Surat Al Baqarah Ayat 164 (QS 2 : 164)
Surat Faathir Ayat 28 (QS 35 : 28)

B. MACAM-MACAM BINATANG & TEMPAT KEDIAMANNYA
Surat Huud Ayat 6 (QS 11 : 6)
Surat An Nahl Ayat 68 (QS 16 : 68)
Surat Al ‘Ankabuut Ayat 41 (QS 29 : 41)
Surat Al Baqarah Ayat 26 (QS 2 : 26)
Surat Al Baqarah Ayat 57 (QS 2 : 57)
Surat An Nahl Ayat 79 (QS 16 : 79)
Surat Al Hajj Ayat 28 (QS 22 : 28)
Surat Al Hajj Ayat 36 (QS 22 : 36)
Surat Al Furqaan Ayat 59 (QS 25 : 59)
Surat Ar Rahmaan Ayat 19 – 22 (QS 55 : 19 – 22)
Surat An Nahl Ayat 14 (QS 16 : 14)
Surat Al An’aam Ayat 38 (QS 6 : 38)
Surat Al Nahl Ayat 8 (QS 16 : 8)

C. MANFAAT BINATANG BAGI MANUSIA
Surat Al Nahl Ayat 66 (QS 16 : 66)
Surat Al Mu’minuun Ayat 21 (QS 23 : 21)
Surat An Nahl Ayat 80 (QS 16 : 80)
Surat An Nahl Ayat 5 – 8 (QS 16 : 5 – 8)
Surat Yaa siin Ayat 72 (QS 36 : 72)
Surat Al Mu’min Ayat (QS 40 : 79 – 80)
Surat Az Zukhruf Ayat 12 – 13 (QS 43 : 12 – 13)
Surat Al Hajj Ayat 34 (QS 22 : 34)
Surat An Nahl Ayat 69 (QS 16 : 69)

D. SIKAP MANUSIA TERHADAP BINATANG
Surat An Nisaa’ Ayat 116 – 119 (QS 4 : 116 – 119)
Surat Al An’aam Ayat (QS 6 : 136 – 140)
Surat Al An’aam Ayat 148 (QS 6 : 148)
Surat Al Baqarah Ayat 205 (QS 2 : 205)
Surat Al Maa-idah Ayat 103 – 104 (QS 5 : 103 – 104)
Surat Al Maa-idah Ayat 15 (QS 5 : 15)

BAB – VI
APA KATA MANUSIA TENTANG JAGAD RAYA
ALAM SEMESTA / JAGAD RAYA, GALAKSI BIMA SAKTI, TATA SURYA, MATAHARI, BUMI, PROSES HUJAN DAN AIR LAUT
Merenungkan Dan Melihat Secara Langsung Kebesaran & Keluasan Alam Semesta

BAB – VII
MAKHLUK HALUS & TABIATNYA

A. GHAIB
1. Disisi Allah Kunci Segala yang Ghaib
Surat As Sajdah Ayat 6 (QS 32 : 6)
Surat Al Hasyr Ayat 22 (QS 59 : 22)
Surat Faathir Ayat 38 (QS 35 : 38)
Surat Al Hujuraat Ayat 18 (QS 49 : 18)
Surat An Naml Ayat 75 (QS 27 : 75)
Surat Al An’aam Ayat 59 (QS 6 : 59)

2. Allah Mengetahui Peristiwa Ghaib
Surat Al Hijr Ayat 24 (QS 15 : 24)
Surat Al Ahzab Ayat 63 (QS 33 : 63)
Surat Saba’ Ayat 3 (QS 34 : 3)
Surat An Naml Ayat 65 (QS 27 : 65)
Surat Luqaman Ayat 34 (QS 31 : 34)

3. Allah Mengetahui Segala Isi Hati
Surat Al An’aam Ayat 3 (QS 6 : 3)
Surat An Nahl Ayat 23 (QS 16 : 23)
Surat An Naml Ayat 74 (QS 27 : 74)
Surat Luqman Ayat 22 – 23 (QS 31 : 22 – 23)

4. Sebagian Dari Yang Ghaib
Surat Saba’ Ayat 46 (QS 34 : 46)
Surat Al Jin Ayat 26 – 28 (QS 72 : 26 – 28)
Surat At Takwiir Ayat 22 – 24 (QS 81 : 22 – 24)
Surat Al Jin Ayat 1 – 3 (QS 72 : 1 – 3)
Surat Ali ‘Imran Ayat 44 (QS 3 : 44)
Surat Ali ‘Imran Ayat (QS 3 : 179)
Surat Al Baqarah Ayat 3 (QS 2 : 3)

B. MALAIKAT
1. Asal Kejadian & Tabiat Malaikat
Surat An Nahl Ayat 49 –50 (QS 16 : 49 – 50)
Surat Al Anbiyaa’ Ayat 26 – 27 (QS 21 : 26 – 27)
Surat At Tahrim Ayat 6 (QS 66 : 6)
Surat Ash Shaaffaat Ayat 1 – 3 (QS 37 : 1 – 3)
Surat Al Fajr Ayat 22 (QS 89 : 22)
Surat Ash Shaaffaat Ayat 165 – 166 (QS 37 : 165 – 166)
Surat Al Hajj Ayat 75 (QS 22 : 75)
Surat An Nahl Ayat 2 (QS 16 : 2)
Surat Al An’aam Ayat 8 – 9 (QS 6 : 8 – 9)
Surat Al Baqarah Ayat 30 – 33 (QS 2 : 30 – 33)

2. Tugas Para Malaikat
a. Mengatur Segala Urusan
Surat Al Mursalaat Ayat 1 – 5 (QS 77 : 1 – 5)
Surat An Naazi’aat Ayat 1 – 5 (QS 79 : 1 – 5)
Surat Adz Dzaariyaat Ayat 4 (QS 51 : 4)
Surat Al Qadar Ayat 4 (QS 97 : 4)
b. Menyampaikan Wahyu Kepada Para Nabi Dan Diantara Hamba Allah Yang Dikehendaki
Surat Al Baqarah Ayat 97 (QS 2 : 97)
Surat Asy Syu’ araa’ Ayat 192 – 194 (QS 26 : 192 – 194)
Surat An Nahl Ayat 102 (QS 16 : 102)
Surat Asy Syuura Ayat 51 (QS 42 : 51)
Surat An Nisaa’ Ayat 163 (QS 4 : 163)
Surat Ali ‘Imran Ayat 40 – 41 (QS 3 : 40 – 41)
Surat Al Nahl Ayat 2 (QS 16 : 2)
Surat Ali ‘Imran Ayat 44 – 46 (QS 3 : 44 – 46)
c. Menentramkan Hati Nabi & Kaum Mukminin
Surat Al Anfaal Ayat 11 –12 (QS 8 : 11 – 12)
Surat Ali ‘Imran Ayat 126 (QS 3 : 126)
Surat Al Baqarah Ayat 253 (QS 2 : 253)
Surat Al Maa-idah Ayat 110 (QS 5 : 110)
d. Sebagai Kawan, Penjaga & Pembantu Mukminin
Surat Fush shilat Ayat 30 – 31 (QS 41 : 30 – 31)
Surat Al Anfaal Ayat 9 (QS 8 : 9)
Surat Ali ‘Imran Ayat 123 – 126 (QS 3 : 123 – 126)
e. Mendoakan Kaum Mukminin & Memohon Ampun
Surat Asy Syuura Ayat 5 (QS 42 : 5)
Surat al Ahzab Ayat 43 (QS 33 : 43)
Surat Al Mu’min Ayat 7 – 9 (QS 40 : 7 – 9)

f. Membaca Shalawat Untuk Nabi Muhammad
Surat Al Ahzab Ayat (QS 33 : 56)
g. Bertasbih Kepada Allah & Menyembah-Nya
Surat Al A’Raaf Ayat 206 (QS 7 : 206)
Surat Al Baqarah Ayat 30 (QS 2 : 30)
Surat Al Anbiyaa’ Ayat 19 – 20 (QS 21 : 19 – 20)
h. Memikul ‘Arsy
Surat Al Haaqqah Ayat 17 (QS 69 : 17)
Surat Al A’raaf Ayat 7 (QS 40 : 7)
i. Mengilhami Manusia Untuk Berbuat Baik & Sebagai Saksinya
Surat Qaaf Ayat 16 (QS 50 : 16)
Surat Al Anbiyaa’ Ayat 21 (QS 50 : 21)
Surat Saba’ Ayat 41 (QS 34 : 41)
j. Mencatat Amal Perbuatan Manusia
Surat Al Infithaar Ayat 10 – 12 (QS 82 : 10 – 12)
Surat Ar Ra’d Ayat 10 – 11 (QS 13 : 10 – 11)
Surat Qaaf Ayat 17 (QS 50 : 17)
Surat Yunus Ayat 21 (QS 10 : 21)
k. Malaikat Menyiksa/Melaksanakan Hukuman Allah Kepada Manusia
Surat Al Baqarah Ayat 210 (QS 2 : 210)
Surat An Nisaa’ Ayat 917 (QS 4 : 97)
Surat Muhammad Ayat 27 (QS 47 : 27)
Surat Al Anfaal Ayat 50 (QS 8 : 50)
l. Menyabut Nyawa
Surat An Niaazi’aat Ayat 1 – 2 (QS 79 : 1 – 2 )
Surat Al An’aam Ayat 61 (QS 6 : 61)
Surat Al A’raaf Ayat 37 (QS 7 : 37)
Surat Al An’aam Ayat 93 (QS 6 : 93)
Surat As Sajdah Ayat (QS 32 : 11)
m. Meniup Sangkakala
Surat Ayat 13 – 19 (QS 69 : 13 – 19)
Surat Qaaf Ayat 41 – 44 (QS 50 : 41 – 44)
n. Menjaga Neraka & Menyiksa Penghuninya
Surat Al Baqarah Ayat 161 – 162 (QS 2 : 161 – 162)
Surat An Nahl Ayat 28 – 29 (QS 16 : 28 – 29)
Surat Az Zukhruf Ayat 74 – 77 (QS 43 : 74 – 77)
Surat Al Muddaststir Ayat 28 – 31 (QS 74 : 28 – 31)
Surat At Tahriim Ayat 6 (QS 66 : 6)
o. Menjaga Surga & Memberi Salam Penghuninya
Surat Al Nahl Ayat 30 – 32 (QS 16 : 30 – 32)
Surat Ar Ra’d Ayat 19 – 24 (QS 13 : 19 – 24)
Surat Fush shilat Ayat 30 – 31 (QS 41 : 30 – 31)

3. Kecepatan Malaikat Menghadap Allah
Surat Faathir Ayat 1 (QS 35 : 1)
Surat An Naazi’aat Ayat 3 – 5 (QS 79 : 3 – 5)
Surat Al Ma’aarij Ayat 4 (QS 70 : 4)

4. Musuh Malaikat
Surat Al Baqarah Ayat (QS 2 : 97 – 98)
Surat Al Baqarah Ayat (QS 2 : 101)

5. Anggapan Orang Kafir Terhadap Malaikat
Surat An Najm Ayat 27 (QS 53 : 27)
Surat Az Zukhruf Ayat 16 –20 (QS 43 : 16 – 20)
Surat Ash Shaaffaat Ayat 149 –150 (QS 37 : 149 – 150)
Surat An Nahl Ayat 57 (QS16 : 57)
Surat Al Israa’ Ayat 40 (Qs 17 : 40)

C. JIN
1. Asal Kejadian Jin
Surat Ar Rahmaan Ayat 15 (QS 55 : 15)
Surat Al Hijr Ayat 27 (QS 15 : 27)

2. Tabiat Jin Adalah Seperti Manusia
Surat Al Jin Ayat 11 – 12 (QS 72 : 11 – 13)
Surat Al Jin Ayat (QS 72 : 15)
Surat Al Jin Ayat (QS 72 : 26 – 28)
Surat Saba’ Ayat (QS 34 : 14)

3. Tujuan Diciptakan Jin
Surat Adz Dzaariyaat Ayat 56 (QS 51 : 56)
Surat Al An’aam Ayat 130 (QS 6 : 130)
Surat Ar Rahmaan Ayat 31 (QS 55 : 31)
Surat Al Jin Ayat 16 – 17 (QS 72 : 16 – 17)

4. Dakwah Jin Islam Kepada Sesama
Surat Al Jin Ayat 1 –2 (QS 72 : 1 – 2)
Surat Al Ahqaaf Ayat 29 – 35 (QS 46 : 29 – 35)
Surat Al Jin Ayat 4 – 10 (QS 72 : 4 – 10)
Surat Al Jin Ayat 18 – 19 (QS 72 : 18 – 19)

5. Kebanyakan Isi Neraka Adalah Jin & Manusia
Surat Saba’ Ayat 14 (QS 34 : 14)
Surat Huud Ayat 119 (QS 11 : 119)
Surat Fush shilat Ayat 25 (QS 41 : 25)
Surat Al Ahqaaf Ayat 18 (QS 46 : 18)
Surat Al A’raaf Ayat 38 – 41 (QS 7 : 38 – 41)

BUKU IX
BERKACA DIRI

AYAT-AYAT AL QUR’AN
TENTANG
MEMBENAHI DIRI
dikelompokan dengan pertimbangan sebagai berikut :

1. Ke seluruhan isi Al Qur’an adalah petunjuk bagi manusia agar selamat dunia akhirat. Keselamatan manusia tergantung pada perilakunya sendiri, apabila mulia perilakunya maka dia akan selamat atau sebaliknya apabila hina perilakunya maka dia akan celaka.
2. Al Qur’an menjelaskan bagaimana ciri-ciri manusia yang selamat yaitu berakhlak mulia dan manusia yang celaka berakhlak hina. Dengan memahami secara benar akhlak mulia dan akhlak hina secara menyeluruh kita dapat Berkaca Diri dan Membenahi Diri secara terus menerus menuju kesempurnaan diri.

BAB – I
AKHLAK &
KELUARGA NABI MUHAMMAD S.A.W.

A. AKHLAK DAN BEBERAPA SIFAT NABI
Surat Al Ahzab Ayat 21 (QS 33 : 21)
Surat Al Qalam Ayat 4 (QS 68 : 4)
Surat Al Fath Ayat 29 (QS 48 : 29)
Surat Ali ’Imran Ayat 159 (QS 3 : 159)

B. KELUARGA NABI MUHAMMAD S.A.W.
Surat Ar Ra’d Ayat 38 (QS 13 : 38)
Surat Al Ahzab Ayat 37 – 38 (QS 33 : 37 – 38)
Surat Al Ahzab Ayat 50 – 52 (QS 33 : 50 – 52)
Surat At Tahrim Ayat 1 – 5 (QS 66 : 1 – 5)
Surat Al Ahzab Ayat 28 –34 (QS 33 : 28 – 34)

C. TATAKRAMA PERGAULAN DENGAN KELUARGA NABI
Surat Al Ahzab Ayat 6 (QS 33 : 6)
Surat Al Hujurat Ayat 1 – 5 (QS 49 : 1 – 5)
Surat An Nuur Ayat 62 (QS 24 : 62)
Surat Al Ahzab Ayat 33 – 36 (QS 33 : 33 – 36)
Surat Al Ahzab Ayat 49 – 52 (QS 33 : 49 – 52)

BAB – II
PENDIDIKAN AKHLAK / MORAL ISLAM
Surat Ar Ra’d Ayat 37 (QS 13 : 37)
Surat Al Baqarah Ayat 148 (QS 2 : 148)

AKHLAK / MORAL ISLAM

SUB BAB – A
AKHLAK HINA & MULIA

AKHLAK HINA
(YANG TERSIKSA)
Surat Al An’aam Ayat 124 (QS 6 : 124 )
Surat Al Baqarah Ayat 81 (QS 2 : 81 )

1. KAFIR
Surat Al Baqarah Ayat 6 -7 (QS 2 : 6 – 7 )
a) Durhaka & Akibatnya
Surat Al Infithaar Ayat 6 – 9 (QS 82 : 6 – 9)
Surat ’Abasa Ayat 40 – 42 (QS 80 : 40 – 42)
Surat Al Infithaar Ayat 13 – 16 (QS 82 : 13 – 16)
b) Awas Kehinaan Yang Akan Menimpa
Surat An Nisaa’ Ayat 123 (QS 4 : 123)
Surat Al Maaidah Ayat 100 (QS 5 : 100)
Surat Yunus Ayat 27 (QS 10 : 27)
Surat As Sajdah Ayat 21 – 22 (QS 32 : 21 – 22)
SuratAz Zumar Ayat 26 (QS 39 : 26)
Surat An Nisaa’ Ayat 37 (QS 4 : 37)
Surat Al Mujaadilah Ayat 20 (QS 58 : 20)

2. MUNAFIK
Surat An Nisaa’ Ayat 142 – 145 (QS 4 : 142 – 145)

3. MUSYRIK
Surat Al An’aam Ayat 22-31 (QS 6 : 22 – 31 )

4. FASIK
Surat Al Hasyr Ayat 19 (QS 59 : 19)
Janganlah Membuat Kerusakan
Surat Asy Syu’araa’ Ayat 151 – 152 (QS 26 : 151 – 152)
Surat Al A’raaf Ayat 56 (QS 7 : 56)
Surat Al Baqarah Ayat 11 – 12 (QS 2 : 11 – 12)
Surat Al A’raaf Ayat 74 (QS 7 : 74)
Surat Al A’raaf Ayat 85 – 86 (QS 7 : 85 – 86)
Surat Ar Ruum Ayat 41 (QS 30 : 41)

5. LUPA PADA ALLAH
Surat Al Mujaadalah Ayat 19 (QS 58 : 19)

6. SOMBONG, EGOIS
Surat An Nissaa’ Ayat 173 (QS 4 : 173)
Jangalah Sombong Lagi Membanggakan Diri, Rendah Hatilah
Surat Al Israa’ Ayat 37 (QS 17 : 37)
Surat Al Furqaan Ayat 63 (QS 25 : 63)
Surat Luqman Ayat 18 (QS 31 : 18)
Surat An Nisaa’ Ayat 36 (QS 4 : 36)
Surat An Nahl Ayat 22 – 25 (QS 16 : 22 – 25)
Surat An Nisaa’ Ayat 172 –173 (QS 4 : 172 – 173)
Surat An Nahl Ayat 29 (QS 16 : 29)
Surat Az Zumar Ayat 60 (QS 39 : 60)
Surat Al Mu’min Ayat 35 (QS 40 : 35)
Surat Al Mu’min Ayat 76 (QS 40 : 76)

7. TAKABUR
Surat Al Baqarah (Sapi Betina) (QS 2 : 34 )

8. MERASA CUKUP
Surat Al ‘Alaq Ayat 7 (QS 96 : 7)

9. MERENDAHKAN ORANG
Surat Al Hujuraat Ayat 11 (QS 49 : 11)

10. MENCELA, MENGUMPAT
Surat Al Humazah Ayat 1 (QS 104 : 1)
a) Janganlah Suka Mencela, Memaki, Mengumpat
Surat Al Hujurat Ayat 11 –12 (QS 49 : 11 – 12)
Surat An Nisaa’ Ayat 148 (QS 4 : 148 )
Surat Al humazah Ayat 1 – 2 (QS 104 : 1 – 2)
b) Jauhilah Ucapan Yang Buruk
Surat An Nisaa’ Ayat 148 (QS 4 : 148)
Surat Al An’ aam Ayat 54 (QS 6 : 54)
Surat An Nisaa’ Ayat 86 (QS 4 : 86)

11. MARAH
Surat Asy Syuura Ayat 37 (QS 42 : 37)
Jangalah Marah
Surat Al Qalam Ayat 48 – 49 (QS 68 : 48 – 49)
Surat At Thaghaabun Ayat 14 (QS 64 : 14)
Surat Asy Syuura Ayat 36 – 37 (QS 42 : 36 – 37)
Surat Ali Ímran Ayat 133 –134 (QS 3 : 133 – 134)

12. MENYAKITI, KESAL, KEJAM
Surat At Taubah Ayat 61 (QS 9 : 61)

13. IRI HATI
Surat An Nisaa’ Ayat 32 (QS 4 : 32)

14. DENDAM
Surat Al Hijr Ayat 47 (QS 15 : 47)

15. DENGKI
Surat Al Baqarah Ayat 90 (QS 2 : 90)
Janganlah Dengki
Surat Al Baqarah Ayat 90 (QS 2 : 90)
Surat An Nisaa’ Ayat 54 – 55 (QS 4 : 54 – 55)
Surat Ali ’Imran Ayat 118 – 120 (QS 3 : 118 – 120)
Surat Al Falaq Ayat 1 – 5 (QS 113 : 1 – 5)

16. BENCI
Surat Al Baqarah Ayat 216 (QS 2 : 216)
Surat Al Maidah Ayat 8 (QS 5 : 8)
Jauhi Suka Membenci
Surat Al Baqarah Ayat 216 (QS 2 : 216)
Surat Al Maa-idah Ayat 8 (QS 5 : 8)
Surat Al Kautsar Ayat 3 (QS 108 : 3)

17. BURUK SANGKA
Surat Al Fath Ayat 6 (QS 48 : 6)

18. PRASANGKA
Surat Al Hujuraat Ayat 12 (QS 49 : 12)
Janganlah Suka Berprasangka Buruk
Surat Yunus Ayat 35 – 36 (QS 10 : 35 – 36)
Surat Yunus Ayat 66 – 70 (QS 10 : 66 – 70)
Surat Al An’aam Ayat 116 (QS 6 : 116)
Surat Al Hujurat Ayat 12 (QS 49 : 12)
Surat Al Hujurat Ayat 6 (QS 49 : 6)
Surat Al Fath Ayat 6 (QS 48 : 6)
.
19. BODOH
Surat Al A’raaf Ayat 199 (QS 7 : 199)

20. PEMBANTAH
Surat Al Anfaal Ayat 46 (QS 8 : 46)

21. BERKHAYAL, MELAMUN
Surat An Nissaa’ Ayat 120 (QS 4 : 120)

22. SOK TAHU
Surat Al Israa’ Ayat 36 (QS 17 : 36)

23. HAMBA NAFSU
Surat An Nissaa’ Ayat 135 (QS 4 : 135)

24. HAUS KESENANGAN
Surat Thaahaa Ayat 131 (QS 20 : 131)
Surat Huud Ayat 15-16 (QS 11 : 15-16)

25. MELAMPAUI BATAS
Surat An Naba’ Ayat 22 (QS 78 : 22)

26. ZINA (SEX NEGATIF)
Surat Al Israa’ Ayat 32 (QS 17 : 32)

27. MABUK, JUDI
Surat Al Baqarah Ayat 219 (QS 2 : 219)
Tinggalkanlah Khamar & Judi
Surat Al Baqarah Ayat 219 (QS 2 : 219)
Surat An Nisaa’ Ayat 43 (QS 4 : 43)
Surat Al Maaidah Ayat 90 –91 (QS 5 : 90 – 91)
Surat Muhammad Ayat 15 (QS 47 : 15)

28. MEMBUNUH, KEJAM
Surat Al Furqon Ayat 68 (QS 25 : 68)

29. SIA-SIA, MUBAZIR
Surat Al Mu’minuun Ayat 3 (QS 23 : 3)
Tinggalkanlah Perbuatan Yang Tiada Bermanfaat
Surat Al Mu’minuun Ayat 1 – 3 (QS 23 : 1 – 3)
Surat Al Furqaan Ayat 72 (QS 25 : 72)

30. MENCURI
Surat Al Maaidah Ayat 38 (QS 5 : 38)

31. BOROS
Surat Al Israa’ Ayat 126-27 (QS 17 : 26 – 27)

32. MENGINGKARI NIKMAT
Surat Al ‘Ankabuut Ayat 66 (QS 29 : 66)
Janganlah Ingkar Terhadap Nikmat
Surat An Nahl Ayat 53 – 55 (QS 16 : 53 – 55)
Surat Al Israa’ Ayat 67 – 70 (QS 17 : 67 – 70)
Surat Ar Ruum Ayat 33 – 36 (QS 30 : 33 – 36)
Surat Az Zumar Ayat 49 – 51 (QS 39 : 49 – 51)
Surat Fush shilat Ayat 49 – 51 (QS 41 : 49 – 51)

33. TAMAK, RAKUS, SERAKAH
Surat Al Baqarah Ayat 96 (QS 2 : 96)

34. CINTA HARTA BERLEBIHAN
Surat Al Fajr Ayat 20 (QS 89 : 20)
a) Larangan Bermewah-mewahan
Surat Al Baqarah Ayat 202 (QS 2 : 202)
Surat Ali ’Imran Ayat 14 (QS 3 : 14)
Surat Al Kahfi Ayat 46 (QS 18 : 46)
Surat Al Anfaal Ayat 28 (QS 8 : 28)
Surat Al Qashash Ayat 77 – 78 (QS 28 : 77 – 78)
Surat Saba’ Ayat 34 – 37 (QS 34 : 34 – 37)
Surat Al Hadiid Ayat 20 (QS 57 : 20)
Surat Al Fajr Ayat 20 (QS 89 : 20)
Surat Ali ’Imran Ayat 10 (QS 3 : 10)
Surat At Takaatsur Ayat 1 – 8 (QS 102 : 1 – 8)
Surat Al Humazah Ayat 1 – 9 (QS 104 : 1 – 9)
b) Jangan Berlebih-lebihan
Surat Al A’raaf Ayat 31 (QS 7 : 31)
Surat Al A’naam Ayat 141 (QS 6 : 141)
Surat Al Israa’ Ayat 27 – 28 (QS 17 : 27 – 28)
Surat Al Ahqaaf Ayat 20 (QS 46 : 20)

35. KIKIR
Surat An Nissaa’ Ayat 37 (QS 4 : 37)
Jauihilah Kikir / Bakhil
Surat Al Hadiid Ayat 23 – 24 (QS 57 : 23 – 24)
Surat An Nisaa’ Ayat 36 – 37 (QS 4 : 36 – 37)
Surat Ali ’Imran Ayat 180 (QS 3 : 180)
Surat At Taubah Ayat 34 – 35 (QS 9 : 34 – 35)
Surat Al Ma’aarij Ayat 15 – 18 (QS 70 : 15 – 18)
Surat Al Lail Ayat 8 – 11 (QS 92 : 8 – 11)
Surat Muhammad Ayat 36 – 38 (QS 47 : 36 – 38)

36. KHIANAT
Surat An Nissaa’ Ayat 107 (QS 4 : 107)
Jangan Berkhianat
Surat An Nisaa’ Ayat 105 – 109 (QS 4 : 105 – 109)
Surat Al Anfaal Ayat 55 – 58 (QS 8 : 55 – 58)
Surat Yusuf Ayat 52 (QS 12 : 52)

37. FITNAH
Surat Al Baqarah Ayat 191 (QS 2 : 191)
Janganlah Memfitnah
Surat An Nisaa’ Ayat 112 (QS 4 : 112)
Surat Al Baqarah Ayat 191 –192 (QS 2 : 191 – 193)
Surat Al Baqarah Ayat 217 (QS 2 : 217)
Surat Al ’Ankabuut Ayat 10 – 11 (QS 29 : 10 – 11)

38. BERGUNJING
Surat Al Hujuraat Ayat 12 (QS 49 : 12)

39. PEMBOHONG
Surat An Nahl Ayat 116 (QS 16 : 116)
a) Janganlah Berdusta
Surat Al ahzab Ayat 70 (QS 33 : 70)
Surat Ar Ruum Ayat 30 (QS 22 : 30)
Surat Ash Shaff Ayat 2 – 3 (QS 61 : 2 – 3)
Surat Ash Shaff Ayat 7 – 8 (QS 61 : 7 – 8)
b) Janganlah Menyebar / Berkata Bohong
Surat An Nuur Ayat 14 – 15 (QS 24 : 14 – 15)
Surat Al Ahzab Ayat 60 – 62 (QS 33 : 60 – 62)
Surat Al Hujurat Ayat 6 (QS 49 : 6)

40. CURANG
Surat Al Muthaffifiin Ayat 1-3 (QS 83 : 1-3)
a. Jangan Membuat Tipu Daya
Surat Ath Thaariq Ayat 15 – 16 (QS 86 : 15 – 16)
Surat An Naml Ayat 50 (QS 27 : 50)
Surat Ar R’ad Ayat 33 (QS 13 : 33)
Surat Al Anfaal Ayat 30 (QS 8 : 30)
Surat Ali ’Imran Ayat 54 (QS 3 : 54)
b. Jangan Mengadakan Pembicaraan Rahasia Kejahatan
Surat Al Mujaadilah Ayat 7 – 8 (QS 58 : 7 – 8)
Surat Al Mujaadilah Ayat 9 – 10 (QS 58 : 9 – 10)
Surat An Nisaa’ Ayat 114 (QS 4 : 114)

41. LALAI
Surat Al A’raaf Ayat 146 & 179 (QS 7 : 146 & 179)

42. MALAS
Surat At Taubah Ayat 54 (QS 9 : 54)
43. RIYA’, PAMER
Surat An Nissaa’ Ayat 173 (QS 4 : 173)
Janganlah Berbuat Riya’
Surat Al Anfaal Ayat 47 (QS 8 : 47)
Surat An Nisaa’ Ayat 38 (QS 4 : 38)
Surat Al Baqarah Ayat 264 (QS 2 : 264)
Surat Ali ’Imran Ayat 188 (QS 3 : 188)
Surat Al Maa’un Ayat 6 (QS 107 : 6)

44. KELUH KESAH
Surat Al Ma’aarij Ayat 19-20 (QS 70 : 19-21)

45. KHAWATIR, SEDIH
Surat Al Baqarah Ayat 112 (QS 2 : 112)

46. WAS-WAS
Surat Al A’raaf Ayat 201 (QS 7 : 201)

47. BIMBANG RAGU
Surat At Taubah Ayat (QS 9 : 45)

48. TAKUT
Surat Ali ‘Imran Ayat 151 (QS 3 : 151)
Janganlah Jadi Pengecut & Penakut
Surat Ali ’Imran Ayat 156 – 158 (QS 3 : 156 – 158)
Surat An Nisaa’ Ayat 72 – 73 (QS 4 : 72 – 73)
Surat An Nisaa’ Ayat 77 (QS 4 : 77)
Surat Al Anfaal Ayat 15 – 16 (QS 8 : 15 – 16)

49. PUTUS ASA
Surat Huud Ayat 9 (QS 11 : 9)
Janganlah Berputus Asa
Surat Fush shilat Ayat 49 – 51 (QS 41 : 49 – 51)
Surat Ar Ruum Ayat 36 (QS 30 : 36)
Surat Az Zumar Ayat 53 (QS 39 : 53)
Surat Al Hijr Ayat 56 (QS 15 : 56)
Surat Yusuf Ayat 87 (QS 12 : 87)

50. TERGESA-GESA
Surat Thaaha Ayat 114 (QS 20 : 114)
Surat Al Israa’ Ayat 11 (QS 17 : 11)
SUB BAB – B
HIJRAH
DARI AKHLAK HINA
MENUJU AKHLAK MULIA

HIJRAH
Surat Al Hajj Ayat 58 (QS 22 : 58)
Surat Al Baqarah Ayat 218 (QS 2 : 218)

SUB BAB – C
AKHLAK MULIA
(YANG SEJAHTERA)
a. Surat At Taubah Ayat 21 (QS 9 : 21)
b. Ash Shaaffaat Ayat 40-49 (QS 37 : 40 – 49)

1. BERIMAN
Surat Al Baqoroh Ayat 177 (QS 2 : 177)
RUKUN IMAN
Surat Ali ‘Imran Ayat 179 (QS 3 : 179)
Surat Al Hujuraat Ayat 15 (QS 49 : 15)

2. INGAT PADA ALLAH
Surat Ali ‘Imran Ayat 191 (QS 3 : 191)
RUKUN ISLAM
Dzikrullah, Tauhid / Aqidah, Ma’rifah, Syari’ah
Surat Ali ‘Imran Ayat 19 (QS 3 : 19)
Surat Ali ‘Imran Ayat 85 (QS 3 : 85)

3. RENDAH HATI
Surat Al Furqaan Ayat 63-64 (QS 25 : 63-64)
a) Sederhana Dalam Bertingkah / Berkepribadian
Surat Luqman Ayat 19 (QS 31 : 19)
Surat Al A’raaf Ayat 31 (QS 7 : 31)
b) Mari Memawas Diri
Surat Al Mujaadilah Ayat 18 – 20 (QS 59 : 18 – 20)
Surat Al Nahl Ayat 104 – 109 (QS 16 : 104 – 109)
Surat Al ’Ashr Ayat 1 – 3 (QS 103 : 1 – 3)

4. SOPAN, HORMAT
Surat An Nissaa’ Ayat 86 (QS 4 : 86)

5. MUSYAWARAH
Surat Ali ‘Imran Ayat 159 (QS 3 : 159)

6. KASIH SAYANG
Surat Maryam Ayat 96 (QS 19 : 96)
Berkasih-Sayanglah
Surat Ar Ruum Ayat 21 (QS 30 : 21)
Surat Al Balad Ayat 12 – 17 (QS 90 : 12 – 17)
Surat Al Fath Ayat 29 (QS 48 : 29)

7. LEMBUT/BERSAHABAT, PEMA’AF/TOLERAN
Surat Ali ‘Imran Ayat 159 (QS 3 : 159)
a) Maafkanlah Kesalahan Orang Lain
Surat Al A’raaf Ayat 199 (QS 7 : 199)
Surat Al Baqarah Ayat 263 (QS 2 : 263)
Surat An Nisaa’ Ayat 149 (QS 4 : 149)
Surat Asy Syuraa Ayat 39 – 43 (QS 42 : 39 -43)
Surat Ali Ímran Ayat 133 –134 (QS 3 : 133 – 134)

8. BERBUAT BAIK/SUPEL
Surat Al Baqarah Ayat 177 (QS 2 : 177)
Berbuatlah Kebaikan
Surat An Nahl Ayat 90 (QS 16 : 90)
Surat An Nahl Ayat 30 (QS 16 : 30)
Surat Fush shilat Ayat 35 (QS 41 : 35)
Surat Al Baqarah Ayat 195 (QS 2 : 195)
Surat Al Baqarah Ayat 148 (QS 2 : 148)
Surat Ali ’Imran Ayat 115 (QS 3 : 115)
Surat Al Mu’minuun Ayat 96 (QS 23 : 96)
Surat An Nisaa’ Ayat 36 (QS 4 : 36)
Tinggalkanlah Keburukan
Surat Al Anbiyaa’ Ayat 35 (QS 21 : 35)
Surat An Nisaa’ Ayat 38 (QS 4 : 38)
Surat An Nisaa’ Ayat 118 – 119 (QS 4 : 118 – 119)
Surat Ali ’Imran Ayat 187 (QS 3 : 187)
Surat Al A’raaf Ayat 175 – 177 (QS 7 : 175 – 177)
Surat An Nisaa’ Ayat 115 (QS 4 : 115)
Pahala Kebaikan Yang Dilipatgandakan
Surat Al Qashash Ayat 54 (QS 28 : 54)
Surat Al Qashash Ayat 84 (QS 28 : 84)
Surat Al An’aam Ayat 160 (QS 6 : 160)
Surat Al Baqarah Ayat 261 (QS 2 : 261)
Surat At Thaghaabun Ayat 17 (QS 64 : 17)
Surat Al Bayyinah Ayat 7 – 8 (QS 98 : 7 – 8)
Surat Yunus Ayat 26 (QS 10 : 26)
9. DERMAWAN
Surat An Insaan Ayat 8 (QS 76 : 8)
a) Perhatikan Fakir Miskin
Surat Al Baqarah Ayat 273 – 274 (QS 2 : 273 – 274)
Surat Al Baqarah Ayat 177 (QS 2 : 177)
Surat Al Israa’ Ayat 26 (QS 17 : 26)
Surat Al Ma’aarij Ayat 19 – 27 (QS 70 : 19 – 27)
Surat Al Balad Ayat 12 – 16 (QS 90 : 12 – 16)
Surat Adh Dhuhaa Ayat 9 – 10 (QS 93 : 9 – 10)
b) Beramalah / Nafkahkanlah Sebagian Harta
Surat An Nahl Ayat 71 (QS 16 : 71)
Surat An Nuur Ayat 22 (QS 24 : 22)
Surat Al Furqaan Ayat 67 (QS 25 : 67)
Surat Al Hadiid Ayat 7 (QS 57 : 7)
Surat Al Hasyr Ayat 9 (QS 59 : 9)
Surat At Taghaabun Ayat 16 (QS 64 : 16)
Surat Al Muddatstsir Ayat 6 (QS 74 : 6)
Surat Al Lail Ayat 17 – 21 (QS 92 : 17 – 21)

10. GOTONG ROYONG
Surat Al Maaidah Ayat 2 (QS 5 : 2)
Tolong Menolonglah
Surat At Taubah Ayat 71 (QS 9 : 71)
Surat Al Maaidah Ayat 2 (QS 5 : 2)
Surat An Nisaa’ Ayat 85 (QS 4 : 85)
Surat Al Baqarah Ayat 85 (QS 2 : 85)
11. BIJAKSANA
Surat Shaad Ayat 20 (QS 38 : 20)
12. KOMUNIKATIF
Surat Al Maaidah Ayat 92 (QS 5 : 92)
Biasakan Mengucapkan Kata-kata Yang Baik
Surat Al Mu’minuun Ayat 98 (QS 23 : 97 – 98)
Surat An Naml Ayat 29 – 31 (QS 27 : 29 – 31)
Surat Yunus Ayat 10 (QS 10 : 10)
Surat Al Ahzab Ayat 56 (QS 33 : 56)
Surat Al Baqarah Ayat 156 – 157 (QS 2 : 156 – 157)
Surat Al Kahfi Ayat 39 (QS 18 : 39)
Surat Ibrahim Ayat 24 – 27 (QS 14 : 24 – 27)
Surat Ash Shaffaat Ayat 35 – 39 (QS 37 : 35 – 39)
Surat Al Kahfi Ayat 23 – 24 (QS 18 : 23 – 24)
Surat Al An’aam Ayat 54 (QS 6 : 54)
Surat An Nisaa’ Ayat 86 (QS 4 : 86)
13. BERILMU, MUAMALAT, BERWAWASAN,
BERKETRAMPILAN, BERTEKNOLOGI
Surat Al Mujaadalah Ayat 11 (QS 58 : 11)

14. PANDAI, BERADAPTASI, CERDIK
Surat Yusuf Ayat 55 (QS 12 : 55)

15. BERIBADAH
Surat Adz Dzaariyaat Ayat 56 (QS 51 : 56)

16. ADIL
Al Maaidah Ayat 8 (QS 5 : 8)
a) Tegakkan Keadilan
Surat Al A’ raaf Ayat 29 (QS 7 : 29)
Surat An Nisaa’ Ayat 135 (QS 4 : 135)
Surat Al Mumttahanah Ayat 8 (QS 60 : 8)
Surat Al Maaidah Ayat 8 (QS 5 : 8)
Surat An Nisaa’ Ayat 58 (QS 4 : 58)
Surat An Nisaa’ Ayat 105 (QS 4 : 105)
Surat Al Maaidah Ayat 42 (QS 5 : 42)
Surat Al An’aam Ayat 152 (QS 6 : 152)
Surat Al Anbiyaa’ Ayat 112 (QS 21 : 112)
b) Jadilah Saksi Yang Benar / Baik
Surat An Nisaa’ Ayat 135 (QS 4 : 135)
Surat Al Maa-idah Ayat 8 (QS 5 : 8)
Surat Al Furqaan Ayat 72 (QS 25 : 72)
Surat Al Ma’aarij Ayat 33 – 35 (QS 70 : 33 – 35)

17. TAUBAT
Surat Al Baqarah Ayat 160 (QS 2 : 160)

18. BERDO’A
Surat Al A’raaf Ayat 55 (QS 7 : 55)

19. TA’AT
Surat An Nissaa’ Ayat 59 (QS 4 : 59)
Taatlah
Surat An Nisaa’ Ayat 59 (QS 4 : 59)
Surat Al Israa’ Ayat 23 – 25 (QS 17 : 23 – 25)
Surat Luqman Ayat 15 (QS 31 : 15)

20. BERTASBIH
Surat Al Hijr Ayat 98 (QS 15 : 98)

21. TAWAKKAL
Surat Al Baqarah Ayat 112 (QS 2 : 112)

22. TAQWA
Surat Al Baqarah Ayat 2 (QS 2 : 2)

23. BERJIHAD
Surat Al ‘Anfaal Ayat 72 (QS 8 : 72)

24. BERSYUKUR
Surat Ibrahim Ayat 7 (QS 14 : 7)
Bersyukurlah
Surat Adh Dhuhaa Ayat 11 (QS 93 : 11)
Surat Luqman Ayat 12 (QS 31 : 12)
Surat An Naml Ayat 40 (QS 27 : 40)
Surat Ibrahim Ayat 7 (QS 14 : 7)
Surat An Nahl Ayat 18 (QS 16 : 18)
Surat Ibrahim Ayat 34 (QS 14 : 34)
Surat Ali ’Imran Ayat 145 (QS 3 : 145)
Surat Al Baqarah Ayat 152 (QS 2 : 152)

25. BELA DIRI
Surat Asy Syuura Ayat 39 (QS 42 : 39)

26. BELA AGAMA
Surat Ash Shaff Ayat 14 (QS 61 : 14)

27. AMAR MA’RUF & NAHI MUNKAR
Surat Ali ‘Imran Ayat 110 (QS 3 : 110)

28. SABAR/ULET
 Surat Al Baqarah Ayat 155 (QS 2 : 155)
 Surat Ali ‘Imran Ayat 200 (QS 3 : 200)

Bersabarlah
Surat Al Hajj Ayat 34 – 35 (QS 22 : 34 – 35)
Surat Ali ’Imran Ayat 200 (QS 3 : 200)
Surat Al Anbiyaa’ Ayat 85 (QS 21 : 85)
Surat Thahaa Ayat 130 (QS 20 : 130)
Surat Al Mu’min Ayat 55 (QS 40 : 55)
Surat Qaaf Ayat 39 (QS 50 : 39)
Surat Al Muzzammil Ayat 10 (QS 73 : 10)
Surat An Nahl Ayat 126 – 128 (QS 16 : 126 – 128)
Surat Luqman Ayat 17 (QS 31 : 17)
Surat Al Muddatstsir Ayat 7 (QS 74 : 7)
Surat Al Insaan Ayat 24 (QS 76 : 24)
Surat Ath Thuur Ayat 48 (QS 52 : 48)
Surat Al Balad Ayat 17 (QS 90 : 17)
Surat Al ’Ashr Ayat (QS 103 : 1 – 3)

29. TENANG
Surat Ar Ra’d Ayat 28 (QS 13 : 28)

30. BERGEMBIRA
Surat Ali ‘Imran Ayat (QS 3 : 170)

31. TEGAS
Surat Al Fath Ayat 29 (QS 48 : 29)

32. BERANI
Surat An Nissaa’ Ayat 89 (QS 4 : 89)

33. KHUSYU’
Surat Al Baqarah Ayat 45 (QS 2 : 45)

34. OPTIMIS
Surat Al Baqarah Ayat 46 (QS 2 : 46)

35. YAKIN
Surat An Naml Ayat 3 (QS 27 : 3)

36. DISIPLIN
Surat Yunus Ayat 109 (QS 10 : 109)

37. ISTIQOMAH
Surat Al Ahqaaf Ayat 13 (QS 46 : 13)

38. BERJUANG
Surat Al Anfaal Ayat 45 (QS 8 : 45)

39. TEGUH, KOMPAK
Surat Ali ‘Imran Ayat 103 (QS 3 : 103)
a) Cintailah Persaudaraan & Perdamaian
Surat Ali ’Imran Ayat 103 (QS 3 : 103)
Surat Al Hujurat Ayat 9 – 10 (QS 49 : 9 – 10)
Surat An Nisaa’ Ayat 114 (QS 4 : 114)
b) Tinggalkanlah Permusuhan
Surat Fush shilat Ayat 34 (QS 41 : 34)
Surat Al Hajj Ayat 38 – 39 (QS 22 : 38 – 39)
Surat Al Mumtahanah Ayat 7 – 9 (QS 60 : 7 – 9)
c) Jagalah Persatuan
Surat Ali ’Imran Ayat 103 (QS 3 : 103)
Surat Al An’aam Ayat 159 (QS 6 : 159)
Surat Ar Ruum Ayat 30 –32 (QS 30 : 30 – 32)
Surat Ash Shafff Ayat 4 (QS 61 : 4)
Surat Al Anfaal Ayat 46 (QS 8 : 46)

40. TEKUN
Surat Al Muzzammil Ayat 8 (QS 73 : 8)

41. TELITI, TERTIB
Surat Al Hujuraat Ayat 6 (QS 49 : 6)

42. SERIUS / SUNGGUH-SUNGGUH
Surat Alam Nasyrah Ayat 7 (QS 94 : 7)

43. MENJAGA KEHORMATAN
Surat Al Ahzab Ayat 35 (QS 33 : 35)
Berhias & Berjilbablah
Surat Al A’raaf Ayat 26 (QS 7 : 26)
Surat Al A’raaf Ayat 31 – 32 (QS 7 : 31 – 32)
Surat An Nuur Ayat 30 – 31 (QS 24 : 30 – 31)
Surat Al Ahzab Ayat 59 (QS 33 : 59)

44. WASPADA, KONSENTRASI
Surat Ali ‘Imran Ayat 200 (QS 3 : 200)
Surat An Nissaa’ Ayat 104 (QS 4 : 104)

45. BERKORBAN
Surat Al Baqarah Ayat 207 (QS 2 : 207)

46. AMANAH / Tanggungjawab
Surat An Nissaa’ Ayat 58 (QS 4 : 58)
Peliharalah Amanat
Surat Al Baqarah Ayat 283 (QS 2 : 283)
Surat An Nisaa’ Ayat 58 (QS 4 : 58)
Surat Al Anfaal Ayat 27 – 28 (QS 8 : 27 – 28)
Surat Al Mu’minuun Ayat 8 (QS 23 : 8)
Surat Al Ma’aarij Ayat 32 – 35 (QS 70 : 32 – 35)
Surat Al Qashash Ayat 26 (QS 28 : 26)

47. JUJUR
Surat Al Baqarah Ayat 282 (QS 2 : 282)

48. BENAR
Surat Al Maaidah Ayat 119 (QS 5 : 119)
Berkatalah Yang Baik & Benar
Surat Al Israa’ Ayat 53 (QS 17 : 53)
Surat Al Ahzab Ayat 69 – 70 (QS 33 : 69 – 70)
Surat Fush shilat Ayat 33 (QS 41 : 33)

49. TEPAT JANJI
Surat Al Baqoroh Ayat 177 (QS 2 : 177)
Perihal Wajib Memenuhi Sumpah, Janji, Nadzar
Surat Al Baqarah Ayat 224 – 225 (QS 2 : 224 – 225)
Surat At Tahriim Ayat 2 (QS 66 : 2)
Surat Al Maa-idah Ayat 89 (QS 5 : 89)
Surat Al Nahl Ayat 91 – 95 (QS 16 : 91 – 95)
Surat Al Fath Ayat 10 (QS 48 : 10)
Surat Al Israa’ Ayat 34 (QS 17 : 34)
Surat Al Maa-idah Ayat 1 (QS 5 : 1)
Surat Al Kahfi Ayat 23 – 24 (QS 18 : 23 – 24)
Surat Al Qalam Ayat 10 (QS 68 : 10)
Surat Al Baqarah Ayat 270 (QS 2 : 270)
Surat Al Hajj Ayat 29 (QS 22 : 29)
Surat Al Insaan Ayat 5 – 7 (QS 76 : 5 – 7)

50. IKHLAS
Surat An Nissaa’ Ayat 146 (QS 4 : 146)

51. RIDHO
Surat Al Lail Ayat 20 (QS 92 : 20)

52. RELA
Surat Al Baqarah Ayat 158 (QS 2 : 158)
Surat At Taubah Ayat 59 (QS 9 : 59)

53. BERSIH
Surat Al Muddatstsir Ayat 4 (QS 74 : 4)
Jagalah Kebersihan & Kesucian
Surat Al Muddatstsir Ayat 4 – 5 (QS 74 : 4 – 5)
Surat Al Baqarah Ayat 222 (QS 2 : 222)
Surat An Nisaa’ Ayat 43 (QS 4 : 43)
Surat Al Maaidah Ayat 6 (QS 5 : 6)

54. Hargailah Waktu Agar Tidak Rugi
Surat Al Fajr Ayat 1 (QS 89 : 1)
Surat At Takwiir Ayat 17 –1 8 (QS 81 : 17 – 18)
Surat Al Muddatstsir Ayat 34 (QS 74 : 34)
Surat Asy Syams Ayat 1 (QS 91 : 1)
Surat Adh Dhuhaa Ayat 1 (QS 93 : 1)
Surat As Syams Ayat 3 (QS 91 : 3)
Surat Al Lail Ayat 2 (QS 92 : 2)
Surat Al Insyiqaaq Ayat 16 (QS 84 : 16)
Surat An Najm Ayat 1 (QS 53 : 1)
Surat At Takwiir Ayat 15 – 17 (QS 81 : 15 – 17)
Surat Asy Syams Ayat 4 (QS 91 : 4)
Surat Al Insyiqaaq Ayat 17 (QS 84 : 17)
Surat Al Lail Ayat 1 (QS 92 : 1)
Surat Adh Dhuhaa Ayat 2 (QS 93 : 2)
Surat Al Insyiqaaq Ayat 18 (QS 84 : 18)
Surat Al Muddatstsir Ayat 32 (QS 74 : 32)
Surat Asy Syams Ayat 2 (QS 91 : 2)
Surat Al Qiyaamah Ayat 1 (QS 75 : 1)
Surat Al Buruuj Ayat 2 (QS 85 : 2)
Surat Al ’Ashr Ayat 1 – 3 (QS 103 : 1 – 3)

55. Tatakrama Pergaulan
a) Perhatikan Tatakrama Bertamu & Bersalam
Surat An Nuur Ayat 27 – 29 (QS 24 : 27 – 29)
Surat An Nuur Ayat 61 (QS 24 : 61)
Surat An Nisaa’ Ayat 86 (QS 4 : 86)
b) Perhatikan Tatakrama Pergaulan Dalam Rumah Tangga
Surat An Nuur Ayat 58 – 59 (QS 24 : 58 – 59)
Surat An Nuur Ayat 60 (QS 24 : 60)
c) Perhatikan Tatakrama Pergaulan Pria & Wanita
Surat An Nuur Ayat 30 – 31 (QS 24 : 30 – 31)

BAB – III
KISAH
AKHLAK HINA

1) SOMBONG
a) IBLIS
Surat Al Baqarah Ayat 34 (QS 2 : 34)
Surat Al A’raaf Ayat 12 – 14 (QS 7 : 12 – 14)
Surat Al Hijr Ayat 31 – 39 (QS 15 : 31 –39 )
Surat Al Israa’ Ayat 61 – 62 (QS 17 : 61 – 62 )
Surat Al Kahfi Ayat 50 – 51 (QS 18 : 50 – 51 )
Surat Thaahaa Ayat 116 – 117 (QS 20 : 116 – 117 )
Surat Asy Syu’araa’ Ayat 95 (QS 26 : 94 – )
Surat Saba’ Ayat 20 – 21 (QS 34 : 20 -21 )
Surat Shaad Ayat 74 – 82 (QS 38 : 74 – 82 )

b) FIR’AUN
Surat Al Baqarah Ayat 49 – 50 (QS 2 : 49 – 50 )
Surat Ali ’Imran Ayat 11 (QS 3 : 11)
Surat Al A’raaf Ayat 103 – 114 (QS 7 : 103 – 115)

2) MEMBUNUH
QABIL
Surat Al Maaidah Ayat 27 – 31 (QS 5 : 27 – 31 )

3) CINTA HARTA BERLEBIHAN
QARUN
Surat Al Mu’min Ayat 24 (QS 40 : 24 )

ABU LAHAB
Surat Al Lahab Ayat 1 – 5 (QS 111 : 1 – 5 )

BAB – IV
KISAH
AKHLAK MULIA

1) BERIMAN
a) ISTERI FIR’AUN
Surat At Tahriim Ayat 10 – 11 (QS 66 : 10 – 11 )
b) Pemuda Dalam Goa
Surat Al Kahfi Ayat 10 – (QS 18 : 10 – )
c) RATU BALQIS
Surat An Naml Ayat 22 – 44 (QS 27 : 22 – 44 )
2) SABAR
NABI AYYUB
Surat Shaad Ayat 41 – 44 (QS 38 : 41- 44 )
NABI ISMAIL, IDRIS & DZULKIFLI
Surat Al Anbiyaa’ Ayat 85 (QS 21 : 85 )

3) KASIH SAYANG
KAUM ANSHAR
Surat Al Hasyr Ayat 9 – 10 (QS 59 : 9 – 10 )
Surat Al Munaafiquun Ayat 7 (QS 63 : 7 )
Surat At Taubah Ayat 117 (QS 9 : 117 )
Surat At Taubah Ayat 100 (QS 9 : 100 )

WALLAHU ALAM

Sebarkan kebaikan: